Rabu, 07 November 2012

benar?

kalau aku bilang nggak betah di kamar, ada yang ngrespon nggak ya??

kayaknya nggak ada deh,

manusia transparan tak punya hati, bukan begitu?

Sabtu, 03 November 2012

Am I a Ghost?

benar benar tidak merasa?

apa aku benar-benar tidak terlihat?
transparan?
apa kalian menganggapku bukan manusia?
lalu aku apa?
hantu?

tidak pernahkah kalian berpikir bagaimana perasaanku?
bagaimana rasanya menjadi aku?
bagaimana rasanya?
bukankah kalian juga pernah merasakannya?
tidak enak kan?
kalian juga tidak suka diperlakukan seperti itu?

ah~ aku lupa..
aku baru ingat kalau kalian berpikir kalau aku tidak punya hati..
bukankah begitu?
benarkan?

teruskanlah, selama ini belum membuatku pusing.. -___-

Senin, 29 Oktober 2012

stuck~

how can I'm being like this?

I want to do a normal friendship like others..
I want to laugh, speak and others naturally..

seperti seorang yang transparan, tidak terlihat..
mereka bercerita di belakang, tanpa boleh aku tahu..
saat aku bertanya, tak ada yang menjawab..
hanya wajah-wajah malas yang melihat dan mengabaikanku lagi..

sebegitu jeleknyakah wajahku menurut mereka?
sebegitu pedasnyakah ucapanku?

sebegitu tajamnyakah lidahku?
sebegitu jijiknyakah kalian padaku sehingga menghindariku layaknya penyakit yang akan menyerang kalian?

kapan orang akan benar-benar melihatku?
jalan apa yang harus ku tempuh??

tak bisakah kalian menerimaku apa adanya??
sakit hati karenaku? aku siap menerima masukan kalian dan mencoba untuk melakukannya jika itu memang baik..

dan Kau,
ingin menjauhiku juga?
apakah perubahan itu harus selalu datang?
tak bisakah kau tetap seperti yang dulu?
tak bisakah perubahan itu datang nanti saja?

answer me, jebal~ T_T

Senin, 06 Agustus 2012

*TIIIIIIITTT*

Aiyuuu~ MWOYA!!

How a bad day~ -_____-
nan miwohaesso jinjja!

it's not deal!! >.<


Minggu, 22 Juli 2012

Bittersweet [Andante sekuel]



Tittle: Bittersweet
Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: married, seadanya.. *saya hanya berhasil menemukan 1 genre yang pas*
PG: 17 ya!!
Length :oneshoot

WARNING:
 1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
 2.  FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje
 3. typo bertebaran di mana-mana.


ada yang masih inget saya??
lama nggak nongol ternyata kangen reader juga.. :D
Sebenernya ini sekuel yang FF series nya udah dari jaman nggak enak, yang awalnya dulu saya nggak niat bikin sekuel, tapi entah kenapa, yah, kalian tau sendiri..
mungkin juga semuanya udah lupa..
yah, semua kembali pada reader aja lah.. hahaha^^
 cekidot!! 

***
**
*





matahari sepertinya masih bersemangat untuk terus bersembunyi di balik awan-awan tebal. hanya menyisakan semburat merah untuk menghiasi langit yang mulai terang.
“ugh~” gumamku pelan. Ku buka mataku. Ku kerjap-kerjapkan perlahan dan berusaha mengembalikan ingatanku. Namun yang kulihat malah sesuatu yang putih dan sepertinya empuk. Namun aku yakin 100% kalau ini bukan bakpao.
Apa ini??
HUK!! ASTAGA!!
“kau sudah bangun??” gumam seseorang di hadapanku dengan mata terpejam. Tangannya yang semula berada di atas pinggangku, kini merangsek ke belakang punggungku dan saling mengaitkan tangannya. “kau bangun terlalu cepat.”
“YA!! LEPASKAN!!” bentakku. Aku meronta-ronta berusaha melepaskan pelukannya. Melihatku seperti itu, ia malah mengeratkan tangannya. “YA!! Dasar monyet yadong!!”
“biarkan seperti ini!! kita jarang bisa bersama.” Rajuk eunhyuk seperti anak kecil. Rambutnya yang kini sudah berwarna coklat terlihat acak-acakan.
“eh?? Ehm.. lihatlah.. wajahmu mengembang!! Kau tidak malu apa??” tanyaku mengalihkan perhatian. Tak bisa di pungkiri, walau sudah 2 bulan menjadi suami istri yang sah lagi, kami memang jarang bersama. Eunhyuk terlalu sibuk dengan super juniornya dan sering menginap di dorm, dan aku juga sibuk bekerja di stasiun TV dan jarang pulang untuk melembur. Rumah ini juga lebih terlihat seperti rumah tak berpenghuni.
“kenapa harus malu? Bukankah kau istriku?”
“bukan..” jawabku asal. Matanya yang semula terpejam kini langsung menunjukkan pergerakan yang kontras. Ia mendelik tajam, menatapku marah.
“MWO!!??” bentaknya.



TBC

*Kabur*
#author-tidak-bertanggungjawab

Minggu, 20 Mei 2012

Andante part.10





Tittle: Andante
Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: married, seadanya.. *saya hanya berhasil menemukan 1 genre yang pas*
PG: 17 ya!!
Length : 10

WARNING:
 1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
 2.  FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje
 3. typo bertebaran di mana-mana.
 4. yakin banget gak ada feelnya, jadi, hati-hati.. 

huaah!!! hehehe.. saya datang loh!! ^^
semua pada ngira kemarin beneran END yak??
oke, saya klarifikasi semuanya..
- "beneran ini END thor??"
    jawabannya, bukan. apa ada yang menyadari adanya tanda tanya di sebelah kata END?? dan bukankah arti '?' artinya menunjukkan kalimat tanya?
    jadi END kemarin adalah pertanyaan lho, bukan pernyataan.
    hanya ada 1 orang beruntung yang benar komentarnya.. 'authornya : "END?" reader: "NO!"' *yah, kurang lebih komentarnya gitu.
- "ko nggantung si thor??"
   jawabannya, karena emang belom selesai.. hehehe.. ^^v
- "aku bingung bacanya thor??"
   jawabannya, kemarin yang di FB itu ada kesalahan, part 8 nya ikut nyempil di situ.. mianhae.. *deep bowing, saking deep-nya sampe jungkir balik*

yah, sudah lah.. sepertinya saya sudah banyak omong.. so,, happy reading!!
***
**
*

Prev>>

Author POV
1 minggu kemudian,
Perceraian itu telah terjadi.
Keduanya kini telah di sibukkan dengan kegiatan mereka masing-masing.
Eunhyuk akan tour keliling dunia bersama super junior. Mereka mengadakan Super Show di 15 negara di dunia. Dan itu akan di lakukan selama 1 tahun penuh. Secara, umur mereka kini tak lagi muda. Kekekeke^^ [tapi author tetap cinta kamu KYU!! Kekeke..] #lemparsandalpancikulkasrumahhotelbumi
Begitu juga dengan kyorin. Tugas akhirnya yang seharusnya di kerjakan selama 6 bulan, kini harus molor menjadi 8 bulan karena dosen yang menjadi pembinanya harus pergi ke luar negeri. Bahkan tugas pembuatan film itu mengharuskan ia dan ketiga temannya itu untuk pergi keliling korea.
Keduanya juga sudah mulai berusaha untuk melupakan rasa cinta yang telah tumbuh di hati mereka masing-masing. Ya, melupakannya.
***
Kyorin POV
Tak terasa, 1 tahun bahkan sudah berlalu. Aku sudah resmi lulus dan menjadi alumni universitas kyunghee. Hah!! Leganya!!
Aku bahkan sudah selesai liburan di Indonesia, tempat eomma dan appa bekerja. Di sana benar-benar menakjubkan!
Sekarang aku sudah bekerja di MBC, Perusahaan yang mempertemukan eonni dan oppaku. Entah kenapa, rasanya aku ingin membalas budi pada MBC karena telah mempertemukan mereka. Sekarang, mereka telah di sibukkan dengan kehadiran anak kembar mereka. Jadi aku tak bisa mengganggu mereka lagi.
Malam ini, semua pekerjaanku telah usai. Sekarang aku sedang duduk termenung di taman dekat kantor.
“kau bahkan melamun lagi.” Kata seorang namja. Ia menyodorkan segelas kopi hangat untukku. “apa yang kau pikirkan?? Eunhyuk lagi??”
“YA!! Aku tidak pernah memikirkan monyet keras kepala itu.” Ku rapatkan jaketku karena angin musim dingin tiba-tiba berhembus. Ku terima kopi hangat yang di sodorkan inho.
“jangan membohongi dirimu seperti ini kyorin ah~” balas inho sambil menerawang.
“MWO?? ya, bukankah aku ini pacarmu?? Kenapa seperti itu??” balasku.
Ya, aku dan inho memang berpacaran. Sekitar 3 bulan lalu ia menembakku dan aku menerimanya. mungkin aku jahat padanya, tapi aku ingin melupakan eunhyuk.
“kita memang berpacaran. Aku berpacaran dengan ragamu, tapi aku tak bisa memiliki hatimu.” Balas inho.
“mwo?? Bukan begitu..”
“sudah cukup kyorin, apa kau tidak lelah membohongi dirimu sendiri??” kata-kata inho membuatku terdiam. “kau mencintai eunhyuk. Terimalah kenyataan itu. Kau hanya membuat dirimu sendiri sakit. Aku juga.”
“aku tidak..”
“kau masih mau berkilah?? Kau masih mengelak?? Perlukah aku menyadarkanmu??” tanya inho. Aku mulai terisak, tidak menyangka inho akan seperti ini. “bukankah setiap menit kau memikirkannya?? Setiap jam kau melihat gambarnya di ponselmu?? bukankah setiap hari kau mencari fotonya?? Bukankah setiap minggu kau mencari berita tentangnya?? bahkan kau menonton konsernya saat di indonesia??”
“cukup..” kataku serak. Tidak menyangka inho mengetahui semua itu. Air mataku mengalir.
“kau sudah mengakuinya??” tanya inho. “kembalilah padanya.”
“mwo?? Itu tidak mungkin inho. Itu tidak mungkin.”
“kenapa tidak mungkin?? Semua yang ada di dunia ini mungkin saja terjadi. Tidak ada yang tidak mungkin.” Kata inho tegas.
Ia menyodorkan sebuah amplop padaku. Ku tatap matanya. Bertanya-tanya apa isinya.
“kembalilah padanya kyorin ah~. Kau benar-benar menderita. Kau juga membuat orang-orang di sekitarmu menderita.” Kata inho. Karena amplop itu tak kunjung ku ambil, ia meletakkannya di tanganku. “kembalilah padanya. Kau harus berjanji padaku kalau kau akan kembali bersamanya. Kau harus berjanji kalau kau bahagia. Maka aku juga akan bahagia.”
Inho berdiri. Ia berjalan meninggalkanku sendiri. Aku menangis lebih keras. Tidak percaya ini semua akan terjadi.
***
Author POV
Tit.. tit.. tit.. tit..
Handphone milik sora berdering. Sebuah sms masuk ke dalam inboxnya.
“siapa yang sms malam-malam begini??” gumam sora.
From : joo Inho
Nuna, bantu aku. Aku ingin menyatukan mereka kembali. Aku telah memberikan tiket konser Super Show di seoul 2 hari lagi. Pastikan mereka berdua bersatu lagi.
“Astaga!!” pekik Sora. “oppa!! Oppa!! Cepat lihat!!”
Leeteuk yang sedang membuat susu di dapur langsung datang tergesa-gesa mendengar teriakan sora.
“ada apa??” tanya leeteuk ketika sudah sampai di hadapan sora.
“bacalah!” sora menyodorkan ponselnya pada leeteuk.
“ini berita bagus. Kenapa tidak dari dulu saja seperti ini!!” gumam leeteuk geram. “aku yakin eunhyuk juga masih mencintai kyorin...”
FLASHBACK
“hyung!! Hyung!!” bisik kyuhyun pada sungmin. “apa eunhyuk hyung sudah kembali ke dorm??”
“ya. Dia pulang lebih dulu. Katanya tidak enak badan. Ada apa??” tanya sungmin penasaran. Tak biasanya kyuhyun seperti itu.
“HYUNG!! AKU PUNYA BERITA MENGEJUTKAN!!” teriak kyuhyun. Semua hyungnya menoleh padanya.
“YA!! JANGAN BERTERIAK SEPERTI ITU!!! KAU BISA MEMBUAT TELINGAKU BERDARAH!!” bentak heechul menggelegar. Semua orang sontak menutup telinga.
“bahkan kau lebih berbakat untuk melakukannya hyung.” Gerutu kyuhyun.
“sudah- sudah!! Sebenarnya apa yang ingin kau katakan??” tanya kangin.
“aih, iya. Kemarin aku melihat-lihat laptop eunhyuk hyung. Karena ingin mencari video yadong baru..”
PLETAKK..
“YA!! Hyung! Aku belum selesai.” Gerutu raja setan lagi karena di jitak oleh bapak raja setan. “aku kemarin menemukan 1 folder khusus yang berisi foto-foto kyorin nuna, hyung. Aneh kan? Lalu, di ponselnya juga ada folder khusus juga. Bahkan wallpaper semua barang elektroniknya adalah gambar kyorin.”
“jinjja?? Kau tidak sedang mengerjai kami kan??” tanya sungmin. Ia benar-benar tak yakin karena kebiasaan couplenya itu.
“dia mengatakan yang sebenarnya.” Sahut donghae.  “aku juga melihatnya.”
Semua orang saling berpandangan. Sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
FLASHBACK END
Leeteuk memandang sora dengan mata berbinar. Sedetik kemuadian ia mengembangkan senyumnya, membuat sora meleleh dan hampir saja melepaskan bayinya dalam gendongannya.
“waeyo??” tanya sora penasaran.
“aku punya ide bagus!!” teriak leeteuk tetap dengan senyum mengembang.
Leeteuk pun mengambil ponselnya dan menghubungi beberapa orang untuk membicarakan idenya tersebut.
***
Euhyuk POV
Kepalaku terasa berat. Ku rebahkan tubuhku yang terasa kaku di ranjangku.
“haaahh...” aku menghembuaskan nafasku kuat-kuat. Seolah itu bisa meringankan kelelahanku saat ini.
Pikiranku kembali melayang pada saat aku bertemu dengan hyoyeon di sungai han.
FLASHBACK
“oppa, aku ingin putus..” bisik hyoyeon pelan. Jujur, aku terkejut dengan perkataannya.
“wae?” ku tolehkan kepalaku menghadapnya.
“cih.. kau bahkan tidak tahu jawabannya?? tanyakan itu pada dirimu sendiri oppa.” Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam. Suara isakannya mulai menggema di dalam mobil.
“bukankah kau yang menginginkan aku kembali padamu?? Bukankah semua keinginanku sudah terwujud??” tanyaku masih bingung. Rasa bersalah mulai menyeruak di hatiku.
“ne~ aku memang menginginkanmu untuk kembali kepadaku, tapi yang ku inginkan bukan eunhyuk yang sekarang. aku menginginkan lee hyukjae yang seperti dulu. Seperti saat aku berpacaran dengannya.” Isakan itu semakin menjadi. Tubuhnya bergetar. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan.
“maafkan aku..” bisikku pelan. Namun aku yakin dia masih bisa mendengarnya. “aku akan mencoba untuk menjadi eunhyuk yang dulu. Aku akan mencoba lagi hyeon ah~”
“mwo? Kau masih bisa berkata seperti itu oppa?” ia memandangku tepat di manik mata. Matanya memerah dengan air mata yang terus mengalir. “kau selalu mengulangi kata itu. ‘aku akan mencobanya’, berapa kali kau katakan itu padaku?? Aku sudah memberimu waktu 1 tahun oppa!”
“...” aku tidak tahu harus berkata apa.
“aku memberimu waktu 1 tahun, tapi kau tak pernah bisa berubah sedikitpun. Kurasa sekarang aku sudah putus asa oppa.” Gumamnya lirih. “aku tidak akan bisa lagi menggantikan posisinya. Kembalilah padanya!”
Sedetik kemudian, ia keluar dari mobilku dan menutup pintu dengan membanting pintu itu keras-keras. Aku menelangkupkan tanganku di atas setir dan meletakkan kepalaku di atasnya.  
Menangis.
FLASHBACK END
“huuhh..” ku hembuskan nafasku lagi. Bingung dengan semuanya.
Ku edarkan pandanganku di seluruh rumah ini dan akhirnya berhenti pada laptopku yang teronggok di meja.
“aku bahkan sampai tidak sempat melihat video yadong-ku lagi. Mungkin aku terlalu banyak masalah.” Gumamku pada diriku sendiri. Ku hampiri laptop itu dan menyalakannya. Terlihat wajah kyorin di sana dengan baju abu-abu yang ku belikan. Ya, aku selalu menjadikannya wallpaper selama satu tahun terakhir. Mungkin itu sebabnya aku tak bisa berhenti mencintainya. “kyorin ah~ aku di putuskan oleh hyoyeon. Eotteokhae?? Apa aku tak bisa kembali saja padamu??”
Ku elus-elus layar laptopku itu.
“aku merindukanmu. Apa kau tidak merindukanku?? Apa kau sudah punya namja lain??” bisikku tak yakin. Ya, kyorin tidak akan bisa mendengarnya. “aku berjanji kalau aku bertemu denganmu lagi, aku tidak akan melepasmu. Aku menyesal mengambil keputusan ini.”
Setelah lelah berbicara sendiri, akhirnya ku putuskan untuk menonton video yadong saja. tapi, sepertinya ada yang aneh??
“KENAPA PLAYLIST-KU BERUBAH??” teriakku kaget. Jangan-jangan seseorang telah membukanya?? Kalau seseorang membukannya, berarti ia tahu kalau aku masih.... “WAAA!! KYORIN AH~ EOTTEOKHAE!!!”
***
Kyorin POV
Ku kenakan mantelku.
Ya, aku akhirnya memutuskan untuk melihat penampilan mereka. Ani, penampilannya. Hanya dia.
“kyojin ah~ galkke!!” teriakku dari arah pintu. Rasanya secuil beban terangkat saat aku melangkahkan kakiku keluar dari rumah.
“ne, nuna. Hati hati!!” balas kyojin.
Ku telusuri jalanan kota seoul yang dingin. Beberapa orang juga berlalu-lalang. Meninggalkan jejak hitam pada salju putih yang berterbaran di sana sini. ku rapatkan kembali mantelku, berusaha menghalau hawa dingin yang menusuk tulang.
Pikiranku kembali melayang saat musim gugur tahun lalu. Saat insiden coat itu. Dalam pikiranku kini bahkan bayangan itu sudah berputar seperti sinetron. Apa judul yang harus ku berikan?? Coat yang tertukar. Bukankah itu keren?? Hahaha.. #apaseh
Kakiku terhenti di halte. Menunggu bis yang lewat.
Sungguh beruntung, tak sampai 5 menit bis itu datang dengan tubuhnya yang besar. Membelah jalanan menuju tempat itu. Tempat dimana super show akan di gelar.
Pandanganku menerawang ke luar jendela. Entah kenapa, aku sedikit berdebar saat membayangkan kalau aku akan bertemu dengannya.
“wah.. sungai han kali ini benar-benar indah.” Kata seorang yeoja di depanku.
Aku ikut menoleh pada pemandangan yang di maksud. Disana! Disana tempat kami pertama kali bertemu. Pertama kali. Juga ciuman pertamaku yang di renggut olehnya.
Tanpa sadar, sudut-sudut bibirku terangkat.
***
Author POV
“ah! Sudah datang?? .... G??..... arasseo.” Sahut leeteuk di telepon. 5 menit lagi konser akan di mulai. “siwon F! Donghae D! Dan eunhyuk G!!”
“kalian semua siap??” teriak ryeowook.
“ne.”
“URINEUN SYUPEO JUNI~”
“EO-EYO!!”
“Hwaiting!!” bisik leeteuk pada donghae.
***
Kyorin POV
Lampu telah menyala, berkerlap-kerlip. Super Show kini telah di mulai. Lagu-lagu teranyar mereka lantunkan.
“KYAAAA!!” jeritku bersama ELF lainnya. Suasana bising bercampur dentuman musik benar-benar memekakkan telinga.
Beberapa member mulai berseliweran di depanku. Namun sepertinya mereka tak menyadari akan keberadaanku di sini. atau pura-pra tak menyadarinya?? Entahlah. Aku tak tahu.
“eunhyuk!” gumamku saat namja, ani, monyet itu berjalan menuju ke arahku menyapa ELF-ELF di dekatku.
Eunhyuk benar-benar seperti magnet. Bahkan mataku tak bisa beralih darinya. Ia berjalan di depanku. Melewatiku. DEGG.. Mata kami bertemu!!!
Ia sontak berhenti dan menoleh, memastikan bahwa yang di lihatnya benar-benar diriku.
Tubuhku membeku seketika. Waktu serasa ikut berhenti. Semuanya menjadi dingin dan entah kenapa, aku tak bisa berkutik.
BLAM..
Lampu padam.
Namun pandanganku malah menjadi silau. Dua buah lampu menyorot kami berdua.
Eunhyuk berjalan mendekat. ia berdiri tepat di depanku. Menarik tanganku untuk di bawa ke panggung. Entah kenapa, tak ada penolakan sedikitpun dari dalam tubuhku.
Ia memandangku. Menatap mataku lekat-lekat. Memegang pipiku seolah-olah memastikan bahwa aku benar-benar nyata.
“apa kau benar-benar kyorin??” gumamnya. Aku mengangguk untuk memberikan jawaban padanya.
“memang siapa lagi monyet yadong??” kataku. Entah kenapa, tiba-tiba mataku meneteskan sesuatu.
Di peluknya tubuhku erat. ku balas pelukannya itu. Kami berpelukan beberapa waktu, seolah-olah kami tak ingin di pisahkan.
“kenapa kau datang??” bisiknya di telingaku. “kau... masih mencintaiku??”
“YA! Jangan berpelukan terus.” Siwon datang memberikan bunga kepadaku dan mendorong kami menuju panggung utama.
Lampu kembali menyala.
“I GE MWOYA!!” teriakku.
***
Author POV
“OK ELF!! APAKAH RENCANA KITA BERHASIL??” teriak leeteuk.
“NE!!” koor para ELF.
Semua anggota keluarga kyorin dan eunhyuk berjajar rapi di belakang seorang pastor. Bahkan, semua member super junior juga berdiri berjajar mengenakan tuxedo.
Suasana perlahan menjadi hening.
“apakah saudara lee hyukjae bersedia.... bla.. bla.. bla..?” tanya pastor itu yang sukses membuat eunhyuk dan kyorin melongo. Mereka berdua hanya berdiri kau di tempat mereka. Tak tahu harus berbuat apa.
“ya.. saya bersedia.” Jawab eunhyuk akhirnya. Ia tak yakin kalau ini benar-benar pernikahan. Jangan-jangan hyung dan saeng-deulnya hanya bercanda?? Kalau iya, ini benar-benar tidak lucu.
“dan apakah saudari Shin Kyorin bersedia.. bla.. bla.. bla..?”
“ha??” tanya kyorin. Semua orang di sana seraya menahan napas mendengar respon kyorin. Ia masih bingung dengan semua ini. seperti mimpi. “ya. Saya bersedia.”
Eunhyuk menoleh pada kyorin, kaget dengan jawaban yang ia berikan. Yang di tatap hanya mengalihkan pandangannya ke tempat lain sambil tersenyum malu.
Jawaban kyorin itu membuat semua kembali bernapas lega.
“ya, silahkan saling memasangkan cincin!” sahut leeteuk.
Donghae berjalan dengan membawa sebuah kotak berisikan cincin pernikahan eunhyuk dan kyorin yang dulu.
“dari mana kau dapatkan ini hae??” tanya eunhyuk bingung. Ia yakin sudah menyimpan benda kecil itu di sudut paling tak terlihat di kamarnya.
“aku mencurinya darimu.” Donghae menatap eunhyuk dengan cengiran lebar.
“ya! Inilah yang paling di tunggu-tunggu!! Silahkan berciuman!” sahut leeteuk saat kyorin selesai memasangkan cincin di jari eunhyuk. Koor dari para ELF kembali mambahana. Beberapa di antaranya bahkan menangis, entah sedih atau terharu. Tak ada yang tahu.
Eunhyuk menatap kyorin dan mendekatkan wajahnya. Hembusan nafas mereka saling menerpa wajah pasangannya. Eunhyuk mengecup bibir Kyorin singkat.
Seisi gedung semakin riuh. ELF kembali berteriak.
Dan upacara pernikahan dadakan tersebut di akhiri dengan pelemparan bucket bunga milik kyorin kepada ELF.
“apakah aku benar-benar menikah dengannya?? Kau tidak bercanda kan hyung??” tanya eunhyuk pada leetuk. Ia benar-benar tak yakin. Ini pernikahan tanpa gaun pengantin dan tuxedo yang seharusnya di lakukan oleh para pengantin pada umumnya.
PLETAKK..
“kalian sudah resmi menjadi suami istri babo!!” leeteuk menjitak dongsaengnya itu.
***
“bogoshipeo..” gumam eunhyuk. Ia terus menatap kyorin tidak percaya. Semua ini begitu tiba-tiba.
“nado..”
“mianhae kyorin ah~ saranghaeyo..”
“jangan minta maaf. Itu bukanlah kesalahan, nado sarangttaemune..” balas kyorin.
Eunhyuk mendekatkan wajahnya dan menngecup bibir kyorin. Kemudian ia melumatnya perlahan dan memperdalam ciumannya. Entah ada angin apa, kyorin juga membalasnya.
“teukkie hyung benar-benar melewatkan momen berharga.” Bisik sungmin.
“kurasa yang ini terasa lebih  yadong dari pada film eunhyuk hyung.” Bisik raja setan.
PLETAKK.. PLETAKK..
“ya!! Bisakah kalian diam??” bisik kangin setelah menjitak kyumin bergantian.
Mereka semua kini sedang mengintip kyorin dan eunhyuk di ruang ganti karena leeteuk sedang bernyanyi solo.
***
“uah~ aku merindukan rumah ini..” sahut eunhyuk ketika ia masuk ke dalam rumah. “benar-benar tidak berubah.”
“aku memang sengaja tidak merubahnya.” Sahut kyorin dari dalam kamar.
“wae??” eunhyuk menghempaskan badannya di atas sofa.
“hanya karena ku tidak menginginkannya.”
“aigoo~ bilang saja kau merindukanku kan??”
“ya, hyukjae-ssi, kepedeanmu itu kenapa semakin bertambah sejak kita berpisah?”
“mungkin karena aku merindukamu.” Jawab eunhyuk asal.
“aish~ sudahlah. Cepatlah mandi!!” bentak kyorin.
“aigoo~ kebiasaan berteriakmu itu tidak berkurang nyonya lee.” Kata eunhyuk. Ia kemudian memutuskan untuk mandi. Badannya terasa lengket karena keringat.
Beberapa menit kemudian, eunhyuk keluar dari kamar mandi dengan kondisi topless. Kyorin refleks menutup mukanya dan menerobos masuk kamar mandi.
Melihat hal itu, eunhyuk hanya menggedikkan bahu. “bukankah aku ini suaminya??”
Eunhyuk membuka lemari untuk mencari bajunya. Namun ia hanya bisa melongo. Lemari itu kosong melompong. Hanya berisi notes kecil.
Namja no 2, kyorin, maafkan aku. Aku akan memberikan baju-baju ini besok pagi. Lakukan yang terbaik ne?? Hehehe  ^^v
Pintu kamar mandi terbuka. Kyorin yang akan keluar dari kamar mandi hampir saja terjengkang melihat eunhyuk masih berdiri dengan keadaan topless. Sedangkan ia hanya memakai kimono handuk.
“ya!! Kenapa kau terus mengekspose tubuhmu di hadapan yeoja??” gerutu kyorin.
“sepertinya sora nuna itu harus di cek oleh psikologi.” Gumam eunhyuk.
“waeyo??” tanya kyorin. Ia berjalan mendekat. “MWO!!”
Kyorin terbelalak melihat lemari yang kosong. Ia kemudian membaca notes yang tertempel di sana.
“mereka benar-benar keterlaluan!!” bisik kyorin geram.
“tapi kurasa mereka tak sepenuhnya keterlaluan.” Bisik eunhyuk. Ia menatap kyorin dengan tatapan aneh. “kurasa mereka hanya ingin membantu kita.”
“ya!! Monyet mesum!! Apa yang kau pikirkan!!” tanya kyorin histeris. Ia memukul eunhyuk dengan lampu tidur[?].
“ARRGGHH...” teriak eunhyuk tertahan sambil memegangi kepalanya. “YA!!”
“mianhae!!” kata kyorin panik. Ia langsung mengambil air es untuk mengompres kepala eunhyuk. “habis kau menyebalkan!! Dasar monyet mesum.”
Kyorin mengompres kepala eunhyuk dengan hati hati. Ia berdiri di samping eunhyuk yang duduk di atas ranjang mereka untuk melihat keadaan kepala eunhyuk.
GLEK.. eunhyuk menelan ludah dengan sudah payah. Tubuh kyorin yang hanya terbalutkan baju mandi itu benar-benar menggoda iman.
“ya, kepalamu benjol!” gumam kyorin.
“kyorin ah~”
“wae??” tanya kyorin. Ia menunduk. Eunhyuk mendongakkan kepalanya, membuat hidung mereka bersentuhan.
Eunhyuk memegang tengkuk kyorin dan menciumnya sekilas.
“aku benar-benar menyesal pernah melepaskanmu. Sekarang, aku tidak mau hal itu terjadi lagi. Jadi, biarkan aku memilikimu seutuhnya..” bisik eunhyuk.
Eunhyuk menarik tengkuk kyorin, menciumnya kembali dan melumatnya. Kyorin yang tadinya diam kini mulai balas melumat bibir eunhyuk perlahan.
*skip ya??*
***
Tit.. tit.. tit..
Suara deringan ponsel eunhyuk membangunkan kedua insan yang sedang terlelap. Eunhyuk meraih ponselnya, membaca pesan singkat yang masuk.
From : Kang Sora Nuna
Aku menaruh baju kalian berdua di laci dapur. Sukses??
“aish~ jinjja.” Desis eunhyuk. Ia kemudian merapatkan kembali dekapannya.
“wae??”
“semua baju ada di laci dapur.”
“MWO??”
“aish~ ini masih jam 9. Kenapa kau sudah teriak-teriak??” gerutu eunhyuk.
“aigoo~ aku terlambat kerja!!” teriak kyorin. “YA!! Tutup matamu!!” Ia memungut kembali baju handuknya dan bergegas masuk ke kamar mandi.
“kenapa aku harus menutup mata?? Tenang saja, aku tidak akan tertarik!! Tapi, kau bekerja??” tanya eunhyuk tak percaya.
“kalau kau tidak tertarik, kenapa kau melakukannya tadi malam??” teriak kyorin dari dalam kamar mandi. “YA LEE HYUKJAE!! APA YANG TELAH KAU PERBUAT!! BAGAIMANA BISA KAU MENINGGALKAN KISSMARK DI LEHER DAN BAHUKU SEBANYAK INI!!”


.END.


nah,, yang ini baru beneran END.. #nunjuk2yangdiatas
menurut saya di cerita ini yang paling kasihan bukan Inho atau Hyoyeon,, tapi KYOJIN..

baiklah, maafkan saya karena terlalu banyak membuat kesalahan. 
setelah saya baca ulang, ternyata banyak sekali typo yang telah saya lakukan..
terima kasih buat para reader yang udah mau tahan baca ni FF,
juga admin JEA yang udah mau publish FF ku yang agakaneh ini di SJFF..
yang pengen baca ulang, ada link-nya di note FB aku ~ [kyutu choi]
karena ini yang terakhir, jebal RCL-nya ku tunggu yak??!!
no sekuel^^
*deep bowing 5 jam*
  


Jumat, 18 Mei 2012

CCDHYPD~ T_T




satu per satu, semuanya pergi..
saya cuma pengen punya teman.. tak bisa kah??
saya kira anda semua dan saya sudah bisa jadi teman dekat, tapi ternyata saya hanya jadi parasit yang akhirnya di buang..
seperti itik buruk rupa yang tumbuh di kawanan angsa yang cantik..
seperti semut, hanya akan datang ketika itu manis dan pergi setelah membawa sesuatu yang manis itu bersamanya..
tidakkah anda berpikir bahwa itu menyakitkan??
mungkin bagi anda tidak, tapi cobalah berpikir dari sisi saya..
dan anda yang lainnya, berhentilah bersikap seperti itu..
saya tahu saya tidak akan bisa menyamai anda, tapi setidaknya berhentilah bersikap seolah-olah anda raja..
setinggi-tinggi raja, ia tidak akan bisa berpikir bagaimana menjadi bijaksana dengan maksimal tanpa bantuan para penasehat, asisten dan ratunya..
setidaknya, berpikirlah kalau ada orang di sekeliling anda yang bisa di percaya untuk hal-hal itu..

dan akhirnya, saya memutuskan untuk lari dari semua ini..
saya tahu ini tidak benar,
tapi jika saya tidak pergi, saya terlalu takut jika keadaan benar-benar tidak berubah..
terlalu menyakitkan..
semoga saja saya berhasil untuk melakukannya..
hwaiting yoon ah~!!