Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2016

Sedang Tak Mujur


Halo blogie :3
Iya, benar, nggak usah menebak-nebak.
Kalau nulis di sini pasti ada apa-apanya. Dan sesuai judulnya, hidupku kali ini dalam fase yang nggak mujur.
Kenapaa?
Yang pertama. Sudah seminggu ini nggak enak makan. Awalnya aku juga bingung kenapa kayak gini. Dan taraaa~ jawabannya adalah for the first time of my life, aku sakit cacar air. Tapi kenapa waktunya nggak tepat banget, which is, besok aku PKL selama sebulan di Kediri. Aku cuma bisa berharap, semoga nggak parah. Bintil-bintil merahnya nggak sampai muka. Dan aku pusing. Dan mual. Dan sakit kepala. OMG..
then, yang kedua, pagi ini niihh, aku ketinggalan kereta ke Kediri. Waktu tiba di stasiun, udah sepi. Kereta sudah berangkat. Mau nyusul ke stasiun berikutnya, pastilah nggak mungkin karena stasiun berikutnya adalah KLATEN. 1 jam naik motor, cuy. Dan kereta hanya 20 menit. Kalaupun bisa, nggak mungkin aku nyuruh mbak mita nganter ke klaten yang jalannya nggak mulus dab banyak kendaraan besar sedangkan kita h

arus ngebut. Ya sudah deh, pasrah. Beli tiket lagi, yaitu Sri Tanjung. Kereta jurusan Yogyakarta Banyuwangi. Tiket sudah di tangan. Dan langsung menunggu di stasiun. Aman dong ya, nggak bakal telat.
Tapi, ternyata nggak berhenti sampai situ aja. Masih ada lagi yang ketiga. Entah karena kepala pening dan bawaan berat banget, aku baca ekonomi5 jadi ekonomi1. Sudah duduk manis di gerbong satu, sudah tidur lelap, sudah sampai solo, dan aku baru tau kalo aku salah gerbong. Dan ini gerbong nggak nanggung-nanggung salahnya. Dari kepala ke ekor mamen. Omigoot, kenapa bisa sampai ceroboh begini. Malu jadi tontonan orang segerbong euy. Sudah lemes, puasa, harus ngangkat tas yang beratnya udah kaya karung beras dari kepala sampai ke ekor.
Thanks to mas-mas restorasi yang mau bantuin saya bawa tas dari gerbong 3 ke gerbong 5. Serius, tanpa bantuan masnya, mungkin saya udah pingsan pas sampai gerbong 5. Ngosngosan. Dan tangan gemeter. Dan masnya juga kesusahan bawa tasnya. Maaf ya mas, dan terimakasih banyak. Semoga di bales Allah berkali-kali lipat atas bantuannya di bulan puasa ini.
FYI, ini sudah setengah jam lalu semenjak aku pindah, tapi tanganku rasanya masih gemeter, lemes abis kaya di kukus pake daun pepaya. Ngangkat hp aja ngga kuat, ini di sangga pake paha yang lagi duduk bersila.
Jam 12 nanti, semoga bisa sampai kertosono. Semoga perjalanannya selamat sampai tujuan. Semoga juga PKL dan Magang kali ini sukses. Nggak ada lagi cerita cekcok sama supervisor seperti PKL edisi klaten.
Bhay.

Sabtu, 14 Juni 2014

Let It Go

Sore itu, jujur tak ada firasat apapun.
tak merasa ada tanda-tanda apapun.
HP juga tak sering berdering. biasa saja, semua terjadi biasa saja.

berkumandanglah adzan isya'. saat itu aku sedang duduk di dekat pos satpam. memandangi bulan yang hampir 1 lingkaran penuh. bersinar-sinar menerangi langit yang terlihat sedikit kelam. menunggu rosta kembali.

sebuah angkot 'AL' berhenti tepat di depan gerbang. seiring dengan itu rosta turun dan aku berdiri menghampiri. lalu kembali ke kamar setelah sebelumnya memberikan rok yang ia minta.

"ada telepon berkali-kali il, dari bu isti."
suara itulah yang menyambutku ketika masuk ke dalam kamar. perasaan ku mulai berbeda. aku tahu ada sesuatu yang tidak beres. terlebih dengan adanya sms dari tedy berisi 1 nama, membuatku berpikir yang tidak-tidak.

bu isti sudah tak bisa lagi di telepon. jaringan sibuk, tanda bahwa ia sedang terhubung dengan orang lain. tedy lah yang menjadi pilihan kedua.

tersambunglah dengannya. terdengar suara seraknya di telepon. menggumamkan kabar yang menurutku sangat tak pantas untuk di buat bercanda. tak percaya. aku benar-benar tak percaya.

"Bu Asri sudah ndak ada"

air mata sudah tak bisa lagi di bendung. membuat basa pipi dan wajahku. masih tidak terima aku dengan kabar itu. berteriak di telepon hingga suaraku tenggelam karena tangis hingga memutuskan untuk menerimanya.

aku berusaha menelepon bu isti kembali, tapi masih saja tak bisa tersambung. hesti juga tak bisa ku hubungi. akhirnya uma pun menjadi pilihan. suaranya terdengar di seberang.

"Bu Asri udah ndak ada, um." kataku dengan suara serak karena tangis. uma tak merespon. hanya 'hah?' dan 'loh?', memastikan kembali apa yang telah di dengarnya. aku meyakinkannya kembali, sama seperti yang tedy katakan tadi.

telepon uma terputus. bu isti tetap tak bisa di telepon. aku memutuskan menelepon yodith, dengan respon yang kurang lebih sama. hesti tetap tak bisa di hubungi. dila tak bisa di hubungi, dinda juga sama. dan akhirnya nama bu isti kembali muncul di telepon. bu isti menelepon.

"iya il, bener. Bu Asri sudah ndak ada. sekarang sedang di ruang jenazah saiful anwar. nanti jam 9 akan diberangkatkan ke surabaya. ke sana o kalau bisa. tadi setelah dapat kabar, bu isti langsung telepon kamu tapi ndak di angkat."

begitulah bu isti bilang. beberapa sms masuk ke hp ku, kurang lebih sama. menanyakan berita tentang bu asri dan posisiku berada di mana.
aku memutuskan untuk menelepon luluk. dia yang paling parah. dia sama sekali belum bertemu dengan bu Asri semenjak pergi ke gontor dan setelah kembali ke rumah. sekalipun belum bertemu. ia bahkan sampai memberikan barang yang ia pegang kepada ibuknya, menangis dan memutuskan teleponku begitu saja.

aku harus ke rumah sakit sekarang juga, begitu pikirku. motor. hanya itu aksesnya.

aku mengirimkan pesan pada lutfi, tapi tak kunjung mendapatkan balasan. teman-teman sekamar menawariku untuk meminjam motor milik mas-mas, membantuku meminjamnya dan mengantarku ke rumah sakit karena kondisi yang tidak memungkinkan.

kunci motor mas Adi sudah di tangan Alya, ia mengantarku ke rumah sakit. saking gupuh dan bingungnya, kami sama-sama tak membawa apapun, hanya membawa ponsel, tanpa uang sepeserpun.
sampailah kami ke depan IGD. motor sudah terparkir apik. dan kami masuk ke rumah sakit.

"maaf mbak, ruang jenazah ada di belakang, harus naik motor." begitulah kata petugas resepsionis.

otomatis kami harus mengeluarkan uang untuk bisa mengeluarkan motor dari tempat parkir.
lutfi membalas pesanku. dan akhirnya aku memintanya untuk meminjamkan uangnya kepadaku agar bisa membayar tagihan parkir.
aku dan alya menunggunya di depan IGD. sedikit lama hingga akhirnya lutfi datang dengan beat putihnya. dan bodohnya, ia memberi alya uang 50ribuan. YANG BENAR SAJA!!! 50ribu untuk parkir?????
aku berjongkok di trotoar. kakiku rasanya lemas.
dan lutfi pun pergi.
aku dan alya pergi ke tempat parkir untuk mengambil motor lagi hingga akhirnya sampai di bagian forensik RS. Saiful anwar.

sepi. hanya ada segelintir orang. aku tidak melihat ada keluarga bu asri atau siapapun yang ku kenal. ragu-ragu, aku akhirnya menelepon Bu isti kembali. Bu Isti memberiku nomor telepon pak Fakhur, suami bu asri.

aku menelepon pak Fatkhur. suara di seberang sangat bising. ada suara 'ctak.. ctak..' yang tidah berhenti. dan samar-samar aku mendengar suara lain. suara dengungan ambulans.

"ini siapa?" tanya pak Fatkhur di tengah bising.
"ilafi pak. ini ilafi, muridnya bu asri. bu asri di ruang mana?"
"Ilafi.. Ilafii.. " panggilnya lemah. "Bu asri sudah ndak ada nak, Bu asri sudah meninggal."

kalimat itu yang membuatku langsung terdiam. saat itu semua baru terasa nyata. rasanya seperti bangun dari mimpi. semua ini nyata.
kakiku bergetar, terduduk di bagian forensik.
terlambat sudah. terlambat.

Bu Asri, ila sudah janji jenguk bu Asri pas kemo ke-3.
tapi ila terlambat bu. ila ndak tahu kalau bu asri masuk rumah sakit lebih awal.
seandainya ila tahu, ila mungkin bakal langsung jenguk bu asri.
maafin ila bu, pas kemo ke-2 ndak bisa jenguk bu asri.
suporter ila, orang yang selalu kasih ila semangat, orang yang selalu percaya kalo ila bisa, orang yang nggak pernah ngremehin ila, tempat curhat ila, orang yang sayang sama ila.
Ya Allah, balaslah kebaikan hatinya.
terimalah amal ibadahnya.
ampunilah segala dosanya.
Ya Allah, mohon sampaikan, aku mencintainya, aku merindukannya.
sampaikan segala rindu dan maafku padanya. sampaikan terimakasihku padanya.

Selamat Jalan Ibukku tercinta, bundaku tersayang, bunda ARCHIPELAGO, aku mencintaimu.

Sabtu, 17 Mei 2014

BREAK!



Masih.
Masih kurasakan kaki dan tanganku bergetar hebat. Detak jantung juga berpacu dengan lautan emosi yang mulai berombak karena angin dan palung-palung yang mulai bergerak. Menghasilkan riak-riak kecil yang dapat membakar seluruh padang savana.
Aku berlari. Tak bisa lagi menengok ke belakang. Apa dayanya ketika bara yang telah padam, dipanaskan oleh terik matahari yang menyinari tak ada henti. Merah menyala, dengan sedikit minyak, maka jadilah kobaran api.
Tak ada pilihan. Tak bisa pergi dan tak bisa bertahan. Tapi apabila bertahan, sakit hatilah yang terpendam, membuat keruh mata air, mengotori seluruh sungai. Tak bisa. Itu lebih menyakitkan. Pergi pun akhirnya kembali menjadi pilihan.
Ya, aku pergi lagi untuk yang kesekian kali. Menghindari rasa sakit yang terus mengejar di belakang, tak sanggup merasakan walau akhirnya akan terasa juga.
Ku pikir aku sudah berhasil. Ku pikir mereka semua sudah melihat. Ku pikir cukup apabila mereka mengenalku. Tapi ternyata hanya ‘Ku pikir’. Tak lebih. Hanya hidup di pikiranku. Ternyata masih ‘Invisible’. Aku tak terlihat. Aku hanya angin. Mereka menganggapku kosong.
Mereka telah membuat kesalahan kecil. Kesalahan kecil yang membuat semuanya menjadi fatal. Membuat segala rencana kecil dan impianku untuk bisa dikenang berantakan. Mereka tidak menuliskan 3 huruf penting dalam catatan itu. I-L-A. ya, mereka lupa itu. Hal itu membuatku yang telah bergerak maju, kini berbalik arah. Kembali. Jendela dan pintu-pintu yang telah ku buka, ku tutup kembali. Rapat. Ku kunci. Tak ada yang bisa masuk. Membiarkan aku dalam kesendirian.
Tapi kau menggedor pelan, menawarkan anak tangga untuk aku mau keluar. Tapi sudah terkunci. Tak ada yang  bisa lagi membuka. Percuma.
Hanya kalimat ini yang kini menggema dalam ruang-ruang hatiku. Penuh, bising, dan membuat air kembali membanjiri mataku.
“I wanna have a CHANCE! Hanya itu. Aku pengen punya kesempatan. Kesempatan buat bisa showing off kalau aku juga bisa. aku pantas untuk mendapatkan penghargaan dan posisi penting dalam setiap hal. aku juga ingin dikenang. Sudah sejak kelas 11, aku berjuang, membuat mereka untuk mau sekedar menoleh dan tersenyum, aku ingin juga jadi terkenal, aku ingin di kenang. Sejak saat itu, kesempatan tak kunjung datang. Walau aku sudah melangkah untuk menggapai, tapi kesempatan itu bergeser lagi, berhenti pada orang lain yang hanya berdiri. Padahal kecil sekali, aku hanya ingin menjadi MC, entah untuk upacara atau acara mahad. Sampai akhirnya batas waktu sudah tiba. Sudah kelas akhir. Hanya tersisa satu kesempatan. Muadda’ah. Dan hanguslah sudah. Namaku tak dipanggil. Terlunta-lunta, kesini-kesitu, kesana-kemari, tujuanku tak tercapai. Gagal sudah. Mereka ingin aku masuk pada salah satu tim, tapi rasanya sudah hambar. Sudah tak nafsu. Tak ingin lagi. Bahkan iming-imingnya hanya menjadi figuran, sama saja tak terlihat, sama saja tak ikut. Bukan, bukan merendahkan posisi figuran, yang harus digaris bawahi di sini adalah sakit hatinya, kehambarannya. Kegagalannya. Entahlah, dendam kembali menumpuk di sudut. Membuat kerak. Keras dan sulit hilang.”
Kronis. Tak bisa lagi di tolong.

Kamis, 14 November 2013

Poem!

deep sigh~
cuma berita tentang rahasia yang akhirnya kau tuangkan di sini. nggak banyak orang tau sih, tapi akhirnya banyak juga yang tahu. -,-

Minggu, 10 November 2013

Adopsi[?]

yuhuuu~
aku kembali bersama kurni :D

Jumat, 08 November 2013

Swear

Haii~
aku nggak ngerti gimana perasaanku sekarang, aku nggak ngerti apa ini namanya, yang jelas kalau takut sih iya..
Ini pertama kalinya aku bersumpah atas perbuatan-perbuatan semacam ini.
*take deep breath, and sigh~*

Minggu, 03 November 2013

Gutten Morgen~

Yuuhuu~

in charge today!
walaupun nggak ada rencana apapun untuk hari ini. ada sih, cuma ke dian ilmu, mau beli peralatan tulis+tempat pensil+binder baru karena semuanya yang lama ketinggalan di KampoengKidz.


Jumat, 25 Oktober 2013

0%


CAN'T NEVER FORGET!

Senin, 07 Oktober 2013

Mengejar Penataran

Sabtu. ya, sedang sabtu hari itu.
hari yang ditunggu seluruh umat Ma'had Al-Qalam untuk bisa pulang ke kampung halaman masing-masing atau malah memulai sebuah journey baru untuk bisa ditorehkan dalam buku hidup mereka masing-masing.


Selasa, 01 Oktober 2013

Day by Day

sudah berapa lama aku tak bersua ke sini?
tempat penuh sampah curahan-curahan hati yang nggak tau pantas dicurahkan atau enggak.
yang jelas aku cuma pengen nulis, karena cuma nulis yang bisa bikin aku jujur dan jadi sedikit melankolis.
aku nggak ngerti, mungkin ini akan jadi menyebalkan untuk sebagian orang, tapi biarlah, sebagian orang itu justru tak mengerti dan tak akan bisa mengerti tentang ini.

sudah berapa hari berlalu?
entahlah.

Sabtu, 11 Mei 2013

Blood!

nah, yang satu ini nih yang kadang bikin aku repot.
BUKAN!
Bukan Takut!
aku nggak takut, cuma nggak suka!

Lembur!

its 2AM right now~
tapi semuanya masih terjaga.

apa karena nasi gorengnya ilham ya?
hanya tuhan lah yang tahu :D

Rabu, 01 Mei 2013

Last Trip on Sweet[?] 16


huaah~
16 tahun sudah aku berpijak di bumi..
its a long time you know?

Jumat, 26 April 2013

How am I?

ada yang pengen tau kabarku nggak ya?
pengen tahu?
nggak?
oh ya?
nggak yakin.
pasti pengen tahu.
ya kan?
tetep nggak?
ya sudah, terserah. yang jelas aku pengen nulis.

Minggu, 21 April 2013

Trip to Bandoeng

menyenangkan. [?]

Ramai, tapi terasa sepi.
Sepi, Tapi terasa ramai.
ya, sama kaya abang borno.

Selasa, 09 April 2013

hope and feeling

tuhan, 2013 sudah menjajak.
tapi kenapa aku masih seperti ini?

Sabtu, 06 April 2013

Give up?

hah~
hanya bisa menghela nafas dan menahan gengsi..
bukankah begitu?

Senin, 01 April 2013

Standing Still



Semua orang berdecak kagum. Termasuk aku.
Sejak kecil kami bertiga tinggal sama mbah sama mbak nur.
Mbak yogi yang perhatian sama mbah, ngrawat mbah, mbak mita yang perhatian sama mbak nur, peduli sama mbak nur, dan aku yang standing still.

Minggu, 24 Maret 2013

ARCHIPELAGO

Suddenly I miss that time.

waktu masuk pertama kali, tanpa tantangan sedikitpun. hanya seperti naik kelas.
awkward, bertemu dengan orang-orang baru dan orang-orang lama.

Jumat, 22 Maret 2013

asking!

aish~ jinjja!

what do you think actually?
I believe that you aren't wondering about something.