Sabtu. ya, sedang sabtu hari itu.
hari yang ditunggu seluruh umat Ma'had Al-Qalam untuk bisa pulang ke kampung halaman masing-masing atau malah memulai sebuah journey baru untuk bisa ditorehkan dalam buku hidup mereka masing-masing.
dimulai dengan sebuah ke-envy an untuk bisa ikut ke gunung, hari itu berjalan seperti biasa. pergi ke sekolah walaupun toh ke sekolah juga nggak ngapa-ngapain. dipaksain serius juga tetep nggak konsen karena aura liburan sudah mulai merasuki kulit.
jam 9, demi apa, nggak ada hujan nggak ada angin, kelas sudah kosong. sepi, di tinggal penghuninya pulang entah ke rumah atau ke ma'had. dan akhirnya piketpun di jalankan lebih awal dari waktunya.
setapak-demi setapak, aku pulang ikutan pulang menuju kamar yang ternyata malah kosong. aish~ percaya nggak percaya, kalau anak AXL pada nggak ada dikelas, datanglah ke tempat yang menjadi sumber makanan. 100% pasti ketemu. dan pergilah aku ke kantin waktu itu. dan, KETEMU!
ada biellda sama firda lagi jajan di kopsis. pas banget! aku nagih janji firda buat ikutan ngambil baju laundry-anku yang sudah teronggok di sana lebih dari seminggu gara gara aku lupa pernah laundry -___- dan firda dengan polosnya semalem meninggalkan bajunya di pak Bontang -___-. alhasil, setelah ngambil laundry, pergilah kita bertiga ke depan Albania karena laundry-an firda sudah diambil Khofiq. Cieee~ hidup duet longor sedunia!! yang habis ini ceritanya agak nggak enak. kayaknya kualat gara-gara keseringan ngledekin biellda sama firda. intinya bikin malu. sudah, di skip aja lah! *skip*
tapi sebenernya, yang di atas ini bukan yang mau tak critain sih. itu tadi cuman pembuka yang ternyata tanganku nggak bisa berhenti mencetin keyboard. jadi ya kebablasan sedikit. jadi gini critanya,
sekitar jam 12 aku nagih biellda pergi ke stasiun buat beli tiket. sementara aku nyuruh biellda buat siap-siap, aku pergi ke lantai atas buat nyari wida sama dani karena KTP ku ada di mereka. eh, pas naik tangga, kaki ku kesandung dan dengan bodohnya aku jatuh. malu, tapi untung pak tukang yang lagi kerja nggak ada yang liat. dengan ngempet sakit dan tampang innocent aku nglanjutin jalan ke lantai atas. eh, ternyata wida sama dani sudah berangkat ke stasiun. berangkatlah aku sama biellda.
di stasiun, berita semakin memburuk. KTP ku nggak di bawa sama dani, jadi biellda duluanlah yang beli tiket. dan ternyata, tiket hari minggu ludes sudah. biellda terlanjur beli untuk hari senin pagi. harapan pupus lah buat pulang cepet. karena aku belum beli, aku akhirnya ikut ngantri di antrian tiket yang panjangnya nggak kalah sama kereta apinya sendiri. menghilanglah biellda buat tanya-tanya ke mbak penjaga loket GO SHOW (tiket yang langsung take away hari itu juga). dan, tiket kediri hari ini ada, terakhir jam 14.04.
dan karena masih belum ikhlas liat anak-anak lain pergi ke semeru, aku dan biellda bermusyawarah kilat. dari situ akhirnya kita memutusan untuk beli tiket jam 14.04 itu tapi tetap beli tiket senin pagi karena alasan keadilan dan jaga-jaga kalau misalnya ketinggalan kereta yang jam 14.04.
baru jam 13.05 ke empat tiket sudah berada di tangan. kaya dapet 'UANG KAGET', aku sama biellda langsung lari ke depan buat nyari angkot AL yang terkenal lama karena muternya jauh. mau nggak mau, kita harus nge-stop angkot yang lewat saat itu juga. eh, pak angkotnya nggak tau dan langsung belok. karena masih pelan, aku sama biellda nerobos lari nyebrang jalan besar sambil nyeruin bapaknya buat berhenti. dan Berhentilah!
Ya Allah, kalau Kau memang memperkenankan kami untuk segera pulang hari ini, maka ijinkanlah!
maka, pas angkot sudah berhenti di depan PSBB, *ngga pake lupa bayar*, kita berdua langsung lari marathon ke lantai 2 lewat pintu PSBB dan damaskus. ada yang liat? siapa peduli?
berbekal ngosngosan, kita berdua langsung menarik perhatian. safira yang lagi asik liat film langsung ikutan bingung.
"WOI! KENAPA?"
"kerehtanyah bherahngkaht jahm duah.."
"HAH? YANG BENER AJA! SEKARANG JAM SATU DUA LIMA!"
"mahkanyah bahntuinh akuuhh~"
walhasil, safira yang ikutan repot natain buku pelajaran yang kudu ku bawa. aku yang ngosngosan nata baju seadanya. semua langsung tak masukin ke tas besar. sudahlah, nggak peduli. tas besar penuh, aku langsung ke kamar depan. safira juga ikut ke kamar depan. biellda melaukan hal yang sama. cuma bedanya, dia bawa baju dikit dan bawa buku banyak. kebalikan sama aku.
karena buku ijin belum di ambil, aku ke kamar ustadzah duluan buat ngambil buku ijin ku sama biellda. sempet di Interogasi sama Ustdz Nurina tentang perizinan sama orang tua biellda dan orangtua ku, susah juga berkelitnya, tapi berhasil lewat juga..
"Kenapa sih kok buru buru? keretanya..."
"IYA USTADZAH!"
"MASYA ALLAH! Kenapa nggak bilang dari tadi?"
dan, berlarilah aku tunggang langgang ke depan mbawa tas segede gajah. banyak yang lagi di tribun dan main basket, SIAPA PEDULI?
Sempet di Stop satpam gara-gara belum nulis di buku besar, tapi gara-gara ada Cilin, semuanya jadi lancar. dia yang dijadiin biellda buat jadi tumbal, nulis di buku satpam.
tinggal nunggu angkot, eh, nggak dateng-dateng. sekali dateng, langsung bablas angine nggak berhenti gara-gara liat tas besarku. dua kali dateng, isinya banyak orang bawa koper juga. yang ketiga kalinya, angkot AL paling dahsyat!
supirnya lagi buru-buru dan cuma mau ngangkut yang nyampe stasiun, di tolak semua yang mau ke Arjosari. wuuush~ ngga nyampe 15 menit, berhentilah kita di Stasiun.
jam di stasiun sudah masih menunjukkan jam 13.55. tapi nafas lega langsung tergantikan olah panik lagi gara-gara antrian di pintu masuk nggak kalah bejubel, bahkan kayaknya nggak bisa di sebut antrian. bener-bener bejubel kayak upilnya orang yang nggak pernah ngupil. *YEK! terdorong ke sana sini, apa lagi bawa tas segede gajah. Geezzz~
jam 14 lebih dikit, berdilah kita di jalur dua. menunggu sang KA Penataran buat lewat, menghantarkan kita ke kediri tercintah~
jam 14 lebih beberapa menit, bagai matahari yang bersinar cerah, berkilauan bagaikan berlian di cincin Han Chaeyoung, bagaikan air di Bajul Mati yang di terpa sinar mentari, KA penataran akhirnya tergopoh-gopoh meluncur dan berhenti dengan ganteng di jalur dua, lengkap dengan kentut-kentut asapnya.
dan, masuklah kita berdua ke Gerbong 4 milik KA Penataran. waktu di lihat di Tiket, tulisan "TANPA_TMP_DUDUK" pun terpampang jalas. dan yah, lontang-lantunglah kita tiap beberapa kali pemberhentian karena pemilik tempat duduk datang. Pindah sana, Pindah sini.
Sekitar jam 18, berhentilah kereta itu dengan ca'em, masih dengan kentutnya, di kampung halaman tercinta, Kota Kediri.
It's Our Journey, How about You?

hari yang ditunggu seluruh umat Ma'had Al-Qalam untuk bisa pulang ke kampung halaman masing-masing atau malah memulai sebuah journey baru untuk bisa ditorehkan dalam buku hidup mereka masing-masing.
dimulai dengan sebuah ke-envy an untuk bisa ikut ke gunung, hari itu berjalan seperti biasa. pergi ke sekolah walaupun toh ke sekolah juga nggak ngapa-ngapain. dipaksain serius juga tetep nggak konsen karena aura liburan sudah mulai merasuki kulit.
jam 9, demi apa, nggak ada hujan nggak ada angin, kelas sudah kosong. sepi, di tinggal penghuninya pulang entah ke rumah atau ke ma'had. dan akhirnya piketpun di jalankan lebih awal dari waktunya.
setapak-demi setapak, aku pulang ikutan pulang menuju kamar yang ternyata malah kosong. aish~ percaya nggak percaya, kalau anak AXL pada nggak ada dikelas, datanglah ke tempat yang menjadi sumber makanan. 100% pasti ketemu. dan pergilah aku ke kantin waktu itu. dan, KETEMU!
ada biellda sama firda lagi jajan di kopsis. pas banget! aku nagih janji firda buat ikutan ngambil baju laundry-anku yang sudah teronggok di sana lebih dari seminggu gara gara aku lupa pernah laundry -___- dan firda dengan polosnya semalem meninggalkan bajunya di pak Bontang -___-. alhasil, setelah ngambil laundry, pergilah kita bertiga ke depan Albania karena laundry-an firda sudah diambil Khofiq. Cieee~ hidup duet longor sedunia!! yang habis ini ceritanya agak nggak enak. kayaknya kualat gara-gara keseringan ngledekin biellda sama firda. intinya bikin malu. sudah, di skip aja lah! *skip*
tapi sebenernya, yang di atas ini bukan yang mau tak critain sih. itu tadi cuman pembuka yang ternyata tanganku nggak bisa berhenti mencetin keyboard. jadi ya kebablasan sedikit. jadi gini critanya,
sekitar jam 12 aku nagih biellda pergi ke stasiun buat beli tiket. sementara aku nyuruh biellda buat siap-siap, aku pergi ke lantai atas buat nyari wida sama dani karena KTP ku ada di mereka. eh, pas naik tangga, kaki ku kesandung dan dengan bodohnya aku jatuh. malu, tapi untung pak tukang yang lagi kerja nggak ada yang liat. dengan ngempet sakit dan tampang innocent aku nglanjutin jalan ke lantai atas. eh, ternyata wida sama dani sudah berangkat ke stasiun. berangkatlah aku sama biellda.
di stasiun, berita semakin memburuk. KTP ku nggak di bawa sama dani, jadi biellda duluanlah yang beli tiket. dan ternyata, tiket hari minggu ludes sudah. biellda terlanjur beli untuk hari senin pagi. harapan pupus lah buat pulang cepet. karena aku belum beli, aku akhirnya ikut ngantri di antrian tiket yang panjangnya nggak kalah sama kereta apinya sendiri. menghilanglah biellda buat tanya-tanya ke mbak penjaga loket GO SHOW (tiket yang langsung take away hari itu juga). dan, tiket kediri hari ini ada, terakhir jam 14.04.
dan karena masih belum ikhlas liat anak-anak lain pergi ke semeru, aku dan biellda bermusyawarah kilat. dari situ akhirnya kita memutusan untuk beli tiket jam 14.04 itu tapi tetap beli tiket senin pagi karena alasan keadilan dan jaga-jaga kalau misalnya ketinggalan kereta yang jam 14.04.
baru jam 13.05 ke empat tiket sudah berada di tangan. kaya dapet 'UANG KAGET', aku sama biellda langsung lari ke depan buat nyari angkot AL yang terkenal lama karena muternya jauh. mau nggak mau, kita harus nge-stop angkot yang lewat saat itu juga. eh, pak angkotnya nggak tau dan langsung belok. karena masih pelan, aku sama biellda nerobos lari nyebrang jalan besar sambil nyeruin bapaknya buat berhenti. dan Berhentilah!
Ya Allah, kalau Kau memang memperkenankan kami untuk segera pulang hari ini, maka ijinkanlah!
maka, pas angkot sudah berhenti di depan PSBB, *ngga pake lupa bayar*, kita berdua langsung lari marathon ke lantai 2 lewat pintu PSBB dan damaskus. ada yang liat? siapa peduli?
berbekal ngosngosan, kita berdua langsung menarik perhatian. safira yang lagi asik liat film langsung ikutan bingung.
"WOI! KENAPA?"
"kerehtanyah bherahngkaht jahm duah.."
"HAH? YANG BENER AJA! SEKARANG JAM SATU DUA LIMA!"
"mahkanyah bahntuinh akuuhh~"
walhasil, safira yang ikutan repot natain buku pelajaran yang kudu ku bawa. aku yang ngosngosan nata baju seadanya. semua langsung tak masukin ke tas besar. sudahlah, nggak peduli. tas besar penuh, aku langsung ke kamar depan. safira juga ikut ke kamar depan. biellda melaukan hal yang sama. cuma bedanya, dia bawa baju dikit dan bawa buku banyak. kebalikan sama aku.
karena buku ijin belum di ambil, aku ke kamar ustadzah duluan buat ngambil buku ijin ku sama biellda. sempet di Interogasi sama Ustdz Nurina tentang perizinan sama orang tua biellda dan orangtua ku, susah juga berkelitnya, tapi berhasil lewat juga..
"Kenapa sih kok buru buru? keretanya..."
"IYA USTADZAH!"
"MASYA ALLAH! Kenapa nggak bilang dari tadi?"
dan, berlarilah aku tunggang langgang ke depan mbawa tas segede gajah. banyak yang lagi di tribun dan main basket, SIAPA PEDULI?
Sempet di Stop satpam gara-gara belum nulis di buku besar, tapi gara-gara ada Cilin, semuanya jadi lancar. dia yang dijadiin biellda buat jadi tumbal, nulis di buku satpam.
tinggal nunggu angkot, eh, nggak dateng-dateng. sekali dateng, langsung bablas angine nggak berhenti gara-gara liat tas besarku. dua kali dateng, isinya banyak orang bawa koper juga. yang ketiga kalinya, angkot AL paling dahsyat!
supirnya lagi buru-buru dan cuma mau ngangkut yang nyampe stasiun, di tolak semua yang mau ke Arjosari. wuuush~ ngga nyampe 15 menit, berhentilah kita di Stasiun.
jam di stasiun sudah masih menunjukkan jam 13.55. tapi nafas lega langsung tergantikan olah panik lagi gara-gara antrian di pintu masuk nggak kalah bejubel, bahkan kayaknya nggak bisa di sebut antrian. bener-bener bejubel kayak upilnya orang yang nggak pernah ngupil. *YEK! terdorong ke sana sini, apa lagi bawa tas segede gajah. Geezzz~
jam 14 lebih dikit, berdilah kita di jalur dua. menunggu sang KA Penataran buat lewat, menghantarkan kita ke kediri tercintah~
jam 14 lebih beberapa menit, bagai matahari yang bersinar cerah, berkilauan bagaikan berlian di cincin Han Chaeyoung, bagaikan air di Bajul Mati yang di terpa sinar mentari, KA penataran akhirnya tergopoh-gopoh meluncur dan berhenti dengan ganteng di jalur dua, lengkap dengan kentut-kentut asapnya.
dan, masuklah kita berdua ke Gerbong 4 milik KA Penataran. waktu di lihat di Tiket, tulisan "TANPA_TMP_DUDUK" pun terpampang jalas. dan yah, lontang-lantunglah kita tiap beberapa kali pemberhentian karena pemilik tempat duduk datang. Pindah sana, Pindah sini.
Sekitar jam 18, berhentilah kereta itu dengan ca'em, masih dengan kentutnya, di kampung halaman tercinta, Kota Kediri.
It's Our Journey, How about You?



0 komentar:
Posting Komentar
RCL-juseyo~ :D