Haii~ aku nggak ngerti gimana perasaanku sekarang, aku nggak ngerti apa ini namanya, yang jelas kalau takut sih iya..
Ini pertama kalinya aku bersumpah atas perbuatan-perbuatan semacam ini.
*take deep breath, and sigh~*
in charge today!
walaupun nggak ada rencana apapun untuk hari ini. ada sih, cuma ke dian ilmu, mau beli peralatan tulis+tempat pensil+binder baru karena semuanya yang lama ketinggalan di KampoengKidz.
Sabtu. ya, sedang sabtu hari itu.
hari yang ditunggu seluruh umat Ma'had Al-Qalam untuk bisa pulang ke kampung halaman masing-masing atau malah memulai sebuah journey baru untuk bisa ditorehkan dalam buku hidup mereka masing-masing.
sudah berapa lama aku tak bersua ke sini?
tempat penuh sampah curahan-curahan hati yang nggak tau pantas dicurahkan atau enggak.
yang jelas aku cuma pengen nulis, karena cuma nulis yang bisa bikin aku jujur dan jadi sedikit melankolis.
aku nggak ngerti, mungkin ini akan jadi menyebalkan untuk sebagian orang, tapi biarlah, sebagian orang itu justru tak mengerti dan tak akan bisa mengerti tentang ini.
ada yang pengen tau kabarku nggak ya?
pengen tahu?
nggak?
oh ya?
nggak yakin.
pasti pengen tahu.
ya kan?
tetep nggak?
ya sudah, terserah. yang jelas aku pengen nulis.
A long time ago, from the heavens
There was a plan regarding you
The Lord saw and said that it was good
More precious than anything in this world
Be happy through me
For I love you
I love you, I bless you
You wiped my tears, go
You became my happiness,
oh Lord, I love you
For that reason
My prayers fail to cease
This love, prepared from long ago
The strong scent of prayer
Everything here is for you, this blessing
More precious than anything in this world
Be happy through me
For I love you
mendung.
habis hujan.
bulan redup.
awan tebal.
pengen nulis.
nggak punya insprasi.
jadi teknisi toilet. *iyuh!*
mandi.
telat ke masjid.
berdoa.
ngrancang blog baru. *tugasnya pak heri*
laundry.
beli eskrim yang agak mahalan. *langsung nyesel sampe sekarang*
ada orang sewot.
mengkayal akan thailand.
Its just what I think, so don't hurt your feeling..
sungguh,
aku hanya merasa terabaikan. itu saja.
semua orang mengetahui tentang beberapa hal, yang tidak ku ketahui.
sampai aku tahu saat yang lain membicarakannya di depanku secara tersirat.
semua mengerti, kecuali aku.
tapi kenapa aku tidak bertanya saja dan mencari tahu?
menurutku, itu hak mereka.
aku hanya menunggu untuk mereka dengan ikhlas bercerita kepadaku. dan, yah, begitu. aku hanya menunggu.
tapi kenapa itu malah membuatku merasa tersisih?
terpojok, sendiri, tanpa tahu apapun.
entahlah, siapa tahu itu memang yang terbaik untukku.
tak ada yang menyangka.
Sebuah filosofi tentang Cahaya dan Bayangan..
bukankah itu berarti terang dan gelap?
sesuatu yang sebenarnya berlawanan, tetapi selalu ada di saat yang sama.
ketika cahaya menyinari sebuah benda yang menyerap cahaya, maka akan terbentuk bayangan yang lebih panjang dari benda itu di belakangnya.
tak akan pernah bisa di pisahkan..
bukankah begitu?
tetapi, banyangan bisa hilang ketika benda berada lurus di bawah sang sumber cahaya.
kegelapan pun akan sirna dan semuanya menjadi terang benderang.
begitu pula dengan hati manusia.
cahaya yang berasal dari tuhan selalu menyinari hati setiap manusia.
hanya bagaimana manusia memberikan balasannya saja.
mau menyimpang hingga menimbulkan bayangan hitam yang membuat hati manusia gelap,
atau mau meluruskan hati kepada tuhan, sehingga semua jadi terang benderang?
hari kamis,
isinya pelajaran-pelajaran paling ekstrim tok! nggak pake hiburan!
Kimia, MM, Fisika, Biologi, PKn..
oh, yang hiburan itu biologi! ---soalnya bu yayuk yang ngajar, coba kalo bu ninik, stress akut aku tiap hari kamis---
dan, hari ini, kari kamis ini,
aku sama sekali kehilangan yang namanya konsentrasi,
baca buku aja nggak bisa fokus.
pikiranku ke mana-mana.
kayak dulu waktu SMP,
ada faktor X.
dan kata Sonsaengnim waktu jonghakyo, aku tahu faktor X-ku itu apa.
dan finaly, aku baru nemu faktor X itu waktu SMA..
dan sekarang?
Faktor Y?
dan faktor Y itu apa?
masalah yang mana? *ketauan deh kalo banyak masalah*
nggak ngerti gimana harus mengawali, yang jelas saya sakit hati..
kenapa?
karena rasanya seperti di bohongi..
anda bilang, "udah di enakin, apa-apa di turutin, tapi orang kok masih ngrepotin orang lain sih?"---dengan perubahan seperlunya---
kenapa anda tidak bilang kalau anda tidak ikhlas membiayai saya untuk pergi?
kalau saya tau anda tidak ikhlas seperti itu, mana mau saya berangkat?
kenapa tidak bilang kalau anda merasa repot karena saya?
tapi kenapa anda masih mau merepotkan diri anda untuk saya?
kalau saya tahu anda keberatan saya pergi, saya tidak akan pergi!
saya tahu saya sudah banyak sekali merepotkan anda, tapi saya kira anda ikhlas di repoti oleh saya..
apa anda kira saya senang merepotkan orang lain?
TIDAK!
saya tidak senang!
saya juga merasa terbebani jika anda repot dan terbebani
saya tidak ingin menjadi orang yang selalu merepotkan orang lain,
kalau memang bisa saya lakukan sendiri, saya akan berusaha untuk lakukan sendiri kok..
saya tahu anda mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk saya, paling banyak di antara yang lain malah, saya sadar diri!
saya menyadari itu semua!
dari mulai hilangnya laptop, sampai biaya sekolah yang tidak sedikit karena jalur yang saya pilih, saya tahu itu..
tapi saya tidak bisa berkutik, belum ada hal yang bisa saya lakukan selain bergantung pada anda..
lalu saya harus bagaimana agar anda senang dan bisa membayar hutang saya kepada anda?
byuh, byuh,
langsung sakit hati aku denger itu.. apa lagi liat wajahmu yang lemparin deathglare kaya gitu! ekspresimu itu lo, bener-bener ngrendahin orang!
bener bener deh kayak anak presiden..
aku cuma beniat ngembaliin lepakmu yang kemarin kamu tinggal di tribun, kemarinnya kamu tak suruh ngambil ke kamarku juga nggak di ambil.
emang sih, aku panggilnya pake 'woi', nggak panggil nama, tapi lo biasanya juga biasa aja.
kenapa hari itu jadi sewot?
kan aku jadi ikutan sewot! jadi setengah-setengah nih mbantunya..
abis manggil kamu woi, dan kamu sewot,
aku akhirnya ganti uji coba ke miss X, dan hasilnya dia biasa aja tuh. nggak sewot kayak kamu.
aku tahu kamu tuh cantik, pinter, kaya, dari keluarga berpendidikan dan punya etika tinggi..
tapi ya nggak usah mandang rendah kayak gitu..
kan jadinya sakit hati!
Kemarin dan hari ini, senin dan selasa, nggak ada kelas..
kita di kasi waktu sama ibu guru cantik tersayang dan terlembut sedunia buat nuntasin segala urusan di semester dua..
dan tuan dan nyonya-nyonya memutuskan untuk menjamur di gazebo depan aula dan depan sangkar burung..
dan, kali ini, critanya lagi di gazebo depan aula..
setelah lama menjamur di situ, ngerjain tugas, ---aslinya ngenet--- waktu buat sholat dhuhur pun tiba..
entah ada apa, seperti biasa si nyonya + dan tuan - cekcok..
"blalalalalallalalalal.." kata si tuan.. nggak tau bilang apa aku lupa..
dan di nyonya pun menjawab, "Ih, Tuan - ! iyuh!! tak sumpahin ntar istrimu jelek item udah gitu pendek!"
Dan BLAM!!
rasanya seperti ada cermin besar yang tiba-tiba jatuh dari langit dan jatuh tepat di depanku..
*emang nggak pecah?*
nggak, ini cermin ajaib.. -__- *ngeles*
dan aku yang terduduk di pojokan pun hanya terdiam tak berdaya karena berasa ada banyak panah nancep di dada.. -__-