Senin, 01 April 2013

Standing Still



Semua orang berdecak kagum. Termasuk aku.
Sejak kecil kami bertiga tinggal sama mbah sama mbak nur.
Mbak yogi yang perhatian sama mbah, ngrawat mbah, mbak mita yang perhatian sama mbak nur, peduli sama mbak nur, dan aku yang standing still.


Yogi, my first elder sister. Namanya kuat seperti  nama laki-laki. Dan itu sesuai.
Dia yang merawat mbah, dari sakit sampai mbah pergi meninggalkan kami semua. Bahkan ia *mungkin*satu-satunya orang terakhir yang di lihat mbah, Selalu di ingat oleh mbah di hari-hari terakhirnya.
Banyak hal yang dulu sangat merugikannya, namun hal itu selalu berbalik di tangannya.
Dia yang paling bisa dekat dengan anak kecil, dan bisa menghandle semua hal dengan sempurna tanpa cacat.
Tak hanya itu, nilainya kebanyakan A. She’s really smart. Wether brain or heart.
Dia selalu bisa mengambil keputusan, bisa memikirkan resiko dan akhirnya mengambilnya walaupun ia akan dirugikan.
My first sister with her perfect inner beauty.
Aku juga ingin seperti itu, tapi aku tak bisa.
Sungguh, orang yang mendapatannya, mengambilnya dari kami adalah orang paling beruntung sedunia. Paling beruntung.

Mita, My second elder sister.
manja, sedikit.
But she is really a smart person. Nilainya selalu bagus.
Rajin, pake banget. Kalau terlanjur peduli, dia pasti sangat peduli dengan orang lain. Siapa yang nggak seneng coba sama orang rajin?
Penakut. Selalu minta di temenin di mana-mana.
But she always lucky in her friendship. How jealous am i about it.
Dan kurasa, dia yang paling cantik di antara kita bertiga.
My second sister with her Inteligence.
Aku juga ingin, tapi aku tak bisa.
Orang yang mendapatkannya dan yang mengambilnya dari kami suatu saat nanti adalah orang beruntung kedua. Haha :D

And me.
Pemalas. Pengacau. Selalu bikin masalah.
Yes, its me.
Di antara mereka, aku yang paling pemalas. Nggak ngerti situasi, dan bikin masalah orang-orang di sekitarku bertambah banyak.
Dan lagi, aku yang paling tidak rupawan dan paling gendut.
Nggak bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah, trus nggak bisa memposisikan diri di tempat yang seharusnya
Apa-apa mesti pake emosi. Nggak bisa berpikir jernih.
Manja pake banget.
Always unlucky in friendship. Yang bisa bertahan Cuma satu, asli, kasihan tu orang yang mau temenan sama aku.  nggak ada yang bisa bertahan sekarang, semua pergi. benar-benar pergi? entahlah. semoga waktu bisa menjadi obat.
Oh iya, cengeng. Aku paling cengeng di sini.
And me with everything that always bad.
Orang yang nanti mengambilku, mendapatkanku, sungguh! Dapet ZONK itu orang. Hahaha :D

0 komentar:

Posting Komentar

RCL-juseyo~ :D