Semua orang
berdecak kagum. Termasuk aku.
Sejak kecil kami
bertiga tinggal sama mbah sama mbak nur.
Mbak yogi yang
perhatian sama mbah, ngrawat mbah, mbak mita yang perhatian sama mbak nur, peduli sama mbak nur, dan aku yang standing still.
Yogi, my first
elder sister. Namanya kuat seperti nama
laki-laki. Dan itu sesuai.
Dia yang merawat
mbah, dari sakit sampai mbah pergi meninggalkan kami semua. Bahkan ia
*mungkin*satu-satunya orang terakhir yang di lihat mbah, Selalu di ingat oleh
mbah di hari-hari terakhirnya.
Banyak hal yang
dulu sangat merugikannya, namun hal itu selalu berbalik di tangannya.
Dia yang paling
bisa dekat dengan anak kecil, dan bisa menghandle semua hal dengan sempurna
tanpa cacat.
Tak hanya itu,
nilainya kebanyakan A. She’s really smart. Wether brain or heart.
Dia selalu bisa
mengambil keputusan, bisa memikirkan resiko dan akhirnya mengambilnya walaupun
ia akan dirugikan.
My first sister
with her perfect inner beauty.
Aku juga ingin
seperti itu, tapi aku tak bisa.
Sungguh, orang
yang mendapatannya, mengambilnya dari kami adalah orang paling beruntung
sedunia. Paling beruntung.
Mita, My second
elder sister.
manja, sedikit.
But she is really
a smart person. Nilainya selalu bagus.
Rajin, pake
banget. Kalau terlanjur peduli, dia pasti sangat peduli dengan orang lain.
Siapa yang nggak seneng coba sama orang rajin?
Penakut. Selalu
minta di temenin di mana-mana.
But she always
lucky in her friendship. How jealous am i about it.
Dan kurasa, dia
yang paling cantik di antara kita bertiga.
My second sister
with her Inteligence.
Aku juga ingin,
tapi aku tak bisa.
Orang yang
mendapatkannya dan yang mengambilnya dari kami suatu saat nanti adalah orang
beruntung kedua. Haha :D
And me.
Pemalas.
Pengacau. Selalu bikin masalah.
Yes, its me.
Di antara mereka,
aku yang paling pemalas. Nggak ngerti situasi, dan bikin masalah orang-orang di
sekitarku bertambah banyak.
Dan lagi, aku
yang paling tidak rupawan dan paling gendut.
Nggak bisa
melihat mana yang benar dan mana yang salah, trus nggak bisa memposisikan diri
di tempat yang seharusnya
Apa-apa mesti
pake emosi. Nggak bisa berpikir jernih.
Manja pake
banget.
Always unlucky in
friendship. Yang bisa bertahan Cuma satu, asli, kasihan tu orang yang mau
temenan sama aku. nggak ada yang bisa bertahan sekarang, semua pergi. benar-benar pergi? entahlah. semoga waktu bisa menjadi obat.
Oh iya, cengeng.
Aku paling cengeng di sini.
And me with
everything that always bad.
Orang yang nanti
mengambilku, mendapatkanku, sungguh! Dapet ZONK itu orang. Hahaha :D
0 komentar:
Posting Komentar
RCL-juseyo~ :D