Senin, 16 April 2012

Andante part.7


Tittle: Andante
Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: married, seadanya..
PG: 15 ato 16 lah..
Length : 7/?

annyeonghaseyo!! *teriak pake suara cempreng*
ngga pengen banyak bicara, happy reading aja lah~

WARNING:
 1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
 2.  FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje 
 3. typo bertebaran di mana-mana.
 4.saya bukan orang yang pandai membuat konflik, jadi maaf kalau konfliknya nggak dapet..
***
**
*

prev>>
“aigoo~ aku bodoh sekali. Tentu saja kau tidak baik-baik saja.” Cicitnya lagi. Ia merangkulku, memeluk tubuhku yang bergetar hebat. Entah kenapa, di peluk seperti ini malah membuatku semakin ingin menangis. “menangislah.. gwaenchana. Menangislah kalau itu membuatmu lebih baik.”
Sungguh bodoh aku jika berpikir kalau dia juga membalas rasa cinta yang sudah mulai tumbuh ini. kalau bertanya apa boleh aku mencintai eunhyuk lagi?? Jawabannya adalah tidak boleh. Sekarang aku tahu.
Aku tahu...
***

Ku buka mataku perlahan.
Berat. Juga lengket. Rasanya mata ini tak bisa di buka. Aku terlalu banyak menangis semalam.
Dimana ini??
Oh iya, aku menginap di tempat sora eonni. Sora eonni bahkan telah repot-repot menyuruh leeteuk oppa tidak pulang ke rumah mereka agar leeteuk oppa tak melihatku seperti ini.
Aku bangkit dari tempat tidur. Ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi. Ku cuci mukaku, berusaha mengurangi bengkak yang ada di mataku.
“kyorin ah~ kau sudah bangun??” teriak sora eonni dari luar.
“oh.” Jawabku singkat.
“pasti matamu bengkak kan??”
“ne.”
“keluarlah.”
Ku turuti perintah sora eonni. Ku tutupi mukaku karena malu. Pasti ia akan menertawaiku kalau wajahku seperti ini.
“ya!! gwaenchana. Lihatlah, mataku juga bengkak karena ikut menangis bersamamu.” Kata sora eonni sambil tersenyum. Ku balas senyumannya.
Ia kini duduk di sofa ruang tengah yang empuk.dan sedetik kemudian ia menepuk-nepuk sofa itu, menyuruhku duduk di sebelahnya. Aku pun akhirnya ikut duduk.
“pejamkan matamu.” Kata sora eonni sambil merubah posisinya agar bisa menghadapku. “apakau sudah nyaman dengan posisi dudukmu??
“kau seperti akan menghipnotisku eonni ah~.” Kataku. Namun ku turuti juga permintaannya. Ku tutup mataku dan mencari posisi senyaman mungkin. Tak lama kemudian, ia menempelkan sesuatu yang basah dan hangat. *author: Tapi bukan koyo ato salonpas yah?? Gila banget kalo itu salonpas*
 Beberapa saat kemudian, sofa itu bergetar perlahan. Sora eonni sepertinya juga melakukan hal yang sama. Setelah itu tak terdengar suara apa-apa lagi.
1 menit..
5 menit..
10 menit..
“Yubo, naneun wasseo!!!”
*author : mau tahu seperti apa hubungannya leeteuk n sora di cerita ini, liat WGMnya aja ya??*
Terdengar suara namja memasuki rumah. Dan aku yakin, itu adalah suara leeteuk oppa. Refleks, ku tegakkan badanku, dan kedua benda hangat yang ternyata kompres itu terjatuh di pangkuanku.
Ku lirik sora eonni. Ia melakukan hal yang sama denganku dan melirikku sungkan.
“OMO~ ada tamu?? nuguseyo?? Sepertinya aku tidak asing denganmu??” pekik leeteuk oppa ketika melihatku dan sora eonni.
“YUBONG!! Kau bahkan melupakan adikmu sendiri??” sora eonni beranjak dan menjitak kepala leeteuk.
Leeteuk mengernyit dan memiringkan kepalanya. Berpikir.
“KYORIN AH!!” pekiknya dengan mata melotot. Refleks, sora eonni menengadahkan tangannya untuk berjaga-jaga saat mata leeteuk oppa terjatuh.
Ku tutupi wajahku. Pasti wajahku saat ini aneh sekali, buktinya leeteuk oppa sampai tidak mengenaliku.
“kau juga yubo, kenapa hari ini mata mu bengkak dan wajahmu mengembang seperti bulan??” Tanya leeteuk oppa.
“NNGGGG!!!!” gumam sora eonni sambil menutupi wajahnya dan menunduk dalam-dalam sepertiku. Ia bahkan memukul-bukul leeteuk oppa pelan.
“hahaha.. gwaenchana. Kau masih terlihat cantik.” Hibur leeteuk oppa.
Aigoo~ mereka mesra sekali. Mereka berdua sungguh membuatku iri.
Ia kemudian mencium puncak kepala sora eonni.
DEGG..
Kejadian kemarin terlintas kembali di benakku. Wajah eunhyuk yang terlihat sangat berbeda sedang mencium kening yeoja cantik yang menangis.
Tanpa ku sadari, air mataku menetes kembali. Ku hapus air mata itu secepat kilat. Namun terlambat, leeteuk oppa dan sora eonni sudah melihatnya.
“waeyo?” gumam leeteuk oppa, namun masih cukup untuk bisa ku dengar.
“sudahlah oppa. Jangan bicarakan itu dulu..”
“gwaenchana eonni ah~ aku sudaah tidak apa-apa. Leeteuk oppa suamimu, kau boleh bercerita kepadanya.” Putusku. Ku paksakan sedikit senyuman di bibirku. Namun yang terlihat adalah cengiran aneh yang mebuat sora eonni dan leeteuk oppa salah tingkah karena tidak enak.
“ehm, kalian belum sarapan kan?? Ayo kita pergi makan.” Kata leeteuk oppa mengalihkan pembicaraan.
***
Kini, aku dan sora eonni sedang duduk berhadapan di sebuah restoran. Leeteuk oppa sedang memesankan kami makanan.
Ku sandarkan kepalaku di kaca restoran. Pandanganku menerawang ke jalan di luar restoran. Kami duduk di pojok restoran yang berdindingkan kaca dan langsung menghadap trotoar dan jalan raya.
“gwaenchana?” tanya sora eonni khawatir.
Aku tersenyum, ia sudah menanyakan itu ribuan kali. Ku anggukkan kepalaku. Sebenarnya aku juga tak yakin, habis mau bagaimana lagi??
“apa..” tanya sora eonni hati-hati. “saat itu,, saat hari pernikahanmu, kau menangis di kamar mandi.. juga karena itu??”
Ku belalakkan mataku. Darimana sora eonni tahu aku menangis?? Ku pikir ia hanya mengira kalau aku kelelahan saja, makanya make upku bisa amburadul.
Aku tak bisa menjawab pertanyaannya dan hanya bisa diam.
“jadi begitu.” Sora eonni mengangguk-angguk. Sepertinya aksi diamku malah di buat sora eonni sebagai kata ganti iya.
“aku melihat mereka berdua saat akan pergi ke kamar mandi.” Kataku akhirnya. Pertahananku sepertinya akan benar-benar roboh.
“apa yang mereka lakukan??” kata sora eonni.
Mendengar itu, rasanya seperti mengorek luka yang belum kering. Mungkin melihat sedikit perubahan di wajahku, ia jadi merasa bersalah.
“tidak usah di jawab. mianhae.” Katanya lagi.
Aku menggeleng. Sepertinya tidak apa-apa kalau  aku bercerita kepadanya. Entah kenapa, air mata mulai mengalir satu persatu.
“ani. Sepertinya aku harus menceritakan semuanya pada sora eonni.” Ku teguk ludahku. “aku melihatnya mencium hyeoyon eonni. Bla.. bla.. bla..” Aku menceritakan semuanya dari awal sampai akhir. Dari awal bertemu eunhyuk beserta kejadian lainnya di sungai han sampai akhirnya seperti ini. “dan kurasa, aku telah membuat kesalahan besar. Kesalahan yang benar-benar fatal dan bisa menghancurkan diriku sendiri.”
“kau mencintainya??” tanya sora eonni dengan sangat pelan dan hati-hati.
Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku untuk mejawabnya. Aku tak sanggup berkata-kata. Aku menundukkan kepalaku dan menangis.
Sora eonni menganga tak percaya. Ia juga ikut mengangis. Memegang tanganku dan mengelus pipiku sebagai seorang eonni dengan penuh kasih sayang.
“mianhae. Aku tidak tahu kalau seperti itu jadinya. Mianhae. Kenapa kau baru cerita sekarang?? aku jadi kelihatan seperti eonni yang jahat.” Katanya lagi.
“anieyo eonni. Gwaencahana. Nan gwaenchana.”
“ada apa ini??” leeteuk oppa datang dengan nampan penuh makanan. Wajahnya terlihat kaget dan bingung.
“tolong kau tenangkan dia. Jangan bertanya apapun. Aku ke kamar mandi dulu.” Sora eonni bangkit. Dan ia membisikkan sesuatu di telinga leeteuk. “peluklah dia, tenangkan dia. Hatinya sedang rapuh. lakukan peranmu sebagai oppanya. Dia butuh tempat bersandar.”
***
Leeteuk  POV
Aku merinding mendengar bisikan sora di telingaku. aku kaget saat kembali dan melihat sora menangis. Juga kyorin.
Apa yang terjadi sebenarnya??? Ada rahasia apa lagi ini??
Semua ini benar-benar membuatku bingung.
aku duduk di tempat sora duduk dan menatap kyorin prihatin. Matanya bengkak karena menangis. Lingkaran hitam juga menggantung di bawah matanya. Hidungnya merah. Bibirnya terlihat habis terluka, mungkin karena ia terlalu banyak menggigit bibirnya.
Ada meja yang membatasi kami sehingga aku tak bisa memeluknya seperti yang di perintahkan sora. Alhasil aku hanya bisa menepuk-nepuk punggungnya pelan dan mengelus kepalanya.
“menangislah. Gweanchana. Aku ada di sini.” Kataku berusaha menenangkannya. Ku gosok-gosok lengannya untuk memberinya kekuatan. 
ku ambil tas sora dan mengambil tissue yang selalu di bawanya dan menyerahkannya pada kyorin. Ku bantu ia menghapus air mata yang membasahi pipinya.
Bibirnya menyunggingkan senyum dan menatapku dengan mata merahnya. “gomawo oppa.”
Ku anggukkan kepalaku. “aku adalah oppamu, kau boleh menjadikanmu sebagai tempat bersandar kapanpun kau mau.”
“jinja?” tanyanya lemah. Ia tetap memaksakan menyunggingkan senyum.
“gaja!!” tiba tiba ku lihat sebuah tangan terulur dengan cepat, menyahut tangan kyorin dan menyeretnya pergi. Eunhyuk??
***
Eunhyuk POV
Kepalaku pusing sekali. Aku mabuk semalam, dan ini pertama kalinya.
Ku kelilingi seluruh rumah, berusaha mencari kyorin. Namun tak ada. Semua barang-barang masih terusun pada tempatnya. Itu berarti, Ia tak pulang semalam.
Cih, begitu saja ia tak mau pulang?? istri macam apa dia??
Lalu di mana dia sekarang?? tidak mungkin ia pulang ke rumahnya, rumahnya sudah di jual.
Ku sambar kunci mobil dan keluar rumah. ku keluarkan mobilku dari dalam garasi dan pergi keluar.
Rasa khawatir mulai menyergapku. Ku susuri jalanan seoul satu persatu.
***
Sudah banyak jalanan ku susuri, namun aku tak kunjung menemukannya. Ku putuskan untuk mencari kopi di restoran langganan super junior untuk menghilangkan pusing karena mabuk.
Ku berhentikan mobilku dan mematikan mesinnya. Tiba-tiba ku lihat sesuatu yang menarik perhatianku.
Kyorin.
Benar, itu kyorin. Di depannya ada seorang namja yang sangat familiar bagiku. Leeteuk hyung??
Bahkan ia mengelus pipi kyorin dan menepuk tangannya. Wjah kyorin terlihat buram, namun aku bisa melihat kalau dia tertawa.
ku rasakan hatiku mulai bergejolak. Darahku serasa mendidih. Ku biarkan emosiku meluap hingga ke ubun-ubun.
Kyorin bahkan menggoda hyungku juga. Dan leeteuk juga menanggapinya?? Lalu apa arti sora nuna baginya??
Sungguh, aku kecewa. Dengan kyorin juga leeteuk hyung. Mereka benar-benar menusukku dari belakang.
Ku buka pintu mobil dan masuk ke dalam restoran. Ku hampiri meja. Terlihat leeteuk hyung menoleh padaku dan kaget. Terlihat bibirnya menggumamkan namaku pelan. Tanpa menunggu apa-apa lagi, ku genggam tangan kyorin erat dan menarinya keluar.
Terasa ia memberontak, berusaha melepaskan genggaman tanganku.
“ya!! Waeyo!! ini sakit!!” bisiknya tajam. Namun aku tak peduli. Ku masukkan ia ke dalam mobil. Dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi.
***
Kyorin POV
Tanganku terasa nyeri. Terdapat bercak merah bekas genggamannya.
Air mataku mengalir tanpa henti.
Kenapa hyukjae jadi kasar seperti itu??
Apa memang begitu sifat aslinya??
“WAE!! WAE!! NA WAE??” teriakku. “aku bukan cinderella yang bisa dengan mudah diperlakukan tak adil!! Aku juga bukan putri salju yang bisa seenaknya di tipu!!”
Diam. tak ada jawaban. Ku lirik wajahnya. Matanya merah dan rahangnya mengatup keras.
“YA!! Apa memang seperti ini dirimu yang sebenarnya??” tanyaku lagi. Sungguh, aku tak suka diperlakukan seperti ini. yang pantas melakukan seperti ini seharusnya aku.
“OO!! Inilah diriku!! Kau yang membuatku jadi seperti ini!! yeoja lain di dunia memang sama saja!!” bentaknya tak kalah keras.
Ia menepikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi.
“NA?? NA WAE?? APA YANG KU PERBUAT??” tanyaku tak terima. Air mata mengalir.
“BUKANKAH KAU BERSELINGKUH DI BELAKANGKU??”
MWO?? Selingkuh?? Sebenarnya siapa yang selingkuh di sini?? Mencium yeoja lain itu bukan selingkuh??
“YA!! Berkacalah pada hidupmu!!” bentakku sambil terisak. “sebenarnya yang selingkuh itu siapa??”
Diam. tak ada jawaban.
“melumat bibir yeoja lain di tangga darurat itu apa namanya?? Lalu mencium kening yeoja lain yang bukan istrinya di koridor kantor itu juga apa?? HAH!!”
Ia terbelalak lalu memandangku tak percaya.
“kau melihatnya??” tanyanya tak percaya.
“apa kau kira aku yeoja buta yang tak tahu apa-apa?? Kau kira apa hatiku tidak sakit melihatmu seperti itu!!!” jeritku.
“MWO?? Hatikulah yang lebih sakit!! Aku selalu di duakan yeoja!! Kau juga menduakanku, bahkan dengan 2 namja berbeda sekaligus. DAN HYUNGKU ADA DI ANTARANYA!!” bentaknya keras. Air matanya juga telah membanjiri pipinya.
“AKU SELINGKUH?? Dengan hyungmu?? Leeteuk oppa maksudmu??” ku hembuskan nafasku. ini lucu sekali. “lalu siapa lagi namja satunya??” pancingku.
“kau bahkan berkencan dengan namja lain di bawah pohon. Kau kira itu romantis??”
“cih, kau CEMBURU??” ku tekankan kata cemburu itu. Matanya membelalak lagi menatapku. “apa yang kau harapkan dari PERNIKAHAN YANG TIDAK DIINGINKAN INI??”
Hatiku hancur. Sungguh, perkataanku sendiri telah menyayat-nyayat hatiku.  Ku putuskan untuk membuka pintu mobil dan pergi.
Namun hyukjae ikut keluar dan berusaha membuntutiku.
“YA!! EODIGA??” tanyanya marah tapi tetap tak ku hiraukan.
Ku rasakan ia menarik tangan kananku ke belakang, namun ku  rasakan juga sesuatu mencengkeram tanganku.
“LEPASKAN!!” kata seorang yang menggenggam tangan kiriku. Refleks, ku tolehkan kepalaku. Joo inho?? “kau bahkan tak punya etika terhadap wanita!!”
“Neon nugu!! Jangan ikut campur!! Cepat lepaskan tangannya!!” bentak eunhyuk.
“andwae!!! Aku tak bisa melepasnya!!”
Astaga joo inho, apa yang dia lakukan?? Dia telah memasukkan dirinya sendiri ke lubang monyet.
“WAE!!” bentak eunhyuk semakin marah. Ia lalu memicingkan matanya, kemudian tersenyum meremehkan.  “ah!! Bukankah kau teman kencannya??”
Tak ada jawaban dari inho. Tapi kini ia memandang eunhyuk tajam.
“wae?? Aku benarkan??” tanya eunhyuk bangga. “kau mencintai kyorin??”
DEGG.. hatiku benar-benar sudah tidak karuan. Bagaimana dia bisa bilang seperti itu pada temanku?? Aku baru saja punya teman!!! Aku tak punya teman seumur hidupku.
“kalau aku menjawab iya, apa yang kau lakukan??” jawab inho sambil menatap eunhyuk tajam. “aku yang mengenalnya lebih dulu selama bertahun-tahun. Aku yang lebih dulu menyukainya selama bertahun-tahun!! Tapi tiba-tiba kau datang dan merebut semuanya!!” bentak inho pada eunhyuk.
Aku kaget. Sungguh aku kaget. Ku tatap inho. Tak ada tatapan kebohongan sedikitpun di sana. Apa benar dengan apa yang dia katakan??
Ku lirik eunhyuk takut-takut. Rahangnya mengatup keras. Matanya merah berkilat-kilat. Ia menghempaskan tanganku dan pergi dengan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Lutut ku terasa lemas. Aku pun merosot dan terduduk di atas trotoar yang sepi itu dan menangis. Tak ada yang bisa kulakukan, ani, tepatnya aku tak tahu apa yang sebaiknya aku lakukan.
Joo inho berjongkok di sampingku, memungguiku yang sedang menangis sampil menepuk-nepuk peunggungku.
“huft..” setelah beberapa lama, ku tarik nafasku, berusaha untuk menstabilkannya kembali. Inho menarikku untuk berdiri dan mendudukkanku di sebuah kursi taman.
“aku akan membelikanmu minum. Tunggulah di sini.” Katanya. Ia pun berlalu.
Aku hanya diam. pandanganku menatap ke arah jalanan yang sepi itu. Sungguh beruntung, tak ada yang lewat di sini.  Kalau ada orang yang lewat dan berpikiran yang tidak-tidak, habislah hidupku jika di bawa ke rumah sakit jiwa.
Inho kembali sambil menyodorkan sebotol air mineral padaku. Ku terima botol itu dan menenggaknya sedikit.
“kau terlihat kacau kyorin ah~” kata inho prihatin.
“apa maksud dari perkataanmu tadi??” tanyaku tiba-tiba. Entah kenapa, aku berkata seperti itu. Ini di luar kendaliku.
Inho duduk di sebelahku. Ia mendengus, kemudian meringis sakit. “kau pasti tidak pernah sadar ya??”
Aku hanya diam. menunggu apa yang sebenarnya ia mau bicarakan.
“cih, sepertinya kau memang tidak sadar. Aku telah memperhatikanmu sejak awal kita bertemu, pada semester 1. Karena terlalu banyak memperhatikanmu, akhirnya aku jadi menyukaimu. Namun kau tak pernah melirikku sedikitpun. Ku coba dengan berbagai macam cara. Semua orang di universitas bahkan kenal denganku. Hanya kau yang tidak. Sudah bertahun-tahun aku mengejarmu, kau tak pernah melihatku sedikitpun.” Katanya sambil tersenyum miris.
Aku hanya melongo dan membelalak tak percaya.
“wae?? Kau tak percaya??” tanyanya. Sepertinya ia bisa membaca pikiran orang lain. Apa dia punya jin?? “aku juga tak percaya saat aku mendapat kabar bahwa kau sudah menikah dengan namja lain. Itu benar-benar membuatku terpuruk. Beberapa nilaiku bahkan menurun.”
Aku hanya bisa diam dan melongo. Sungguh kaget sekaget kagetnya.
“namun sekarang sepertinya aku mempunyai semangat lagi untuk merebutmu dari namja itu. Dia tak pantas untukmu. Kau pasti merasa tersiksa dengan semuanya.” Desisnya yang sukses bembuatku menatapnya, membelalak tak percaya dengan apa yang ia katakan.
“andaisaja aku lebih dahulu mengenalmu. Andaikan kau yang lebih dahulu dari pada lee hyukjae. Semuanya pasti berbeda.” Gumamku yang di sambut senyuman oleh inho.
“itu semua belum terlambat. Aku tahu Kau dan aku masih bisa merubahnya.” Kata inho mantab.
Aku hanya menundukkan kepalaku. Merasa bingung dengan semua ini. Apa kau tahu apa yang ada di dalam hatiku inho ah?? Ku rasa ini akan sulit. 

Andaisaja kau mengerti apa yang ku pikirkan dan yang ada di hatiku. 

Namun, kurasa Kau tidak tahu inho ah,, dan kau tidak akan tahu..


TBC~

hahaha..
pendek yak??
mianhae~ authornya benar-benar sedang ujian..
minta doanya yak, biar dapet nilai sempurna!! amin!!
biar di beri kemudahan buat ngerjainnya..
yang sedang sama-sama berjuang, HWAITING!!!^^

Minggu, 01 April 2012

Andante Part.6




hahahaha..
kali ini authornya lagi kurang kerjaan..
ada nggak ya yang pengen tau wujud[?] dalam FF ini??
cekidot!!

 1. Puppy eyes kyorin
      ini adalah gambaran puppy eyes milik kyorin, waktu itu pernah muncul waktu adegan di dalam mobil


2. Kyorin's wedding dress

3. kyorin's wedding veil

4. EunKyo's wedding ring




Tittle: Andante
Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: seadanya
PG: 15 ato 16 lah..
Length : 6/?
 
WARNING:
 1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
 2.  FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje 
 3. typo bertebaran di mana-mana.
 4. di part inisaya tidak tahu ada istimewanya apa nggak, yang jelas udah mulai nggak ada lucu-lucunya lagi..

*sujud penghormatan*
maafkan saya, baru sempet share sekarang karena saya sedang sibuk. T_T
saya juga minta maaf, kayanya kemarin authornya lagi error soalnya tanya ada yang nungguin apa enggak segala..
saya tidak bisa banyak bercuap-cuap[reader: trus yang di atas sedikit??] yang jelas, authornya mo minta doa biar ujiannya lancar.. amin..
cekidot!!
****
***
**
*
 
Prev>>
“joha~” bisiknya di sela-sela ciumannya.
Kenapa kau melakukan ini lee hyukjae?? Aku jadi mencintaimu lagi. Bolehkah?? Apa boleh aku menarik janjiku kembali untuk tidak menyukaimu??
 
***
 
Kyorin POV
Ini sudah pagi..
Kepalaku masih sedikit pusing, tapi sudah merasa lebih baik dari pada kemarin. Di mana ini??
Oh iya, aku sudah pindah ke tempat monyet mesum itu.
Kenapa bantal di sini aneh sekali bentuknya?? Kecil, tapi panjang. Ku buka mataku dengan paksa. Nampak seorang monyet, ani, sesuatu yang sedikit lebih tampan dari monyet berada di depan wajahku. Eunhyuk?? OMO~ apa yang kemarin terjadi??
Perlahan, kepingan-kepingan bayangan tentang kemarin malam mulai berputar kembali di benakku. Kami berciuman sangat lama. Ya ampun!! Apa yang tlah ku lakukan?? Dimana harga diriku?? Aigoo~
Ku rasakan wajahku memanas. Sepertinya wajahku mulai memerah. Bulu kudukku juga berdiri dan dadaku berdesir. Membuatku ingin meringkuk dan meremas hatiku.
“kenapa wajahmu merah seperti itu??” kata eunhyuk. Refleks ku palingkan pandanganku kepadanya. Matanya terpejam. Aneh, darimana dia tahu wajahku merah?? Dia penyihir??
 Ia melingkarkan tangannya di pinggangku, membuat mataku membelalak.
“aish~ apa yang kau lakukan!!!” kataku ketus. Ku singkirkan tangannya dan bangkit dari tidur.
“kau malu?? Aish~ bahkan kita kemarin hanya berciuman. Bagaimana jika kemarin kita..”
“diamlah hyukjae-ssi!!”
“jangan panggil aku seperti itu!!”
“ara!! Kalau begitu, diamlah monyet yadong!!”
“awas kau timun mas!!!” katanya. “ya!! timun mas, kau harus bertanggung jawab!! Kepalaku sangat pusing sekarang!!!” ia mengubah posisi tidurnya dan menarik selimutnya lebih tinggi.
“salahmu sendiri!!” balasku. Ku kuncir rambutku dan beranjak menuju dapur. “aku lapar!! Kau mau sarapan apa??”
“memang kau bisa masak??” tanyanya dengan nada meremehkan.
“cih, kau mau menantangku atau apa?? Sudahlah!! Jangan banyak bicara!! Kau mau sarapan apa??
“terserah kau saja.” Teriaknya.
“aish~ bagaimana bisa di sini hanya ada ramyun??” rengekku saat melihat isi kulkas yang kosong melompong dan hanya ada ramyun instan di lemari.
“ini rumah baru!! Tentu saja belum ada isinya!! Sofa saja tak punya.” Teriaknya lagi.
Ku edarkan pandanganku ke sekeliling rumah kecil ini. lalu mulai melihat-lihat beberapa ruangan. Hanya ada 2 kamar dan kamar mandi di dalamnya, dapur dan pantry, ruang tamu dan ruang tengah yang masih kosong juga sebuah ruangan lagi yang tak tahu akan di buat apa.
Benar juga katanya, rumah ini benar-benar masih baru.
“aish~ bagaimana bisa kau hanya membeli keperluan kamar tidur??” balasku.
Ku langkahkan kembali kakiku ke dapur dan mulai memasak. Karena hanya ada ramyun dan beras, Alhasil, aku hanya bisa memasak nasi dan ramyun pagi ini. untung saja ada rice cooker, peralatan masak dan makan, juga kompor.
Dan Hualla!! Akhirnya matang juga.
“ya!! Monyet yadong!! Cepatlah makan!!” teriakku dari dapur. Dengan malas, eunhyuk berjalan keluar dari kamar tidur. Wajahnya sedikit pucat. “apa kau tak kerja hari ini??”
“aku masih libur.. kenapa kau mengharap sekali aku pergi kerja?? Kau mau berselingkuh di belakangku??” tanyanya curiga. Ia kemudian duduk di sebuah kursi di samping meja pantry.
“ani~ hanya saja aku butuh uang untuk belanja.” Jawabku.
“dasar yeoja matre.”
“dasar namja pelit!!” ku julurkan lidahku. “kau sakit??”
“ne. Aku sakit gara-gara menciummu kemarin malam. Bahkan sepertinya semua virusmu itu berpindah kepadaku. Kepalaku pusing.”
Seketika bayangan-bayangan itu terlintas lagi. Membuatku wajahku kembali terasa panas. Ku gidikkan bahuku.
“salah sendiri, siapa suruh kau berbuat hal-hal seperti itu. Dasar monyet yadong!!”
“aish~ lagipula kau juga menikmatinya  kan??”
“jangan banyak bicara dan makanlah!!” bentakku. Aish~ kenapa di sini panas sekali??
Ku langkahkan kakiku untuk pergi dari hadapannya. ku rasa menghindarinya akan lebih baik sekarang.
Aku mengganti bajuku dan memakai coat yang ku ambil sembarangan dari lemari. Ku rapikan kunciran rambutku dan pergi keluar.
“mau pergi kemana??” tanyanya.
“aku mau belanja. Kau istirahat saja di rumah.”
“tunggu!!”
“apa??”
“belikan aku stroberi.”
“iya. Aku tahu.”
“tunggu!!
“susu stroberi kan?? Semua serba stroberi?? Aku tahu!! Aku juga menyukainya.”
“tunggu!!”
“YA!! Apa yang kau inginkan?? Aku harus segera pergi!!”
“kenapa kau buru-buru sekali?? Aku hanya ingin bilang, yang kau pakai itu adalah COAT MILIKKU!!!”
“MWO??” ku koreksi kembali apa yang ku kenakan. Aish~ memalukan. “aku mau pinjam.”
“kau yakin??”
“ne.” Jawabku tak yakin. Ku putuskan untuk segera pergi. “galkke!!”
***
Aku berjalan menuju supermarket besar. Sepanjang jalan, beberapa yeoja SMA dan mahasiswi yang ku lewati berbisik-bisik tak jelas sambil melihatku yang memakai coat laki-laki yang sedikit kebesaran. Sungguh, aku seperti harry potter yang memakai coat milik hagrid. EOMMA~ aku tenggelam!!
Tiba-tiba seseorang menarikku ke dalam sebuah gang sempit. Siapa itu?? Apa aku di culik??
Ku lihat orang yang menarikku yang ternyata adalah seorang namja. Ia memakai masker hitam dan topi seperti seorang penculik. Atau city hunter?? OMG!!
Ia kemuadian menarik-narik coatku dan berusaha untuk melepasnya. Ani!! Dia bukan city hunter!! Dia orang yadong?? EOMMA!!!!
“AAAAAAMMMPPHHH...!!!” teriakku tertahan karena namja itu telah membekap mulutku.
“YA!! Kenapa kau berteriak??”
Suara itu?? Bukannya itu suara..
“hyukjae??” bisikku lemas karena kaget.
“ne!! Ini aku!!” bisiknya sambil membuka maskernya dengan kilat dan menutupnya kembali. “Sekarang lepas coat itu!! Kau memalukan sekali!!”
Eunhyuk melepas coat warna cokelat yang ku pakai dan memakaikan coat warna krem berbulu kepadaku. Bahkan ia mengkancingkan dan mengikatkan talinya. Setelah selesai, ia memakai coat warna cokelat yang tadinya ku pakai.
“begini kan lebih bagus. Apa kau tak malu di lihat banyak orang seperti tadi??” bentaknya lirih. “gaja!!”
“eodi??” tanyaku dengan tampang polos karena masih kaget dengan perlakuannya yang tiba-tiba ini.
“bukankah kau mau belanja?? Aigoo~ apa kau amnesia??” sindirnya. Ia kemudian menggandeng tanganku dan menarikku pergi.
“kau kan sakit??”
“memang orang sakit tak boleh belanja??”
Ku putuskan untuk diam saja. Sebenarnya bukan ku putuskan untuk diam saja, tapi aku memang tak bisa bicara. Entah kenapa, tiba-tiba ini semua membuatku gugup. Tangannya menggenggam tanganku erat. Hangat. Padahal angin musim dingin mulai berhembus.
Sepanjang perjalanan ke M-departement store, ia tetap menggandeng tanganku. bahkan beberapa orang mulai melirik kami curiga. Terlebih karena topi dan masker yang ia pakai.
***
Eunhyuk POV
Sungguh, belanja dengan seorang wanita sangatlah sangat sangat kuadrat menyebalkan. Kenapa wanita selalu di ciptakan seperti itu??
Tapi jika di bandingkan dengan hyeoyon, aku lebih suka berbelanja dengan kyorin. Jauh lebih menyenangkan dan aku masih di anggap ada. Kalau dengan hyeoyon, aku akan diabaikannya. Mungkin lebih tepatnya aku di gunakan sebagai obat nyamuk.
Sudah 1 jam yang lalu aku sampai di rumah. Kini aku berbaring di kamar. Kepalaku semakin pusing dan dinginnya mulai terasa menusuk tulang.
Entah apa yang kyorin lakukan di luar sana, aku tak peduli lagi.
Terdengar pintu kamar di buka. Sebuah langkah kaki terdengar mendekat. dan aku yakin itu kyorin.
“ya!! Monyet?? Kenapa kau malas sekali?? Ayo kerja, bantu aku mengatur rumah ini..” rengeknya. Dasar istri tidak pengertian. Bagaimana bisa suaminya sedang sakit malah di suruh kerja begitu??
“aku sakit..” rintihku dengan suara serak yang memang tak ku buat-buat. Itu genuine dari tenggorokanku.
“Mwo?? Ah~ bilang saja kau tak mau membantuku.” Katanya. Ia mulai beranjak pergi. Ku tarik tangannya dan ku tempelkan tangannya itu di dahiku. “astaga!! kau sakit??”
“apa kau benar-benar menderita amnesia?? Atau alzheimer?? Aku baru saja mengatakannya!!” bentakku gemas.
Ia lantas duduk kembali. Dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
“apa yang harus ku lakukan??” tanyanya. “ah~ aku bertanya saja pada leeteuk oppa!!”
“MWO?? Leeteuk?? Shirheo!!”
“wae??”
“kenapa leeteuk lagi?? Menyebalkan. Jangan dekat-dekat dengan leeteuk. Itu bisa jadi skandal.” Balasku.
“aku sudah menganggapnya sebagai oppaku!! Kalau begitu aku telepon nari eonni saja ah.” Ia beranjak dari kasurku.
Ku tarik kembali selimutku yang sempat tersibak karena menarik tangannya tadi.
Ku pejamkan mataku, berusaha untuk tidur.
***
Kyorin pergi. Ia berpamitan padaku untuk membeli bunga lily.
Untuk apa bunga lily??
Memangnya aku mati??
“YA!! Kyorin ah!! Kenapa kau kurang ajar sekali??”
Tak ada jawaban. Rupanya ia sudah pergi.
1 jam..
2 jam..
4 jam..
1 hari..
1 minggu..
Kenapa kyorin tak kunjung kembali??
Aku bahkan tak pernah makan dan penyakitku semakin parah. Ku lihat tubuhku, kurus kering seperti kakek-kakek. ASTAGA!!!
“Kyorin ah~ KYORIN AH!!”
***
Kyorin POV
“Kyorin ah~ KYORIN AH!!”
Aku sedang memasak bubur. Terdengar suara memekik dari kamar. Dengan cepat ku matikan kompor dan melesat ke kamar untuk mengetahui apa yang terjadi.
Kenapa ia memanggilku seperti itu??
Ku longokkan kepalaku ke dalam dan setelah yakin tak ada apa-apa, akhirnya aku masuk ke dalam.
Terlihat hyukjae berbaring lemah. Wajahnya pucat dan peluhnya mengalir deras, sebesar biji jagung. Ku usap keringatnya itu dengan tissue.
“ya,, hyukjae ssi?? Kenapa kau memanggiku seperti itu??” ku goyang-goyangkan tubuhnya pelan. Perlahan kelopak matanya terbuka dan menatapku. Sedetik kemudian, ia membelalakkan matanya dan memelukku erat.
“jangan tinggalkan aku. Yaksok??” tanyanya lirih.
Refleks, ku anggukkan kepalaku.
“sekarang, makanlah dulu. Aku juga sudah membelikanmu obat.” Kataku. Aku pergi mengambil bubur dan obat di dapur. Dan kembali lagi.
“aku sakit!! Kau seharusnya menyuapiku.” Protesnya. Bukankah dia bilang sedang sakit?? Kenapa dia tetap menyebalkan sekali??
Akhirnya ku turuti permintaannya. Dengan setengah hati, ku suapi mulutnya dengan bubur buatanku yang aku pun tak bisa menjamin rasanya.
Ajaib~ ia bahkan menghabiskan semua bubur buatanku dan menenggak obat super pait yang ku beri.
“aku mimpi buruk tadi. Jebal, jangan tinggalkan aku.” Ia mencenngkeram tanganku erat. Aku bahkan tak bisa melepasnya.
Alhasil, aku hanya menghabiskan waktuku berjam-jam untuk duduk menunggunya sampai akhirnya mataku ikut berat dan ikut tertidur di sampingnya dengan posisi duduk.
***
Kyorin POV
Sudah 2 hari berlalu, semua kegiatan mulai kembali seperti biasa. Eunhyuk sudah kembali sehat setelah menyusahkanku dan akhirnya kini mengikuti aktivitasnya sebagai personil super junior dan aku juga kembali menjadi mahasiswi tingkat akhir di kyunghee jurusan film.
Menjadi mahasiswi tingkat akhir..
Sungguh, itu adalah hal yang menyebalkan. Menjadi mahasiswi tingkat akhir maka akan semakin banyak tugas dan tesis yang akan di berikan, belum lagi tugas akhir *kaya skripsi* yang harus ku buat. Walaupun di kerjakan berkelompok, tapi tetap saja itu sesuatu yang berat. Bayangkan saja, membuat film yang berdurasi 2 jam.
Seperti sekarang ini, dosenku telah memberiku tugas untuk membuat proposal tugas akhir. Dan sebentar lagi, pengumuman pembagian kelompok akan di umumkan di papan pengumuman fakultas perfilman. Aish~ aku bahkan tak cukup dekat dengan teman-teman sekelasku.
“baiklah, kita akhiri pelajaran kali ini. setelah ini, kalian bisa melihat kelompok kalian dan tema yang menjadi tugas kalian di papan pengumuman dan berdiskusi dengan teman kelompok kalian pada jam berikutnya.” Kata profesor jung. Ia kemudian pergi dengan tas besarnya.
Seisi kelas mulai berhamburan seperti semut yang sarangnya di semprot air. Hanya saja, tujuan mereka semua sama, yaitu melihat tugas dan partner kerja mereka.
Papan pengumuman sudah sangat ramai. Bahkan aku harus ikut berdesak-desakan untuk melihat tugasku itu. Tiba-tiba seseorang menarik tanganku. aish~ kenapa semuanya hobi sekali menarik tanganku?? untung aku bukan barbie.
“namamu shin kyorin kan??” kata seseorang tiba-tiba. Sepertinya dia yang menarik tanganku. siapa dia?? Karena bingung, ku anggukkan saja kepalaku. “kau sekelompok denganku.”
“ah?? Benarkah??”
“ya. Dan ada dua orang lagi yang belum ku temukan.”
“bagaimana kau bisa tahu itu aku?? Sepertinya kita belum pernah bertemu.” Kataku.
“mwo?? Bagaimana bisa tidak pernah bertemu?? Kita bahkan selalu sekelas.” Katanya tertawa-tawa.
“benarkah?? Jeosonghamnida.” Ku garuk-garuk leherku sedikit malu. “lalu kenapa kau masih bertanya namaku??”
“ani, aku hanya memastikan margamu adalah shin.” Jawabnya.
“YA!! JOO INHO!!” bentak seseorang yang sepertinya baru saja keluar dari kerumunan itu. Kemudian, orang yang ada di depanku ini melambaikan tangannya. Jadi namanya inho??
“dia teman satu kelompok kita.” Kata inho tanpa di minta. Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku.
“kita satu kelompokkan?? Aish~ dewi fortuna memang sepertinya memang berpihak kepadaku. Beruntung sekali aku bisa satu kelompok denganmu.” Kata orang yang memanggil inho tadi. “aku sudah meng-sms sujin. Jadi kau yang bernama shin kyorin??”
“ah~ ne. Bangapseumnida.” Sapaku.
“jangan terlalu formal. Kita ini kan teman. Aku yeonwoo. Lee yeonwoo.” Ia mengacungkan tangannya pengajakku bersalaman. Ku sambut tangannya.
Kemudian terdengar bunyi telepon yang berdering. Sepertinya aku pernah mendengar lagu itu. Super junior??
“yeoboseyo?? ... ne.. kalau begitu aku dan yang lainnya akan ke sana... ne, aku sudah bertemu mereka... ara~  ne chagi. Annyeong?” sahut yeonwoo ketika ia menjawab teleponnya. Setelah menekan layar ponselnya kilat, ia kemudian memasukkannya ke dalam saku celananya. “ayo, sujin sudah menunggu kita di depan, di bawah pohon ek.”
“sujin itu pacarmu??” aigoo~ apa yang ku katakan?? Rasanya tak pantas jika baru bertemu bertanya seperti itu. Ku tepuk-tepuk mulutku, merutuki kebodohan yang telah ku lakukan. “jeosonghamnida..”
“gwaenchana. Aku memang berpacaran dengannya setahun yang lalu. Ku pikir semuanya sudah mengetahui hubunganku dengannya.” Kata yeonwoo sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“shin kyorin adalah pengecualian. Bahkan dia tidak mengenalku.” Timpal inho.
“jinjja?? Kau tak tahu inho?? Semua orang di jurusan perfilman saja mengenalnya, tapi kau yang teman sekelasnya tak kenal?? Omo~” kata yeonwoo lagi. Aku hanya menanggapinya dengan senyum malu.
“sudahlah, gaja!! Kasihan sujin jika terlalu lama menunggu.” Ajak inho.
Aku dan yeonwoo menurutinya. Kami bertiga berjalan beriringan menuju halaman depan kampus ini.
Terlihat seorang yeoja yang duduk sendirian di bawah pohon melambai-lambaikan tangannya sambil memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Rambutnya panjang di keriting gantung. Modis sekali. Sepertinya dialah yang bernama sujin.
“annyeonghaseyo..” sapa sujin saat kami bertiga sudah berada di depannya. Aku dan inho membalas sapaannya. Hanya yeonwoo yang tidak.
Kami pun duduk bersama di bawah pohon ek yang rindang. Mengobrol banyak hal, juga tentang tugas akhir kami. Tak jarang kami juga tertawa.
“ehm, ku rasa jika di temani kopi akan lebih baik. Sujin ah~ ayo kita beli makanan ringan juga??” tanya yeonwoo. Yang di tanya pun mengangguk. Mereka pun bangkit setelah bertanya tentang apa yang aku dan inho inginkan.
***
Author POV
“aish~ kuliah hari ini membosankan.” Seorang namja yang tak lain dan tak bukan adalah raja setan keluar dari fakultasnya. Karena kelasnya sudah usai, ia memutuskan untuk pulang.
Saat melewati halaman depan, matanya menangkap sesuatu yang aneh.
“bukankah itu kyorin nuna?? Kenapa dia bermesraan dengan namja di bawah pohon seperti itu?? Tertawa-tawa pula.” Gumam kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia kemudian mengeluarkan ponselnya. Entah ada angin apa, tiba-tiba ia memotret kyorin dan inho yang sedang mengobrol.
“ah~ ku kerjai saja monyet hyung?? Bukankah itu ide yang bagus??”
Kyuhyun segera menekan-nekan ponselnya dan mengirim pesan kepada eunhyuk.
Hyung, istrimu selingkuh..
Ia mengirim pesan dan gambar itu pada eunhyuk, lalu tertawa evil.
***
Kyorin POV
Di mana ya bukuku??
Kini aku sudah pulang ke rumah untuk mencari buku itu. Aku harus menemukannya jika ingin mengerjakan tugas akhir. Buku itu setebal dinding, harusnya aku bisa menemukannya dengan mudah.
Kapan terakhir kali aku menggunakannya??
AA!! Sungai han!!
Aigoo~ eottokhae??
Apa eunhyuk membawanya?? Ku coba untuk memberinya pesan, namun tak kunjung di balas. Apa aku telepon leeteuk oppa saja??
Tak ada salahnya kalau di coba.
“yeoboseyo??” jawabku ketika telepon tersambung. “oppa, apa  kau tahu buku kuliahku yang tebal?? Yang Setebal dinding itu?? Dulu pernah ku gunakan untuk melempari eunhyuk di sungai han... sora nuna akan mengantarku mengambilnya?? Di kantor SM?? Ara~ ne.. gamsahamnida~” kataku. Ku akhiri panggilan tersebut dan bergegas menuju kantor SM.
Ketika sudah sampai, sora nuna terlihat sedang menunggu seseorang. Dan seseorang itu tentu saja aku. Ia lebih dulu sampai karena rumahnya memang tak sejauh rumahku dan eunhyuk.
Setelah berbasa-basi sedikit, Kami pun memasuki kantor SM itu bersama.
***
Eunhyuk POV
Ah~ melelahkan.
Aku harus membantu menciptakan gerakan baru lagi untuk lagu baru kami.
Setelah selesai, ku hampiri tasku yang berada di pojok ruangan dan mengambil ponselku.
5 messages.. 2 misscall..
Leeteuk hyung meneleponku 2 kali.
Ada sms dari kyorin 2 kali. Isinya menanyakan buku kuliahnya yang hilang dan ia akan makan siang dengan temannya.
Sms dari hyeoyon 2 kali juga. Mwo?? Dia ingin bertemu?? Tak jelaskah ucapanku kala itu??
Kyuhyun?? Tumben sekali??
Apa ini??
Hyung, istrimu selingkuh..
Ku perbesar gambar yang di kirimkannya. Jantungku serasa berhenti melihat gambar itu. Terlihat kyorin sedang duduk dan tertawa-tawa di bawah pohon, dengan seorang namja.
Jadi ia akan makan siang dengan namja ini?? siapa dia??
Entah kenapa, emosiku naik ketika melihat gambar ini. serasa ingin meledak. Yang jelas, hatiku sakit. Yang ini lebih sakit karena aku mengalami yang kedua kalinya. Dulu hyeoyon, sekarang kyorin yang ku kira baik ternyata juga manusukku dari belakang.
Apa semua yeoja seperti itu??
Ku kepalkan tanganku dan ku pukul dinding sekeras-kerasnya. Suara bedebum keras menggema. Di ruang latihan kosong yang hanya berisi diriku.
Sakit. Tanganku sakit. Hatiku juga.
“ARRRGGHHH...!!” ku rasakan mataku panas. Aku menangis?? Tidak sepantasnya aku menangis. Aish~ J*s**k *umpatan*
Oppa ada di ruang latihan, kau saja yang ke sini, kita bertemu di depan ruang latihan.
Send..
***
“oppa~” panggilnya manja. Ku dongakkan kepalaku.
Matanya memerah. Ada lingkaran kehitaman di sana, namun sudah tertutupi dengan make up yang digunakannya.
“ada apa??” tanyaku.
“aku ingin memutar waktu oppa~ aku ingin kita kembali seperti dulu lagi oppa. Sungguh, dulu aku bodoh karena menduakanmu. Menyia-nyiakanmu oppa~ sungguh aku bodoh~” air matanya kembali mengalir dengan deras. Ia bahkan mulai memukul-mukul kepalanya sendiri. “aku pantas mendapat hukuman oppa!!”
Ku tahan tangannya agar ia berhenti memukuli dirinya sendiri. Entah kenapa, hatiku sakit melihatnya seperti ini. ia mendongak, berusaha menatapku. Ku balas tatapannya tajam. “jangan seperti ini hyeoyon ah~ jebal~ jangan seperti ini~ kau menyakiti dirimu sendiri.”
Air mataku yang sejak tadi ku bendung ikut mengalir.
“tapi aku sudah menyakiti perasaan orang sebaik dirimu oppa!! Sudah sepantasnya aku mendapatkan hukuman!! Atau kau mau memukulku oppa?? Ayo pukul aku!!” katanya lagi sambil mendorong tanganku untuk memukulnya. Ku tahan tanganku.
Ku tarik tubuhnya kedalam pelukanku, dirinya terlihat sangat rapuh saat ini. ku peluk tubuhnya erat. Mencoba merasakan sakit hatinya.
Tiba-tiba terlintas bayangan tentang gambar itu lagi. Gambar kyorin dan namja itu. Hatiku jadi semakin sakit.
Kyorin!!
Ku lihat dirinya mematung di ujung koridor. Entah kenapa, malah membuatku mempunyai dorong untuk balas dendam.
Ku cium kening hyeoyon penuh arti.
Ia pergi.
***
Kyorin POV
Aigoo~ akhirnya aku sudah menemukan bukuku. Ternyata dulu mereka menggunakan bukuku untuk mencari dan melacak identitasku dan tidak sempat mengembalikannya. *baca part 1*
Buku setebal dinding itu kini sudah di tanganku.
Kata orang yang di dalam kantor tadi, eunhyuk sedang berada di sini juga, di ruang latihan. Apa boleh aku menemuinya sebentar??
Tentu saja boleh, aku istrinya.
“sora eonni, ayo kita temui eunhyuk dulu??” ajakku pada sora eonni.
“ne, akan sangat tidak sopan bila kau langsung pergi.” Respon sora eonni.
“ruang latihan ada di mana eonni??”
“kita turun ke lantai dua.”
Aku berjalan beriringan bersama sora eonni. Melewati koridor-koridor. Sora eonni berjalan beberapa langkah di depanku.
Tiba di ujung koridor, ia berhenti. Tubuhnya menegang. Saat aku hampir sampai di dekatnya, ia berbalik dan mengajakku pergi.
“ayo, kita pergi saja.” Ajak sora eonni. Tangannya dingin, mencengkeram tanganku dan menariknya pergi. Ada apa??
“tidak ada apa-apa.”
Kenapa orang-orang selalu berohong?? Kenapa ia berkata tak apa-apa jika tubuhnya tegang seperti itu?? Pasti ada apa-apa.
Karena penasaran, aku memutuskan untuk melihat apa yang di lihat sora eonni.
Cih, menjijikkan sekali. Ada seorang namja dan yeoja yang sedang berpelukan. Apa mereka..
Tunggu, sepertinya aku mengenal rambut blonde itu.
BUMM..
Seolah-olah aku di hujani berton-ton baja dari langit. Hatiku remuk. Tubuhku membatu di tempat. Hyukjae..
Kepalanya bergerak, mencium kening yeoja itu dengan penuh arti.
Hatiku yang sudah remuk seperti di iris-iris dengan pisau tumpul[?], lebih menyakitkan dari pada di iris dengan pisau tajam.
Air mataku kembali tumpah ruah membanjiri pipiku.
Sora eonni menarik tanganku, mengajakku untuk segera pergi. Aku tak punya kekuatan untuk melawannya. Tubuhku serasa melayang.
Mata sora eonni juga merah, ia sepertinya menahan dirinya sekuat tenaga untuk tidak menangis. Ia terus saja menarikku hingga masuk ke dalam taksi.
“gwaenchana??” bisik sora eonni.
Aku mengangguk. Menundukkan kepalaku dalam-dalam. Sungguh memalukan. Apa yang ku harapkan dari pernikahan yang tidak di harapkan seperti ini.
“aigoo~ aku bodoh sekali. Tentu saja kau tidak baik-baik saja.” Cicitnya lagi. Ia merangkulku, memeluk tubuhku yang bergetar hebat. Entah kenapa, di peluk seperti ini malah membuatku semakin ingin menangis. “menangislah.. gwaenchana. Menangislah kalau itu membuatmu lebih baik.”
Sungguh bodoh aku jika berpikir kalau dia juga membalas rasa cinta yang sudah mulai tumbuh ini. kalau bertanya apa boleh aku mencintai eunhyuk lagi?? Jawabannya adalah tidak boleh. Sekarang aku tahu.
Aku tahu...
***
  
TBC~

RCL yak??
sekali lagi, authornya mau minta maaf jika ada salah dan jangan lupa doanya buat author dan para reader yang pada mau ujian, semoga lancar dan nilainya sempurna. amin~
 buat min jea, terima kasih sudah mau share dan jeongmal jeongmal mianhamnida karena sharenya lama..