Tittle:
Andante
Author:
kyutukyupret
Main
cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: married, seadanya..
PG: 15 ato 16 lah..
Length : 7/?
annyeonghaseyo!! *teriak pake suara cempreng*
ngga pengen banyak bicara, happy reading aja lah~
WARNING:
1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu
kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
2. FF ini di
buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje
3. typo
bertebaran di mana-mana.
4.saya bukan orang yang pandai membuat konflik, jadi maaf kalau konfliknya nggak dapet..
***
**
*
prev>>
“aigoo~
aku bodoh sekali. Tentu saja kau tidak baik-baik saja.” Cicitnya lagi. Ia
merangkulku, memeluk tubuhku yang bergetar hebat. Entah kenapa, di peluk
seperti ini malah membuatku semakin ingin menangis. “menangislah.. gwaenchana.
Menangislah kalau itu membuatmu lebih baik.”
Sungguh
bodoh aku jika berpikir kalau dia juga membalas rasa cinta yang sudah mulai
tumbuh ini. kalau bertanya apa boleh aku mencintai eunhyuk lagi?? Jawabannya
adalah tidak boleh. Sekarang aku tahu.
Aku
tahu...
***
Ku
buka mataku perlahan.
Berat.
Juga lengket. Rasanya mata ini tak bisa di buka. Aku terlalu banyak menangis
semalam.
Dimana
ini??
Oh
iya, aku menginap di tempat sora eonni. Sora eonni bahkan telah repot-repot
menyuruh leeteuk oppa tidak pulang ke rumah mereka agar leeteuk oppa tak melihatku
seperti ini.
Aku
bangkit dari tempat tidur. Ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi. Ku cuci
mukaku, berusaha mengurangi bengkak yang ada di mataku.
“kyorin
ah~ kau sudah bangun??” teriak sora eonni dari luar.
“oh.”
Jawabku singkat.
“pasti
matamu bengkak kan??”
“ne.”
“keluarlah.”
Ku
turuti perintah sora eonni. Ku tutupi mukaku karena malu. Pasti ia akan
menertawaiku kalau wajahku seperti ini.
“ya!!
gwaenchana. Lihatlah, mataku juga bengkak karena ikut menangis bersamamu.” Kata
sora eonni sambil tersenyum. Ku balas senyumannya.
Ia
kini duduk di sofa ruang tengah yang empuk.dan sedetik kemudian ia
menepuk-nepuk sofa itu, menyuruhku duduk di sebelahnya. Aku pun akhirnya ikut
duduk.
“pejamkan
matamu.” Kata sora eonni sambil merubah posisinya agar bisa menghadapku.
“apakau sudah nyaman dengan posisi dudukmu??
“kau
seperti akan menghipnotisku eonni ah~.” Kataku. Namun ku turuti juga
permintaannya. Ku tutup mataku dan mencari posisi senyaman mungkin. Tak lama
kemudian, ia menempelkan sesuatu yang basah dan hangat. *author: Tapi bukan
koyo ato salonpas yah?? Gila banget kalo itu salonpas*
Beberapa saat kemudian, sofa itu bergetar
perlahan. Sora eonni sepertinya juga melakukan hal yang sama. Setelah itu tak
terdengar suara apa-apa lagi.
1
menit..
5
menit..
10
menit..
“Yubo,
naneun wasseo!!!”
*author
: mau tahu seperti apa hubungannya leeteuk n sora di cerita ini, liat WGMnya
aja ya??*
Terdengar
suara namja memasuki rumah. Dan aku yakin, itu adalah suara leeteuk oppa.
Refleks, ku tegakkan badanku, dan kedua benda hangat yang ternyata kompres itu
terjatuh di pangkuanku.
Ku
lirik sora eonni. Ia melakukan hal yang sama denganku dan melirikku sungkan.
“OMO~
ada tamu?? nuguseyo?? Sepertinya aku tidak asing denganmu??” pekik leeteuk oppa
ketika melihatku dan sora eonni.
“YUBONG!!
Kau bahkan melupakan adikmu sendiri??” sora eonni beranjak dan menjitak kepala
leeteuk.
Leeteuk
mengernyit dan memiringkan kepalanya. Berpikir.
“KYORIN
AH!!” pekiknya dengan mata melotot. Refleks, sora eonni menengadahkan tangannya
untuk berjaga-jaga saat mata leeteuk oppa terjatuh.
Ku
tutupi wajahku. Pasti wajahku saat ini aneh sekali, buktinya leeteuk oppa
sampai tidak mengenaliku.
“kau
juga yubo, kenapa hari ini mata mu bengkak dan wajahmu mengembang seperti
bulan??” Tanya leeteuk oppa.
“NNGGGG!!!!”
gumam sora eonni sambil menutupi wajahnya dan menunduk dalam-dalam sepertiku.
Ia bahkan memukul-bukul leeteuk oppa pelan.
“hahaha..
gwaenchana. Kau masih terlihat cantik.” Hibur leeteuk oppa.
Aigoo~
mereka mesra sekali. Mereka berdua sungguh membuatku iri.
Ia
kemudian mencium puncak kepala sora eonni.
DEGG..
Kejadian
kemarin terlintas kembali di benakku. Wajah eunhyuk yang terlihat sangat
berbeda sedang mencium kening yeoja cantik yang menangis.
Tanpa
ku sadari, air mataku menetes kembali. Ku hapus air mata itu secepat kilat.
Namun terlambat, leeteuk oppa dan sora eonni sudah melihatnya.
“waeyo?”
gumam leeteuk oppa, namun masih cukup untuk bisa ku dengar.
“sudahlah
oppa. Jangan bicarakan itu dulu..”
“gwaenchana
eonni ah~ aku sudaah tidak apa-apa. Leeteuk oppa suamimu, kau boleh bercerita
kepadanya.” Putusku. Ku paksakan sedikit senyuman di bibirku. Namun yang
terlihat adalah cengiran aneh yang mebuat sora eonni dan leeteuk oppa salah
tingkah karena tidak enak.
“ehm,
kalian belum sarapan kan?? Ayo kita pergi makan.” Kata leeteuk oppa mengalihkan
pembicaraan.
***
Kini,
aku dan sora eonni sedang duduk berhadapan di sebuah restoran. Leeteuk oppa
sedang memesankan kami makanan.
Ku
sandarkan kepalaku di kaca restoran. Pandanganku menerawang ke jalan di luar
restoran. Kami duduk di pojok restoran yang berdindingkan kaca dan langsung
menghadap trotoar dan jalan raya.
“gwaenchana?”
tanya sora eonni khawatir.
Aku
tersenyum, ia sudah menanyakan itu ribuan kali. Ku anggukkan kepalaku.
Sebenarnya aku juga tak yakin, habis mau bagaimana lagi??
“apa..”
tanya sora eonni hati-hati. “saat itu,, saat hari pernikahanmu, kau menangis di
kamar mandi.. juga karena itu??”
Ku
belalakkan mataku. Darimana sora eonni tahu aku menangis?? Ku pikir ia hanya
mengira kalau aku kelelahan saja, makanya make upku bisa amburadul.
Aku
tak bisa menjawab pertanyaannya dan hanya bisa diam.
“jadi
begitu.” Sora eonni mengangguk-angguk. Sepertinya aksi diamku malah di buat
sora eonni sebagai kata ganti iya.
“aku
melihat mereka berdua saat akan pergi ke kamar mandi.” Kataku akhirnya.
Pertahananku sepertinya akan benar-benar roboh.
“apa
yang mereka lakukan??” kata sora eonni.
Mendengar
itu, rasanya seperti mengorek luka yang belum kering. Mungkin melihat sedikit
perubahan di wajahku, ia jadi merasa bersalah.
“tidak
usah di jawab. mianhae.” Katanya lagi.
Aku
menggeleng. Sepertinya tidak apa-apa kalau
aku bercerita kepadanya. Entah kenapa, air mata mulai mengalir satu
persatu.
“ani.
Sepertinya aku harus menceritakan semuanya pada sora eonni.” Ku teguk ludahku.
“aku melihatnya mencium hyeoyon eonni. Bla.. bla.. bla..” Aku menceritakan
semuanya dari awal sampai akhir. Dari awal bertemu eunhyuk beserta kejadian
lainnya di sungai han sampai akhirnya seperti ini. “dan kurasa, aku telah
membuat kesalahan besar. Kesalahan yang benar-benar fatal dan bisa
menghancurkan diriku sendiri.”
“kau
mencintainya??” tanya sora eonni dengan sangat pelan dan hati-hati.
Aku
hanya bisa menganggukkan kepalaku untuk mejawabnya. Aku tak sanggup
berkata-kata. Aku menundukkan kepalaku dan menangis.
Sora
eonni menganga tak percaya. Ia juga ikut mengangis. Memegang tanganku dan
mengelus pipiku sebagai seorang eonni dengan penuh kasih sayang.
“mianhae.
Aku tidak tahu kalau seperti itu jadinya. Mianhae. Kenapa kau baru cerita
sekarang?? aku jadi kelihatan seperti eonni yang jahat.” Katanya lagi.
“anieyo
eonni. Gwaencahana. Nan gwaenchana.”
“ada
apa ini??” leeteuk oppa datang dengan nampan penuh makanan. Wajahnya terlihat
kaget dan bingung.
“tolong
kau tenangkan dia. Jangan bertanya apapun. Aku ke kamar mandi dulu.” Sora eonni
bangkit. Dan ia membisikkan sesuatu di telinga leeteuk. “peluklah dia,
tenangkan dia. Hatinya sedang rapuh. lakukan peranmu sebagai oppanya. Dia butuh
tempat bersandar.”
***
Leeteuk POV
Aku
merinding mendengar bisikan sora di telingaku. aku kaget saat kembali dan
melihat sora menangis. Juga kyorin.
Apa
yang terjadi sebenarnya??? Ada rahasia apa lagi ini??
Semua
ini benar-benar membuatku bingung.
aku
duduk di tempat sora duduk dan menatap kyorin prihatin. Matanya bengkak karena
menangis. Lingkaran hitam juga menggantung di bawah matanya. Hidungnya merah.
Bibirnya terlihat habis terluka, mungkin karena ia terlalu banyak menggigit
bibirnya.
Ada
meja yang membatasi kami sehingga aku tak bisa memeluknya seperti yang di
perintahkan sora. Alhasil aku hanya bisa menepuk-nepuk punggungnya pelan dan
mengelus kepalanya.
“menangislah.
Gweanchana. Aku ada di sini.” Kataku berusaha menenangkannya. Ku gosok-gosok
lengannya untuk memberinya kekuatan.
ku
ambil tas sora dan mengambil tissue yang selalu di bawanya dan menyerahkannya
pada kyorin. Ku bantu ia menghapus air mata yang membasahi pipinya.
Bibirnya
menyunggingkan senyum dan menatapku dengan mata merahnya. “gomawo oppa.”
Ku
anggukkan kepalaku. “aku adalah oppamu, kau boleh menjadikanmu sebagai tempat
bersandar kapanpun kau mau.”
“jinja?”
tanyanya lemah. Ia tetap memaksakan menyunggingkan senyum.
“gaja!!”
tiba tiba ku lihat sebuah tangan terulur dengan cepat, menyahut tangan kyorin
dan menyeretnya pergi. Eunhyuk??
***
Eunhyuk
POV
Kepalaku
pusing sekali. Aku mabuk semalam, dan ini pertama kalinya.
Ku
kelilingi seluruh rumah, berusaha mencari kyorin. Namun tak ada. Semua
barang-barang masih terusun pada tempatnya. Itu berarti, Ia tak pulang semalam.
Cih,
begitu saja ia tak mau pulang?? istri macam apa dia??
Lalu
di mana dia sekarang?? tidak mungkin ia pulang ke rumahnya, rumahnya sudah di
jual.
Ku
sambar kunci mobil dan keluar rumah. ku keluarkan mobilku dari dalam garasi dan
pergi keluar.
Rasa
khawatir mulai menyergapku. Ku susuri jalanan seoul satu persatu.
***
Sudah
banyak jalanan ku susuri, namun aku tak kunjung menemukannya. Ku putuskan untuk
mencari kopi di restoran langganan super junior untuk menghilangkan pusing
karena mabuk.
Ku
berhentikan mobilku dan mematikan mesinnya. Tiba-tiba ku lihat sesuatu yang
menarik perhatianku.
Kyorin.
Benar,
itu kyorin. Di depannya ada seorang namja yang sangat familiar bagiku. Leeteuk
hyung??
Bahkan
ia mengelus pipi kyorin dan menepuk tangannya. Wjah kyorin terlihat buram,
namun aku bisa melihat kalau dia tertawa.
ku
rasakan hatiku mulai bergejolak. Darahku serasa mendidih. Ku biarkan emosiku
meluap hingga ke ubun-ubun.
Kyorin
bahkan menggoda hyungku juga. Dan leeteuk juga menanggapinya?? Lalu apa arti
sora nuna baginya??
Sungguh,
aku kecewa. Dengan kyorin juga leeteuk hyung. Mereka benar-benar menusukku dari
belakang.
Ku
buka pintu mobil dan masuk ke dalam restoran. Ku hampiri meja. Terlihat leeteuk
hyung menoleh padaku dan kaget. Terlihat bibirnya menggumamkan namaku pelan.
Tanpa menunggu apa-apa lagi, ku genggam tangan kyorin erat dan menarinya
keluar.
Terasa
ia memberontak, berusaha melepaskan genggaman tanganku.
“ya!!
Waeyo!! ini sakit!!” bisiknya tajam. Namun aku tak peduli. Ku masukkan ia ke
dalam mobil. Dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi.
***
Kyorin
POV
Tanganku
terasa nyeri. Terdapat bercak merah bekas genggamannya.
Air
mataku mengalir tanpa henti.
Kenapa
hyukjae jadi kasar seperti itu??
Apa
memang begitu sifat aslinya??
“WAE!!
WAE!! NA WAE??” teriakku. “aku bukan cinderella yang bisa dengan mudah
diperlakukan tak adil!! Aku juga bukan putri salju yang bisa seenaknya di
tipu!!”
Diam.
tak ada jawaban. Ku lirik wajahnya. Matanya merah dan rahangnya mengatup keras.
“YA!!
Apa memang seperti ini dirimu yang sebenarnya??” tanyaku lagi. Sungguh, aku tak
suka diperlakukan seperti ini. yang pantas melakukan seperti ini seharusnya
aku.
“OO!!
Inilah diriku!! Kau yang membuatku jadi seperti ini!! yeoja lain di dunia
memang sama saja!!” bentaknya tak kalah keras.
Ia
menepikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi.
“NA??
NA WAE?? APA YANG KU PERBUAT??” tanyaku tak terima. Air mata mengalir.
“BUKANKAH
KAU BERSELINGKUH DI BELAKANGKU??”
MWO??
Selingkuh?? Sebenarnya siapa yang selingkuh di sini?? Mencium yeoja lain itu
bukan selingkuh??
“YA!!
Berkacalah pada hidupmu!!” bentakku sambil terisak. “sebenarnya yang selingkuh
itu siapa??”
Diam.
tak ada jawaban.
“melumat
bibir yeoja lain di tangga darurat itu apa namanya?? Lalu mencium kening yeoja
lain yang bukan istrinya di koridor kantor itu juga apa?? HAH!!”
Ia
terbelalak lalu memandangku tak percaya.
“kau
melihatnya??” tanyanya tak percaya.
“apa
kau kira aku yeoja buta yang tak tahu apa-apa?? Kau kira apa hatiku tidak sakit
melihatmu seperti itu!!!” jeritku.
“MWO??
Hatikulah yang lebih sakit!! Aku selalu di duakan yeoja!! Kau juga menduakanku,
bahkan dengan 2 namja berbeda sekaligus. DAN HYUNGKU ADA DI ANTARANYA!!”
bentaknya keras. Air matanya juga telah membanjiri pipinya.
“AKU
SELINGKUH?? Dengan hyungmu?? Leeteuk oppa maksudmu??” ku hembuskan nafasku. ini
lucu sekali. “lalu siapa lagi namja satunya??” pancingku.
“kau
bahkan berkencan dengan namja lain di bawah pohon. Kau kira itu romantis??”
“cih,
kau CEMBURU??” ku tekankan kata cemburu itu. Matanya membelalak lagi menatapku.
“apa yang kau harapkan dari PERNIKAHAN YANG TIDAK DIINGINKAN INI??”
Hatiku
hancur. Sungguh, perkataanku sendiri telah menyayat-nyayat hatiku. Ku putuskan untuk membuka pintu mobil dan
pergi.
Namun
hyukjae ikut keluar dan berusaha membuntutiku.
“YA!!
EODIGA??” tanyanya marah tapi tetap tak ku hiraukan.
Ku
rasakan ia menarik tangan kananku ke belakang, namun ku rasakan juga sesuatu mencengkeram tanganku.
“LEPASKAN!!”
kata seorang yang menggenggam tangan kiriku. Refleks, ku tolehkan kepalaku. Joo
inho?? “kau bahkan tak punya etika terhadap wanita!!”
“Neon
nugu!! Jangan ikut campur!! Cepat lepaskan tangannya!!” bentak eunhyuk.
“andwae!!!
Aku tak bisa melepasnya!!”
Astaga
joo inho, apa yang dia lakukan?? Dia telah memasukkan dirinya sendiri ke lubang
monyet.
“WAE!!”
bentak eunhyuk semakin marah. Ia lalu memicingkan matanya, kemudian tersenyum
meremehkan. “ah!! Bukankah kau teman
kencannya??”
Tak
ada jawaban dari inho. Tapi kini ia memandang eunhyuk tajam.
“wae??
Aku benarkan??” tanya eunhyuk bangga. “kau mencintai kyorin??”
DEGG..
hatiku benar-benar sudah tidak karuan. Bagaimana dia bisa bilang seperti itu
pada temanku?? Aku baru saja punya teman!!! Aku tak punya teman seumur hidupku.
“kalau
aku menjawab iya, apa yang kau lakukan??” jawab inho sambil menatap eunhyuk
tajam. “aku yang mengenalnya lebih dulu selama bertahun-tahun. Aku yang lebih
dulu menyukainya selama bertahun-tahun!! Tapi tiba-tiba kau datang dan merebut
semuanya!!” bentak inho pada eunhyuk.
Aku
kaget. Sungguh aku kaget. Ku tatap inho. Tak ada tatapan kebohongan sedikitpun
di sana. Apa benar dengan apa yang dia katakan??
Ku
lirik eunhyuk takut-takut. Rahangnya mengatup keras. Matanya merah
berkilat-kilat. Ia menghempaskan tanganku dan pergi dengan mobilnya dengan
kecepatan tinggi.
Lutut
ku terasa lemas. Aku pun merosot dan terduduk di atas trotoar yang sepi itu dan
menangis. Tak ada yang bisa kulakukan, ani, tepatnya aku tak tahu apa yang
sebaiknya aku lakukan.
Joo
inho berjongkok di sampingku, memungguiku yang sedang menangis sampil
menepuk-nepuk peunggungku.
“huft..”
setelah beberapa lama, ku tarik nafasku, berusaha untuk menstabilkannya
kembali. Inho menarikku untuk berdiri dan mendudukkanku di sebuah kursi taman.
“aku
akan membelikanmu minum. Tunggulah di sini.” Katanya. Ia pun berlalu.
Aku
hanya diam. pandanganku menatap ke arah jalanan yang sepi itu. Sungguh
beruntung, tak ada yang lewat di sini.
Kalau ada orang yang lewat dan berpikiran yang tidak-tidak, habislah
hidupku jika di bawa ke rumah sakit jiwa.
Inho
kembali sambil menyodorkan sebotol air mineral padaku. Ku terima botol itu dan
menenggaknya sedikit.
“kau
terlihat kacau kyorin ah~” kata inho prihatin.
“apa
maksud dari perkataanmu tadi??” tanyaku tiba-tiba. Entah kenapa, aku berkata
seperti itu. Ini di luar kendaliku.
Inho
duduk di sebelahku. Ia mendengus, kemudian meringis sakit. “kau pasti tidak
pernah sadar ya??”
Aku
hanya diam. menunggu apa yang sebenarnya ia mau bicarakan.
“cih,
sepertinya kau memang tidak sadar. Aku telah memperhatikanmu sejak awal kita
bertemu, pada semester 1. Karena terlalu banyak memperhatikanmu, akhirnya aku
jadi menyukaimu. Namun kau tak pernah melirikku sedikitpun. Ku coba dengan
berbagai macam cara. Semua orang di universitas bahkan kenal denganku. Hanya
kau yang tidak. Sudah bertahun-tahun aku mengejarmu, kau tak pernah melihatku
sedikitpun.” Katanya sambil tersenyum miris.
Aku
hanya melongo dan membelalak tak percaya.
“wae??
Kau tak percaya??” tanyanya. Sepertinya ia bisa membaca pikiran orang lain. Apa
dia punya jin?? “aku juga tak percaya saat aku mendapat kabar bahwa kau sudah
menikah dengan namja lain. Itu benar-benar membuatku terpuruk. Beberapa nilaiku
bahkan menurun.”
Aku
hanya bisa diam dan melongo. Sungguh kaget sekaget kagetnya.
“namun
sekarang sepertinya aku mempunyai semangat lagi untuk merebutmu dari namja itu.
Dia tak pantas untukmu. Kau pasti merasa tersiksa dengan semuanya.” Desisnya
yang sukses bembuatku menatapnya, membelalak tak percaya dengan apa yang ia
katakan.
“andaisaja
aku lebih dahulu mengenalmu. Andaikan kau yang lebih dahulu dari pada lee
hyukjae. Semuanya pasti berbeda.” Gumamku yang di sambut senyuman oleh inho.
“itu
semua belum terlambat. Aku tahu Kau dan aku masih bisa merubahnya.” Kata inho
mantab.
Aku
hanya menundukkan kepalaku. Merasa bingung dengan semua ini. Apa kau tahu apa
yang ada di dalam hatiku inho ah?? Ku rasa ini akan sulit.
Andaisaja
kau mengerti apa yang ku pikirkan dan yang ada di hatiku.
Namun,
kurasa Kau tidak tahu inho ah,, dan kau tidak akan tahu..
TBC~
hahaha..
pendek yak??
mianhae~ authornya benar-benar sedang ujian..
minta doanya yak, biar dapet nilai sempurna!! amin!!
biar di beri kemudahan buat ngerjainnya..
yang sedang sama-sama berjuang, HWAITING!!!^^



