kali ini authornya lagi kurang kerjaan..
ada nggak ya yang pengen tau wujud[?] dalam FF ini??
cekidot!!
1. Puppy eyes kyorin
ini adalah gambaran puppy eyes milik kyorin, waktu itu pernah muncul waktu adegan di dalam mobil
2. Kyorin's wedding dress
3. kyorin's wedding veil
4. EunKyo's wedding ring
Tittle:
Andante
Author:
kyutukyupret
Main
cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre:
seadanya
PG: 15 ato 16 lah..
Length : 6/?
WARNING:
1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu
kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
2. FF ini di
buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje
3. typo
bertebaran di mana-mana.
4. di part inisaya tidak tahu ada istimewanya apa nggak, yang jelas udah mulai nggak ada lucu-lucunya lagi..
*sujud penghormatan*
maafkan saya, baru sempet share sekarang karena saya sedang sibuk. T_T
saya juga minta maaf, kayanya kemarin authornya lagi error soalnya tanya ada yang nungguin apa enggak segala..
saya tidak bisa banyak bercuap-cuap[reader: trus yang di atas sedikit??] yang jelas, authornya mo minta doa biar ujiannya lancar.. amin..
cekidot!!
****
***
**
*
Prev>>
“joha~”
bisiknya di sela-sela ciumannya.
Kenapa
kau melakukan ini lee hyukjae?? Aku jadi mencintaimu lagi. Bolehkah?? Apa boleh
aku menarik janjiku kembali untuk tidak menyukaimu??
***
Kyorin
POV
Ini
sudah pagi..
Kepalaku
masih sedikit pusing, tapi sudah merasa lebih baik dari pada kemarin. Di mana
ini??
Oh
iya, aku sudah pindah ke tempat monyet mesum itu.
Kenapa
bantal di sini aneh sekali bentuknya?? Kecil, tapi panjang. Ku buka mataku
dengan paksa. Nampak seorang monyet, ani, sesuatu yang sedikit lebih tampan
dari monyet berada di depan wajahku. Eunhyuk?? OMO~ apa yang kemarin terjadi??
Perlahan,
kepingan-kepingan bayangan tentang kemarin malam mulai berputar kembali di
benakku. Kami berciuman sangat lama. Ya ampun!! Apa yang tlah ku lakukan??
Dimana harga diriku?? Aigoo~
Ku
rasakan wajahku memanas. Sepertinya wajahku mulai memerah. Bulu kudukku juga
berdiri dan dadaku berdesir. Membuatku ingin meringkuk dan meremas hatiku.
“kenapa
wajahmu merah seperti itu??” kata eunhyuk. Refleks ku palingkan pandanganku
kepadanya. Matanya terpejam. Aneh, darimana dia tahu wajahku merah?? Dia
penyihir??
Ia melingkarkan tangannya di pinggangku,
membuat mataku membelalak.
“aish~
apa yang kau lakukan!!!” kataku ketus. Ku singkirkan tangannya dan bangkit dari
tidur.
“kau
malu?? Aish~ bahkan kita kemarin hanya berciuman. Bagaimana jika kemarin
kita..”
“diamlah
hyukjae-ssi!!”
“jangan
panggil aku seperti itu!!”
“ara!!
Kalau begitu, diamlah monyet yadong!!”
“awas
kau timun mas!!!” katanya. “ya!! timun mas, kau harus bertanggung jawab!!
Kepalaku sangat pusing sekarang!!!” ia mengubah posisi tidurnya dan menarik
selimutnya lebih tinggi.
“salahmu
sendiri!!” balasku. Ku kuncir rambutku dan beranjak menuju dapur. “aku lapar!!
Kau mau sarapan apa??”
“memang
kau bisa masak??” tanyanya dengan nada meremehkan.
“cih,
kau mau menantangku atau apa?? Sudahlah!! Jangan banyak bicara!! Kau mau
sarapan apa??
“terserah
kau saja.” Teriaknya.
“aish~
bagaimana bisa di sini hanya ada ramyun??” rengekku saat melihat isi kulkas
yang kosong melompong dan hanya ada ramyun instan di lemari.
“ini
rumah baru!! Tentu saja belum ada isinya!! Sofa saja tak punya.” Teriaknya
lagi.
Ku
edarkan pandanganku ke sekeliling rumah kecil ini. lalu mulai melihat-lihat
beberapa ruangan. Hanya ada 2 kamar dan kamar mandi di dalamnya, dapur dan
pantry, ruang tamu dan ruang tengah yang masih kosong juga sebuah ruangan lagi
yang tak tahu akan di buat apa.
Benar
juga katanya, rumah ini benar-benar masih baru.
“aish~
bagaimana bisa kau hanya membeli keperluan kamar tidur??” balasku.
Ku
langkahkan kembali kakiku ke dapur dan mulai memasak. Karena hanya ada ramyun
dan beras, Alhasil, aku hanya bisa memasak nasi dan ramyun pagi ini. untung
saja ada rice cooker, peralatan masak dan makan, juga kompor.
Dan
Hualla!! Akhirnya matang juga.
“ya!!
Monyet yadong!! Cepatlah makan!!” teriakku dari dapur. Dengan malas, eunhyuk
berjalan keluar dari kamar tidur. Wajahnya sedikit pucat. “apa kau tak kerja
hari ini??”
“aku
masih libur.. kenapa kau mengharap sekali aku pergi kerja?? Kau mau
berselingkuh di belakangku??” tanyanya curiga. Ia kemudian duduk di sebuah
kursi di samping meja pantry.
“ani~
hanya saja aku butuh uang untuk belanja.” Jawabku.
“dasar
yeoja matre.”
“dasar
namja pelit!!” ku julurkan lidahku. “kau sakit??”
“ne.
Aku sakit gara-gara menciummu kemarin malam. Bahkan sepertinya semua virusmu
itu berpindah kepadaku. Kepalaku pusing.”
Seketika
bayangan-bayangan itu terlintas lagi. Membuatku wajahku kembali terasa panas.
Ku gidikkan bahuku.
“salah
sendiri, siapa suruh kau berbuat hal-hal seperti itu. Dasar monyet yadong!!”
“aish~
lagipula kau juga menikmatinya kan??”
“jangan
banyak bicara dan makanlah!!” bentakku. Aish~ kenapa di sini panas sekali??
Ku
langkahkan kakiku untuk pergi dari hadapannya. ku rasa menghindarinya akan
lebih baik sekarang.
Aku
mengganti bajuku dan memakai coat yang ku ambil sembarangan dari lemari. Ku
rapikan kunciran rambutku dan pergi keluar.
“mau
pergi kemana??” tanyanya.
“aku
mau belanja. Kau istirahat saja di rumah.”
“tunggu!!”
“apa??”
“belikan
aku stroberi.”
“iya.
Aku tahu.”
“tunggu!!
“susu
stroberi kan?? Semua serba stroberi?? Aku tahu!! Aku juga menyukainya.”
“tunggu!!”
“YA!!
Apa yang kau inginkan?? Aku harus segera pergi!!”
“kenapa
kau buru-buru sekali?? Aku hanya ingin bilang, yang kau pakai itu adalah COAT
MILIKKU!!!”
“MWO??”
ku koreksi kembali apa yang ku kenakan. Aish~ memalukan. “aku mau pinjam.”
“kau
yakin??”
“ne.”
Jawabku tak yakin. Ku putuskan untuk segera pergi. “galkke!!”
***
Aku
berjalan menuju supermarket besar. Sepanjang jalan, beberapa yeoja SMA dan
mahasiswi yang ku lewati berbisik-bisik tak jelas sambil melihatku yang memakai
coat laki-laki yang sedikit kebesaran. Sungguh, aku seperti harry potter yang
memakai coat milik hagrid. EOMMA~ aku tenggelam!!
Tiba-tiba
seseorang menarikku ke dalam sebuah gang sempit. Siapa itu?? Apa aku di culik??
Ku
lihat orang yang menarikku yang ternyata adalah seorang namja. Ia memakai
masker hitam dan topi seperti seorang penculik. Atau city hunter?? OMG!!
Ia
kemuadian menarik-narik coatku dan berusaha untuk melepasnya. Ani!! Dia bukan
city hunter!! Dia orang yadong?? EOMMA!!!!
“AAAAAAMMMPPHHH...!!!”
teriakku tertahan karena namja itu telah membekap mulutku.
“YA!!
Kenapa kau berteriak??”
Suara
itu?? Bukannya itu suara..
“hyukjae??”
bisikku lemas karena kaget.
“ne!!
Ini aku!!” bisiknya sambil membuka maskernya dengan kilat dan menutupnya
kembali. “Sekarang lepas coat itu!! Kau memalukan sekali!!”
Eunhyuk
melepas coat warna cokelat yang ku pakai dan memakaikan coat warna krem berbulu
kepadaku. Bahkan ia mengkancingkan dan mengikatkan talinya. Setelah selesai, ia
memakai coat warna cokelat yang tadinya ku pakai.
“begini
kan lebih bagus. Apa kau tak malu di lihat banyak orang seperti tadi??”
bentaknya lirih. “gaja!!”
“eodi??”
tanyaku dengan tampang polos karena masih kaget dengan perlakuannya yang
tiba-tiba ini.
“bukankah
kau mau belanja?? Aigoo~ apa kau amnesia??” sindirnya. Ia kemudian menggandeng
tanganku dan menarikku pergi.
“kau
kan sakit??”
“memang
orang sakit tak boleh belanja??”
Ku
putuskan untuk diam saja. Sebenarnya bukan ku putuskan untuk diam saja, tapi
aku memang tak bisa bicara. Entah kenapa, tiba-tiba ini semua membuatku gugup.
Tangannya menggenggam tanganku erat. Hangat. Padahal angin musim dingin mulai
berhembus.
Sepanjang
perjalanan ke M-departement store, ia tetap menggandeng tanganku. bahkan
beberapa orang mulai melirik kami curiga. Terlebih karena topi dan masker yang
ia pakai.
***
Eunhyuk
POV
Sungguh,
belanja dengan seorang wanita sangatlah sangat sangat kuadrat menyebalkan.
Kenapa wanita selalu di ciptakan seperti itu??
Tapi
jika di bandingkan dengan hyeoyon, aku lebih suka berbelanja dengan kyorin.
Jauh lebih menyenangkan dan aku masih di anggap ada. Kalau dengan hyeoyon, aku
akan diabaikannya. Mungkin lebih tepatnya aku di gunakan sebagai obat nyamuk.
Sudah
1 jam yang lalu aku sampai di rumah. Kini aku berbaring di kamar. Kepalaku
semakin pusing dan dinginnya mulai terasa menusuk tulang.
Entah
apa yang kyorin lakukan di luar sana, aku tak peduli lagi.
Terdengar
pintu kamar di buka. Sebuah langkah kaki terdengar mendekat. dan aku yakin itu
kyorin.
“ya!!
Monyet?? Kenapa kau malas sekali?? Ayo kerja, bantu aku mengatur rumah ini..”
rengeknya. Dasar istri tidak pengertian. Bagaimana bisa suaminya sedang sakit
malah di suruh kerja begitu??
“aku
sakit..” rintihku dengan suara serak yang memang tak ku buat-buat. Itu genuine
dari tenggorokanku.
“Mwo??
Ah~ bilang saja kau tak mau membantuku.” Katanya. Ia mulai beranjak pergi. Ku
tarik tangannya dan ku tempelkan tangannya itu di dahiku. “astaga!! kau
sakit??”
“apa
kau benar-benar menderita amnesia?? Atau alzheimer?? Aku baru saja
mengatakannya!!” bentakku gemas.
Ia
lantas duduk kembali. Dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
“apa
yang harus ku lakukan??” tanyanya. “ah~ aku bertanya saja pada leeteuk oppa!!”
“MWO??
Leeteuk?? Shirheo!!”
“wae??”
“kenapa
leeteuk lagi?? Menyebalkan. Jangan dekat-dekat dengan leeteuk. Itu bisa jadi
skandal.” Balasku.
“aku
sudah menganggapnya sebagai oppaku!! Kalau begitu aku telepon nari eonni saja
ah.” Ia beranjak dari kasurku.
Ku
tarik kembali selimutku yang sempat tersibak karena menarik tangannya tadi.
Ku
pejamkan mataku, berusaha untuk tidur.
***
Kyorin
pergi. Ia berpamitan padaku untuk membeli bunga lily.
Untuk
apa bunga lily??
Memangnya
aku mati??
“YA!!
Kyorin ah!! Kenapa kau kurang ajar sekali??”
Tak
ada jawaban. Rupanya ia sudah pergi.
1
jam..
2
jam..
4
jam..
1
hari..
1
minggu..
Kenapa
kyorin tak kunjung kembali??
Aku
bahkan tak pernah makan dan penyakitku semakin parah. Ku lihat tubuhku, kurus
kering seperti kakek-kakek. ASTAGA!!!
“Kyorin
ah~ KYORIN AH!!”
***
Kyorin
POV
“Kyorin
ah~ KYORIN AH!!”
Aku
sedang memasak bubur. Terdengar suara memekik dari kamar. Dengan cepat ku
matikan kompor dan melesat ke kamar untuk mengetahui apa yang terjadi.
Kenapa
ia memanggilku seperti itu??
Ku
longokkan kepalaku ke dalam dan setelah yakin tak ada apa-apa, akhirnya aku
masuk ke dalam.
Terlihat
hyukjae berbaring lemah. Wajahnya pucat dan peluhnya mengalir deras, sebesar
biji jagung. Ku usap keringatnya itu dengan tissue.
“ya,,
hyukjae ssi?? Kenapa kau memanggiku seperti itu??” ku goyang-goyangkan tubuhnya
pelan. Perlahan kelopak matanya terbuka dan menatapku. Sedetik kemudian, ia
membelalakkan matanya dan memelukku erat.
“jangan
tinggalkan aku. Yaksok??” tanyanya lirih.
Refleks,
ku anggukkan kepalaku.
“sekarang,
makanlah dulu. Aku juga sudah membelikanmu obat.” Kataku. Aku pergi mengambil
bubur dan obat di dapur. Dan kembali lagi.
“aku
sakit!! Kau seharusnya menyuapiku.” Protesnya. Bukankah dia bilang sedang
sakit?? Kenapa dia tetap menyebalkan sekali??
Akhirnya
ku turuti permintaannya. Dengan setengah hati, ku suapi mulutnya dengan bubur
buatanku yang aku pun tak bisa menjamin rasanya.
Ajaib~
ia bahkan menghabiskan semua bubur buatanku dan menenggak obat super pait yang
ku beri.
“aku
mimpi buruk tadi. Jebal, jangan tinggalkan aku.” Ia mencenngkeram tanganku
erat. Aku bahkan tak bisa melepasnya.
Alhasil,
aku hanya menghabiskan waktuku berjam-jam untuk duduk menunggunya sampai
akhirnya mataku ikut berat dan ikut tertidur di sampingnya dengan posisi duduk.
***
Kyorin
POV
Sudah
2 hari berlalu, semua kegiatan mulai kembali seperti biasa. Eunhyuk sudah
kembali sehat setelah menyusahkanku dan akhirnya kini mengikuti aktivitasnya
sebagai personil super junior dan aku juga kembali menjadi mahasiswi tingkat
akhir di kyunghee jurusan film.
Menjadi
mahasiswi tingkat akhir..
Sungguh,
itu adalah hal yang menyebalkan. Menjadi mahasiswi tingkat akhir maka akan semakin
banyak tugas dan tesis yang akan di berikan, belum lagi tugas akhir *kaya
skripsi* yang harus ku buat. Walaupun di kerjakan berkelompok, tapi tetap saja
itu sesuatu yang berat. Bayangkan saja, membuat film yang berdurasi 2 jam.
Seperti
sekarang ini, dosenku telah memberiku tugas untuk membuat proposal tugas akhir.
Dan sebentar lagi, pengumuman pembagian kelompok akan di umumkan di papan
pengumuman fakultas perfilman. Aish~ aku bahkan tak cukup dekat dengan
teman-teman sekelasku.
“baiklah,
kita akhiri pelajaran kali ini. setelah ini, kalian bisa melihat kelompok
kalian dan tema yang menjadi tugas kalian di papan pengumuman dan berdiskusi
dengan teman kelompok kalian pada jam berikutnya.” Kata profesor jung. Ia
kemudian pergi dengan tas besarnya.
Seisi
kelas mulai berhamburan seperti semut yang sarangnya di semprot air. Hanya
saja, tujuan mereka semua sama, yaitu melihat tugas dan partner kerja mereka.
Papan
pengumuman sudah sangat ramai. Bahkan aku harus ikut berdesak-desakan untuk
melihat tugasku itu. Tiba-tiba seseorang menarik tanganku. aish~ kenapa
semuanya hobi sekali menarik tanganku?? untung aku bukan barbie.
“namamu
shin kyorin kan??” kata seseorang tiba-tiba. Sepertinya dia yang menarik
tanganku. siapa dia?? Karena bingung, ku anggukkan saja kepalaku. “kau
sekelompok denganku.”
“ah??
Benarkah??”
“ya.
Dan ada dua orang lagi yang belum ku temukan.”
“bagaimana
kau bisa tahu itu aku?? Sepertinya kita belum pernah bertemu.” Kataku.
“mwo??
Bagaimana bisa tidak pernah bertemu?? Kita bahkan selalu sekelas.” Katanya
tertawa-tawa.
“benarkah??
Jeosonghamnida.” Ku garuk-garuk leherku sedikit malu. “lalu kenapa kau masih
bertanya namaku??”
“ani,
aku hanya memastikan margamu adalah shin.” Jawabnya.
“YA!!
JOO INHO!!” bentak seseorang yang sepertinya baru saja keluar dari kerumunan
itu. Kemudian, orang yang ada di depanku ini melambaikan tangannya. Jadi
namanya inho??
“dia
teman satu kelompok kita.” Kata inho tanpa di minta. Aku hanya
mengangguk-anggukkan kepalaku.
“kita
satu kelompokkan?? Aish~ dewi fortuna memang sepertinya memang berpihak
kepadaku. Beruntung sekali aku bisa satu kelompok denganmu.” Kata orang yang
memanggil inho tadi. “aku sudah meng-sms sujin. Jadi kau yang bernama shin
kyorin??”
“ah~
ne. Bangapseumnida.” Sapaku.
“jangan
terlalu formal. Kita ini kan teman. Aku yeonwoo. Lee yeonwoo.” Ia mengacungkan
tangannya pengajakku bersalaman. Ku sambut tangannya.
Kemudian
terdengar bunyi telepon yang berdering. Sepertinya aku pernah mendengar lagu
itu. Super junior??
“yeoboseyo??
... ne.. kalau begitu aku dan yang lainnya akan ke sana... ne, aku sudah
bertemu mereka... ara~ ne chagi.
Annyeong?” sahut yeonwoo ketika ia menjawab teleponnya. Setelah menekan layar
ponselnya kilat, ia kemudian memasukkannya ke dalam saku celananya. “ayo, sujin
sudah menunggu kita di depan, di bawah pohon ek.”
“sujin
itu pacarmu??” aigoo~ apa yang ku katakan?? Rasanya tak pantas jika baru
bertemu bertanya seperti itu. Ku tepuk-tepuk mulutku, merutuki kebodohan yang
telah ku lakukan. “jeosonghamnida..”
“gwaenchana.
Aku memang berpacaran dengannya setahun yang lalu. Ku pikir semuanya sudah
mengetahui hubunganku dengannya.” Kata yeonwoo sambil menggaruk-garuk
kepalanya.
“shin
kyorin adalah pengecualian. Bahkan dia tidak mengenalku.” Timpal inho.
“jinjja??
Kau tak tahu inho?? Semua orang di jurusan perfilman saja mengenalnya, tapi kau
yang teman sekelasnya tak kenal?? Omo~” kata yeonwoo lagi. Aku hanya
menanggapinya dengan senyum malu.
“sudahlah,
gaja!! Kasihan sujin jika terlalu lama menunggu.” Ajak inho.
Aku
dan yeonwoo menurutinya. Kami bertiga berjalan beriringan menuju halaman depan
kampus ini.
Terlihat
seorang yeoja yang duduk sendirian di bawah pohon melambai-lambaikan tangannya
sambil memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Rambutnya panjang di keriting
gantung. Modis sekali. Sepertinya dialah yang bernama sujin.
“annyeonghaseyo..”
sapa sujin saat kami bertiga sudah berada di depannya. Aku dan inho membalas
sapaannya. Hanya yeonwoo yang tidak.
Kami
pun duduk bersama di bawah pohon ek yang rindang. Mengobrol banyak hal, juga
tentang tugas akhir kami. Tak jarang kami juga tertawa.
“ehm,
ku rasa jika di temani kopi akan lebih baik. Sujin ah~ ayo kita beli makanan
ringan juga??” tanya yeonwoo. Yang di tanya pun mengangguk. Mereka pun bangkit
setelah bertanya tentang apa yang aku dan inho inginkan.
***
Author
POV
“aish~
kuliah hari ini membosankan.” Seorang namja yang tak lain dan tak bukan adalah
raja setan keluar dari fakultasnya. Karena kelasnya sudah usai, ia memutuskan
untuk pulang.
Saat
melewati halaman depan, matanya menangkap sesuatu yang aneh.
“bukankah
itu kyorin nuna?? Kenapa dia bermesraan dengan namja di bawah pohon seperti
itu?? Tertawa-tawa pula.” Gumam kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia kemudian
mengeluarkan ponselnya. Entah ada angin apa, tiba-tiba ia memotret kyorin dan inho
yang sedang mengobrol.
“ah~
ku kerjai saja monyet hyung?? Bukankah itu ide yang bagus??”
Kyuhyun
segera menekan-nekan ponselnya dan mengirim pesan kepada eunhyuk.
Hyung,
istrimu selingkuh..
Ia
mengirim pesan dan gambar itu pada eunhyuk, lalu tertawa evil.
***
Kyorin
POV
Di
mana ya bukuku??
Kini
aku sudah pulang ke rumah untuk mencari buku itu. Aku harus menemukannya jika
ingin mengerjakan tugas akhir. Buku itu setebal dinding, harusnya aku bisa
menemukannya dengan mudah.
Kapan
terakhir kali aku menggunakannya??
AA!!
Sungai han!!
Aigoo~
eottokhae??
Apa
eunhyuk membawanya?? Ku coba untuk memberinya pesan, namun tak kunjung di
balas. Apa aku telepon leeteuk oppa saja??
Tak
ada salahnya kalau di coba.
“yeoboseyo??”
jawabku ketika telepon tersambung. “oppa, apa
kau tahu buku kuliahku yang tebal?? Yang Setebal dinding itu?? Dulu
pernah ku gunakan untuk melempari eunhyuk di sungai han... sora nuna akan
mengantarku mengambilnya?? Di kantor SM?? Ara~ ne.. gamsahamnida~” kataku. Ku
akhiri panggilan tersebut dan bergegas menuju kantor SM.
Ketika
sudah sampai, sora nuna terlihat sedang menunggu seseorang. Dan seseorang itu
tentu saja aku. Ia lebih dulu sampai karena rumahnya memang tak sejauh rumahku
dan eunhyuk.
Setelah
berbasa-basi sedikit, Kami pun memasuki kantor SM itu bersama.
***
Eunhyuk
POV
Ah~
melelahkan.
Aku
harus membantu menciptakan gerakan baru lagi untuk lagu baru kami.
Setelah
selesai, ku hampiri tasku yang berada di pojok ruangan dan mengambil ponselku.
5
messages.. 2 misscall..
Leeteuk
hyung meneleponku 2 kali.
Ada
sms dari kyorin 2 kali. Isinya menanyakan buku kuliahnya yang hilang dan ia
akan makan siang dengan temannya.
Sms
dari hyeoyon 2 kali juga. Mwo?? Dia ingin bertemu?? Tak jelaskah ucapanku kala
itu??
Kyuhyun??
Tumben sekali??
Apa
ini??
Hyung,
istrimu selingkuh..
Ku
perbesar gambar yang di kirimkannya. Jantungku serasa berhenti melihat gambar
itu. Terlihat kyorin sedang duduk dan tertawa-tawa di bawah pohon, dengan
seorang namja.
Jadi
ia akan makan siang dengan namja ini?? siapa dia??
Entah
kenapa, emosiku naik ketika melihat gambar ini. serasa ingin meledak. Yang
jelas, hatiku sakit. Yang ini lebih sakit karena aku mengalami yang kedua
kalinya. Dulu hyeoyon, sekarang kyorin yang ku kira baik ternyata juga
manusukku dari belakang.
Apa
semua yeoja seperti itu??
Ku
kepalkan tanganku dan ku pukul dinding sekeras-kerasnya. Suara bedebum keras
menggema. Di ruang latihan kosong yang hanya berisi diriku.
Sakit.
Tanganku sakit. Hatiku juga.
“ARRRGGHHH...!!”
ku rasakan mataku panas. Aku menangis?? Tidak sepantasnya aku menangis. Aish~
J*s**k *umpatan*
Oppa
ada di ruang latihan, kau saja yang ke sini, kita bertemu di depan ruang
latihan.
Send..
***
“oppa~”
panggilnya manja. Ku dongakkan kepalaku.
Matanya
memerah. Ada lingkaran kehitaman di sana, namun sudah tertutupi dengan make up
yang digunakannya.
“ada
apa??” tanyaku.
“aku
ingin memutar waktu oppa~ aku ingin kita kembali seperti dulu lagi oppa.
Sungguh, dulu aku bodoh karena menduakanmu. Menyia-nyiakanmu oppa~ sungguh aku
bodoh~” air matanya kembali mengalir dengan deras. Ia bahkan mulai
memukul-mukul kepalanya sendiri. “aku pantas mendapat hukuman oppa!!”
Ku
tahan tangannya agar ia berhenti memukuli dirinya sendiri. Entah kenapa, hatiku
sakit melihatnya seperti ini. ia mendongak, berusaha menatapku. Ku balas
tatapannya tajam. “jangan seperti ini hyeoyon ah~ jebal~ jangan seperti ini~
kau menyakiti dirimu sendiri.”
Air
mataku yang sejak tadi ku bendung ikut mengalir.
“tapi
aku sudah menyakiti perasaan orang sebaik dirimu oppa!! Sudah sepantasnya aku
mendapatkan hukuman!! Atau kau mau memukulku oppa?? Ayo pukul aku!!” katanya
lagi sambil mendorong tanganku untuk memukulnya. Ku tahan tanganku.
Ku
tarik tubuhnya kedalam pelukanku, dirinya terlihat sangat rapuh saat ini. ku
peluk tubuhnya erat. Mencoba merasakan sakit hatinya.
Tiba-tiba
terlintas bayangan tentang gambar itu lagi. Gambar kyorin dan namja itu. Hatiku
jadi semakin sakit.
Kyorin!!
Ku
lihat dirinya mematung di ujung koridor. Entah kenapa, malah membuatku
mempunyai dorong untuk balas dendam.
Ku
cium kening hyeoyon penuh arti.
Ia
pergi.
***
Kyorin
POV
Aigoo~
akhirnya aku sudah menemukan bukuku. Ternyata dulu mereka menggunakan bukuku
untuk mencari dan melacak identitasku dan tidak sempat mengembalikannya. *baca
part 1*
Buku
setebal dinding itu kini sudah di tanganku.
Kata
orang yang di dalam kantor tadi, eunhyuk sedang berada di sini juga, di ruang
latihan. Apa boleh aku menemuinya sebentar??
Tentu
saja boleh, aku istrinya.
“sora
eonni, ayo kita temui eunhyuk dulu??” ajakku pada sora eonni.
“ne,
akan sangat tidak sopan bila kau langsung pergi.” Respon sora eonni.
“ruang
latihan ada di mana eonni??”
“kita
turun ke lantai dua.”
Aku
berjalan beriringan bersama sora eonni. Melewati koridor-koridor. Sora eonni
berjalan beberapa langkah di depanku.
Tiba
di ujung koridor, ia berhenti. Tubuhnya menegang. Saat aku hampir sampai di
dekatnya, ia berbalik dan mengajakku pergi.
“ayo,
kita pergi saja.” Ajak sora eonni. Tangannya dingin, mencengkeram tanganku dan
menariknya pergi. Ada apa??
“tidak
ada apa-apa.”
Kenapa
orang-orang selalu berohong?? Kenapa ia berkata tak apa-apa jika tubuhnya
tegang seperti itu?? Pasti ada apa-apa.
Karena
penasaran, aku memutuskan untuk melihat apa yang di lihat sora eonni.
Cih,
menjijikkan sekali. Ada seorang namja dan yeoja yang sedang berpelukan. Apa
mereka..
Tunggu,
sepertinya aku mengenal rambut blonde itu.
BUMM..
Seolah-olah
aku di hujani berton-ton baja dari langit. Hatiku remuk. Tubuhku membatu di
tempat. Hyukjae..
Kepalanya
bergerak, mencium kening yeoja itu dengan penuh arti.
Hatiku
yang sudah remuk seperti di iris-iris dengan pisau tumpul[?], lebih menyakitkan
dari pada di iris dengan pisau tajam.
Air
mataku kembali tumpah ruah membanjiri pipiku.
Sora
eonni menarik tanganku, mengajakku untuk segera pergi. Aku tak punya kekuatan
untuk melawannya. Tubuhku serasa melayang.
Mata
sora eonni juga merah, ia sepertinya menahan dirinya sekuat tenaga untuk tidak
menangis. Ia terus saja menarikku hingga masuk ke dalam taksi.
“gwaenchana??”
bisik sora eonni.
Aku
mengangguk. Menundukkan kepalaku dalam-dalam. Sungguh memalukan. Apa yang ku
harapkan dari pernikahan yang tidak di harapkan seperti ini.
“aigoo~
aku bodoh sekali. Tentu saja kau tidak baik-baik saja.” Cicitnya lagi. Ia
merangkulku, memeluk tubuhku yang bergetar hebat. Entah kenapa, di peluk
seperti ini malah membuatku semakin ingin menangis. “menangislah.. gwaenchana.
Menangislah kalau itu membuatmu lebih baik.”
Sungguh
bodoh aku jika berpikir kalau dia juga membalas rasa cinta yang sudah mulai
tumbuh ini. kalau bertanya apa boleh aku mencintai eunhyuk lagi?? Jawabannya
adalah tidak boleh. Sekarang aku tahu.
Aku
tahu...
***
TBC~
RCL yak??
sekali lagi, authornya mau minta maaf jika ada salah dan jangan lupa doanya buat author dan para reader yang pada mau ujian, semoga lancar dan nilainya sempurna. amin~
sekali lagi, authornya mau minta maaf jika ada salah dan jangan lupa doanya buat author dan para reader yang pada mau ujian, semoga lancar dan nilainya sempurna. amin~
buat min jea, terima kasih sudah mau share dan jeongmal jeongmal mianhamnida karena sharenya lama..




1 komentar:
adudududuuuuuu aaah kenapa jadi balas balasan gini, salah paham berbuah saling balas balasan, huuhuhuu.....
ini eunhyuk n kyorin sudah mulai jatuh cintrong kah ??
lebih baik lanjut aje bacanye :D
Posting Komentar
RCL-juseyo~ :D