Minggu, 01 April 2012

Andante part.5

Tittle: Andante
Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: seadanya
PG: yakin, 16!
Length : 5/?
chajaaaangg~
saya datang lagi?? *tebar bau ketek*
 episode ini pake gambar loh.. otte?? bagus pake ato enggak??
 saya mau klarifikasi nih:
-buat yang nanya kenapa lama?? 
   #alasannya karena idenya lagi ngadat dan kalau pun ada, g punya waktu luang buat nulis.. trus, alasan paling utama, authornya galau SS4.. [bagi reader ato siapapun yang mau nraktir authornya buat nonton SS4, boleh banget..]
-fb??
   #Kyutu choi

WARNING:
 1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
 2.  FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje 
 3. typo bertebaran di mana-mana.
 4. di part ini harap siapkan kantung untuk muntah, karena part ini, gimana ya??
baca langsung aja deh..


*****
prev>>>
Ku langkahkan kakiku pergi dari tempat itu. Mencari tempat yang benar-benar bertuliskan ‘TOILET’.
Tak lama kemudian, akhirnya ku temukan itu. Aku memasuki salah satu bilik dan duduk di sana.
Ku pikir aku akan memulai membuka hatiku untuk menerima seorang namja. Ini pertama kalinya. Dan di pengalaman pertama ini, aku mendapat pengalaman yang benar-benar menyakitkan. Kenapa ini terjadi setelah kami menikah?? Kenapa ini tidak terjadi kemarin saja??
***
Eunhyuk POV
“jangan mencintaiku yeon ah~ kumohon. Kalau kau mencintaiku, kau sendiri yang akan tersakiti. Aku melakukan ini sebagai tanda perpisahan kita.” Kataku tegas. Ku lepaskan genggaman tangannya dan pergi dari tempat itu.
“apa kau benar-benar mencintai yeoja itu oppa??” teriaknya saat aku mulai pergi menjauh. Ku balikkan badanku.
“aku tidak tahu. Biar waktu yang akan menjawabnya.” *autor: ceile, sok puitis lo hyuk!!*
“akan ku buat kau mencintaiku lagi sepenuhnya oppa!! Aku yakin kau masih mencintaiku!!” teriaknya lagi. Air matanya terus saja bercucuran hingga pipinya basah.
“aku memang mencintaimu, tapi itu dulu. Dan sekarang, aku sadar bahwa aku mencintaimu hanya sebagai saudara. Kau adalah adikku dan aku adalah oppamu. Kau masih bisa mengandalkanku, namun bukan sebagai namja chingu, tapi sebagi oppa.”
Ku langkahkan kakiku meninggalkan tempat itu. Walaupun aku masih mempunyai rasa untuknya, entah kenapa aku benar-benar tidak ingin mempertahankannya.
***
Kyorin POV
Sakit.. aku merasa sakit..
Air mataku terus saja berjatuhan.
Tidak boleh, aku tidak boleh menangis hanya karena namja playboy sepertinya. Aku tidak boleh menyukainya. Titik.
Ku hapus airmata yang tengah bergulir di pipiku. Ku hapus juga rasa suka yang pernah muncul untuk monyet hutan itu. Aku tidak akan pernah berharap.
Semua namja sama saja.
Setelah memastikan tak ada seorangpun yang berada dalam toilet itu, aku pun keluar dari bilik toilet. Cermin besar di depan bilik itu langsung memperlihatkan bayangan seorang yeoja jelek yang memakai baju pengantin.
siapa yeoja jelek yang menikah dengan riasan amburadul seperti itu?? Cih,, memalukan!!
Kenapa ia bergerak mengikutiku??
ASTAGA!!!
Shin kyorin!! Apa yang kau lakukan dengan dirimu sendiri??
Eyeliner dan bedak yang luntur, rambut juga mulai mencuat kesana kemari. Ujung belakang gaunku juga sedikit basah. Astaga!! ASTAGA!!!
“KYORIN AH~!!” pintu toilet tiba-tiba terbuka. Sesosok wanita anggun masuk dengan tergesa-gesa.
“waeyo kang sora eonni??” tanyaku sambil mengernyit heran.
“huft~ ternyata kau masih di sini. Aku hampir jantungan karena mencarimu. Kau membuatku khawatir. Kenapa kau lama sekali??” sora eonni memperhatikanku, dari atas hingga ke bawah. “OMO~ kenapa kau jadi seperti ini?? gwaenchana??”
“ne, nan gwaenchana.” Ku tatap wajahnya untuk meyakinkannya.
“tapi kau tidak kelihatan tidak apa-apa.” Katanya lirih.
“gwaenchana. Nan jeogmal gwaenchana. Jinja!!” kataku.
“arasseo, kalau kau tidak ingin bercerita kepadaku saat ini. tapi nanti kau harus bercerita padaku.” Kata sora eonni lagi.
Astaga, dia baik sekali. Aku menyesal dulu pernah sebal padanya karena menikah dengan teukkie oppa. Aku menyesal dulu pernah cemburu padanya. Leeteuk oppa memilih wanita yang tepat. Kini aku benar-benar rela teukkie oppa menikah dengannya.
“ne.” Anggukku.
“biar ku rapikan riasan wajahmu sedikit. Setelah ini, beristirahatlah di kamar kalian. Bukankan malam ini kalian menginap di hotel ini??”
“ne.”
Sora eonni mulai menata kembali riasan wajahku dengan makeup yang dibawanya di sebuah tas kecil.
“biar aku yang mengatakan pada eunhyuk kalau kau sudah berada di kamar. Gaja!! Aku akan mengantarmu. Di luar banyak sekali wartawan, jangan sampai ketahuan. Mereka bisa membuat gosip yang tidak-tidak. Aku akan memegangi ekormu. Berjalanlah agak cepat. Arasseo??” jelas sora eonni saat kami akan keluar dari toilet.
Ku hirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. pintu toilet sudah ku buka. Ku langkahkan kakiku sedikit lebih cepat menuju lift. Untung saja ada lift yang terbuka dan kosong.
“gomawo eonni.” Bisikku saat kami memasuki lift dan mulai beranjak naik.. Sora eonni hanya tersenyum dan mengangguk.
“anieyo!! kau dongsaengku. Kita berdua mempunyai nasib yang sama. Kita sama-sama istri dari member super junior. Sudah selayaknya aku membantumu.” Elaknya.
Lift berdenting dan pintu lift mulai terbuka.
“eonni..”
“tidak apa-apa. Jangan sungkan.”
“tapi eonni..”
“sudah kubilang, kau ini dongsaengku, jadi jangan berterima kasih.”
“EONNI!! Aku tidak punya kunci kamar itu. Bagaimana aku bisa masuk??”
“ah?? Maaf.. hehe..” kata sora eonni lagi. Tak lama kemuadian ia mulai mengubek-ubek isi tasnya dan mengambil sesuatu.
Kartu??
“ini, aku punya!! Lee sora eonni menitipkannya padaku karena ia tak kunjung menemukanmu.” Sora eonni mulai mengesekkan kartu itu pada gagang pintu dan hualla!! Pintu pun terbuka. “istirahatlah. Kau terlihat lelah.”
“ne.”
Sora eonni mulai berjalan pergi meninggalakanku. Ku putuskan untuk segara masuk dan mandi.
“mungkin berendam air hangat akan membuatku lebih baik.” Gumamku pada diri sendiri. “bukankah di sini tidak ada orang??”
Ku lepas wedding dress itu dan menaruhnya di atas tempat tidur. Ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi. Memutar musik di ponselku. Memenuhi bath tub dengan air hangat dan mencampurnya dengan sabun. Selagi menunggu, ku bersihkan semua make up di wajahku dan membersihkan rambutku.
“ah~ hangat.” Gumamku saat badanku telah memasuki bath tub.
***
Eunhyuk POV
Tamu sudah mulai berkurang. Sekarang hanya segelintir orang dan para member super junior yang masih ada.
Aku lelah. Aku ingin tidur!!
“ya!! Namja nomor 2!!” teriak sora eonni. Ku tolehkan kepalaku kepadanya.
“wae nuna?? Di mana kyorin?? Kenapa aku tidak melihatnya?” tanyaku. Ya, sejak keluar dari tempat tangga darurat tadi, aku tidak bisa menemukan kyorin. Seharusnya, dalam balutan wedding dress, aku bisa dengan mudah menemukannya.
“dia sudah berada di kamar. Tadi saat di toilet, dia terlihat kacau sekali. Sepertinya dia habis menangis. Tapi aku tidak tahu kenapa.”
“kapan??”
“tadi saat kau meninggalkannya, dia pergi ke toilet. Karena lama sekali, aku khawatir dan akhirnya aku menyusulnya.” Sora eonni menyodorkan sebuah kartu padaku. “ini kunci kamar kalian. Lee sora eonni menitipkannya padaku.”
“gamsahamnida hyungsoo-nim!!”
Kyorin?? Menangis?? Tapi kenapa??
Ah~ tidak mungkin. Pasti sora eonni hanya salah sangka.
Tapi kenapa perasaanku tidak enak?? Apa terjadi sesuatu pada kyorin??
“hyung, aku pergi dulu. Aku lelah.”
“aigoo~ eunhyuk kita sudah tak sabar rupanya!! Ne, pergilah, kami juga akan pulang.”
“jangan bicara yang tidak-tidak hyung!!” bentakku.
“ara!! Ara!! Pergilah.”
Tanpa ba-bi-bu lagi, ku tinggalkan mereka semua. Ku percepat langkahku menuju kamar hotel yang sudah kami pesan. Bahkan derap langkahku menggema di koridor yang ku lewati.
Tiba di depan kamar,  segera ku gesekkan kartu di gagang pintu dan masuk ke dalamnya. Tempat tidur masih rapi. Hanya saja gaun pengantin kyorin teronggok tak berdaya di atasnya. Ada beberapa noda di sana. Jika gaun pengantin kyorin di sini, lalu kyorin di mana??
GLUUKK..
Ku telan air liurku. Rasa khawatir mulai menyergapku. Jangan-jangan, kyorin depresi menikah denganku dan akhirnya bunuh diri!! OMO~
“KYORIN AH~ EODIYA!!!” teriakku tiba-tiba.
Samar-samar, ku dengar alunan musik mellow dari kamar mandi. Kurasakan bulu kudukku berdiri. Tengkukku serasa berdesir. Dengan cepat ku buka pintu kamar mandi yang ternyata tidak di kunci.
“WAAAAAAA!!!” segera ku tutup pintu kamar mandi dan berlari terbirit-birit menuju tempat tidur.
Apa itu?? Jangan-jangan di hotel ini memang ada hantu. Di bath tub ada seorang yeoja dengan rambut hitam basah yang berantakan.
Kyorin?? KYORIN!!
Dengan cepat, ku buka kembali pintu kamar mandi dan melihat kembali siapa yang ada di dalam bath tub.
Itu benar kyorin. Ku langkahkan kakiku mendekatinya, tapi ku urungkan. Kalau kyorin berada di dalam bath tub, berarti dia sedang mandi. Nah, kalau dia sedang mandi, bararti...
“AAHHH~” ku tutup kembali pintu kamar mandi. Ku acak-acak rambutku sambil berlari memutari kamar frustasi. Apa yang harus ku lakukan???
Tapi kenapa dia tak bergerak sama sekali?? Padahal aku sudah berkali-kali berteriak. Jangan-jangan... KYORIN BUNUH DIRI??
“KYORIN AH~” aku berlari kembali menuju kamar mandi. Aish~ kenapa busa di atasnya sudah mulai hilang?? Sejak kapan dia seperti itu??
“Kyorin ah~” ku tepuk-tepuk pipinya. Apa dia benar-benar sudah mati?? Apa sebaiknya ku bawa ke tempat tidur saja?? Baiklah, kalau dia tak kunjung sadar, akan ku bawa saja ke tempat tidur.
“Kyorin ah~ ireona!!” ku tepuk pipinya berkali-kali. Berkali-kali pula aku menelan ludah dan mengalihkan pandanganku.
matanya mulai bergerak. Sedikit rasa lega terbersit di dalam hatiku. Matanya mengerjap-ngerjap dan akhirnya terbuka sempurna.
“eunhyuk??” ia mulai melihat sekelilingnya, berusaha mengumpulkan kembali nyawanya. Dan sedetik kemudian, matanya membelalak. “WAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”
“WAAAAAA!!!” saking kagetnya aku ikut berteriak dan terjengkang ke belakang. “kenapa kau berteriak!!”
Ia mulai mengumpulkan sisa-sisa busa sabun yang ada di permukaan bath tubnya untuk menutupi tubuhnya.
“seharusnya aku yang bertanya begitu!!” bentaknya.
“untunglah kau masih hidup. Ku kira kau tadi bunuh diri. Kau tahu?? Aku tadi sangat khawatir terjadi apa-apa padamu. Fuh~” kataku sambil mengelus dada.
“KENAPA KAU MALAH CURHAT DI SINI!!! Tak ada yang perlu di syukuri dan CEPATLAH KELUAR!!!!” teriaknya. Bahkan lampu-lampu di sekitar kamar mulai bergetar. Mungkin jika aku mendengarnya lebih lama, telingaku pasti tuli.
Ku putuskan untuk segera keluar dari kamar mandi dan menunggunya di atas kasur.
10 menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Ia berdiri dengan balutan baju handuk warna putih khas hotel. Wajahnya cemberut. Aura murka terpancar darinya. Menakutkan!! *OST: dendam nyi pelet*
“kenapa kau melihatku seperti itu?? Menakutkan sekali!!” gumamku. Tapi kurasa, cukup keras untuk terdengar olehnya.
“apa saja yang kau lihat??” tanyanya dingin.
“aku tak melihat apa pun!! Sungguh!!” ku acungkan jari telunjuk dan telunjuk dan tengahku.
“kata ‘sungguh’mu itu tidak meyakinkan!!! Katakan!! Apa yang kau lihat!!”
“aku tidak melihat apa-apa!! Hanya..” aish~ apa yang ku katakan.
“hanya apa???”
“hanya..”
“HANYA APA!!”
“aish~ MOLLA!! Kenapa kau mempermasalahkan itu?? Kau bukan tipeku!! Jadi aku tak akan tergoda olehmu!! Lagi pula, kita sudah menjadi suami istri. Jadi sah-sah saja kan kalau aku memang melihat sesuatu.” Belaku. Dengan secepat kilat, aku pun memasuki kamar mandi dan menguncinya dari dalam agar ia tak mengomeliku lebih lanjut. Aish~ suaranya sungguh membuat telinga sakit.
***
Kyorin POV
Astaga!!
Ini membuatku frustasi!!
Apa saja yang sudah di lihatnya??
Eomma~ ada yang mengintip tubuh anakmu!! Air mataku mulai bergulir. “huwee... ada yang melihat tubuhku..”
Segera ku kenakan baju tidur yang panjang dan rapat. Ku baringkan tubuhku dan membenamkan tubuhku di dalam selimut tebal. Ku tutup mataku rapat-rapat dan berusaha untuk tidur. Aku benar-benar tak ingin melihat wajahnya lagi.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Derap langkah juga terdengar keras dan menggema. Tak lama kemudian, suara langkah kaki tersebut terdengar semakin mendekat. tempat tidur mulai bergerak. Ku buka mataku.
“YAA!! Kenapa kau tidur di sini??” bentakku saat menyadari bahwa dirinya berada di sampingku.
“kenapa kau bertanya?? Hanya ini satu-satunya tempat tidur!!”
“cepat tidur di sofa!!”
“shirheo!! Mana sofa?? Di sini hanya ada kursi duduk yang kecil.”
“kalau begitu tidur saja di lantai!!”
“MWO?? Enak saja!! Shirheo! Aku yang membayar kamar ini, kenapa aku yang tidur di lantai??”
“ara!! Ara!!” ku putuskan untuk mengalah dan tidur di lantai. Aku bangkit dari tidurku dan menyeret selimut tebal itu untuk ku pakai tidur di lantai.
5 menit..
10 menit..
Kenapa dia tak memanggilku?? Benar-benar namja yang tak peka.
***
Eunhyuk POV
Aish~ yeoja keras kepala!
Ini sudah 1 jam tapi ia masih tidur di lantai dengan selimut tebal. Apa dia merasa nyaman??
“ya... kyorin ah~” bisikku. Ku toel-toel tubuhnya yang tertutup selimut tebal. “kau sudah tidur??”
“mwoya!!” erangnya sambil mengusir[?] tanganku.
“naiklah!!”
“shirheo!!”
“memang kau nyaman seperti itu?? Bukankah di lantai keras dan dingin??”
“ini tidak dingin.”
“tapi keras kan?? Sudahlah!! Cepat naik!! Aku kedinginan!!”
“shirheo!!”
“aish~ yeoja keras kepala!! Apa kau mau aku menggendongmu untuk naik ke sini??”
“MWO!! Shirheo!!”
Aish~ yeoja ini menyebalkan. Tubuhku bahkan mulai menggigil. Ku gelindingkan tubuhku menuju ke arahnya dan menjatuhkan tubuhku agar berada di sebelahnya. Ku masukkan tubuhku ke dalam selimut itu. Hangat~
“YAA!!” ia bangkit dari tidurnya. “kenapa kau jadi ikut ke sini??”
“aku kedinginan!!”
“ARGH!! Ambil saja semuanya!!” bentaknya sambil berdiri dan beranjak pergi.
“kau mau kemana??” aku pun ikut bangkit dari lantai dan berdiri.
“beli kopi.”
Ku tahan tangannya dan menariknya ke atas tempat tidur. “ini sudah malam, apa kata dunia jika istri eunhyuk super junior pergi keluar malam-malam seperti ini?? kau akan mencemarkan nama baikku dan nama baik super junior. Kau hanya perlu berbaring dan tidur. Apa susahnya??”
***
Kyorin POV
Kenapa nada suaranya jadi lebih lembut seperti itu? Entah kenapa aku jadi tak bisa berkutik.
“tenang saja, aku tak akan menyentuhmu. Jangan mempersulit hal yang seharusnya mudah!!” ia melepaskan tanganku dan mulai berbaring di atas tempat tidur.
Dengan terpaksa, aku mengikutinya. Entah kenapa, hatiku menyuruhku seperti itu. Padahal aku baru saja sakit hati karena ia mencium wanita lain di hari pernikahanku.
Aish~ sudahlah. Lihat saja semuanya besok..
***
Eunhyuk POV
Aish~ yeoja pemalas!!
Ini sudah jam 10, kenapa ia tak kunjung bangun.
“Yaa!! Timun mas!! Ireona!! Kita harus check out sekarang.” teriakku. Tapi kenapa ia tak kunjung bangun??
“YAAA!! Ireona!!” ku goncang-goncangkan tubuhnya agar ia segera bangun.
“hmm.. arasseo.. tapi eunhyuk-ssi..”
“kenapa kau memanggilku dengan embel-embel ssi?? Hilangkan kebiasaan buruk itu!!” bentakku lagi. “balli ireona!!”
“ara!! Ara!!” balasnya. Tak lama kemudian, ia bangun dan berganti baju di kamar mandi.
“kau tidak mandi??”
“ini terlalu dingin.” Rintihnya.
“ayo pulang!!”
“kita pulang ke mana??”
“ke rumah yang sudah ku beli.”
“kau beli rumah?? Di mana?? Bagaimana dengan semua barang-barangku??” tanyanya sambil membereskan bajunya.
“ne. Tetap di seoul. Barang-barangmu semuanya telah di pindahkan, eomma-mu, eomma-ku dan nuna yang mengurus semuanya. Adikmu juga memutuskan untuk tinggal di asrama saja.” Setelah semua barang kami masuk ke dalam tas, ku ambil alih tas itu dan beranjak keluar dari kamar. “tunggulah di depan. Biar ku ambil dulu mobilnya.”
Setelah memastikan bahwa ia mendengarku, aku pun berlalu.
***
TING..
Lift berdentang dan pintunya mulai terbuka. Aku pun mulai berjalan. Tas tanganku berayun-ayun seiring dengan langkah kaki ku. Entah kenapa, sejak bangun tadi, kepalaku terus saja berdenyut dan semuanya terasa berputar. Bahkan, tengah malam aku tiba-tiba terbangun karena ingin bersin.
Di luar hotel terlihat ramai. Beberapa orang sepertinya berteriak-teriak. Namun, tetap saja ku langkahkan kakiku keluar hotel dan menunggu monyet itu datang dengan mobilnya.
“ITU DIA!! DIA SUDAH KELUAR!!” seru seorang yeoja bertubuh gemuk. Beberapa saat kemudian, yeoja-yeoja lain mulai berkerumun dan menatapku tajam.
Ada apa ini???
PLETAKK.. PRAKK.. PRAKK..
Bau amis mulai menyeruak memenuhi rongga hidungku. Yak, tepat sekali!! Mereka semua telah melempariku dengan telur.
Tubuhku menegang. Jujur, aku terkejut dengan perlakuan seperti ini. 
“DASAR YEOJA MURAHAN!! BERANINYA KAU MEREBUT EUNHYUK KAMI!!” teriak para yeoja itu memekakkan telingaku.
Beberapa petugas keamanan hotel datang dan berusaha untuk membubarkan yeoja-yeoja yang terus saja melempariku dengan telur. Namun penjaga itu tetap gagal menghentikan mereka.
“aku bukan yeoja murahan!!!” teriakku frustasi. Air mata kini telah menetes di pipiku. Kenapa mereka memperlakukan aku sekeji ini?? sedangkan sora eonni tidak??
“KAMI TELAH MERELAKAN LEETEUK OPPA DENGAN SORA EONNI KARENA KAMI TELAH TERBIASA SEJAK MEREKA IKUT WGM!! SEKARANG, KAMI TAK AKAN MELEPASKAN EUNHYUK OPPA!!” teriak yeoja-yeoja itu.
PRAKK.. PRAKK..
Telur-telur sepertinya sudah di lempar lagi. Ku rasakan kepalaku mulai sakit. Dan dunia seakan-akan berputar dengan hebat. Tubuhku melemas. Tanganku berusaha mencari tumpuan namun tak ada. Ku rasakan seseorang menopang tubuhku, lalu entah kenapa, semuanya menjadi gelap.
***
Eunhyuk POV
Astaga!! kenapa di sana ramai sekali?? Banyak wartawan dan sepertinya fans berkerumun di sana.
“Kyorin!! Kyorin ada di sana!!” teriakku panik.
Dengan segera aku berlari, merangsek ke dalam kerumunan itu. Samar, kulihat tubuh kyorin yang sudah berlumuran telur. Badannya terlihat terhuyung-huyung, seperti orang mabuk.
Hap.. lalu ku tangkap.. *nada: cicak2 di dinding*
Sepertinya ia tak sadarkan diri. Astaga!! kenapa jadi seperti ini??
Ku lindungi tubuhnya dari serangan telur para yeoja-yeoja gila itu. Perlahan, lempatan telur mulai berhenti.
“KALIAN PUAS???” Ku tatap yeoja-yeoja itu dengan tatapan emosi dan mulai menggendong kyorin memasuki mobil. Ku pacu mobilku dengan kecepatan tinggi. Tak ku hiraukan bau amis yang sedari tadi menusuk-nusuk hidungku. Yang jelas, aku ingin segera sampai ke rumah.
Terdengar nada dering ponselku berbunyi. Segera ku ambil ponsel itu dan melihat siapa yang tengah meneleponku.
“hyung?? Neon gwaenchana??” sahut donghae ketika penggilannya ku jawab.
“ne. Hanya berlumuran telur saja.” Jawabku datar.
“bagaimana dengan kyorin??”
“dialah yang keadaannya mengkhawatirkan. Ia pingsan. Aku bingung harus bagaimana.”
“kau di mana sekarang hyung??”
“aku dalam perjalanan ke rumahku. Apa leeteuk hyung ada di sana??”
“ani. Tapi, mendengar kabar ini, kami semua langsung berkumpul hyung. Kami akan ke sana. Aku sudah menculik dokter SM untuk di bawa ke rumahmu.”
“baiklah.”
Telepon terputus. Namun sedetik kemudian, ponselku berdering kembali.
Leeteuk hyung calling..
“neon gwaenchana!!!” teriak leeteuk hyung panik. Aish~ orang ini lebay sekali. “kau di mana?? Aku dan sora sudah berada di rumahmu yang baru bersama shindong dan nari.”
“aku sedang dalam perjalanan ke sana, hyung.”
“baiklah. Kami menunggumu di sini.”
“ne..”
Panggilan kembali terputus. Ku pacu kembali mobilku lebih cepat.
5 menit kemudian, akhirnya aku tiba di rumah.
Ku lempar kunci pintu pada shindong hyung yang masih menungguku. Ku gendong kyorin yang hingga saat ini tak kunjung sadar dan meletakkannya di tempat tidur.
“biar aku dan sora yang mengurus kyorin. Kau cepatlah mandi dan ganti bajumu!” perintah nari nuna yang langsung ku turuti. Pintu kamar di tutup dan di kunci dari dalam.
Ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi dan membersihkan diriku. Tak lama kemudian, semua member super junior dan seorang dokter dari SM datang dan memeriksa keadaan kyorin.
***
Kyorin POV
Pusing..
Di mana ini?? sepertinya aku tidak mengenal tempat ini. kenapa sepi sekali??
Ku gerakkan tanganku. tapi tidak bisa. Seperti ada beban berat yang menindihku. Ku longokkan kepalaku untuk melihatnya. Aish~ pantas saja berat, ternyata monyet blonde itu tidur di atas lenganku. Dan apa itu lengket-lengket?? Monyet ini mengiler[?] di tanganku?? OMO!! Anieyo!!
“ya!! Hyukjae ssi??” panggilku dengan susah payah. Tenggorokanku terasa kering sehingga membuatku susah untuk berbicara. “ya!! Ireona!!”
Kepalanya mulai bergerak dan terangkat. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, mengumpulkan kembali kesadarannya.
“kau sudah bangun??” tanyanya sambil mengucek-ucek matanya. Neomu gyeobtda!!
“hm..”
“kau haus?? Sudah berjam-jam kau tidak membuka matamu. Membuat orang cemas saja!!” katanya sambil mengambil air putih di dekat meja.
Ku teguk sedikit air putih itu dan kembali berbaring.
“kau terkena flu!! Semua karena kecerobohanmu tidur di kamar mandi!!” bentaknya lirih. “ini, makanlah. Heechul hyung membelikanmu bubur abalone. Lalu setelah ini kau harus munim obatnya!!”
“aku tidak bisa bangun.. kepalaku pusing..” rintihku. Ia kemudian menambah bantalku agar kepalaku bisa terangkat.
“seperti ini saja tidak apa-apa kan?? Biar ku suapi..”
“ani!! Aku bisa makan sendiri.”
“jangan keras kepala!!!” bentaknya sedikit lebih keras.
Akhirnya ku turuti kemauannya. Setelah selesai memakan beberapa sendok bubur, Ku minum beberapa obat yang di berikannya.
Tiba-tiba aku teringat insiden telur itu. Bajuku!! Kenapa sudah berubah??
“kau mengganti bajuku??”
“ani. Sora dan nari nuna yang menggantinya. Kau tak perku khawatir.” Jawabnya.
Ku hembuskan nafasku lega.
“cepatlah sembuh.” Bisiknya lirih. Ku kerutkan keningku. Apa aku tak salah dengar?? “maksudku, cepatlah sembuh!! Tak ada yang mengurusku!!”
“aigoo~ kau sudah tua!! Seharusnya kau bisa mengurus dirimu sendiri.” Kataku. Aku kecewa mendengar alasannya.
“tapi, kau ingin cepat sembuh bukan??” tanyannya lagi. Tentu saja, apa dia bodoh?? Ku anggukkan kepalaku. “aku tahu metode ampuh untuk menyembuhkannya. Diamlah!!”
Firasatku sedikit aneh. Wajahnya terus mendekat. ku pejamkan mataku erat-erat. Juga ku katupkan bibirku rapat. Hembusan nafasnya mulai menerpa wajahku. Tak lama kemudian, bibirnya menepel di bibirku.
“ya!! Buka sedikit bibirmu!!” bisiknya. Entah kenapa, ku turuti permintaannya.
Ia kembali menempelkan bibirnya di bibirku, dan mulai melumatnya perlahan. Aku hanya diam, tak tahu harus bagaimana. Ini pertama kalinya untukku.
“kenapa kau tak membalas ciumanku?? Kau tak suka??” bisiknya lagi.
“aku tak bisa.” Jawabku.
“hahahaha..” ia tertawa kecil. Tak lama kemudian, ia kembali melumat bibirku. Ku coba untuk membalas ciumannya, walaupun aku tak tahu caranya.
“joha~” bisiknya di sela-sela ciumannya.
Kenapa kau melakukan ini lee hyukjae?? Aku jadi mencintaimu lagi. Bolehkah?? Apa boleh aku menarik janjiku kembali untuk tidak menyukaimu??
  

TBC~



otte?
kayanya ni FF nggak ada yang menanti ya?? ada nggak sih??
kalo nggak ada, di stop aja gimana??
sekedar pemberitahuan,,
next part, bukan part 6, tapi Andante special Piku.. 
gamsahamnida... *deep bowing*

1 komentar:

lala chan mengatakan...

gyahahahahaaa....akhir yang mendebarkan, ntu kenapa kunyuk tiba2 megkissing kyori. hahahhaa..kereen author

Posting Komentar

RCL-juseyo~ :D