Tittle:
Andante
Author:
kyutukyupret
Main
cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre:
seadanya
PG: 15 apa 16 yak??
Length : 4/?
dararattara~ naneun wasseo!! kekeke
FF saya ternyata banyak yang nyari,, [padahal cuma 5 orang],, tapi g papa.. jadi terharu..
alhasil,, saya ngebut ngerjakan ini untuk reader yang udah mau baca sampah dari otak saya.. ^^
WARNING:
1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu
kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
2. FF ini di
buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje
3. typo
bertebaran di mana-mana.
4. part ini udah mulai nggak lucu lagi ya?? soalnya udah masuk konflik[?]. eh, tapi g tau ding, ini udah termasuk konflik ato belum.. jadi yah,, langsung baca aja ya??
happi reading..^^
****
***
**
*
Kyorin
POV
Drrtt..
Drrtt..
Hai,
timun mas!! Temui aku di pintu belakang seperti tadi. Sekarang juga.
Aish~
monyet ini!! apa dia tidak tahu?? Hatiku ini benar-benar sedang sakit. Kenapa
dia selalu seenaknya?? Bukankah sebentar lagi resepsi pernikahan leeteuk oppa
akan di mulai??
Ku
langkahkan kakiku menyusuri lorong-lorong yang sedikit lengang menuju pintu
belakang yang tadi. Namja itu terlihat sedang bersandar di dinding dengan muka
cemberut. Seperti anak kecil.. lucunya~
“yak!!
Kenapa kau malah mengajakku keluar?? Acara puncak resepsi akan di mulai
sebentar lagi!!” bentakku saat aku sudah berhasil berada di hadapannya.
“salah
sendiri kau menangis sepanjang acara!! Itu memalukan!! Lihatlah wajahmu, sudah
bengkak seperti bulan purnama!!” balasnya.
“aigoo~
berlebihan sekali. Kalau begitu hibur aku!!”
“mwo!!
Kenapa aku harus menghiburmu?? Aku bukan pria penghibur.” Elaknya.
“kalau
begitu, akan kujadikan kau pria penghibur hari ini.”
“mwo!!
Shirheo!!”
“lalu
kenapa kau mengajakku ke sini??
“aku
bosan. Ayo kita pergi. Leeteuk hyung hanya memberikan waktu 1 jam untuk pergi
jalan-jalan.” Eunhyuk menarik tanganku.
Kyuhyun
menyembul dari balik pintu belakang. Ia menatapku dan eunhyuk.
“aigoo~
kenapa kalian bermesraan di sini??” katanya. Ia menggidikkan bahunya kemudian
melempar sebuah kunci mobil pada eunhyuk. “aish~ panas sekali!!”
“gomawo
kyu!!” teriak eunhyuk yang hanya di sambut lambaian tangan oleh raja setan itu.
Aish~ benar-benar tidak sopan. “gaja!!”
Eunhyuk
menarik tanganku keluar dari gedung itu dan memasuki mobil yang ternyata sudah
di depan pintu.
“kita
mau ke mana dalam waktu 1 jam??” tanyaku saat telah berhasil menaruh pantat di
atas jok mobil.
“molla..”
jawab monyet gunung itu sambil cengengesan. “ada tempat yang ingin kau
kunjungi??”
“anieyo!!
Kalaupun ada, itu jauh dari sini.” Kataku.
Eunhyuk
mulai menjalankan mobilnya keluar dari area gedung pernikahan leeteuk oppa.
“kau
benar-benar menyukai leeteuk hyung??” tiba-tiba eunhyuk membuka mulut.
Tiba-tiba
air mataku menetes lagi. Mendengar kata leeteuk, hatiku jadi sakit lagi.
***
Eunhyuk
POV
Mwo??
Yeoja itu menangis. Apakah ia begitu mencintai leeteuk hyung?? Kanapa ia
menyukai leeteuk hyung?? Dan kenapa aku tidak rela melihatnya menangis karena
namja lain??
“aish~
kenapa kau menangis lagi??”
Aku
benar-benar tidak suka melihat yeoja menangis. Ingin ku peluk tubuhnya yang
bergetar. Ku ulurkan tanganku dan mulai memeluknya.
“jangan
menangis lagi!! Jangan menangis karena namja lain!! Aku tidak suka.” Apa yang
ku katakan???
***
Kyorin
POV
Eunhyuk
memelukku. Hangat. Nyaman. Bisakah tetap seperti ini??
“hajiman,
Dia namja pertama yang ku sukai.” Eunhyuk sontak melepaskan pelukannya. Ternyata
tidak bisa ya??
“Mwo??
Namja pertama?? Lalu siapa yang jadi namja ke dua??”
“molla.
Seumur hidupku, itu pertama kalinya aku menyukai seorang namja. Dari dulu, aku
hanya mengurus appa dan kyojin saja. Aku juga tidak pernah berpacaran.”
“MWO!!
Jangan-jangan, malam itu, itu adalah ciuman pertamamu juga?? Astaga!! Wahahahahahah..
aku baru pertama kali bertemu dengan tipe yeoja sepertimu.”
Ku
tatap eunhyuk tajam. Ku pukul kepalanya dengan tas tangan yang ku bawa.
“aish~
appo!!” rengeknya.
“biar
saja!! Aku malah ingin berbuat lebih kepadamu karena perbuatanmu itu.”
“kau
ingin menghukumku??”
“ne.”
“baiklah.
Kuberi kau satu jam. Ku turuti semua permintaanmu.”
“mwo??
Hanya satu jam??”
“ne.
Kita harus kembali ke tempat leeteuk hyung segera.”
“hm..
ara.. kalau begitu, traktir aku di restoran mahal!!”
“mwo??
Aish~ uangku!! *matrehyuk—tabok!!*”
Tiba-tiba
sebuah ide terlintas di kepalaku. Ku pasang puppy eyes-ku dan memohon-mohon
kepadanya.
“aish~
ara!! Ara!! Jangan pasang puppy eyes itu padaku!! Tidak akan mempan!!”
Aku
tersenyum puas. Eunhyuk pun memacu mobilnya lebih kencang. Dan berbelok ke
sebuah restoran kecil di ujung jalan kecil dan sedikit sepi.
“di
sini restoran langgananku. Tidak akan ada wartawan di sini.” Kata eunhyuk. Ia keluar
dari mobil dan membukakan pintu untukku.
“kenapa
kau selalu semaumu sendiri?? Padahal kau yang bilang sendiri akan menuruti
permintaanku?? Selalu saja berakhir seperti ini.” rengekku. Eunhyuk tetap
menarik tanganku untuk keluar dan masuk ke dalam restoran kecil itu.
Kami
pun duduk di pojok ruangan yang nyempil seperti upil agar tidak banyak di lihat
orang. Tak lama kemudian, seorang pelayan datang membawa buku menu dan
menyerahkannya padaku dan eunhyuk.
Ku
buka buku menu itu. Hanya 1 kata yang selalu menari perhatianku. Strawberry!!
“strawberry
sundae!!” pekikku dan eunhyuk bersamaan.
Aku
langsung menoleh ke tempat eunhyuk. Ia juga menoleh ke arahku.
“maaf!!
Stok strawberry tinggal satu porsi. Pengirimannya sedikit terlambat hari ini.”
“kalau
begitu aku saja yang strawberry. Yang Satu lagi chocolate sundae.” Putus eunhyuk
seenak udel.
Pelayan
itu pun pergi dengan pesanan kami di tangannya.
***
Eunhyuk
POV
Wajahnya
lucu sekali. Kini ia tengah cemberut sambil menatapku garang.
“aigoo~
aigoo~ menyeramkan sekali. Jangan marah timun mas!!”
“monyet
itu seharusnya makan pisang!! Bukan makan strawberry!!” bentaknya. Lalu
memanyunkan[?] bibirnya lagi.
Aigoo~
kalau dia terus-terusan seperti itu, aku benar-benar akan bencium bibirnya.
Tak
lama kemudian, Pelayan itu datang membawa pesanan kami.
***
Kyorin
POV
Aku
benar-benar ingin strawberry itu. Kenapa dia tidak pernah mengalah sedikit
pun??
Pelayan
itu meletakkan pesanan kami di meja.
“kau
benar-benar ingin ini??” katanya sambil menunjuk strawberry sundae itu. Ku sambut
pertanyaannya dengan anggukan bersemangat.
“baiklah,”
“kau
akan memberikannya padaku??”
“tapi
dengan satu syarat. Suapi aku buah strawberry itu dengan mulutmu.”
“MWO!!
Yak!! Shirheo!!” ku rasakan wajahku memanas sekarang. ia mengambil buah
strawberry dan menjejalkannya di ujung mulutku, mamaksaku untuk menggigit
ujungnya.
“pejamkan
matamu atau bibirku akan menyentuh bibirmu!!” bisiknya. Kuturuti perintahnya
itu.
Jantungku
serasa melompat-lompat mendengar suaranya. Tak lama kemudian, ku rasakan strawberry
itu bergerak sedikit dan bibir bawahku seperti menyentuh sesuatu yang empuk[?].
“ambillah.”
Ku buka mataku. Ia tertawa lebar sekali. Mungkin kalau lebih lebar, akan ada
lalat yang terhisap ke mulutnya.
Ku
kunyah sisa strawberry yang tadi di gigitnya. Jantungku masih berdebar kencang.
Ku ambil mangkuk strawberry sundae dan memakannya perlahan. Eunhyuk juga
memakan sundaenya. Sedikit rasa bersalah terbersit di hatiku. Ku sendokkan
sundae strawberryku dan menyuapinya.
“enak!!!”
katanya setelah melahap suapan yang ku berikan.
Waktu
satu jam hampir habis. Sundae kami juga sudah habis. Kami pun kembali ke tempat
leeteuk oppa.
Kurasa
setelah ini, hatiku tidak akan sakit lagi melihat leeteuk oppa.
***
Eunhyuk
POV
3
hari berlalu, leeteuk hyung sudah kembali dari bulan madunya bersama sora nuna.
Setelah 2 hari bekerja full time, kini
super junior harus cuti lagi sehari.
Yak,
kalian pintar sekali.
Hari
ini giliran pernikakanku dengan kyorin. Dengar!! Pernikahanku!! Dengar dengan
jelas!! PERNIKAHANKU..
Astaga!!
Kini aku tahu rasanya jadi leeteuk hyung!! Tanganku terus saja berkeringat di
balik satung tangan putih yang ku kenakan dan jantungku terus berdebar dengan
keras. Dan lagi-lagi, yang jadi pertanyaan besar adalah, KENAPA AKU BERDEBAR??
Padahal aku tahu kalau aku tidak mencintai kyorin dan ini semua hanya
keterpaksaan belaka. Aku hanya mencintai hyeoyon.
Oh??
Bagaimana aku bisa lupa?? Bagaimana kabar hyeoyon sekarang?? Apa dia baik-baik
saja??
Apa
dia tahu kalau aku menikah hari ini??
Apa
aku harus mengundangnya juga di acara pemberkatan??
Ku
ambil ponselku di saku jas untuk mencari-cari nomor hyeoyon.
“HYUNG!!!
HYUNG!!! HYUNG!!”
DEGG..
jantungku serasa hampir copot..
raja
setan itu datang dan menepuk pundakku dengan tiba-tiba dari belakangku. Ada
apa?? Apa yang terjadi?? Aish~ benar-benar membuatku bertambah deg-degan!!
“ada
apa lagi??”
“kyorin
hyung!! Kyorin!!”
“YAK!!
Kenapa kau tidak sopan sekali?? Nuna!! Panggil dia nuna!!” kataku tidak terima.
“aish~
ini gawat sekali hyung!!”
“ada
apa??”
“KAU
PASTI BBHHPPFF.. BBFFTT.. MMMHH.. HHHNNNGG!! HHNNGG!! HHHHNNN MAL YEP BBFFTT
DA!!!!”
Kangin
hyung menyeretnya dari belakang dan membekap mulutnya. Aku hanya bengong
melihat mereka. Kangin hyung juga memarahinya dan menyuruhnya untuk diam. aku
hanya mendengar kyuhyun mengatakan “ye” dan “da”. Yeorihada?? Memasak?? Siapa
yang mau demo masak di acara pemberkatanku?? Lagipula aku sama sekali tidak
mengundang sales kompor dan wajan di sini. Yang ku undang tamu penting dan
keluarga saja. Awas saja kalau sampai mereka berdua yang membuat kacau acara
pernikahanku!!
Seorang
event organizer memberiku kode untuk segera maju ke ujung altar untuk menanti
kyorin. Ku urungkan niatku untuk menelepon hyeoyon dan memasukkan ponselku ke
saku jas.
SLEPP..
Hah??
Kenapa aku jadi memegang udara?? Mana ponselku??
“kau
seharusnya meninggalkan ponselmu di saat seperti ini!! ponselmu ku sita!!”
leeteuk hyung menghampiriku dan penepuk-nepuk pundakku. “cepat masuk!!”
Ku
pandang leeteuk hyung dalam. Ia meremas pundakku. Ku sunggingkan gummy smile-ku
dan memeluknya. Entah kenapa, rasanya aneh. Ada sesuatu yang menggelitik hati
ku dan seakan tak ingin ku lepas. Aish~ aku ingin menangis!!! Ku lepaskan
pelukannya dan menghembuskan nafasku keras. Ku langkahkan kakiku menuju ujung
altar.
“hwaiting!!”
kata leeteuk hyung menyemangatiku. Saat aku berbalik, ku lihat semua member berada di samping dan di
belakangnya memberiku semangat.
Aish~
aku benar-benar menangis sekarang. Aku berjalan kembali ke arah mereka. Kami
semua berpelukan.
“walaupun
status lajangku sudah berubah, aku tidak akan berubah!! Kalianlah yang terbaik
dan selalu ada di hatiku!!” bisikku. Leeteuk hyung dan donghae mulai menangis.
“kita
couple selamanya!!” kata donghae sambil menitikkan air mata.
“sudahlah
hyung!! Kau harus percaya diri!! Beruntung jas dan celanamu hari ini putih dan
sedikit hitam, bayangkan saja kalau jas dan celanamu semua hitam hyung, kau
pasti akan mirip tai cicak. Jadi bersemangatlah hyung!!!” kalian pasti sudah
bisa menebak siapa yang berbicara seperti itu di tengah suasana yang seperti
ini[?].
Ku
berikan deathglare-ku padanya dan sedetik kemudian...
PLETAKK..
PLETAKK... PLETAKK..
Semua
member menjitaknya berjamaah.
***
Sekarang
ini aku sudah berdiri di ujung altar, menunggu kyorin memasuki ruangan ini
dengan appanya. Para tamu penting dan keluargaku, juga member super junior
sudah duduk di tempat duduk mereka. Banyak orang yang memandangku membuatku
semakin deg-degan.
Tiba-tiba
pintu altar terbuka. Silau!!
Terdapat
siluet seorang laki-laki agak gemuk yang tak lain adalah appa kyorin.
Masuklah
dua malaikat kecil yang membawa keranjang bunga. Mereka adalah keponakanku. Di
belakangnya ada appa kyorin yang berjalan dengan menggandeng...
Siapa
itu??
Beberapa
detik kemudian, pandanganku mulai terlihat jelas. Yeoja itu berjalan menuju ke
arahku. Ia memakai short wedding dress yang belakangnya menjuntai ke belakang.
Kelopak-kelopak mawar serasa bertaburan di sekelilingnya. Kyorin,benarkan itu
kyorin?? Mataku tidak salah kan??
Yeoja
itu semakin mendekat. Appa kyorin menyerahkan tangan kyorin padaku. Cantik.
Sungguh dia cantik sekali.
***
Kyorin
POV
Oh
tuhan!! Aku gugup sekali. Semua orang memandangku yang sedang mengandeng appa.
Di ujung sana, hyukjae berdiri. Ia berkali-kali mengerjapkan matanya. Aku
memandangnya. Ia memakai jas putih yang membuatnya jadi ganteng[?].
Appa
menyerahkan tanganku padanya. Aku memandangnya. Ia juga memandangku. Kamipun
saling pandang-pandangan *halah apaseh*.
“jangan
terpesona begitu melihatku. Nanti kau jatuh cinta!!” bisiknya. Ia
menyunggingkan senyum evilnya.
“jangan
berharap.” Ku layangkan deathglare ku untuknya.
*upacara
pemberkatan-skip[authornya nggak tahu nikahannya orang yang di gereja kaya apa.
Jadi terpaksa author skip. Yang tahu
boleh kirim messege ke my name#halah, ke inbox author maksudnya. Fb: kyutu
Choi]*-- *jangan curhat thor!!*
“ne..
saya bersedia.” Cicitku akhirnya. Jantungku terus saja berdebar. Apakah ini
sudah berakhir??
“silahkan
memasangkan cincin sebagai tanda bahwa kalian telah sah menjadi pasangan suami
dan istri.” Kata pastor itu lagi.
Seorang
yeoja cilik yang bertugas sebagai pengiringku tadi berjalan ke arah eunhyuk dan
menyerahkan cincin pernikahan itu pada eunhyuk.
Eunhyuk
mengambil salah satu cincin yang lebih kecil dan menyematkannya di jari
manisku. Ku lakukan hal yang sama juga untuknya.
“saudara
lee hyukjae, silahkan cium istri anda sebagai perwujudan cinta kasih kalian.”
DEGG..
Ini
dia saat yang paling ku takutkan. ku tundukkan kepalaku sedikit. Terlihat
tangan eunhyuk bergerak, membuka wedding veil yang ku kenakan. Ku angkat
kepalaku agar aku bisa menatapnya tajam.
Eunhyuk
tersenyum. Tapi, hanya senyum evil yang di sunggingnya. Benar-benar, raja setan
itu sudah meracuni eunhyuk sampai ke akar-akarnya[?] *emang Fungi***m??*
OMO!!
Kini
wajahnya mulai mendekat. Semua orang di ruangan ini mulai menatap ke arah ku
dan monyet hutan itu dengan antusias. Beberapa wartawan yang di perbolehkan
masuk juga mulai menyalakan lampu blitznya. Ku rasakan wajahku memanas.
Monyet
itu terus mendekat. ku tutup mataku rapat-rapat. OMOOO~ Sungguh!! Ini
menakutkan!!!
CUP..
Suatu
telah menyentuh dahiku. Mataku refleks terbuka, seiring dengan dengusan kecewa
para penonton[?]. aku menatap eunhyuk dengan pandangan kaget.
“kau
kecewa aku tidak mencium bibirmu??” bisiknya. Tak lupa sebuah gummy smile ia
tunjukkan padaku. Ku belalakkan mataku. Bagaimana bisa dia bilang begitu??
“neo
michyeosso??” balasku.
Kami
berbalik menghadap paara hadirin. Eunhyuk menyodorkan lengannya untuk ku
gandeng. Sesuai dengan acara yang di atur, kami harus segera menghadiri
konferensi pers bersama leeteuk oppa dan sora eonni. Setelah itu ada resepsi
pernikahan yang akan di hadiri oleh teman artis eunhyuk dan teman orangtua
kami. Temanku?? Aku hanya punya dua teman di kampus, jadi hanya mereka berdua
yang ku undang.
Sebuah
limosine hitam menunggu di depan gereja. Aku dan eunhyuk berjalan menyusuri
altar. Pintu gereja yang besar di buka. Terlihat banyak sekali ELF dan
wartawan. Mereka semua menangis meraung-raung. Membawa beberapa poster yang
berisi hujatan mereka terhadapku. Ada juga yang menangis sambil membawa poster
yang isinya mendukungku.
Bodyguard
yang telah bersiap kini harus bekerja ekstra keras untuk melindungiku dan dan
memberikan jalan untukku dan eunhyuk. Ku genggam lengan eunhyuk sedikit lebih
erat. Dan berjalan menuju limosine hitam itu.
Tak
lama, kami pun akhirnya bisa memasuki limosine itu dengan selamat. Dengan
cepat, pintu di tutup dan limosine itu mulai berjalan. Beberapa orang juga
mengetuk-ngetuk kaca jendela.
“fuh~~”
ku hembuskan nafasku keras. Eunhyuk memandangku. Tak lama kemudian, ia
menyodorkan sebotol air mineral kepadaku. “gomawo.”
“setelah
ini konferensi pers pertamamu. Yang kau perlukan hanya diam. bicaralah hanya
saat mereka bertanya kepadamu. Selebihnya, serahkan padaku saja. Ara??” kata
eunhyuk.
“lalu
apa yang akan kau lakukan setelah pernikahan ini?? apa juga yang harus ku
lakukan??” tanyaku.
“jalani
kehidupan seperti biasa saja, hanya bedanya, kita harus tinggal di rumah
baru.” Jawabnya. “lebih detilnya, kita bicarakan besok saja.
Persiapkan saja dirimu untuk konferensi pers dan resepsi nanti.”
“hm..”
hanya itu yang bisa ku katakan. Hampir saja aku lupa kalau pernikahan ini
adalah pernikahan palsu. Entah kenapa, ada perasaan aneh yang munyusup saat menyadarinya.
Ku
alihkan pandanganku ke arah luar. Eunhyuk juga masih sibuk sendiri dengan
pikirannya. Entah apa yang dipikirkan, namun yang jelas sekarang raut wajahnya
menyiratkan rasa sesal dan serius.
Apa
yang kau pikirkan kyorin ah??
Apa
yang kau harapkan kyorin ah??
***
Eunhyuk
POV
Hyeoyon!!
Benar,
aku tidak salah!!
Itu
pasti hyeoyon!!
Aku
melihatnya duduk di sebuah cafe depan gereja sambil menangis. Ya, dia menangis.
Tapi kenapa dia menangis?? Seharusnya dia senang kami sudah putus karena dia
bisa bebas berpacaran dengan selingkuhannya itu.
Hatiku
sakit melihatnya menangis seperti itu. Ingin aku berjalan ke arahnya dan
memeluknya. Tapi itu mustahil dan justru akan membahayakannya.
Apa
dia juga akan datang ke acara resepsi bersama member SNSD lainnya?? Apa boleh
aku menemuinya??
***
Author
POV
Hall
party di hotel song kini tengah ramai oleh para tamu undangan yang menghadiri
pesta pernikahan seorang eunhyuk super junior. Banyak artis tengah berlalu
lalang di dalam hotel itu.
Shin
kyorin, yeoja yang seharusnya menjadi ratu sehari itu kini tengah duduk di
sudut ruangan. Kang sora yang berdiri tak jauh darinya mulai menghampirinya.
“kau
lelah??” sapa kang sora saat ia berhasil menghadap kyorin. Ia menyerahkan
segelas minuman untuk kyorin. Kyorin pun menerima dan menenggaknya sedikit.
“ne,
eonni. Ini melelahkan. Semua badanku terasa pegal. Hampir seribu orang yang ku
beri salam.” Rintih kyorin. Kang sora hanya tertawa.
“ah~
aku mengerti. Aku juga merasakannya.”
“ne~
lalu, bagaimana bulanmadumu kemarin eonni?? Menyenangkan??” tanya kyorin
sedikit basa-basi. Wajah sora sedikit bersemu.
“hehe..
yah, begitulah. Nanti kau juga akan merasakannya. Ngomong-ngomong, kau akan
pergi bulan madu ke mana??”
“ku
rasa aku tidak akan pergi bulan madu kali ini.”
“waeyo??”
“molla.
Yang jelas aku harus segera menyelesaikan tugas akhirku sebagai mahasiswa
jurusan perfilman.”
“ah!
Itu nari eonni!! Kenapa dia baru datang??” sora menunjuk seorang yeoja di samping
shindong dan melambai-lambaikan tangannya. Nari pun segera menghampiri sora dan
kyorin.
“anyyeonghaseyo!!
Aigoo~ aku sengaja datang telat agar tidak terlalu ramai. Tapi ternyata tetap
ramai. Bukankah acara inti sudah di mulai?? Mana eunhyuk??” tanya nari begitu
ia sampai di hadapan kyorin dan sora.
“molla.
Tadi dia di sini dan pergi. Bukannya dia sedang berkumpul dengan anggota suju
lainnya??” tanya kyorin.
“ani.
Dia tidak ada di sana.” Jawab nari.
“mungkin
ia sedang menemui tamu yang lain.” Balas kyorin.
“tapi,
kenapa di sini masih ramai sekali?? Bukankah acara seharusnya sudah selesai??”
tanya nari lagi.
“ne.
Memang sudah selesai dari tadi. Tapi entah kenapa tamu tak kunjung pergi.”
“mm,,
eonni, aku ingin permisi ke toilet sebentar. Kalian berbincang-bincanglah.”
Pamit kyorin.
***
Eunhyuk
POV
Hyeoyon!!
Dia
datang!!
Ku
langkahkan kakiku meninggalkan kyorin dan menghampiri hyeoyon. Jarakku
dengannya hanya beberapa meter. Ia menoleh. Ia melihatku. Ia memandangku.
Ku
tarik lengannya untuk menepi, mencari tempat sepi untuk berbicara. Setelah
berjalan sedikit, ku temukan tangga darurat yang lumayan sepi. Ku balikkan
badanku agar aku bisa menatapnya.
Dia
menangis.
“kenapa
kau menyeretku ke sini oppa?? Aku sudah berusaha melupakanmu. Tapi kenapa kau
malah membuatku berharap?? Aku masih mencintaimu oppa!! Aku masih
mencintaimu!!” bisik hyeoyon. Air mata mengalir dengan deras membasahi pipinya.
Sungguh, aku tak tega melihatnya seperti ini.
“kalau
kau mencintaiku, kenapa kau berhubungan dengan pria lain di belakangku??”
bentakku.
“aku
menyesal oppa!! Setelah kau pergi, aku baru menyadari kalau aku mencintaimu
oppa.” Hyeoyon terus menangis.
Ku
pegang tengkuknya. Mendekatkannya padaku dan melumat bibirnya. Entah kenapa,
aku ingin melakukan ini untuknya.
Ku
lepaskan bibirku. Tangisnya berhenti. Kini ia menatapku penuh tanya.
“kenapa
kau melakukan itu oppa?? Apakah kau juga masih mencintaiku??”
***
Kyorin
POV
“dimana
letak kamar mandinya?? Aku benar-benar ingin pipis..” gumamku pada diriku
sendiri.
Ku
buka pintu-pintu kecil yang terselip di pojok hotel.
“gudang..”
ku buka pintu pertama.
“tempat
alat kebersihan..”
“yang
ini pasti benar..” ku buka pintu kecil selanjutnya. “ah~ tangga..”
JLEGERR..
*anggep suara petir yak??”
Entah
kenapa, rasanya seperti tersengat listrik beribu-ribu volt.
Ku
pastikan kembali apa yang ku lihat. Ku cubit lenganku. Sakit. Ini nyata.
Eunhyuk...
Entah
kenapa, hatiku rasanya hancur melihat eunhyuk berciuman dengan seorang yeoja.
Aku tahu ini hanya pernikahan karena terpaksa, tapi dia berciuman dengan yeoja
lain di hari pernikahan. Ku rasa itu sedikit keterlaluan.
Ku
rasakan air mata mulai merembes dan berkumpul menjadi bulir-bulir yang mulai
berjatuhan di pipiku. Ku tutup pintu kembali.
“kenapa
kau melakukan itu oppa?? Apakah kau juga masih mencintaiku??” samar-samar, ku
dengar yeoja itu berbicara.
Ku
langkahkan kakiku pergi dari tempat itu. Mencari tempat yang benar-benar
bertuliskan ‘TOILET’.
Tak
lama kemudian, akhirnya ku temukan itu. Aku memasuki salah satu bilik dan duduk
di sana.
Ku
pikir aku akan memulai membuka hatiku untuk menerima seorang namja. Ini pertama
kalinya. Dan di pengalaman pertama ini, aku mendapat pengalaman yang
benar-benar menyakitkan. Kenapa ini terjadi setelah kami menikah?? Kenapa ini
tidak terjadi kemarin saja??
***
otte?? otte??
kritiknya juga yang banyak ya?? RCL!!
author tunggu jejaknya!!^^
kemarin ada yang tanya FB,, udah author sempilin di atas.. ^^
1 komentar:
huwaaaaaaa...akhirnya konflik serius mulai muncul. sumpaaah author pas baca bagian kyorin liat eunyuk sama hyoyon pas sekali in my dream berputar huwaaaah nangis aq #lebayy
lanjuuuuuut :D
Posting Komentar
RCL-juseyo~ :D