Senin, 26 Maret 2012

Andante part.4



Tittle: Andante
Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: seadanya
PG: 15 apa 16 yak??
Length : 4/?

dararattara~ naneun wasseo!! kekeke
FF saya ternyata banyak yang nyari,, [padahal cuma 5 orang],, tapi g papa.. jadi terharu..
alhasil,, saya ngebut ngerjakan ini untuk reader yang udah mau baca sampah dari otak saya.. ^^




WARNING:
 1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
 2.  FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje 
 3. typo bertebaran di mana-mana.
 4. part ini udah mulai nggak lucu lagi ya?? soalnya udah masuk konflik[?]. eh, tapi g tau ding, ini udah termasuk konflik ato belum.. jadi yah,, langsung baca aja ya??
happi reading..^^
****
***
**
*


Kyorin POV
Drrtt.. Drrtt..
Hai, timun mas!! Temui aku di pintu belakang seperti tadi. Sekarang juga.
Aish~ monyet ini!! apa dia tidak tahu?? Hatiku ini benar-benar sedang sakit. Kenapa dia selalu seenaknya?? Bukankah sebentar lagi resepsi pernikahan leeteuk oppa akan di mulai??
Ku langkahkan kakiku menyusuri lorong-lorong yang sedikit lengang menuju pintu belakang yang tadi. Namja itu terlihat sedang bersandar di dinding dengan muka cemberut. Seperti anak kecil.. lucunya~
“yak!! Kenapa kau malah mengajakku keluar?? Acara puncak resepsi akan di mulai sebentar lagi!!” bentakku saat aku sudah berhasil berada di hadapannya.
“salah sendiri kau menangis sepanjang acara!! Itu memalukan!! Lihatlah wajahmu, sudah bengkak seperti bulan purnama!!” balasnya.
“aigoo~ berlebihan sekali. Kalau begitu hibur aku!!”
“mwo!! Kenapa aku harus menghiburmu?? Aku bukan pria penghibur.” Elaknya.
“kalau begitu, akan kujadikan kau pria penghibur hari ini.”
“mwo!! Shirheo!!”
“lalu kenapa kau mengajakku ke sini??
“aku bosan. Ayo kita pergi. Leeteuk hyung hanya memberikan waktu 1 jam untuk pergi jalan-jalan.” Eunhyuk menarik tanganku.
Kyuhyun menyembul dari balik pintu belakang. Ia menatapku dan eunhyuk.
“aigoo~ kenapa kalian bermesraan di sini??” katanya. Ia menggidikkan bahunya kemudian melempar sebuah kunci mobil pada eunhyuk. “aish~ panas sekali!!”
“gomawo kyu!!” teriak eunhyuk yang hanya di sambut lambaian tangan oleh raja setan itu. Aish~ benar-benar tidak sopan. “gaja!!”
Eunhyuk menarik tanganku keluar dari gedung itu dan memasuki mobil yang ternyata sudah di depan pintu.
“kita mau ke mana dalam waktu 1 jam??” tanyaku saat telah berhasil menaruh pantat di atas jok mobil.
“molla..” jawab monyet gunung itu sambil cengengesan. “ada tempat yang ingin kau kunjungi??”
“anieyo!! Kalaupun ada, itu jauh dari sini.” Kataku.
Eunhyuk mulai menjalankan mobilnya keluar dari area gedung pernikahan leeteuk oppa.
“kau benar-benar menyukai leeteuk hyung??” tiba-tiba eunhyuk membuka mulut.
Tiba-tiba air mataku menetes lagi. Mendengar kata leeteuk, hatiku jadi sakit lagi.
***
Eunhyuk POV
Mwo?? Yeoja itu menangis. Apakah ia begitu mencintai leeteuk hyung?? Kanapa ia menyukai leeteuk hyung?? Dan kenapa aku tidak rela melihatnya menangis karena namja lain??
“aish~ kenapa kau menangis lagi??”
Aku benar-benar tidak suka melihat yeoja menangis. Ingin ku peluk tubuhnya yang bergetar. Ku ulurkan tanganku dan mulai memeluknya.
“jangan menangis lagi!! Jangan menangis karena namja lain!! Aku tidak suka.” Apa yang ku katakan???
***
Kyorin POV
Eunhyuk memelukku. Hangat. Nyaman. Bisakah tetap seperti ini??
“hajiman, Dia namja pertama yang ku sukai.” Eunhyuk sontak melepaskan pelukannya. Ternyata tidak bisa ya??
“Mwo?? Namja pertama?? Lalu siapa yang jadi namja ke dua??”
“molla. Seumur hidupku, itu pertama kalinya aku menyukai seorang namja. Dari dulu, aku hanya mengurus appa dan kyojin saja. Aku juga tidak pernah berpacaran.”
“MWO!! Jangan-jangan, malam itu, itu adalah ciuman pertamamu juga?? Astaga!! Wahahahahahah.. aku baru pertama kali bertemu dengan tipe yeoja sepertimu.”
Ku tatap eunhyuk tajam. Ku pukul kepalanya dengan tas tangan yang ku bawa.
“aish~ appo!!” rengeknya.
“biar saja!! Aku malah ingin berbuat lebih kepadamu karena perbuatanmu itu.”
“kau ingin menghukumku??”
“ne.”
“baiklah. Kuberi kau satu jam. Ku turuti semua permintaanmu.”
“mwo?? Hanya satu jam??”
“ne. Kita harus kembali ke tempat leeteuk hyung segera.”
“hm.. ara.. kalau begitu, traktir aku di restoran mahal!!”
“mwo?? Aish~ uangku!! *matrehyuk—tabok!!*”
Tiba-tiba sebuah ide terlintas di kepalaku. Ku pasang puppy eyes-ku dan memohon-mohon kepadanya.
“aish~ ara!! Ara!! Jangan pasang puppy eyes itu padaku!! Tidak akan mempan!!”
Aku tersenyum puas. Eunhyuk pun memacu mobilnya lebih kencang. Dan berbelok ke sebuah restoran kecil di ujung jalan kecil dan sedikit sepi.
“di sini restoran langgananku. Tidak akan ada wartawan di sini.” Kata eunhyuk. Ia keluar dari mobil dan membukakan pintu untukku.
“kenapa kau selalu semaumu sendiri?? Padahal kau yang bilang sendiri akan menuruti permintaanku?? Selalu saja berakhir seperti ini.” rengekku. Eunhyuk tetap menarik tanganku untuk keluar dan masuk ke dalam restoran kecil itu.
Kami pun duduk di pojok ruangan yang nyempil seperti upil agar tidak banyak di lihat orang. Tak lama kemudian, seorang pelayan datang membawa buku menu dan menyerahkannya padaku dan eunhyuk.
Ku buka buku menu itu. Hanya 1 kata yang selalu menari perhatianku. Strawberry!!
“strawberry sundae!!” pekikku dan eunhyuk bersamaan.
Aku langsung menoleh ke tempat eunhyuk. Ia juga menoleh ke arahku.
“maaf!! Stok strawberry tinggal satu porsi. Pengirimannya sedikit terlambat hari ini.”
“kalau begitu aku saja yang strawberry. Yang Satu lagi chocolate sundae.” Putus eunhyuk seenak udel.
Pelayan itu pun pergi dengan pesanan kami di tangannya.
***
Eunhyuk POV
Wajahnya lucu sekali. Kini ia tengah cemberut sambil menatapku garang.
“aigoo~ aigoo~ menyeramkan sekali. Jangan marah timun mas!!”
“monyet itu seharusnya makan pisang!! Bukan makan strawberry!!” bentaknya. Lalu memanyunkan[?] bibirnya lagi.
Aigoo~ kalau dia terus-terusan seperti itu, aku benar-benar akan bencium bibirnya.
Tak lama kemudian, Pelayan itu datang membawa pesanan kami.
***
Kyorin POV
Aku benar-benar ingin strawberry itu. Kenapa dia tidak pernah mengalah sedikit pun??
Pelayan itu meletakkan pesanan kami di meja.
“kau benar-benar ingin ini??” katanya sambil menunjuk strawberry sundae itu. Ku sambut pertanyaannya dengan anggukan bersemangat.
“baiklah,”
“kau akan memberikannya padaku??”
“tapi dengan satu syarat. Suapi aku buah strawberry itu dengan mulutmu.”
“MWO!! Yak!! Shirheo!!” ku rasakan wajahku memanas sekarang. ia mengambil buah strawberry dan menjejalkannya di ujung mulutku, mamaksaku untuk menggigit ujungnya.
“pejamkan matamu atau bibirku akan menyentuh bibirmu!!” bisiknya. Kuturuti perintahnya itu.
Jantungku serasa melompat-lompat mendengar suaranya. Tak lama kemudian, ku rasakan strawberry itu bergerak sedikit dan bibir bawahku seperti menyentuh sesuatu yang empuk[?].
“ambillah.” Ku buka mataku. Ia tertawa lebar sekali. Mungkin kalau lebih lebar, akan ada lalat yang terhisap ke mulutnya.
Ku kunyah sisa strawberry yang tadi di gigitnya. Jantungku masih berdebar kencang. Ku ambil mangkuk strawberry sundae dan memakannya perlahan. Eunhyuk juga memakan sundaenya. Sedikit rasa bersalah terbersit di hatiku. Ku sendokkan sundae strawberryku dan menyuapinya.
“enak!!!” katanya setelah melahap suapan yang ku berikan.
Waktu satu jam hampir habis. Sundae kami juga sudah habis. Kami pun kembali ke tempat leeteuk oppa.
Kurasa setelah ini, hatiku tidak akan sakit lagi melihat leeteuk oppa.
***
Eunhyuk POV
3 hari berlalu, leeteuk hyung sudah kembali dari bulan madunya bersama sora nuna. Setelah 2 hari  bekerja full time, kini super junior harus cuti lagi sehari.
Yak, kalian pintar sekali.
Hari ini giliran pernikakanku dengan kyorin. Dengar!! Pernikahanku!! Dengar dengan jelas!! PERNIKAHANKU..
Astaga!! Kini aku tahu rasanya jadi leeteuk hyung!! Tanganku terus saja berkeringat di balik satung tangan putih yang ku kenakan dan jantungku terus berdebar dengan keras. Dan lagi-lagi, yang jadi pertanyaan besar adalah, KENAPA AKU BERDEBAR?? Padahal aku tahu kalau aku tidak mencintai kyorin dan ini semua hanya keterpaksaan belaka. Aku hanya mencintai hyeoyon.
Oh?? Bagaimana aku bisa lupa?? Bagaimana kabar hyeoyon sekarang?? Apa dia baik-baik saja??
Apa dia tahu kalau aku menikah hari ini??
Apa aku harus mengundangnya juga di acara pemberkatan??
Ku ambil ponselku di saku jas untuk mencari-cari nomor hyeoyon.
“HYUNG!!! HYUNG!!! HYUNG!!”  
DEGG.. jantungku serasa hampir copot..
raja setan itu datang dan menepuk pundakku dengan tiba-tiba dari belakangku. Ada apa?? Apa yang terjadi?? Aish~ benar-benar membuatku bertambah deg-degan!!
“ada apa lagi??”
“kyorin hyung!! Kyorin!!”
“YAK!! Kenapa kau tidak sopan sekali?? Nuna!! Panggil dia nuna!!” kataku tidak terima.
“aish~ ini gawat sekali hyung!!”
“ada apa??”
“KAU PASTI BBHHPPFF.. BBFFTT.. MMMHH.. HHHNNNGG!! HHNNGG!! HHHHNNN MAL YEP BBFFTT DA!!!!”
Kangin hyung menyeretnya dari belakang dan membekap mulutnya. Aku hanya bengong melihat mereka. Kangin hyung juga memarahinya dan menyuruhnya untuk diam. aku hanya mendengar kyuhyun mengatakan “ye” dan “da”. Yeorihada?? Memasak?? Siapa yang mau demo masak di acara pemberkatanku?? Lagipula aku sama sekali tidak mengundang sales kompor dan wajan di sini. Yang ku undang tamu penting dan keluarga saja. Awas saja kalau sampai mereka berdua yang membuat kacau acara pernikahanku!!
Seorang event organizer memberiku kode untuk segera maju ke ujung altar untuk menanti kyorin. Ku urungkan niatku untuk menelepon hyeoyon dan memasukkan ponselku ke saku jas.
SLEPP..
Hah?? Kenapa aku jadi memegang udara?? Mana ponselku??
“kau seharusnya meninggalkan ponselmu di saat seperti ini!! ponselmu ku sita!!” leeteuk hyung menghampiriku dan penepuk-nepuk pundakku. “cepat masuk!!”
Ku pandang leeteuk hyung dalam. Ia meremas pundakku. Ku sunggingkan gummy smile-ku dan memeluknya. Entah kenapa, rasanya aneh. Ada sesuatu yang menggelitik hati ku dan seakan tak ingin ku lepas. Aish~ aku ingin menangis!!! Ku lepaskan pelukannya dan menghembuskan nafasku keras. Ku langkahkan kakiku menuju ujung altar.
“hwaiting!!” kata leeteuk hyung menyemangatiku. Saat aku berbalik, ku  lihat semua member berada di samping dan di belakangnya memberiku semangat.
Aish~ aku benar-benar menangis sekarang. Aku berjalan kembali ke arah mereka. Kami semua berpelukan.
“walaupun status lajangku sudah berubah, aku tidak akan berubah!! Kalianlah yang terbaik dan selalu ada di hatiku!!” bisikku. Leeteuk hyung dan donghae mulai menangis.
“kita couple selamanya!!” kata donghae sambil menitikkan air mata.
“sudahlah hyung!! Kau harus percaya diri!! Beruntung jas dan celanamu hari ini putih dan sedikit hitam, bayangkan saja kalau jas dan celanamu semua hitam hyung, kau pasti akan mirip tai cicak. Jadi bersemangatlah hyung!!!” kalian pasti sudah bisa menebak siapa yang berbicara seperti itu di tengah suasana yang seperti ini[?].
Ku berikan deathglare-ku padanya dan sedetik kemudian...
PLETAKK.. PLETAKK... PLETAKK..
Semua member menjitaknya berjamaah.
***
Sekarang ini aku sudah berdiri di ujung altar, menunggu kyorin memasuki ruangan ini dengan appanya. Para tamu penting dan keluargaku, juga member super junior sudah duduk di tempat duduk mereka. Banyak orang yang memandangku membuatku semakin deg-degan.
Tiba-tiba pintu altar terbuka. Silau!!
Terdapat siluet seorang laki-laki agak gemuk yang tak lain adalah appa kyorin.
Masuklah dua malaikat kecil yang membawa keranjang bunga. Mereka adalah keponakanku. Di belakangnya ada appa kyorin yang berjalan dengan menggandeng...
Siapa itu??
Beberapa detik kemudian, pandanganku mulai terlihat jelas. Yeoja itu berjalan menuju ke arahku. Ia memakai short wedding dress yang belakangnya menjuntai ke belakang. Kelopak-kelopak mawar serasa bertaburan di sekelilingnya. Kyorin,benarkan itu kyorin?? Mataku tidak salah kan??
Yeoja itu semakin mendekat. Appa kyorin menyerahkan tangan kyorin padaku. Cantik. Sungguh dia cantik sekali.
***
Kyorin POV
Oh tuhan!! Aku gugup sekali. Semua orang memandangku yang sedang mengandeng appa. Di ujung sana, hyukjae berdiri. Ia berkali-kali mengerjapkan matanya. Aku memandangnya. Ia memakai jas putih yang membuatnya jadi ganteng[?].
Appa menyerahkan tanganku padanya. Aku memandangnya. Ia juga memandangku. Kamipun saling pandang-pandangan *halah apaseh*.
“jangan terpesona begitu melihatku. Nanti kau jatuh cinta!!” bisiknya. Ia menyunggingkan senyum evilnya.
“jangan berharap.” Ku layangkan deathglare ku untuknya.
*upacara pemberkatan-skip[authornya nggak tahu nikahannya orang yang di gereja kaya apa. Jadi  terpaksa author skip. Yang tahu boleh kirim messege ke my name#halah, ke inbox author maksudnya. Fb: kyutu Choi]*-- *jangan curhat thor!!*
“ne.. saya bersedia.” Cicitku akhirnya. Jantungku terus saja berdebar. Apakah ini sudah berakhir??
“silahkan memasangkan cincin sebagai tanda bahwa kalian telah sah menjadi pasangan suami dan istri.” Kata pastor itu lagi.
Seorang yeoja cilik yang bertugas sebagai pengiringku tadi berjalan ke arah eunhyuk dan menyerahkan cincin pernikahan itu pada eunhyuk.
Eunhyuk mengambil salah satu cincin yang lebih kecil dan menyematkannya di jari manisku. Ku lakukan hal yang sama juga untuknya.
“saudara lee hyukjae, silahkan cium istri anda sebagai perwujudan cinta kasih kalian.”
DEGG..
Ini dia saat yang paling ku takutkan. ku tundukkan kepalaku sedikit. Terlihat tangan eunhyuk bergerak, membuka wedding veil yang ku kenakan. Ku angkat kepalaku agar aku bisa menatapnya tajam.
Eunhyuk tersenyum. Tapi, hanya senyum evil yang di sunggingnya. Benar-benar, raja setan itu sudah meracuni eunhyuk sampai ke akar-akarnya[?] *emang Fungi***m??*
OMO!!
Kini wajahnya mulai mendekat. Semua orang di ruangan ini mulai menatap ke arah ku dan monyet hutan itu dengan antusias. Beberapa wartawan yang di perbolehkan masuk juga mulai menyalakan lampu blitznya. Ku rasakan wajahku memanas.
Monyet itu terus mendekat. ku tutup mataku rapat-rapat. OMOOO~ Sungguh!! Ini menakutkan!!!
CUP..
Suatu telah menyentuh dahiku. Mataku refleks terbuka, seiring dengan dengusan kecewa para penonton[?]. aku menatap eunhyuk dengan pandangan kaget.
“kau kecewa aku tidak mencium bibirmu??” bisiknya. Tak lupa sebuah gummy smile ia tunjukkan padaku. Ku belalakkan mataku. Bagaimana bisa dia bilang begitu??
“neo michyeosso??” balasku.
Kami berbalik menghadap paara hadirin. Eunhyuk menyodorkan lengannya untuk ku gandeng. Sesuai dengan acara yang di atur, kami harus segera menghadiri konferensi pers bersama leeteuk oppa dan sora eonni. Setelah itu ada resepsi pernikahan yang akan di hadiri oleh teman artis eunhyuk dan teman orangtua kami. Temanku?? Aku hanya punya dua teman di kampus, jadi hanya mereka berdua yang ku undang.
Sebuah limosine hitam menunggu di depan gereja. Aku dan eunhyuk berjalan menyusuri altar. Pintu gereja yang besar di buka. Terlihat banyak sekali ELF dan wartawan. Mereka semua menangis meraung-raung. Membawa beberapa poster yang berisi hujatan mereka terhadapku. Ada juga yang menangis sambil membawa poster yang isinya mendukungku.
Bodyguard yang telah bersiap kini harus bekerja ekstra keras untuk melindungiku dan dan memberikan jalan untukku dan eunhyuk. Ku genggam lengan eunhyuk sedikit lebih erat. Dan berjalan menuju limosine hitam itu.
Tak lama, kami pun akhirnya bisa memasuki limosine itu dengan selamat. Dengan cepat, pintu di tutup dan limosine itu mulai berjalan. Beberapa orang juga mengetuk-ngetuk kaca jendela.
“fuh~~” ku hembuskan nafasku keras. Eunhyuk memandangku. Tak lama kemudian, ia menyodorkan sebotol air mineral kepadaku. “gomawo.”
“setelah ini konferensi pers pertamamu. Yang kau perlukan hanya diam. bicaralah hanya saat mereka bertanya kepadamu. Selebihnya, serahkan padaku saja. Ara??” kata eunhyuk.
“lalu apa yang akan kau lakukan setelah pernikahan ini?? apa juga yang harus ku lakukan??” tanyaku.
“jalani kehidupan seperti biasa saja, hanya bedanya, kita harus tinggal di rumah baru.”  Jawabnya.   “lebih detilnya, kita bicarakan besok saja. Persiapkan saja dirimu untuk konferensi pers dan resepsi nanti.”
“hm..” hanya itu yang bisa ku katakan. Hampir saja aku lupa kalau pernikahan ini adalah pernikahan palsu. Entah kenapa, ada perasaan aneh yang munyusup saat menyadarinya.
Ku alihkan pandanganku ke arah luar. Eunhyuk juga masih sibuk sendiri dengan pikirannya. Entah apa yang dipikirkan, namun yang jelas sekarang raut wajahnya menyiratkan rasa sesal dan serius.
Apa yang kau pikirkan kyorin ah??
Apa yang kau harapkan kyorin ah??
***
Eunhyuk POV
Hyeoyon!!
Benar, aku tidak salah!!
Itu pasti hyeoyon!!
Aku melihatnya duduk di sebuah cafe depan gereja sambil menangis. Ya, dia menangis. Tapi kenapa dia menangis?? Seharusnya dia senang kami sudah putus karena dia bisa bebas berpacaran dengan selingkuhannya itu.
Hatiku sakit melihatnya menangis seperti itu. Ingin aku berjalan ke arahnya dan memeluknya. Tapi itu mustahil dan justru akan membahayakannya.
Apa dia juga akan datang ke acara resepsi bersama member SNSD lainnya?? Apa boleh aku menemuinya??
***
Author POV
Hall party di hotel song kini tengah ramai oleh para tamu undangan yang menghadiri pesta pernikahan seorang eunhyuk super junior. Banyak artis tengah berlalu lalang di dalam hotel itu.
Shin kyorin, yeoja yang seharusnya menjadi ratu sehari itu kini tengah duduk di sudut ruangan. Kang sora yang berdiri tak jauh darinya mulai menghampirinya.
“kau lelah??” sapa kang sora saat ia berhasil menghadap kyorin. Ia menyerahkan segelas minuman untuk kyorin. Kyorin pun menerima dan menenggaknya sedikit.
“ne, eonni. Ini melelahkan. Semua badanku terasa pegal. Hampir seribu orang yang ku beri salam.” Rintih kyorin. Kang sora hanya tertawa.
“ah~ aku mengerti. Aku juga merasakannya.”
“ne~ lalu, bagaimana bulanmadumu kemarin eonni?? Menyenangkan??” tanya kyorin sedikit basa-basi. Wajah sora sedikit bersemu.
“hehe.. yah, begitulah. Nanti kau juga akan merasakannya. Ngomong-ngomong, kau akan pergi bulan madu ke mana??”
“ku rasa aku tidak akan pergi bulan madu kali ini.”
“waeyo??”
“molla. Yang jelas aku harus segera menyelesaikan tugas akhirku sebagai mahasiswa jurusan perfilman.”
“ah! Itu nari eonni!! Kenapa dia baru datang??” sora menunjuk seorang yeoja di samping shindong dan melambai-lambaikan tangannya. Nari pun segera menghampiri sora dan kyorin.
“anyyeonghaseyo!! Aigoo~ aku sengaja datang telat agar tidak terlalu ramai. Tapi ternyata tetap ramai. Bukankah acara inti sudah di mulai?? Mana eunhyuk??” tanya nari begitu ia sampai di hadapan kyorin dan sora.
“molla. Tadi dia di sini dan pergi. Bukannya dia sedang berkumpul dengan anggota suju lainnya??” tanya kyorin.
“ani. Dia tidak ada di sana.” Jawab nari.
“mungkin ia sedang menemui tamu yang lain.” Balas kyorin.
“tapi, kenapa di sini masih ramai sekali?? Bukankah acara seharusnya sudah selesai??” tanya nari lagi.
“ne. Memang sudah selesai dari tadi. Tapi entah kenapa tamu tak kunjung pergi.”
“mm,, eonni, aku ingin permisi ke toilet sebentar. Kalian berbincang-bincanglah.” Pamit kyorin.
***
Eunhyuk POV
Hyeoyon!!
Dia datang!!
Ku langkahkan kakiku meninggalkan kyorin dan menghampiri hyeoyon. Jarakku dengannya hanya beberapa meter. Ia menoleh. Ia melihatku. Ia memandangku.
Ku tarik lengannya untuk menepi, mencari tempat sepi untuk berbicara. Setelah berjalan sedikit, ku temukan tangga darurat yang lumayan sepi. Ku balikkan badanku agar aku bisa menatapnya.
Dia menangis.
“kenapa kau menyeretku ke sini oppa?? Aku sudah berusaha melupakanmu. Tapi kenapa kau malah membuatku berharap?? Aku masih mencintaimu oppa!! Aku masih mencintaimu!!” bisik hyeoyon. Air mata mengalir dengan deras membasahi pipinya. Sungguh, aku tak tega melihatnya seperti ini.
“kalau kau mencintaiku, kenapa kau berhubungan dengan pria lain di belakangku??” bentakku.
“aku menyesal oppa!! Setelah kau pergi, aku baru menyadari kalau aku mencintaimu oppa.” Hyeoyon terus menangis.
Ku pegang tengkuknya. Mendekatkannya padaku dan melumat bibirnya. Entah kenapa, aku ingin melakukan ini untuknya.
Ku lepaskan bibirku. Tangisnya berhenti. Kini ia menatapku penuh tanya.
“kenapa kau melakukan itu oppa?? Apakah kau juga masih mencintaiku??”
***
Kyorin POV
“dimana letak kamar mandinya?? Aku benar-benar ingin pipis..” gumamku pada diriku sendiri.
Ku buka pintu-pintu kecil yang terselip di pojok hotel.
“gudang..” ku buka pintu pertama.
“tempat alat kebersihan..”
“yang ini pasti benar..” ku buka pintu kecil selanjutnya. “ah~ tangga..”
JLEGERR.. *anggep suara petir yak??”
Entah kenapa, rasanya seperti tersengat listrik beribu-ribu volt.
Ku pastikan kembali apa yang ku lihat. Ku cubit lenganku. Sakit. Ini nyata. Eunhyuk...
Entah kenapa, hatiku rasanya hancur melihat eunhyuk berciuman dengan seorang yeoja. Aku tahu ini hanya pernikahan karena terpaksa, tapi dia berciuman dengan yeoja lain di hari pernikahan. Ku rasa itu sedikit keterlaluan.
Ku rasakan air mata mulai merembes dan berkumpul menjadi bulir-bulir yang mulai berjatuhan di pipiku. Ku tutup pintu kembali.
“kenapa kau melakukan itu oppa?? Apakah kau juga masih mencintaiku??” samar-samar, ku dengar yeoja itu berbicara.
Ku langkahkan kakiku pergi dari tempat itu. Mencari tempat yang benar-benar bertuliskan ‘TOILET’.
Tak lama kemudian, akhirnya ku temukan itu. Aku memasuki salah satu bilik dan duduk di sana.
Ku pikir aku akan memulai membuka hatiku untuk menerima seorang namja. Ini pertama kalinya. Dan di pengalaman pertama ini, aku mendapat pengalaman yang benar-benar menyakitkan. Kenapa ini terjadi setelah kami menikah?? Kenapa ini tidak terjadi kemarin saja??
***

otte?? otte??
kritiknya juga yang banyak ya?? RCL!!
author tunggu jejaknya!!^^

kemarin ada yang tanya FB,, udah author sempilin di atas.. ^^

1 komentar:

lala chan mengatakan...

huwaaaaaaa...akhirnya konflik serius mulai muncul. sumpaaah author pas baca bagian kyorin liat eunyuk sama hyoyon pas sekali in my dream berputar huwaaaah nangis aq #lebayy

lanjuuuuuut :D

Posting Komentar

RCL-juseyo~ :D