Tittle:
Andante
Author:
kyutukyupret
Main
cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre:
seadanya
PG: yakin, 16!
Length : 5/?
chajaaaangg~
saya datang lagi?? *tebar bau ketek*
episode ini pake gambar loh.. otte?? bagus pake ato enggak??
saya mau klarifikasi nih:
-buat yang nanya kenapa lama??
#alasannya karena idenya lagi ngadat dan kalau pun ada, g punya waktu luang buat nulis.. trus, alasan paling utama, authornya galau SS4.. [bagi reader ato siapapun yang mau nraktir authornya buat nonton SS4, boleh banget..]
-fb??
#Kyutu choi
WARNING:
1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu
kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
2. FF ini di
buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje
3. typo
bertebaran di mana-mana.
4. di part ini harap siapkan kantung untuk muntah, karena part ini, gimana ya??
baca langsung aja deh..
*****
prev>>>
Ku
langkahkan kakiku pergi dari tempat itu. Mencari tempat yang benar-benar
bertuliskan ‘TOILET’.
Tak
lama kemudian, akhirnya ku temukan itu. Aku memasuki salah satu bilik dan duduk
di sana.
Ku
pikir aku akan memulai membuka hatiku untuk menerima seorang namja. Ini pertama
kalinya. Dan di pengalaman pertama ini, aku mendapat pengalaman yang
benar-benar menyakitkan. Kenapa ini terjadi setelah kami menikah?? Kenapa ini
tidak terjadi kemarin saja??
***
Eunhyuk
POV
“jangan
mencintaiku yeon ah~ kumohon. Kalau kau mencintaiku, kau sendiri yang akan
tersakiti. Aku melakukan ini sebagai tanda perpisahan kita.” Kataku tegas. Ku
lepaskan genggaman tangannya dan pergi dari tempat itu.
“apa
kau benar-benar mencintai yeoja itu oppa??” teriaknya saat aku mulai pergi
menjauh. Ku balikkan badanku.
“aku
tidak tahu. Biar waktu yang akan menjawabnya.” *autor: ceile, sok puitis lo
hyuk!!*
“akan
ku buat kau mencintaiku lagi sepenuhnya oppa!! Aku yakin kau masih
mencintaiku!!” teriaknya lagi. Air matanya terus saja bercucuran hingga pipinya
basah.
“aku
memang mencintaimu, tapi itu dulu. Dan sekarang, aku sadar bahwa aku
mencintaimu hanya sebagai saudara. Kau adalah adikku dan aku adalah oppamu. Kau
masih bisa mengandalkanku, namun bukan sebagai namja chingu, tapi sebagi oppa.”
Ku
langkahkan kakiku meninggalkan tempat itu. Walaupun aku masih mempunyai rasa
untuknya, entah kenapa aku benar-benar tidak ingin mempertahankannya.
***
Kyorin
POV
Sakit..
aku merasa sakit..
Air
mataku terus saja berjatuhan.
Tidak
boleh, aku tidak boleh menangis hanya karena namja playboy sepertinya. Aku
tidak boleh menyukainya. Titik.
Ku
hapus airmata yang tengah bergulir di pipiku. Ku hapus juga rasa suka yang
pernah muncul untuk monyet hutan itu. Aku tidak akan pernah berharap.
Semua
namja sama saja.
Setelah
memastikan tak ada seorangpun yang berada dalam toilet itu, aku pun keluar dari
bilik toilet. Cermin besar di depan bilik itu langsung memperlihatkan bayangan
seorang yeoja jelek yang memakai baju pengantin.
siapa
yeoja jelek yang menikah dengan riasan amburadul seperti itu?? Cih,,
memalukan!!
Kenapa
ia bergerak mengikutiku??
ASTAGA!!!
Shin
kyorin!! Apa yang kau lakukan dengan dirimu sendiri??
Eyeliner
dan bedak yang luntur, rambut juga mulai mencuat kesana kemari. Ujung belakang
gaunku juga sedikit basah. Astaga!! ASTAGA!!!
“KYORIN
AH~!!” pintu toilet tiba-tiba terbuka. Sesosok wanita anggun masuk dengan
tergesa-gesa.
“waeyo
kang sora eonni??” tanyaku sambil mengernyit heran.
“huft~
ternyata kau masih di sini. Aku hampir jantungan karena mencarimu. Kau
membuatku khawatir. Kenapa kau lama sekali??” sora eonni memperhatikanku, dari
atas hingga ke bawah. “OMO~ kenapa kau jadi seperti ini?? gwaenchana??”
“ne,
nan gwaenchana.” Ku tatap wajahnya untuk meyakinkannya.
“tapi
kau tidak kelihatan tidak apa-apa.” Katanya lirih.
“gwaenchana.
Nan jeogmal gwaenchana. Jinja!!” kataku.
“arasseo,
kalau kau tidak ingin bercerita kepadaku saat ini. tapi nanti kau harus
bercerita padaku.” Kata sora eonni lagi.
Astaga,
dia baik sekali. Aku menyesal dulu pernah sebal padanya karena menikah dengan
teukkie oppa. Aku menyesal dulu pernah cemburu padanya. Leeteuk oppa memilih
wanita yang tepat. Kini aku benar-benar rela teukkie oppa menikah dengannya.
“ne.”
Anggukku.
“biar
ku rapikan riasan wajahmu sedikit. Setelah ini, beristirahatlah di kamar
kalian. Bukankan malam ini kalian menginap di hotel ini??”
“ne.”
Sora
eonni mulai menata kembali riasan wajahku dengan makeup yang dibawanya di
sebuah tas kecil.
“biar
aku yang mengatakan pada eunhyuk kalau kau sudah berada di kamar. Gaja!! Aku akan
mengantarmu. Di luar banyak sekali wartawan, jangan sampai ketahuan. Mereka
bisa membuat gosip yang tidak-tidak. Aku akan memegangi ekormu. Berjalanlah
agak cepat. Arasseo??” jelas sora eonni saat kami akan keluar dari toilet.
Ku
hirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. pintu toilet sudah ku buka. Ku
langkahkan kakiku sedikit lebih cepat menuju lift. Untung saja ada lift yang
terbuka dan kosong.
“gomawo
eonni.” Bisikku saat kami memasuki lift dan mulai beranjak naik.. Sora eonni
hanya tersenyum dan mengangguk.
“anieyo!!
kau dongsaengku. Kita berdua mempunyai nasib yang sama. Kita sama-sama istri
dari member super junior. Sudah selayaknya aku membantumu.” Elaknya.
Lift
berdenting dan pintu lift mulai terbuka.
“eonni..”
“tidak
apa-apa. Jangan sungkan.”
“tapi
eonni..”
“sudah
kubilang, kau ini dongsaengku, jadi jangan berterima kasih.”
“EONNI!!
Aku tidak punya kunci kamar itu. Bagaimana aku bisa masuk??”
“ah??
Maaf.. hehe..” kata sora eonni lagi. Tak lama kemuadian ia mulai mengubek-ubek
isi tasnya dan mengambil sesuatu.
Kartu??
“ini,
aku punya!! Lee sora eonni menitipkannya padaku karena ia tak kunjung
menemukanmu.” Sora eonni mulai mengesekkan kartu itu pada gagang pintu dan
hualla!! Pintu pun terbuka. “istirahatlah. Kau terlihat lelah.”
“ne.”
Sora
eonni mulai berjalan pergi meninggalakanku. Ku putuskan untuk segara masuk dan
mandi.
“mungkin
berendam air hangat akan membuatku lebih baik.” Gumamku pada diri sendiri.
“bukankah di sini tidak ada orang??”
Ku
lepas wedding dress itu dan menaruhnya di atas tempat tidur. Ku langkahkan
kakiku menuju kamar mandi. Memutar musik di ponselku. Memenuhi bath tub dengan
air hangat dan mencampurnya dengan sabun. Selagi menunggu, ku bersihkan semua
make up di wajahku dan membersihkan rambutku.
“ah~
hangat.” Gumamku saat badanku telah memasuki bath tub.
***
Eunhyuk
POV
Tamu
sudah mulai berkurang. Sekarang hanya segelintir orang dan para member super
junior yang masih ada.
Aku
lelah. Aku ingin tidur!!
“ya!!
Namja nomor 2!!” teriak sora eonni. Ku tolehkan kepalaku kepadanya.
“wae
nuna?? Di mana kyorin?? Kenapa aku tidak melihatnya?” tanyaku. Ya, sejak keluar
dari tempat tangga darurat tadi, aku tidak bisa menemukan kyorin. Seharusnya,
dalam balutan wedding dress, aku bisa dengan mudah menemukannya.
“dia
sudah berada di kamar. Tadi saat di toilet, dia terlihat kacau sekali.
Sepertinya dia habis menangis. Tapi aku tidak tahu kenapa.”
“kapan??”
“tadi
saat kau meninggalkannya, dia pergi ke toilet. Karena lama sekali, aku khawatir
dan akhirnya aku menyusulnya.” Sora eonni menyodorkan sebuah kartu padaku. “ini
kunci kamar kalian. Lee sora eonni menitipkannya padaku.”
“gamsahamnida
hyungsoo-nim!!”
Kyorin??
Menangis?? Tapi kenapa??
Ah~
tidak mungkin. Pasti sora eonni hanya salah sangka.
Tapi
kenapa perasaanku tidak enak?? Apa terjadi sesuatu pada kyorin??
“hyung,
aku pergi dulu. Aku lelah.”
“aigoo~
eunhyuk kita sudah tak sabar rupanya!! Ne, pergilah, kami juga akan pulang.”
“jangan
bicara yang tidak-tidak hyung!!” bentakku.
“ara!!
Ara!! Pergilah.”
Tanpa
ba-bi-bu lagi, ku tinggalkan mereka semua. Ku percepat langkahku menuju kamar
hotel yang sudah kami pesan. Bahkan derap langkahku menggema di koridor yang ku
lewati.
Tiba
di depan kamar, segera ku gesekkan kartu
di gagang pintu dan masuk ke dalamnya. Tempat tidur masih rapi. Hanya saja gaun
pengantin kyorin teronggok tak berdaya di atasnya. Ada beberapa noda di sana.
Jika gaun pengantin kyorin di sini, lalu kyorin di mana??
GLUUKK..
Ku
telan air liurku. Rasa khawatir mulai menyergapku. Jangan-jangan, kyorin
depresi menikah denganku dan akhirnya bunuh diri!! OMO~
“KYORIN
AH~ EODIYA!!!” teriakku tiba-tiba.
Samar-samar,
ku dengar alunan musik mellow dari kamar mandi. Kurasakan bulu kudukku berdiri.
Tengkukku serasa berdesir. Dengan cepat ku buka pintu kamar mandi yang ternyata
tidak di kunci.
“WAAAAAAA!!!”
segera ku tutup pintu kamar mandi dan berlari terbirit-birit menuju tempat
tidur.
Apa
itu?? Jangan-jangan di hotel ini memang ada hantu. Di bath tub ada seorang
yeoja dengan rambut hitam basah yang berantakan.
Kyorin??
KYORIN!!
Dengan
cepat, ku buka kembali pintu kamar mandi dan melihat kembali siapa yang ada di
dalam bath tub.
Itu
benar kyorin. Ku langkahkan kakiku mendekatinya, tapi ku urungkan. Kalau kyorin
berada di dalam bath tub, berarti dia sedang mandi. Nah, kalau dia sedang
mandi, bararti...
“AAHHH~”
ku tutup kembali pintu kamar mandi. Ku acak-acak rambutku sambil berlari
memutari kamar frustasi. Apa yang harus ku lakukan???
Tapi
kenapa dia tak bergerak sama sekali?? Padahal aku sudah berkali-kali berteriak.
Jangan-jangan... KYORIN BUNUH DIRI??
“KYORIN
AH~” aku berlari kembali menuju kamar mandi. Aish~ kenapa busa di atasnya sudah
mulai hilang?? Sejak kapan dia seperti itu??
“Kyorin
ah~” ku tepuk-tepuk pipinya. Apa dia benar-benar sudah mati?? Apa sebaiknya ku
bawa ke tempat tidur saja?? Baiklah, kalau dia tak kunjung sadar, akan ku bawa
saja ke tempat tidur.
“Kyorin
ah~ ireona!!” ku tepuk pipinya berkali-kali. Berkali-kali pula aku menelan
ludah dan mengalihkan pandanganku.
matanya
mulai bergerak. Sedikit rasa lega terbersit di dalam hatiku. Matanya
mengerjap-ngerjap dan akhirnya terbuka sempurna.
“eunhyuk??”
ia mulai melihat sekelilingnya, berusaha mengumpulkan kembali nyawanya. Dan
sedetik kemudian, matanya membelalak. “WAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”
“WAAAAAA!!!”
saking kagetnya aku ikut berteriak dan terjengkang ke belakang. “kenapa kau
berteriak!!”
Ia
mulai mengumpulkan sisa-sisa busa sabun yang ada di permukaan bath tubnya untuk
menutupi tubuhnya.
“seharusnya
aku yang bertanya begitu!!” bentaknya.
“untunglah
kau masih hidup. Ku kira kau tadi bunuh diri. Kau tahu?? Aku tadi sangat
khawatir terjadi apa-apa padamu. Fuh~” kataku sambil mengelus dada.
“KENAPA
KAU MALAH CURHAT DI SINI!!! Tak ada yang perlu di syukuri dan CEPATLAH
KELUAR!!!!” teriaknya. Bahkan lampu-lampu di sekitar kamar mulai bergetar.
Mungkin jika aku mendengarnya lebih lama, telingaku pasti tuli.
Ku
putuskan untuk segera keluar dari kamar mandi dan menunggunya di atas kasur.
10
menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Ia berdiri dengan balutan baju
handuk warna putih khas hotel. Wajahnya cemberut. Aura murka terpancar darinya.
Menakutkan!! *OST: dendam nyi pelet*
“kenapa
kau melihatku seperti itu?? Menakutkan sekali!!” gumamku. Tapi kurasa, cukup
keras untuk terdengar olehnya.
“apa
saja yang kau lihat??” tanyanya dingin.
“aku
tak melihat apa pun!! Sungguh!!” ku acungkan jari telunjuk dan telunjuk dan
tengahku.
“kata
‘sungguh’mu itu tidak meyakinkan!!! Katakan!! Apa yang kau lihat!!”
“aku
tidak melihat apa-apa!! Hanya..” aish~ apa yang ku katakan.
“hanya
apa???”
“hanya..”
“HANYA
APA!!”
“aish~
MOLLA!! Kenapa kau mempermasalahkan itu?? Kau bukan tipeku!! Jadi aku tak akan
tergoda olehmu!! Lagi pula, kita sudah menjadi suami istri. Jadi sah-sah saja
kan kalau aku memang melihat sesuatu.” Belaku. Dengan secepat kilat, aku pun
memasuki kamar mandi dan menguncinya dari dalam agar ia tak mengomeliku lebih
lanjut. Aish~ suaranya sungguh membuat telinga sakit.
***
Kyorin
POV
Astaga!!
Ini
membuatku frustasi!!
Apa
saja yang sudah di lihatnya??
Eomma~
ada yang mengintip tubuh anakmu!! Air mataku mulai bergulir. “huwee... ada yang
melihat tubuhku..”
Segera
ku kenakan baju tidur yang panjang dan rapat. Ku baringkan tubuhku dan
membenamkan tubuhku di dalam selimut tebal. Ku tutup mataku rapat-rapat dan
berusaha untuk tidur. Aku benar-benar tak ingin melihat wajahnya lagi.
Tak
lama kemudian, terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Derap langkah
juga terdengar keras dan menggema. Tak lama kemudian, suara langkah kaki
tersebut terdengar semakin mendekat. tempat tidur mulai bergerak. Ku buka
mataku.
“YAA!!
Kenapa kau tidur di sini??” bentakku saat menyadari bahwa dirinya berada di
sampingku.
“kenapa
kau bertanya?? Hanya ini satu-satunya tempat tidur!!”
“cepat
tidur di sofa!!”
“shirheo!!
Mana sofa?? Di sini hanya ada kursi duduk yang kecil.”
“kalau
begitu tidur saja di lantai!!”
“MWO??
Enak saja!! Shirheo! Aku yang membayar kamar ini, kenapa aku yang tidur di
lantai??”
“ara!!
Ara!!” ku putuskan untuk mengalah dan tidur di lantai. Aku bangkit dari tidurku
dan menyeret selimut tebal itu untuk ku pakai tidur di lantai.
5
menit..
10
menit..
Kenapa
dia tak memanggilku?? Benar-benar namja yang tak peka.
***
Eunhyuk
POV
Aish~
yeoja keras kepala!
Ini
sudah 1 jam tapi ia masih tidur di lantai dengan selimut tebal. Apa dia merasa
nyaman??
“ya...
kyorin ah~” bisikku. Ku toel-toel tubuhnya yang tertutup selimut tebal. “kau
sudah tidur??”
“mwoya!!”
erangnya sambil mengusir[?] tanganku.
“naiklah!!”
“shirheo!!”
“memang
kau nyaman seperti itu?? Bukankah di lantai keras dan dingin??”
“ini
tidak dingin.”
“tapi
keras kan?? Sudahlah!! Cepat naik!! Aku kedinginan!!”
“shirheo!!”
“aish~
yeoja keras kepala!! Apa kau mau aku menggendongmu untuk naik ke sini??”
“MWO!!
Shirheo!!”
Aish~
yeoja ini menyebalkan. Tubuhku bahkan mulai menggigil. Ku gelindingkan tubuhku
menuju ke arahnya dan menjatuhkan tubuhku agar berada di sebelahnya. Ku
masukkan tubuhku ke dalam selimut itu. Hangat~
“YAA!!”
ia bangkit dari tidurnya. “kenapa kau jadi ikut ke sini??”
“aku
kedinginan!!”
“ARGH!!
Ambil saja semuanya!!” bentaknya sambil berdiri dan beranjak pergi.
“kau
mau kemana??” aku pun ikut bangkit dari lantai dan berdiri.
“beli
kopi.”
Ku
tahan tangannya dan menariknya ke atas tempat tidur. “ini sudah malam, apa kata
dunia jika istri eunhyuk super junior pergi keluar malam-malam seperti ini??
kau akan mencemarkan nama baikku dan nama baik super junior. Kau hanya perlu
berbaring dan tidur. Apa susahnya??”
***
Kyorin
POV
Kenapa
nada suaranya jadi lebih lembut seperti itu? Entah kenapa aku jadi tak bisa
berkutik.
“tenang
saja, aku tak akan menyentuhmu. Jangan mempersulit hal yang seharusnya mudah!!”
ia melepaskan tanganku dan mulai berbaring di atas tempat tidur.
Dengan
terpaksa, aku mengikutinya. Entah kenapa, hatiku menyuruhku seperti itu.
Padahal aku baru saja sakit hati karena ia mencium wanita lain di hari
pernikahanku.
Aish~
sudahlah. Lihat saja semuanya besok..
***
Eunhyuk
POV
Aish~
yeoja pemalas!!
Ini
sudah jam 10, kenapa ia tak kunjung bangun.
“Yaa!!
Timun mas!! Ireona!! Kita harus check out sekarang.” teriakku. Tapi kenapa ia
tak kunjung bangun??
“YAAA!!
Ireona!!” ku goncang-goncangkan tubuhnya agar ia segera bangun.
“hmm..
arasseo.. tapi eunhyuk-ssi..”
“kenapa
kau memanggilku dengan embel-embel ssi?? Hilangkan kebiasaan buruk itu!!”
bentakku lagi. “balli ireona!!”
“ara!!
Ara!!” balasnya. Tak lama kemudian, ia bangun dan berganti baju di kamar mandi.
“kau
tidak mandi??”
“ini
terlalu dingin.” Rintihnya.
“ayo
pulang!!”
“kita
pulang ke mana??”
“ke
rumah yang sudah ku beli.”
“kau
beli rumah?? Di mana?? Bagaimana dengan semua barang-barangku??” tanyanya
sambil membereskan bajunya.
“ne.
Tetap di seoul. Barang-barangmu semuanya telah di pindahkan, eomma-mu, eomma-ku
dan nuna yang mengurus semuanya. Adikmu juga memutuskan untuk tinggal di asrama
saja.” Setelah semua barang kami masuk ke dalam tas, ku ambil alih tas itu dan
beranjak keluar dari kamar. “tunggulah di depan. Biar ku ambil dulu mobilnya.”
Setelah
memastikan bahwa ia mendengarku, aku pun berlalu.
***
TING..
Lift
berdentang dan pintunya mulai terbuka. Aku pun mulai berjalan. Tas tanganku
berayun-ayun seiring dengan langkah kaki ku. Entah kenapa, sejak bangun tadi,
kepalaku terus saja berdenyut dan semuanya terasa berputar. Bahkan, tengah
malam aku tiba-tiba terbangun karena ingin bersin.
Di
luar hotel terlihat ramai. Beberapa orang sepertinya berteriak-teriak. Namun,
tetap saja ku langkahkan kakiku keluar hotel dan menunggu monyet itu datang
dengan mobilnya.
“ITU
DIA!! DIA SUDAH KELUAR!!” seru seorang yeoja bertubuh gemuk. Beberapa saat
kemudian, yeoja-yeoja lain mulai berkerumun dan menatapku tajam.
Ada
apa ini???
PLETAKK..
PRAKK.. PRAKK..
Bau
amis mulai menyeruak memenuhi rongga hidungku. Yak, tepat sekali!! Mereka semua
telah melempariku dengan telur.
Tubuhku
menegang. Jujur, aku terkejut dengan perlakuan seperti ini.
“DASAR
YEOJA MURAHAN!! BERANINYA KAU MEREBUT EUNHYUK KAMI!!” teriak para yeoja itu
memekakkan telingaku.
Beberapa
petugas keamanan hotel datang dan berusaha untuk membubarkan yeoja-yeoja yang
terus saja melempariku dengan telur. Namun penjaga itu tetap gagal menghentikan
mereka.
“aku
bukan yeoja murahan!!!” teriakku frustasi. Air mata kini telah menetes di
pipiku. Kenapa mereka memperlakukan aku sekeji ini?? sedangkan sora eonni
tidak??
“KAMI
TELAH MERELAKAN LEETEUK OPPA DENGAN SORA EONNI KARENA KAMI TELAH TERBIASA SEJAK
MEREKA IKUT WGM!! SEKARANG, KAMI TAK AKAN MELEPASKAN EUNHYUK OPPA!!” teriak
yeoja-yeoja itu.
PRAKK..
PRAKK..
Telur-telur
sepertinya sudah di lempar lagi. Ku rasakan kepalaku mulai sakit. Dan dunia
seakan-akan berputar dengan hebat. Tubuhku melemas. Tanganku berusaha mencari
tumpuan namun tak ada. Ku rasakan seseorang menopang tubuhku, lalu entah
kenapa, semuanya menjadi gelap.
***
Eunhyuk
POV
Astaga!!
kenapa di sana ramai sekali?? Banyak wartawan dan sepertinya fans berkerumun di
sana.
“Kyorin!!
Kyorin ada di sana!!” teriakku panik.
Dengan
segera aku berlari, merangsek ke dalam kerumunan itu. Samar, kulihat tubuh
kyorin yang sudah berlumuran telur. Badannya terlihat terhuyung-huyung, seperti
orang mabuk.
Hap..
lalu ku tangkap.. *nada: cicak2 di dinding*
Sepertinya
ia tak sadarkan diri. Astaga!! kenapa jadi seperti ini??
Ku
lindungi tubuhnya dari serangan telur para yeoja-yeoja gila itu. Perlahan,
lempatan telur mulai berhenti.
“KALIAN
PUAS???” Ku tatap yeoja-yeoja itu dengan tatapan emosi dan mulai menggendong
kyorin memasuki mobil. Ku pacu mobilku dengan kecepatan tinggi. Tak ku hiraukan
bau amis yang sedari tadi menusuk-nusuk hidungku. Yang jelas, aku ingin segera
sampai ke rumah.
Terdengar
nada dering ponselku berbunyi. Segera ku ambil ponsel itu dan melihat siapa
yang tengah meneleponku.
“hyung??
Neon gwaenchana??” sahut donghae ketika penggilannya ku jawab.
“ne.
Hanya berlumuran telur saja.” Jawabku datar.
“bagaimana
dengan kyorin??”
“dialah
yang keadaannya mengkhawatirkan. Ia pingsan. Aku bingung harus bagaimana.”
“kau
di mana sekarang hyung??”
“aku
dalam perjalanan ke rumahku. Apa leeteuk hyung ada di sana??”
“ani.
Tapi, mendengar kabar ini, kami semua langsung berkumpul hyung. Kami akan ke
sana. Aku sudah menculik dokter SM untuk di bawa ke rumahmu.”
“baiklah.”
Telepon
terputus. Namun sedetik kemudian, ponselku berdering kembali.
Leeteuk
hyung calling..
“neon
gwaenchana!!!” teriak leeteuk hyung panik. Aish~ orang ini lebay sekali. “kau
di mana?? Aku dan sora sudah berada di rumahmu yang baru bersama shindong dan
nari.”
“aku
sedang dalam perjalanan ke sana, hyung.”
“baiklah.
Kami menunggumu di sini.”
“ne..”
Panggilan
kembali terputus. Ku pacu kembali mobilku lebih cepat.
5
menit kemudian, akhirnya aku tiba di rumah.
Ku
lempar kunci pintu pada shindong hyung yang masih menungguku. Ku gendong kyorin
yang hingga saat ini tak kunjung sadar dan meletakkannya di tempat tidur.
“biar
aku dan sora yang mengurus kyorin. Kau cepatlah mandi dan ganti bajumu!”
perintah nari nuna yang langsung ku turuti. Pintu kamar di tutup dan di kunci
dari dalam.
Ku
langkahkan kakiku menuju kamar mandi dan membersihkan diriku. Tak lama
kemudian, semua member super junior dan seorang dokter dari SM datang dan
memeriksa keadaan kyorin.
***
Kyorin
POV
Pusing..
Di
mana ini?? sepertinya aku tidak mengenal tempat ini. kenapa sepi sekali??
Ku
gerakkan tanganku. tapi tidak bisa. Seperti ada beban berat yang menindihku. Ku
longokkan kepalaku untuk melihatnya. Aish~ pantas saja berat, ternyata monyet
blonde itu tidur di atas lenganku. Dan apa itu lengket-lengket?? Monyet ini
mengiler[?] di tanganku?? OMO!! Anieyo!!
“ya!!
Hyukjae ssi??” panggilku dengan susah payah. Tenggorokanku terasa kering
sehingga membuatku susah untuk berbicara. “ya!! Ireona!!”
Kepalanya
mulai bergerak dan terangkat. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, mengumpulkan
kembali kesadarannya.
“kau
sudah bangun??” tanyanya sambil mengucek-ucek matanya. Neomu gyeobtda!!
“hm..”
“kau
haus?? Sudah berjam-jam kau tidak membuka matamu. Membuat orang cemas saja!!”
katanya sambil mengambil air putih di dekat meja.
Ku
teguk sedikit air putih itu dan kembali berbaring.
“kau
terkena flu!! Semua karena kecerobohanmu tidur di kamar mandi!!” bentaknya
lirih. “ini, makanlah. Heechul hyung membelikanmu bubur abalone. Lalu setelah
ini kau harus munim obatnya!!”
“aku
tidak bisa bangun.. kepalaku pusing..” rintihku. Ia kemudian menambah bantalku
agar kepalaku bisa terangkat.
“seperti
ini saja tidak apa-apa kan?? Biar ku suapi..”
“ani!!
Aku bisa makan sendiri.”
“jangan
keras kepala!!!” bentaknya sedikit lebih keras.
Akhirnya
ku turuti kemauannya. Setelah selesai memakan beberapa sendok bubur, Ku minum
beberapa obat yang di berikannya.
Tiba-tiba
aku teringat insiden telur itu. Bajuku!! Kenapa sudah berubah??
“kau
mengganti bajuku??”
“ani.
Sora dan nari nuna yang menggantinya. Kau tak perku khawatir.” Jawabnya.
Ku
hembuskan nafasku lega.
“cepatlah
sembuh.” Bisiknya lirih. Ku kerutkan keningku. Apa aku tak salah dengar?? “maksudku,
cepatlah sembuh!! Tak ada yang mengurusku!!”
“aigoo~
kau sudah tua!! Seharusnya kau bisa mengurus dirimu sendiri.” Kataku. Aku kecewa
mendengar alasannya.
“tapi,
kau ingin cepat sembuh bukan??” tanyannya lagi. Tentu saja, apa dia bodoh?? Ku anggukkan
kepalaku. “aku tahu metode ampuh untuk menyembuhkannya. Diamlah!!”
Firasatku
sedikit aneh. Wajahnya terus mendekat. ku pejamkan mataku erat-erat. Juga ku
katupkan bibirku rapat. Hembusan nafasnya mulai menerpa wajahku. Tak lama
kemudian, bibirnya menepel di bibirku.
“ya!!
Buka sedikit bibirmu!!” bisiknya. Entah kenapa, ku turuti permintaannya.
Ia
kembali menempelkan bibirnya di bibirku, dan mulai melumatnya perlahan. Aku hanya
diam, tak tahu harus bagaimana. Ini pertama kalinya untukku.
“kenapa
kau tak membalas ciumanku?? Kau tak suka??” bisiknya lagi.
“aku
tak bisa.” Jawabku.
“hahahaha..”
ia tertawa kecil. Tak lama kemudian, ia kembali melumat bibirku. Ku coba untuk
membalas ciumannya, walaupun aku tak tahu caranya.
“joha~”
bisiknya di sela-sela ciumannya.
Kenapa
kau melakukan ini lee hyukjae?? Aku jadi mencintaimu lagi. Bolehkah?? Apa boleh
aku menarik janjiku kembali untuk tidak menyukaimu??
TBC~
otte?
kayanya ni FF nggak ada yang menanti ya?? ada nggak sih??
kalo nggak ada, di stop aja gimana??
sekedar pemberitahuan,,
next part, bukan part 6, tapi Andante special Piku..
gamsahamnida... *deep bowing*

1 komentar:
gyahahahahaaa....akhir yang mendebarkan, ntu kenapa kunyuk tiba2 megkissing kyori. hahahhaa..kereen author
Posting Komentar
RCL-juseyo~ :D