Selasa, 08 Mei 2012

Andante part.8



Tittle: Andante
Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: married, seadanya.. *saya hanya berhasil menemukan 1 genre yang pas*
PG: 15 ato 16 lah..
Length : 8/?

WARNING:
 1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
 2.  FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje
 3. typo bertebaran di mana-mana.
 4. sepertinya nggak ada feelnya


 Annyeonghaseyo yeorobeun??
ada yang merindukan FF ini?? 
kemarin sempet ada yang nanya gimana sosok Inho??  bayangin aja jinwoon 2AM atau manusia tinggi tegap yang berotot atau sejenisnya..




Author POV
“hyung, apa yang kau lakukan hyung??” seorang namja berpipi polkadot baru saja keluar dari kamarnya. Matanya menatap namja kurus di depannya dengan perasaan prihatin. “hyung??”
“dia tidak akan menjawabmu. Lee hyukjae hyung benar-benar sudah gila.” Balas ryeowook tak acuh. Ia begitu sibuk berkutat di dapur.
“ya!! Jaga bicaramu!! Aku ini baik-baik saja!!!” jawab hyukjae tanpa tenaga. Ia kembali sibuk menggonta ganti channel TV tanpa minat.
“aih~ mwoya~!! bagaimana seorang namja baik-baik saja berpenampilan seperti dirimu sekarang ini?? Kau terlalu kurus!! Tulangmu terlihat di mana-mana. Bahkan bayangan hitam menggantung di bawah matamu. Kau terlalu kacau lee hyuk jae!!” sambung sungmin yang juga keluar dari kamar. “pulanglah!! Kyorin menunggumu di rumah!!”
“cih~ tak usah menghiburku!! Dia sekarang pasti sedang berkencan dengan teman prianya.” Elak eunhyuk. Padahal jauh di lubuk hatinya, ia benar-benar merindukan kyorin. Tapi entah kenapa, egonya terlalu kuat sehingga hatinya tak mampu berbuat apa-apa.
“kau cemburu??” balas sungmin lagi. Ia sudah tak tahan melihat eunhyuk seperti ini terus menerus.
“MWO!! NEO MICHYEOSSEO!!! Kenapa aku cemburu??” elak eunhyuk sekuat tenaga. Ia barusaha mempertahankan hatinya yang mulai berontak.
“kalau kau tidak cemburu, kanapa kau di sini hyung?? Kau sudah 2 minggu lebih di sini. Pulanglah!!” bujuk kyuhyun pada hyungnya itu.
“cih~ jadi kalian semua ingin aku pergi dari sini?? Kalian mengusirku??” eunhyuk berdiri dari sofa, kemudian menyambar coat dan kunci mobil dengan cepat. “ok, ini kan yang kalian inginkan?? Aku akan pergi!!”
“HYUNG!!” tahan kyuhyun. Namun eunhyuk tak menggubrisnya.
“YA LEE HYUKJAE!!! KAU HARUS PULANG  KE RUMAHMU!!!” teriak sungmin.
“aku tidak bisa melihatnya seperti itu terus-menerus.” Gumam ryeowook. “tidakkah sebaiknya kita mengikuti kemana dia pergi hyung?? Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk.”
“baiklah. Kita ikuti dia.” Putus sungmin. Ia segera mengambil kunci mobilnya dan pergi membuntuti eunhyuk bersama kyuhyun dan ryeowook.
***
Sebuah mobil hitam melaju kencang. Membelah jalanan kota seoul yang mulai padat karena sekarang adalah jam masuk kerja. Namun, kepadatan itu tak menghalangi niat eunhyuk untuk  memacu mobilnya lebih cepat. Ia terus menginjak pedal gas.
“AARRGGHH..” teriak eunhyuk frustasi. ia memukul-ukul setir, berusaha melampianskan apa yang ada dalam hatinya.
Tiba-tiba sebuah sinar menyilaukan berhasil menerobos masuk mata eunhyuk yang otomatis langsung membuatnya mengarjap-ngerjapkan matanya. Sedetik kemuadian matanya membelalak menyadari sesuatu yang sepertinya akan terjadi.
“TIN TIN!!!”
CKKIIITT.. BRRAAKK!!! [apa ini??]
***
di sisi lain, seorang yeoja sedang mengelap piring yang baru saja selesai di cucinya. Tiba-tiba pandangannya berkunang-kunang. Refleks, ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Berusaha untuk tetap fokus mengelap piring-piring itu.
Penampilannya nampak kacau. Ia terlihat lebih kurus karena jarang makan, matanya menghitam dan bengkak karena terlalu sering menangis. Rambutnya juga di ikat asal-asalan.
Sudah 1 minggu lebih ia berada di rumah ini setelah sebelumnya ia menginap di rumah leeteuk. Karena tak enak mengganggu hubungan rumah tangga orang lain, akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke rumah ini, menunggu eunhyuk, si monyet hutan yang tak kunjung pulang itu. [backsound:bang toyib~]
Tiba-tiba ia menyipitkan matanya. Telinganya berasa berdenging dan kepalanya terasa amat sakit. Dunia disekelilingnya terasa berputar-putar.
PRANGG..
Piring yang di pegang kyorin terjatuh.
Rasanya keseimbangannya mulai tak stabil. Ia berusaha mencari tumpuan, namun tangannya tak kuat untuk menumpu badannya sendiri. Ia pun terjatuh. Tangannya berusaha menumpu badannya di lantai agar terjatuhnya tak terlalu sakit. Namun apa daya, lantai penuh dengan pecahan kaca dari piring yang di jatuhkannya.
“ah~” kyorin meringis menyadari tangannya tertusuk sesuatu. Dilihatnya bercak-bercak merah mulai mengotori lantai.
Dan akhirnya semuanya menjadi gelap.
***
Dua ambulans di seoul hospital  datang bersamaan di waktu yang sama. Hanya saja mereka datang di dua pintu berbeda.
Di sisi samping terbaring seorang namja berlumuran darah di kereta dorong memasuki rumah sakit dengan 3 orang namja yang ikut mengikutinya dengan tampang khawatir, bahkan 2 diantaranya menangis tersedu sedu.
Sedangkan di sisi depan rumah sakit terdapat seorang yeoja yang juga berlumuran darah terbaring di atas kereta dorong. Seorang namja yang mengantarnya juga mengikitinya dengan tampang khawatir dan prihatin.
Mereka berdua masuk dalam ruangan yang bersebelahan untuk di periksa.
***
30 menit kemudian..
sebuah kereta dorong dengan yeoja di atasnya di pindahkan ke sebuah ruang rawat. Namja yang mengikutinya tadi juga ikut menemaninya.
Di sebelahnya, sungmin masih mondar-mandir karena panik. Dari tadi ia sibuk berpikir, siapa yang akan ia telepon. Akhirnya, setelah menghitung kancin kemeja yang di gunakannya, ia menelepon leader hyungnya.
“yeoboseyo?? Hyung?? Hyukjae masuk rumah sakit.” Kata sungmin panik setelah teleponnya di angkat.
“...”
“seoul hospital.”
“...”
“mwo?? Kau sudah di sini?? Hyungsoo-nim sakit?? Aku sedang di UGD hyung.”
“...”
“ne. Aku menunggumu.” Sungmin menutup sambungan teleponnya. Ia kemudian beranjak dan berjalan mondar-mandir di depan pintu UGD.
5 menit kemudian, leeteuk dan sora muncul dari ujung koridor dengan langkah panik menuju tempat sungmin dan dua dongsaengnya berada.
“HYUNG!!” teriak sungmin.
Kyuhyun dan ryeowook yang menangis mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang disebut sungmin dengan ‘hyung’. Menyadari itu leeteuk, mereka langsung berdiri.
“apa yang terjadi??” tanya leeteuk saat ia tiba di hadapan sungmin.
“eunhyuk hyung kecelakaan saat aku menyuruhnya untuk pulang hyung.. aku merasa bersalah hyung. Aku tidak ingin kejadian kelam itu terjadi lagi. Aku takut hyung.” Loroh kyuhyun. Entah kenapa air matanya terus mengalir. Kepingan demi kepingan ingatan tentang kecelakaan yang hampir membuatnya kehilangan nyawa itu kembali terputar.
Leeteuk yang juga menjadi korban atas peristiwa itu langsung mengerti. Ia memeluk kyuhyun dan berusaha untuk menenangkannya.
Tiba-tiba, pintu ruangan di mana eunhyuk di periksa itu pun di buka. Seorang uisa dan 3 orang perawat di belakangnya keluar dari ruangan itu.
“ehm, apa kalian keluarganya??” tanya uisa itu.
“ye, uisa-nim. Bagaimana keadaannya?” jawab leeteuk.
“dia baik-baik saja. hanya tangan kanannya yang sedikit retak dan pecahan kaca yang melukai tangan kanan dan kiri. Selebihnya, kupikir tak ada masalah. Kita tunggu perkembangan selanjutnya.” Jelas uisa itu.
“gamsahamnida, uisa-nim. Apa kami boleh melihatnya?” tanya leeteuk tidak sabar.
“tunggu setelah ia dipindahkan di ruang rawat.” Jawab uisa itu. Ia kemudian pamit untuk undur diri.
Tak lama kemudian, terdengar suara berisik dari dalam ruangan itu. Kereta dorong dengan hyukjae di atasnya itu keluar dari ruangan itu. Leeteuk, sora, sungmin, ryeowook dan kyuhyun mengikutinya dari belakang.
Eunhyuk di pindahkan menuju kamar rawat inap.
***
Di sebuah kamar inap, inho terduduk. Matanya tak bisa lepas dari wajah yeoja yang terbaring di atas ranjang.
“kyorin ah~, ada apa denganmu??” gumam inho lirih. Tangannya meraih tangan kyorin dan menggenggamnya erat. Ia memperhatikan wajah kyorin dengan saksama.
FLASHBACK
Pagi itu, seperti beberapa hari belakangan ini, inho berencana untuk menjemput kyorin. Sudah lama mengetuk dan memencet bel, namun tetap tak ada respon dari si pemilik rumah. akhirnya ia memutuskan untuk menelepon kyorin.
Terdengar sebuah ringtone mengalun dari dalam rumah. namun tak ada orang yang segera mengangkatnya.
Rasa curiga inho mulai timbul. Bahkan ia berpikir kalau kyorin bunuh diri karena beberapa hari ini, kyorin lebih terlihat seperti zombie daripada seorang yeoja.
Sambil terus meneleponnya, inho memutuskan untuk memutari rumah itu, berusaha mencari pintu yang tidak di kunci.
“ada!” pekik inho ketika tangannya memutar kenop pintu balakang rumah kyorin. Ia pun berhasil masuk ke dalamnya.
Dengan panik, ia mencari sumber suara ringtone ponsel kyorin. Ponsel itu tergeletak di atas meja ruang tengah. Inho segera mengambilnya dan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan.
Ia menemukan sesuatu yang janggal. Kaki milik seseorang terlihat menyembul dari balik pantry atau minibar di dapur itu.
“KYORIN!” teriaknya.
Di lihatnya tubuk kyorin tergeletak. Darah berceceran di dekat tangannya. Ia pun segera menelepon ambulans dan membawanya ke rumah sakit.
FLASHBACK END
Inho pun mengeluarkan ponsel milik kyorin yang sejak tadi di bawanya.  Ia bingung, siapa yang harus ia hubungi. Akhirnya, ia menekan tanda call pada nomor yang akhir-akhir ini selalu berhubungan dengan kyorin selain dirinya.
“yeoboseyo??”
***
Sora POV
Aku hanya bisa berdiri di ujung ranjang saat melihat namja nomor 2 itu tergeletak tak berdaya di atas ranjang rumah sakit. Ia terlihat sama kacaunya dengan kyorin.
Huft..
Ku hembuskan nafas ku berat. Mereka berpisah, dan mereka sama-sama menderita. Kenapa mereka tak bersatu saja??
Ku rasakan ponsel dalam tas jinjingku bergetar. Ku obok-obok[?] tasku secara acak. Ketemu!!
Kyorin??
Pas sekali?
Tanpa ba-bi-bu lagi, aku mengangkat telepon itu. Secercah harapanku muncul untuk mempertemukan mereka kembali dan membuat mereka bersatu lagi.
yeoboseyo??” tanya suara di seberang saat aku mengangkat telepon.
Namja?? Kenapa suara kyorin berubah menjadi suara namja??
“nde?? Bukankah ini ponsel kyorin??” tanyaku bingung. Mendengar nama kyorin ku sebut, namja-namja di depanku ini langsung menoleh, menatapku dengan tanda tanya besar di atas kepala mereka.
maja. Aku inho, temannya. Aku menemukannya pingsan di rumahnya.
“MWO!!” teriakku refleks.
hajiman, aku sudah membawanya ke rumah sakit. Apa kau bisa datang ke sini? Aku harus pergi sebentar.
“eodiyeyo??” tanyaku.
Seoul Hospital.
“MWO!!” tanyaku kaget. Di rumah sakit ini?? “kamar nomor berapa??”
303.
Refleks, aku langsung membuka pintu, melihat nomor ruangan tempat eunhyuk di rawat.
304. MWO?? Berarti kyorin ada di kamar sebelah?? DAEBAK!! Ini benar-benar daebak!
Ku langkahkan kakiku keluar kamar dan pergi menuju kamar sebelah yang bertuliskan 303.
Ku buka kamar itu. Terlihat seorang namja yang sedang menelepon. Juga kyorin yang terbaring lemah di atas ranjang dengan mata tertutup. Jarum infus menancap di tangan kanannya.
Ku putuskan sambungan telepon itu.
“a a anda cepat sekali.” Kata namja itu kaget. Sepertinya dialah inho, orang yang meneleponku tadi.
Astaga, orang ini ganteng sekali?
Aish~ sora!! Apa yang kau pikirkan?? Kau bahkan sudah bersuami!!
“ne. Ada apa dengannya??” tanyaku.
“aku menemukan dia pingsan di dapur rumahnya. Sepertinya ia sedang mengelap piring karena ku temukan pecahan piring dan kain lap di dekatnya. Tangannya juga terluka terkena pecahan piring.” Jelas namja itu. “aku harus pergi dulu.”
“ne, silahkan.” Kataku. Namja itu keluar dari ruangan ini dan segera menghilang di balik pintu. [emang jin?]
“ada apa ini kyorin ah??” bisikku setelah namja itu keluar. Aku merasa prihatin sekali melihatnya seperti ini. “kenapa kalian semua seperti ini? Ya Tuhan, apa yang sedang Kau rencanakan?”
Tiba-tiba aku teringat kalau leeteuk dan yang lainnya berada di kamar sebelah.
“teukkie oppa?” panggilku saat aku kembali ke kamar eunhyuk.
“wae yubong? Kenapa kau memanggilku seperti itu? Sudah ku bilang kan..”
Aish, aku tahu dia suka menjadi MC, tapi namja ini terlalu banyak bicara. Ini bukan waktu yang tepat untuk itu!
“kyorin ada disini. Di rawat.” Putusku.
Semua orang yang ada di sana menganga mendengar apa yang ku katakan.
“MWO?? Apa maksudmu??” teriak sungmin.
“dia di rawat di sini. Di rumah sakit ini. tepatnya di kamar sebelah.” Kataku gemas.
Dengan cepat, mereka beranjak menuju kamar sebelah.
BRAK!!
Saat sungmin akan membuka pintu, pintu itu terbuka dengan cepat. Dan sudah bisa di pastikan, kini sungmin sudah tergeletak dengan benjolan di dahinya karena terbentur pintu.
“APA YANG TERJADI!!” teriak kangin.
“hyung, aku tahu kau panik. Tapi bisakah kau pelan sedikit? Kau mau aku juga ikut di rawat di sini dengan mereka??” gerutu sungmin sambil mengusap-usap dahinya yang benjol. 
“hahaha.. mianhae, nan molla.” Kata kangin sambil cengengesan.
“tapi apa yang kau maksud dengan ‘mereka’?” tanya heechul. Kepalanya menyembul di balik tubuh kangin.
“kami baru mendengar kalau kyorin di rawat di sini. Makanya kami akan melihatnya.” Kata sungmin lagi.
“MWO??” teriak heechul dan yang lainnya.
Aku hanya bisa geleng-geleng kepala. Kini semuanya berjubel menuju kamar kyorin. Untung di ini kamar VIP. Bayangkan saja, 13 orang, termasuk diriku.
“ini benar-benar gila.” Komentar heechul.
“mereka benar-benar berjodoh.” Yesung menggaruk-garuk dagunya.
“tuhan, aku yakin kau pasti sudah merencanakan ini.” siwon mengatupkan kedua tangannya.
***
Author POV
Menginjak malam hari, di luar rumah sakit terlihat semakin ramai. Banyak wartawan yang datang untuk meliput berita ini. bahkan para ELF juga datang dan berkumpul sejak pagi tadi.
Namun lain halnya dengan yang ada di dalam rumah sakit, tepatnya di dalam ruangan kyorin dan eunhyuk. Di dalam ruangan mereka malah semakin sepi karena para anggota super junior yang punya jadwal padat. Hanya sora yang bisa menunggu mereka hingga leeteuk selesai kerja karena semua keluarga eunhyuk sedang pergi ke luar negeri.
Ia mondar-mandir di ruang kyorin dan ruang eunhyuk. Melelahkan memang, namun bagaimana lagi?
“eonni?” panggil seorang yeoja. Sora yang sedang merapikan selimut eunhyuk pun langsung menoleh.
Seorang yeoja tinggi dengan rambut panjang berwarna coklat berdiri di ambang pintu kamar milik eunhyuk. Sora menyipitkan matanya, berusaha mengingat-ingat yeoja itu.
“nde?? Hyoyeon??” tanya sora.
“ne eonni. Ternyata kau masih mengingatku.” Yeoja itu tersenym manis. “aku ingin menjenguk eunhyuk oppa.”
Yeoja itu berjalan mendekat. kemudian menaruh buah dan sebuah bucket bunga di meja. Ia menghampiri  eunhyuk dan menatapnya lama.
Karena tak ingin mengganggu privasi orang lain, akhirnya sora keluar dari ruangan itu dan memutuskan untuk menemani kyorin.
***
Kyorin POV
Eunhyuk pulang??
Entah kenapa, aku benar-benar merindukannya.
Ia berjalan mendekatiku dan membelai pipiku. Mencium puncak kepala dan bibirku, kemudian ia pergi bersama seorang yeoja yang muncul dari belakangnya. Hyoyeon??
Andwae!!
“eunhyuk-ssi!!” panggilku. Ia tetap berjalan pergi.
“Eunhyuk?? Nan bogosipo!!”
“ya! Kyorin ah! Ireona!!” terdengar suara menggelegar dari langit.
***
Aku mendengar suara itu. Suara itu terdengar semakin nyata.
“uisa-nim!! Jebal dowajuseyo!!” kata yeoja itu lagi. Sepertinya aku mengenal suara ini.
Pelan-pelan, ku buka kelopak mataku. Secercah cahaya menerobos masuk melalui lensa menuju retina. Membentuk-bayangan-bayangan yang ada di depanku. Putih.
“sora eonni??” kataku serak saat menyadari yeoja yang ada di depanku adalah sora eonni. Tapi kenapa aku ada di sini?? Entahlah, yang jelas, Aku merasa haus sekali.
Astaga? di mana ini?? kenapa bau obat mulai menusuk-nusuk indra penciumanku?
“kau sudah sadar??” tanya sora eonni panik.
Tiba-tiba beberapa orang berjas putih masuk ke dalam ruanganku. Mereka memeriksa keadaanku.
“gwaenchana?? Apa yang kau rasakan sekarang?” tanya seorang yang terlihat seperti uisa.
“haus.” Kataku seadanya.
“dia baik-baik saja. hanya kelelahan yang parah dan stres. Ini adalah obat-obatan yang di butuhkan.” Kata uisa itu pada sora eonni. MWOYA?? Kelelahan?? Aku tidak kelelahan. Tapi aku HAUS. Dan yang ku butuhkan sekarang adalah AIR. Bukan OBAT.
Dokter itu kemudian pergi meninggalkan ruangan ini dengan dua perawat yang mengikutinya.
Sora eonni menatapku dengan mata berkaca-kaca. Astaga? ada apa dengannya?
“eonni, berhentilah menatapku seperti itu. Akan sangat lebih baik kalau kau mengambilkanku air minum.” Cicitku. Aku terlalu haus sampai aku ingin muntah[?].
“gwaenchana?” tanya sora eonni khawatir. Ia memberiku segelas air putih yang memang sudah di siapkan di atas meja.
“oh.. gwaenchana.” Kataku setelah meneguk air itu. “aku sudah lebih baik. Bisakah kita pulang?? aku tidak suka berada di sini.”
“andwae. Kau masih lemah. Berapa hari kau tidak makan? Kenapa kau kurus seperti itu? Apa kaca di rumahmu pecah? Lihatlah dirimu!! Kalian berdua benar-benar membuat repot!” kata sora eonni. Matanya berkaca-kaca lagi.
Aku hanya bisa terdiam. Kepingan-kepingan ingatan menyedihkan itu kembali terulang hingga saat aku pingsan waktu itu.
“untung inho dengan cepat membawamu ke sini.”
Inho?? Inho yang membawaku? Bagaimana bisa?
“inho?” tanyaku tak yakin.
“oh. Atau aku salah menyebut namanya?? Yang penting orang itu yang membawamu ke sini.”
Bagaimana bisa dia menemukanku? Aish, sudahlah. Biar ku tanyakan sendiri pada inho.
“lalu, bagaimana bisa kau tahu aku ada di sini eonni? Siapa saja yang mengetahui hal ini?” tanyaku. Entah kenapa, aku teringat dengan eunhyuk juga mimpi itu. Tak bisa di pungkiri, aku merindukannya.
“maksudmu, apa eunhyuk mengetahui hal ini? begitu?” tanya sora eonni to the point. Sukses membuatku terperangah. “sebenarnya..”
“sebenarnya apa?”
“saat kau masuk rumah sakit, eunhyuk juga masuk rumah sakit.”
“MWO??”
“ne. Kau pingsan. Sedangkan dia kecelakaan. Mobilnya menabrak pembatas jalan.”
Aku bingung harus bagaimana. Ini terlalu tiba-tiba.  Aku memang ingin mendengar kabarnya. Tapi bukan kabar yang seperti ini. “b.. ba.. bagaimana keadaannya? Di mana dia sekarang?”
“dia.. belum sadarkan diri.”
“aku ingin melihatnya eonni. Di mana dia??” rengekku. Air mataku menetes tanpa di komando. “di mana dia eonni??”
“jangan sekarang kyorin ah. Jebal, jangan sekarang.” pinta sora eonni dengan wajah yang sedikit aneh. Seperti sedang menutup-nutupi sesuatu. Apa eunhyuk memang separah itu?
“eonni, aku hanya ingin melihatnya. Aku tak akan melakukan apa pun.”
“dia.. ada di kamar sebelah..”
“MWO??” tanyaku tak percaya. Bahkan kamar kami bersebelahan. Kenapa sora eonni melarangku seperti  itu?
Aku pun menuruni ranjang yang ku tiduri. Seketika aku merasa ruangan ini berputar hebat, namun tetap ku tahan agar sora eonni tak melarangku pergi menemuinya. Ku langkahkan kakiku keluar dari ruanganku sekarang dan pergi mencari ruangan eunhyuk.
Aku menemukan papan dengan nama eunhyuk menggantung di depan sebuah kamar. Takut-takut, aku mengintip keadaan di dalam. Aku takut kalau dia masih membenciku dan mengusirku dari ruangan ini. itu menyakitkan.
Eunhyuk terbaring lemah di atas ranjang. Kepalanya di bebat dengan perban. Juga tangannya. Wajahnya terlihat lelah. Lingkaran yang menghitam menggelantung di bawah matanya. Wajahnya yang pucat, kini terlihat semakin pucat. Yang paling jelas, dia terlihat lebih kurus. Tapi..
Yeoja?
DIA!! Dia yeoja yang berpelukan eunhyuk saat di kantor SM. Dia yeojachingu eunhyuk. Benar, dia yeojachingu eunhyuk.
Yeoja itu terisak pelan, memegang tangan eunhyuk yang di balut perban. Ia memeluk eunhyuk dan menangis di dadanya.
Hatiku terasa hancur, di iris-iris dengan berbagai macam benda tajam. Sakit. Aku iri. Aku benar-benar iri. Aku ingin melakukannya. Aku ingin memeluknya.
Lututku terasa lemas. Kini tubuhku merosot hingga akhirnya terduduk di lantai. Tubuhku bergetar. Airmataku terus saja keluar hingga akhirnya aku terisak pelan.
Seseorang memelukku. Aku tahu itu sora eonni. Pundakku basah. Ia juga menangis??
“OMO!!” teriak seorang namja menggema di koridor ini. dan aku yakin namja itu adalah leeteuk oppa.  “waeyo??” tanyanya panik.
Sora eonni melepas pelukannya di tubuhku. Tak lama kemudian, leeteuk oppa mengangkat tubuhku dan mengembalikanku ke ranjang rumah sakit.
“kalian pulang saja oppa, eonni. Nan gwaenchana.” Cicitku.
“bagaimana bisa kami pulang kalau keadaanmu seperti itu?” bentak leeteuk oppa. “sebenarnya ada apa ini?”
“pulanglah oppa. Aku ingin sendiri.”
Dengan berat hati, sora eonni dan leeteuk oppa meninggalkanku ruangan ini. kini, hanya ada aku disini. Sendiri.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam waktu korea. Namun mataku tak bisa di ajak kompromi. Tak bisa di pejamkan barang sebentar.
Entah kenapa, aku terus kepikiran dengan eunhyuk. Kepalaku hanya berisi dirinya hingga rasanya ingin meledak.
Ku putuskan untuk kembali melihatnya. Mungkin saja yeoja yang tadi sudah pergi.
Ku buka pintu kamarnya perlahan. Tebakanku benar. Eunhyuk terbaring sendirian di kamar ini. sepertinya yeoja itu benar-benar pergi.
Ku pandangi ia lekat-lekat. Ku telusuri tangannya yang di perban dengan jariku. Lehernya. Wajahnya. Dahinya. Matanya. Pippinya. Hidungnya. Bibirnya. Lingkaran hitam itu kini terlihat semakin jelas. Juga tulang rahangnya yang semakin menonjol, menandakan kalau ia kini benar-benar kurus.
“apa kau tidak makan dengan baik??” aku mulai terisak. “kenapa kau tak merawat dirimu dengan baik? Seharusnya kau bahagia bersama yeojachingumu. Kalau yeojachingumu tak merawatmu dengan baik, aku tak segan-segan untuk merebutmu darinya.”
Dadaku terasa sesak. Kini aku sudah terisak. Tubuhku bergetar hebat. Ingin ku peluk tubuhnya, namun aku tak bisa. Ada sebagian diriku yang melarangku melakukannya.
Aish~ sudahlah.
Aku ingin memeluknya, untuk yang terakhir kali. Belum tentu nanti di masa depan aku bisa memeluknya.
Ku peluk tubuhnya yang terbaring dengan erat. Air mataku terus saja bercucuran, ani, ini bukan bercucuran lagi. Ini air terjun.
Dadanya basah, namun aku tak peduli. Ku rasa aku terlalu merindukannya.
“ya! Kyorin ah!! Aku tak bisa bernafas!” sebuah gumaman lirih terdengar di telingaku. Refleks, aku langsung berdiri kembali seperti semula. Rasa takut mulai merambat di dalam tubuhku. Apa ia akan mengusirku?
“mianhae.” Kataku.
Aku terdiam. Begitu juga dengannya. Ruangan ini menjadi begitu sunyi seperti gua hantu milik si buta[baca: si buta dari goa hantu]. Tanganku terulur untuk memencet bel agar uisa-uisa itu bisa memeriksa eunhyuk seperti yang di lakukan sora eonni tadi.
Namun, dengan sigap, tangan eunhyuk juga terulur menahan tanganku.
“biarkan seperti ini saja.” katanya.
“tapi..”
“aku haus.” Potongnya cepat. Terpaksa, aku mengambilkan minum untuknya. Ia kemudian menenggak air putih yang ku berikan. “kau juga sakit?”
ia perhatikanku dari atas sampai bawah.
“tidak.”
“aish! Bodoh! Kalau kau tak sakit, kenapa selang infus itu menancap di tanganmu?? Lalu bajumu? Lalu kenapa tanganmu??”
“sebenarnya siapa yang bodoh di sini!!” bentakku. “kau bahkan sudah menjawab pertanyaan yang kau ajukan tadi!”
“benar juga ya? Tapi, kenapa tanganmu.”
“aku bunuh diri.”
“MWO!!?”
“aish~ aku hanya bercanda. cepatlah sembuh, kita harus bicara secepatnya.” Kataku akhirnya. Aku sudah memikirkan hal ini begitu lama.
“aku sudah sembuh. Kita bicara sekarang saja.” katanya yakin.
Huft..
Ku hembuskan nafasku dengan berat. Sebagian dalam diriku ingin berbicara sesuatu yang telah ku rancang dari awal. Namun sebagian dari diriku yang lain tidak.
“oppa..”
“chankamman! Ulang sekali lagi!”
“ya! Lee hyuk jae. Aku ini sedang serius!” bentakku.
“baiklah. Lanjutkan.”
“apa kau kini sudah bahagia? Apa kau bahagia bersama yeoja chingumu?” tanyaku dengan bibir bergetar.
“jangan bertele-tele!” balasnya.
“aku ingin kita bercerai.”
***

TBC~


hehehe.. [ketawa geje]
buat yang ketinggalan, silahkan add author di : Kyutu Choi
gamsahamnida.. *bowing*
dada!! [pergi sama kyu]

1 komentar:

lala chan mengatakan...

ya ya yaaaaa kenapa bicara perceraian, aaaaah author angan biarkan mereka bercerai jeballllll
mereka kan belom merasakan romatis romantis an sejak menikah, mosok mau bercerai. jebal jangan dong author yg baik hati dan tidak sombong dan rajin menabung #plakkk ^^v

lanjuuuut baca sudah tak sabar aq liat kelanjutannya (berasa nonton K-drama

Posting Komentar

RCL-juseyo~ :D