Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: married, seadanya.. *saya hanya berhasil menemukan 1 genre yang pas*
PG: 15 ato 16 lah..
Length : 8/?
WARNING:
1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
2. FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje
3. typo bertebaran di mana-mana.
4. sepertinya nggak ada feelnya
Annyeonghaseyo yeorobeun??
ada yang merindukan FF ini??
kemarin sempet ada yang nanya gimana sosok Inho?? bayangin aja jinwoon 2AM atau manusia tinggi tegap yang berotot atau sejenisnya..
Author
POV
“hyung,
apa yang kau lakukan hyung??” seorang namja berpipi polkadot baru saja keluar
dari kamarnya. Matanya menatap namja kurus di depannya dengan perasaan
prihatin. “hyung??”
“dia
tidak akan menjawabmu. Lee hyukjae hyung benar-benar sudah gila.” Balas
ryeowook tak acuh. Ia begitu sibuk berkutat di dapur.
“ya!!
Jaga bicaramu!! Aku ini baik-baik saja!!!” jawab hyukjae tanpa tenaga. Ia
kembali sibuk menggonta ganti channel TV tanpa minat.
“aih~
mwoya~!! bagaimana seorang namja baik-baik saja berpenampilan seperti dirimu
sekarang ini?? Kau terlalu kurus!! Tulangmu terlihat di mana-mana. Bahkan
bayangan hitam menggantung di bawah matamu. Kau terlalu kacau lee hyuk jae!!”
sambung sungmin yang juga keluar dari kamar. “pulanglah!! Kyorin menunggumu di
rumah!!”
“cih~
tak usah menghiburku!! Dia sekarang pasti sedang berkencan dengan teman
prianya.” Elak eunhyuk. Padahal jauh di lubuk hatinya, ia benar-benar merindukan
kyorin. Tapi entah kenapa, egonya terlalu kuat sehingga hatinya tak mampu
berbuat apa-apa.
“kau
cemburu??” balas sungmin lagi. Ia sudah tak tahan melihat eunhyuk seperti ini
terus menerus.
“MWO!!
NEO MICHYEOSSEO!!! Kenapa aku cemburu??” elak eunhyuk sekuat tenaga. Ia
barusaha mempertahankan hatinya yang mulai berontak.
“kalau
kau tidak cemburu, kanapa kau di sini hyung?? Kau sudah 2 minggu lebih di sini.
Pulanglah!!” bujuk kyuhyun pada hyungnya itu.
“cih~
jadi kalian semua ingin aku pergi dari sini?? Kalian mengusirku??” eunhyuk
berdiri dari sofa, kemudian menyambar coat dan kunci mobil dengan cepat. “ok,
ini kan yang kalian inginkan?? Aku akan pergi!!”
“HYUNG!!”
tahan kyuhyun. Namun eunhyuk tak menggubrisnya.
“YA
LEE HYUKJAE!!! KAU HARUS PULANG KE
RUMAHMU!!!” teriak sungmin.
“aku
tidak bisa melihatnya seperti itu terus-menerus.” Gumam ryeowook. “tidakkah
sebaiknya kita mengikuti kemana dia pergi hyung?? Aku tidak ingin terjadi
sesuatu yang buruk.”
“baiklah.
Kita ikuti dia.” Putus sungmin. Ia segera mengambil kunci mobilnya dan pergi
membuntuti eunhyuk bersama kyuhyun dan ryeowook.
***
Sebuah
mobil hitam melaju kencang. Membelah jalanan kota seoul yang mulai padat karena
sekarang adalah jam masuk kerja. Namun, kepadatan itu tak menghalangi niat
eunhyuk untuk memacu mobilnya lebih
cepat. Ia terus menginjak pedal gas.
“AARRGGHH..”
teriak eunhyuk frustasi. ia memukul-ukul setir, berusaha melampianskan apa yang
ada dalam hatinya.
Tiba-tiba
sebuah sinar menyilaukan berhasil menerobos masuk mata eunhyuk yang otomatis
langsung membuatnya mengarjap-ngerjapkan matanya. Sedetik kemuadian matanya
membelalak menyadari sesuatu yang sepertinya akan terjadi.
“TIN
TIN!!!”
CKKIIITT..
BRRAAKK!!! [apa ini??]
***
di
sisi lain, seorang yeoja sedang mengelap piring yang baru saja selesai di
cucinya. Tiba-tiba pandangannya berkunang-kunang. Refleks, ia
menggeleng-gelengkan kepalanya. Berusaha untuk tetap fokus mengelap
piring-piring itu.
Penampilannya
nampak kacau. Ia terlihat lebih kurus karena jarang makan, matanya menghitam dan
bengkak karena terlalu sering menangis. Rambutnya juga di ikat asal-asalan.
Sudah
1 minggu lebih ia berada di rumah ini setelah sebelumnya ia menginap di rumah
leeteuk. Karena tak enak mengganggu hubungan rumah tangga orang lain, akhirnya
ia memutuskan untuk kembali ke rumah ini, menunggu eunhyuk, si monyet hutan
yang tak kunjung pulang itu. [backsound:bang toyib~]
Tiba-tiba
ia menyipitkan matanya. Telinganya berasa berdenging dan kepalanya terasa amat
sakit. Dunia disekelilingnya terasa berputar-putar.
PRANGG..
Piring
yang di pegang kyorin terjatuh.
Rasanya
keseimbangannya mulai tak stabil. Ia berusaha mencari tumpuan, namun tangannya
tak kuat untuk menumpu badannya sendiri. Ia pun terjatuh. Tangannya berusaha
menumpu badannya di lantai agar terjatuhnya tak terlalu sakit. Namun apa daya,
lantai penuh dengan pecahan kaca dari piring yang di jatuhkannya.
“ah~”
kyorin meringis menyadari tangannya tertusuk sesuatu. Dilihatnya bercak-bercak
merah mulai mengotori lantai.
Dan
akhirnya semuanya menjadi gelap.
***
Dua
ambulans di seoul hospital datang
bersamaan di waktu yang sama. Hanya saja mereka datang di dua pintu berbeda.
Di
sisi samping terbaring seorang namja berlumuran darah di kereta dorong memasuki
rumah sakit dengan 3 orang namja yang ikut mengikutinya dengan tampang
khawatir, bahkan 2 diantaranya menangis tersedu sedu.
Sedangkan
di sisi depan rumah sakit terdapat seorang yeoja yang juga berlumuran darah
terbaring di atas kereta dorong. Seorang namja yang mengantarnya juga
mengikitinya dengan tampang khawatir dan prihatin.
Mereka
berdua masuk dalam ruangan yang bersebelahan untuk di periksa.
***
30
menit kemudian..
sebuah
kereta dorong dengan yeoja di atasnya di pindahkan ke sebuah ruang rawat. Namja
yang mengikutinya tadi juga ikut menemaninya.
Di
sebelahnya, sungmin masih mondar-mandir karena panik. Dari tadi ia sibuk
berpikir, siapa yang akan ia telepon. Akhirnya, setelah menghitung kancin
kemeja yang di gunakannya, ia menelepon leader hyungnya.
“yeoboseyo??
Hyung?? Hyukjae masuk rumah sakit.” Kata sungmin panik setelah teleponnya di
angkat.
“...”
“seoul
hospital.”
“...”
“mwo??
Kau sudah di sini?? Hyungsoo-nim sakit?? Aku sedang di UGD hyung.”
“...”
“ne.
Aku menunggumu.” Sungmin menutup sambungan teleponnya. Ia kemudian beranjak dan
berjalan mondar-mandir di depan pintu UGD.
5
menit kemudian, leeteuk dan sora muncul dari ujung koridor dengan langkah panik
menuju tempat sungmin dan dua dongsaengnya berada.
“HYUNG!!”
teriak sungmin.
Kyuhyun
dan ryeowook yang menangis mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang
disebut sungmin dengan ‘hyung’. Menyadari itu leeteuk, mereka langsung berdiri.
“apa
yang terjadi??” tanya leeteuk saat ia tiba di hadapan sungmin.
“eunhyuk
hyung kecelakaan saat aku menyuruhnya untuk pulang hyung.. aku merasa bersalah hyung.
Aku tidak ingin kejadian kelam itu terjadi lagi. Aku takut hyung.” Loroh
kyuhyun. Entah kenapa air matanya terus mengalir. Kepingan demi kepingan
ingatan tentang kecelakaan yang hampir membuatnya kehilangan nyawa itu kembali
terputar.
Leeteuk
yang juga menjadi korban atas peristiwa itu langsung mengerti. Ia memeluk
kyuhyun dan berusaha untuk menenangkannya.
Tiba-tiba,
pintu ruangan di mana eunhyuk di periksa itu pun di buka. Seorang uisa dan 3
orang perawat di belakangnya keluar dari ruangan itu.
“ehm,
apa kalian keluarganya??” tanya uisa itu.
“ye,
uisa-nim. Bagaimana keadaannya?” jawab leeteuk.
“dia
baik-baik saja. hanya tangan kanannya yang sedikit retak dan pecahan kaca yang
melukai tangan kanan dan kiri. Selebihnya, kupikir tak ada masalah. Kita tunggu
perkembangan selanjutnya.” Jelas uisa itu.
“gamsahamnida,
uisa-nim. Apa kami boleh melihatnya?” tanya leeteuk tidak sabar.
“tunggu
setelah ia dipindahkan di ruang rawat.” Jawab uisa itu. Ia kemudian pamit untuk
undur diri.
Tak
lama kemudian, terdengar suara berisik dari dalam ruangan itu. Kereta dorong
dengan hyukjae di atasnya itu keluar dari ruangan itu. Leeteuk, sora, sungmin,
ryeowook dan kyuhyun mengikutinya dari belakang.
Eunhyuk
di pindahkan menuju kamar rawat inap.
***
Di
sebuah kamar inap, inho terduduk. Matanya tak bisa lepas dari wajah yeoja yang
terbaring di atas ranjang.
“kyorin
ah~, ada apa denganmu??” gumam inho lirih. Tangannya meraih tangan kyorin dan
menggenggamnya erat. Ia memperhatikan wajah kyorin dengan saksama.
FLASHBACK
Pagi
itu, seperti beberapa hari belakangan ini, inho berencana untuk menjemput kyorin.
Sudah lama mengetuk dan memencet bel, namun tetap tak ada respon dari si
pemilik rumah. akhirnya ia memutuskan untuk menelepon kyorin.
Terdengar
sebuah ringtone mengalun dari dalam rumah. namun tak ada orang yang segera
mengangkatnya.
Rasa
curiga inho mulai timbul. Bahkan ia berpikir kalau kyorin bunuh diri karena
beberapa hari ini, kyorin lebih terlihat seperti zombie daripada seorang yeoja.
Sambil
terus meneleponnya, inho memutuskan untuk memutari rumah itu, berusaha mencari
pintu yang tidak di kunci.
“ada!”
pekik inho ketika tangannya memutar kenop pintu balakang rumah kyorin. Ia pun
berhasil masuk ke dalamnya.
Dengan
panik, ia mencari sumber suara ringtone ponsel kyorin. Ponsel itu tergeletak di
atas meja ruang tengah. Inho segera mengambilnya dan mengedarkan pandangannya
ke seluruh penjuru ruangan.
Ia
menemukan sesuatu yang janggal. Kaki milik seseorang terlihat menyembul dari
balik pantry atau minibar di dapur itu.
“KYORIN!”
teriaknya.
Di
lihatnya tubuk kyorin tergeletak. Darah berceceran di dekat tangannya. Ia pun
segera menelepon ambulans dan membawanya ke rumah sakit.
FLASHBACK
END
Inho
pun mengeluarkan ponsel milik kyorin yang sejak tadi di bawanya. Ia bingung, siapa yang harus ia hubungi.
Akhirnya, ia menekan tanda call pada nomor yang akhir-akhir ini selalu
berhubungan dengan kyorin selain dirinya.
“yeoboseyo??”
***
Sora
POV
Aku
hanya bisa berdiri di ujung ranjang saat melihat namja nomor 2 itu tergeletak tak
berdaya di atas ranjang rumah sakit. Ia terlihat sama kacaunya dengan kyorin.
Huft..
Ku
hembuskan nafas ku berat. Mereka berpisah, dan mereka sama-sama menderita.
Kenapa mereka tak bersatu saja??
Ku
rasakan ponsel dalam tas jinjingku bergetar. Ku obok-obok[?] tasku secara acak.
Ketemu!!
Kyorin??
Pas
sekali?
Tanpa
ba-bi-bu lagi, aku mengangkat telepon itu. Secercah harapanku muncul untuk
mempertemukan mereka kembali dan membuat mereka bersatu lagi.
“yeoboseyo??”
tanya suara di seberang saat aku mengangkat telepon.
Namja??
Kenapa suara kyorin berubah menjadi suara namja??
“nde??
Bukankah ini ponsel kyorin??” tanyaku bingung. Mendengar nama kyorin ku sebut,
namja-namja di depanku ini langsung menoleh, menatapku dengan tanda tanya besar
di atas kepala mereka.
“maja.
Aku inho, temannya. Aku menemukannya pingsan di rumahnya.”
“MWO!!”
teriakku refleks.
“hajiman,
aku sudah membawanya ke rumah sakit. Apa kau bisa datang ke sini? Aku harus
pergi sebentar.”
“eodiyeyo??”
tanyaku.
“Seoul
Hospital.”
“MWO!!”
tanyaku kaget. Di rumah sakit ini?? “kamar nomor berapa??”
“303.”
Refleks,
aku langsung membuka pintu, melihat nomor ruangan tempat eunhyuk di rawat.
304.
MWO?? Berarti kyorin ada di kamar sebelah?? DAEBAK!! Ini benar-benar daebak!
Ku
langkahkan kakiku keluar kamar dan pergi menuju kamar sebelah yang bertuliskan
303.
Ku
buka kamar itu. Terlihat seorang namja yang sedang menelepon. Juga kyorin yang
terbaring lemah di atas ranjang dengan mata tertutup. Jarum infus menancap di
tangan kanannya.
Ku
putuskan sambungan telepon itu.
“a
a anda cepat sekali.” Kata namja itu kaget. Sepertinya dialah inho, orang yang
meneleponku tadi.
Astaga,
orang ini ganteng sekali?
Aish~
sora!! Apa yang kau pikirkan?? Kau bahkan sudah bersuami!!
“ne.
Ada apa dengannya??” tanyaku.
“aku
menemukan dia pingsan di dapur rumahnya. Sepertinya ia sedang mengelap piring
karena ku temukan pecahan piring dan kain lap di dekatnya. Tangannya juga
terluka terkena pecahan piring.” Jelas namja itu. “aku harus pergi dulu.”
“ne,
silahkan.” Kataku. Namja itu keluar dari ruangan ini dan segera menghilang di
balik pintu. [emang jin?]
“ada
apa ini kyorin ah??” bisikku setelah namja itu keluar. Aku merasa prihatin
sekali melihatnya seperti ini. “kenapa kalian semua seperti ini? Ya Tuhan, apa
yang sedang Kau rencanakan?”
Tiba-tiba
aku teringat kalau leeteuk dan yang lainnya berada di kamar sebelah.
“teukkie
oppa?” panggilku saat aku kembali ke kamar eunhyuk.
“wae
yubong? Kenapa kau memanggilku seperti itu? Sudah ku bilang kan..”
Aish,
aku tahu dia suka menjadi MC, tapi namja ini terlalu banyak bicara. Ini bukan
waktu yang tepat untuk itu!
“kyorin
ada disini. Di rawat.” Putusku.
Semua
orang yang ada di sana menganga mendengar apa yang ku katakan.
“MWO??
Apa maksudmu??” teriak sungmin.
“dia
di rawat di sini. Di rumah sakit ini. tepatnya di kamar sebelah.” Kataku gemas.
Dengan
cepat, mereka beranjak menuju kamar sebelah.
BRAK!!
Saat
sungmin akan membuka pintu, pintu itu terbuka dengan cepat. Dan sudah bisa di
pastikan, kini sungmin sudah tergeletak dengan benjolan di dahinya karena
terbentur pintu.
“APA
YANG TERJADI!!” teriak kangin.
“hyung,
aku tahu kau panik. Tapi bisakah kau pelan sedikit? Kau mau aku juga ikut di
rawat di sini dengan mereka??” gerutu sungmin sambil mengusap-usap dahinya yang
benjol.
“hahaha..
mianhae, nan molla.” Kata kangin sambil cengengesan.
“tapi
apa yang kau maksud dengan ‘mereka’?” tanya heechul. Kepalanya menyembul di
balik tubuh kangin.
“kami
baru mendengar kalau kyorin di rawat di sini. Makanya kami akan melihatnya.” Kata
sungmin lagi.
“MWO??”
teriak heechul dan yang lainnya.
Aku
hanya bisa geleng-geleng kepala. Kini semuanya berjubel menuju kamar kyorin.
Untung di ini kamar VIP. Bayangkan saja, 13 orang, termasuk diriku.
“ini
benar-benar gila.” Komentar heechul.
“mereka
benar-benar berjodoh.” Yesung menggaruk-garuk dagunya.
“tuhan,
aku yakin kau pasti sudah merencanakan ini.” siwon mengatupkan kedua tangannya.
***
Author
POV
Menginjak
malam hari, di luar rumah sakit terlihat semakin ramai. Banyak wartawan yang
datang untuk meliput berita ini. bahkan para ELF juga datang dan berkumpul
sejak pagi tadi.
Namun
lain halnya dengan yang ada di dalam rumah sakit, tepatnya di dalam ruangan
kyorin dan eunhyuk. Di dalam ruangan mereka malah semakin sepi karena para
anggota super junior yang punya jadwal padat. Hanya sora yang bisa menunggu
mereka hingga leeteuk selesai kerja karena semua keluarga eunhyuk sedang pergi
ke luar negeri.
Ia
mondar-mandir di ruang kyorin dan ruang eunhyuk. Melelahkan memang, namun
bagaimana lagi?
“eonni?”
panggil seorang yeoja. Sora yang sedang merapikan selimut eunhyuk pun langsung
menoleh.
Seorang
yeoja tinggi dengan rambut panjang berwarna coklat berdiri di ambang pintu
kamar milik eunhyuk. Sora menyipitkan matanya, berusaha mengingat-ingat yeoja
itu.
“nde??
Hyoyeon??” tanya sora.
“ne
eonni. Ternyata kau masih mengingatku.” Yeoja itu tersenym manis. “aku ingin
menjenguk eunhyuk oppa.”
Yeoja
itu berjalan mendekat. kemudian menaruh buah dan sebuah bucket bunga di meja. Ia
menghampiri eunhyuk dan menatapnya lama.
Karena
tak ingin mengganggu privasi orang lain, akhirnya sora keluar dari ruangan itu
dan memutuskan untuk menemani kyorin.
***
Kyorin
POV
Eunhyuk
pulang??
Entah
kenapa, aku benar-benar merindukannya.
Ia
berjalan mendekatiku dan membelai pipiku. Mencium puncak kepala dan bibirku,
kemudian ia pergi bersama seorang yeoja yang muncul dari belakangnya. Hyoyeon??
Andwae!!
“eunhyuk-ssi!!”
panggilku. Ia tetap berjalan pergi.
“Eunhyuk??
Nan bogosipo!!”
“ya!
Kyorin ah! Ireona!!” terdengar suara menggelegar dari langit.
***
Aku
mendengar suara itu. Suara itu terdengar semakin nyata.
“uisa-nim!!
Jebal dowajuseyo!!” kata yeoja itu lagi. Sepertinya aku mengenal suara ini.
Pelan-pelan,
ku buka kelopak mataku. Secercah cahaya menerobos masuk melalui lensa menuju
retina. Membentuk-bayangan-bayangan yang ada di depanku. Putih.
“sora
eonni??” kataku serak saat menyadari yeoja yang ada di depanku adalah sora
eonni. Tapi kenapa aku ada di sini?? Entahlah, yang jelas, Aku merasa haus
sekali.
Astaga?
di mana ini?? kenapa bau obat mulai menusuk-nusuk indra penciumanku?
“kau
sudah sadar??” tanya sora eonni panik.
Tiba-tiba
beberapa orang berjas putih masuk ke dalam ruanganku. Mereka memeriksa
keadaanku.
“gwaenchana??
Apa yang kau rasakan sekarang?” tanya seorang yang terlihat seperti uisa.
“haus.”
Kataku seadanya.
“dia
baik-baik saja. hanya kelelahan yang parah dan stres. Ini adalah obat-obatan
yang di butuhkan.” Kata uisa itu pada sora eonni. MWOYA?? Kelelahan?? Aku tidak
kelelahan. Tapi aku HAUS. Dan yang ku butuhkan sekarang adalah AIR. Bukan OBAT.
Dokter
itu kemudian pergi meninggalkan ruangan ini dengan dua perawat yang
mengikutinya.
Sora
eonni menatapku dengan mata berkaca-kaca. Astaga? ada apa dengannya?
“eonni,
berhentilah menatapku seperti itu. Akan sangat lebih baik kalau kau
mengambilkanku air minum.” Cicitku. Aku terlalu haus sampai aku ingin
muntah[?].
“gwaenchana?”
tanya sora eonni khawatir. Ia memberiku segelas air putih yang memang sudah di
siapkan di atas meja.
“oh..
gwaenchana.” Kataku setelah meneguk air itu. “aku sudah lebih baik. Bisakah
kita pulang?? aku tidak suka berada di sini.”
“andwae.
Kau masih lemah. Berapa hari kau tidak makan? Kenapa kau kurus seperti itu? Apa
kaca di rumahmu pecah? Lihatlah dirimu!! Kalian berdua benar-benar membuat
repot!” kata sora eonni. Matanya berkaca-kaca lagi.
Aku
hanya bisa terdiam. Kepingan-kepingan ingatan menyedihkan itu kembali terulang
hingga saat aku pingsan waktu itu.
“untung
inho dengan cepat membawamu ke sini.”
Inho??
Inho yang membawaku? Bagaimana bisa?
“inho?”
tanyaku tak yakin.
“oh.
Atau aku salah menyebut namanya?? Yang penting orang itu yang membawamu ke
sini.”
Bagaimana
bisa dia menemukanku? Aish, sudahlah. Biar ku tanyakan sendiri pada inho.
“lalu,
bagaimana bisa kau tahu aku ada di sini eonni? Siapa saja yang mengetahui hal
ini?” tanyaku. Entah kenapa, aku teringat dengan eunhyuk juga mimpi itu. Tak
bisa di pungkiri, aku merindukannya.
“maksudmu,
apa eunhyuk mengetahui hal ini? begitu?” tanya sora eonni to the point. Sukses
membuatku terperangah. “sebenarnya..”
“sebenarnya
apa?”
“saat
kau masuk rumah sakit, eunhyuk juga masuk rumah sakit.”
“MWO??”
“ne.
Kau pingsan. Sedangkan dia kecelakaan. Mobilnya menabrak pembatas jalan.”
Aku
bingung harus bagaimana. Ini terlalu tiba-tiba. Aku memang ingin mendengar kabarnya. Tapi
bukan kabar yang seperti ini. “b.. ba.. bagaimana keadaannya? Di mana dia
sekarang?”
“dia..
belum sadarkan diri.”
“aku
ingin melihatnya eonni. Di mana dia??” rengekku. Air mataku menetes tanpa di
komando. “di mana dia eonni??”
“jangan
sekarang kyorin ah. Jebal, jangan sekarang.” pinta sora eonni dengan wajah yang
sedikit aneh. Seperti sedang menutup-nutupi sesuatu. Apa eunhyuk memang separah
itu?
“eonni,
aku hanya ingin melihatnya. Aku tak akan melakukan apa pun.”
“dia..
ada di kamar sebelah..”
“MWO??”
tanyaku tak percaya. Bahkan kamar kami bersebelahan. Kenapa sora eonni
melarangku seperti itu?
Aku
pun menuruni ranjang yang ku tiduri. Seketika aku merasa ruangan ini berputar
hebat, namun tetap ku tahan agar sora eonni tak melarangku pergi menemuinya. Ku
langkahkan kakiku keluar dari ruanganku sekarang dan pergi mencari ruangan
eunhyuk.
Aku
menemukan papan dengan nama eunhyuk menggantung di depan sebuah kamar.
Takut-takut, aku mengintip keadaan di dalam. Aku takut kalau dia masih
membenciku dan mengusirku dari ruangan ini. itu menyakitkan.
Eunhyuk
terbaring lemah di atas ranjang. Kepalanya di bebat dengan perban. Juga
tangannya. Wajahnya terlihat lelah. Lingkaran yang menghitam menggelantung di
bawah matanya. Wajahnya yang pucat, kini terlihat semakin pucat. Yang paling
jelas, dia terlihat lebih kurus. Tapi..
Yeoja?
DIA!!
Dia yeoja yang berpelukan eunhyuk saat di kantor SM. Dia yeojachingu eunhyuk.
Benar, dia yeojachingu eunhyuk.
Yeoja
itu terisak pelan, memegang tangan eunhyuk yang di balut perban. Ia memeluk
eunhyuk dan menangis di dadanya.
Hatiku
terasa hancur, di iris-iris dengan berbagai macam benda tajam. Sakit. Aku iri.
Aku benar-benar iri. Aku ingin melakukannya. Aku ingin memeluknya.
Lututku
terasa lemas. Kini tubuhku merosot hingga akhirnya terduduk di lantai. Tubuhku
bergetar. Airmataku terus saja keluar hingga akhirnya aku terisak pelan.
Seseorang
memelukku. Aku tahu itu sora eonni. Pundakku basah. Ia juga menangis??
“OMO!!”
teriak seorang namja menggema di koridor ini. dan aku yakin namja itu adalah
leeteuk oppa. “waeyo??” tanyanya panik.
Sora
eonni melepas pelukannya di tubuhku. Tak lama kemudian, leeteuk oppa mengangkat
tubuhku dan mengembalikanku ke ranjang rumah sakit.
“kalian
pulang saja oppa, eonni. Nan gwaenchana.” Cicitku.
“bagaimana
bisa kami pulang kalau keadaanmu seperti itu?” bentak leeteuk oppa. “sebenarnya
ada apa ini?”
“pulanglah
oppa. Aku ingin sendiri.”
Dengan
berat hati, sora eonni dan leeteuk oppa meninggalkanku ruangan ini. kini, hanya
ada aku disini. Sendiri.
***
Jam
sudah menunjukkan pukul 10 malam waktu korea. Namun mataku tak bisa di ajak
kompromi. Tak bisa di pejamkan barang sebentar.
Entah
kenapa, aku terus kepikiran dengan eunhyuk. Kepalaku hanya berisi dirinya
hingga rasanya ingin meledak.
Ku
putuskan untuk kembali melihatnya. Mungkin saja yeoja yang tadi sudah pergi.
Ku
buka pintu kamarnya perlahan. Tebakanku benar. Eunhyuk terbaring sendirian di
kamar ini. sepertinya yeoja itu benar-benar pergi.
Ku
pandangi ia lekat-lekat. Ku telusuri tangannya yang di perban dengan jariku.
Lehernya. Wajahnya. Dahinya. Matanya. Pippinya. Hidungnya. Bibirnya. Lingkaran
hitam itu kini terlihat semakin jelas. Juga tulang rahangnya yang semakin
menonjol, menandakan kalau ia kini benar-benar kurus.
“apa
kau tidak makan dengan baik??” aku mulai terisak. “kenapa kau tak merawat
dirimu dengan baik? Seharusnya kau bahagia bersama yeojachingumu. Kalau
yeojachingumu tak merawatmu dengan baik, aku tak segan-segan untuk merebutmu
darinya.”
Dadaku
terasa sesak. Kini aku sudah terisak. Tubuhku bergetar hebat. Ingin ku peluk
tubuhnya, namun aku tak bisa. Ada sebagian diriku yang melarangku melakukannya.
Aish~
sudahlah.
Aku
ingin memeluknya, untuk yang terakhir kali. Belum tentu nanti di masa depan aku
bisa memeluknya.
Ku
peluk tubuhnya yang terbaring dengan erat. Air mataku terus saja bercucuran,
ani, ini bukan bercucuran lagi. Ini air terjun.
Dadanya
basah, namun aku tak peduli. Ku rasa aku terlalu merindukannya.
“ya!
Kyorin ah!! Aku tak bisa bernafas!” sebuah gumaman lirih terdengar di telingaku.
Refleks, aku langsung berdiri kembali seperti semula. Rasa takut mulai merambat
di dalam tubuhku. Apa ia akan mengusirku?
“mianhae.”
Kataku.
Aku
terdiam. Begitu juga dengannya. Ruangan ini menjadi begitu sunyi seperti gua
hantu milik si buta[baca: si buta dari goa hantu]. Tanganku terulur untuk
memencet bel agar uisa-uisa itu bisa memeriksa eunhyuk seperti yang di lakukan
sora eonni tadi.
Namun,
dengan sigap, tangan eunhyuk juga terulur menahan tanganku.
“biarkan
seperti ini saja.” katanya.
“tapi..”
“aku
haus.” Potongnya cepat. Terpaksa, aku mengambilkan minum untuknya. Ia kemudian
menenggak air putih yang ku berikan. “kau juga sakit?”
ia
perhatikanku dari atas sampai bawah.
“tidak.”
“aish!
Bodoh! Kalau kau tak sakit, kenapa selang infus itu menancap di tanganmu?? Lalu
bajumu? Lalu kenapa tanganmu??”
“sebenarnya
siapa yang bodoh di sini!!” bentakku. “kau bahkan sudah menjawab pertanyaan
yang kau ajukan tadi!”
“benar
juga ya? Tapi, kenapa tanganmu.”
“aku
bunuh diri.”
“MWO!!?”
“aish~
aku hanya bercanda. cepatlah sembuh, kita harus bicara secepatnya.” Kataku
akhirnya. Aku sudah memikirkan hal ini begitu lama.
“aku
sudah sembuh. Kita bicara sekarang saja.” katanya yakin.
Huft..
Ku
hembuskan nafasku dengan berat. Sebagian dalam diriku ingin berbicara sesuatu
yang telah ku rancang dari awal. Namun sebagian dari diriku yang lain tidak.
“oppa..”
“chankamman!
Ulang sekali lagi!”
“ya!
Lee hyuk jae. Aku ini sedang serius!” bentakku.
“baiklah.
Lanjutkan.”
“apa
kau kini sudah bahagia? Apa kau bahagia bersama yeoja chingumu?” tanyaku dengan
bibir bergetar.
“jangan
bertele-tele!” balasnya.
“aku
ingin kita bercerai.”
***
TBC~
hehehe.. [ketawa geje]
buat yang ketinggalan, silahkan add author di : Kyutu Choi
gamsahamnida.. *bowing*
dada!! [pergi sama kyu]
1 komentar:
ya ya yaaaaa kenapa bicara perceraian, aaaaah author angan biarkan mereka bercerai jeballllll
mereka kan belom merasakan romatis romantis an sejak menikah, mosok mau bercerai. jebal jangan dong author yg baik hati dan tidak sombong dan rajin menabung #plakkk ^^v
lanjuuuut baca sudah tak sabar aq liat kelanjutannya (berasa nonton K-drama
Posting Komentar
RCL-juseyo~ :D