Kamis, 17 Mei 2012

Andante Part.9

Tittle: Andante
Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: married, seadanya.. *saya hanya berhasil menemukan 1 genre yang pas*
PG: 16 ya!!
Length : 9/?

WARNING:
 1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
 2.  FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje
 3. typo bertebaran di mana-mana.
 4. yakin banget gak ada feelnya, jadi, hati-hati..            

annyeonghaseyo!!
bukankah saya datang lebih cepat?? keke^^
yah,, happy reading aja lah..
cekidot..

***
**
*

Prev>>


“baiklah. Lanjutkan.”
“apa kau kini sudah bahagia? Apa kau bahagia bersama yeoja chingumu?” tanyaku dengan bibir bergetar.
“jangan bertele-tele!” balasnya.
“aku ingin kita bercerai.”
***


Eunhyuk POV
Oh tuhan, akhirnya kau mempertemukan aku dengannya. aku bahagia sekali melihatnya. Aku sungguh bahagia. Rasanya seperti menemukan harta karun yang selama ini ku cari-cari.
Sebenarnya saat dia memelukku, aku sudah tersadar. Aku terlalu senang hingga ingin mempertahankan posisi saat itu. Namun yang terjadi, aku malah tak bisa bernafas. Menyebalkan.
“aku ingin kita bercerai.”
JLLEDAR!!
Rasanya seperti di sambar petir.
Awal yang manis ini aku suka, tapi kalau berakhir seperti ini, aku lebih memilih kemanisan itu tak pernah terjadi.
Jangan-jangan, ini hanya mimpi?? Atau aku sebenarnya masih belum sadar?? Ayo hyukjae!! Cepat pingsan lagi!! Ini pasti mimpi!!
Aku berusaha memejam-mejamkan mataku. Kenapa tidak bisa pingsan lagi!!! >.<
Ini nyata.
Sekarang, Bagaimana bisa aku melepasnya?? Bagaimana bisa?? Aku sudah melepas hyoyeon. Bagaimana bisa aku melepasnya? Bagaimana bisa dia meninggalkanku?? Aish! Jinjja!!
“MWO?? Shirheo!!” bentakku. Terlihat sekali ia berusaha menahan tangisnya agar tak pecah.
“wae oppa?”
“oppa?? Ani!! Jangan panggil oppa!!  Lebih baik kau tak memanggilku oppa daripada kita bercerai.” Bentakku. Air matanya kini mulai mengalir.
“tapi..”
“apa kau pikir seperti itu mudah? Kau lupa pekerjaanku sebagai public figur? Pernikahan kita belum ada 2 bulan kyorin ah!! Apa kata orang nanti jika kita bercerai, padahal kita menikah baru sebentar?” kilahku. Sungguh, aku akan melakukan apapun agar hal mengerikan itu tak terjadi.
“tapi kita harus bercerai lee hyukjae!!” teriaknya miris.
“shirheo. Untuk apa? Kau tak bahagia bersamaku?” aku menyesal berkata seperti ini. aku benar-benar tak yakin akan jawaban yang kyorin berikan.
“ne. Aku tak bahagia.” Jawabnya. Namun matanya tak bisa menatapku. Sungguh, aku menyesal bertanya seperti itu. Apa dia benar-benar tidak bahagia?? Hatiku seperti teriris-iris jika melihatnya sedih dan menangis.
“tunggu. Tunggu saja 1 tahun kalau kau memang benar-benar ingin bercerai dariku.” Putusku. Sungguh, ku pikir tak ada jalan lain selain ini. “kau ingin bercerai karena ingin berhubungan dengan inho? Apa kau ingin aku membuatkanmu surat kontrak?”
“....” ia terdiam. Menangis.
“lebih baik kita bicarakan ini lagi besok.” Kataku akhirnya. Aku ingin mengulur waktu. “istirahatlah.
***
Kyorin POV
“apa kau pikir seperti itu mudah? Kau lupa pekerjaanku sebagai public figur? Pernikahan kita belum ada 2 bulan kyorin ah!! Apa kata orang nanti jika kita bercerai, padahal kita menikah baru sebentar?”
Kata-kata itu terus saja terngiang di telingaku.
“jadi, pernikahan ini adalah pernikahan public figur ya??” gumamku. Aku kecewa mendengarnya. Benar-benar kecewa. tak bisakah pernikahan ini menjadi pernikahan lee hyukjae dan shin kyorin?? Dan bukan eunhyuk dan kyorin??
“aigoo~ apa yang kau harapkan kyorin-ah~!! Tak mungkin hal itu terjadi!!!”kataku gemas sambil memukul kepalaku sendiri.
Ku baringkan tubuhku di atas ranjang. Menatap langit-langit kamar hingga tak tahu berapa lama. Yang jelas, tanpa sadar mataku tertutup rapat dan masuk menuju alam bawah sadar dengan cepat.
***
Gluduk.. gluduk.. gluduk..
suara kereta dorong perawat-perawat itu membuatku terjaga dari tidur. Sedetik kemudian seorang yeoja muda berbaju biru muda masuk dengan senampan makanan.
“anda sudah bangun nona Lee??” kata perawat itu riang. “makanlah yang banyak agar kesehatanmu segera pulih ne?”
“ah, ye. Aragessumnida.” Jawab kyorin.
“selamat makan.” Kata perawat itu sambil keluar dari kamar kyorin. Tak lama kemudian, suara kereta itu kembali menggema.
Ku ambil makanan-makanan itu. Tanpa sengaja, aku melirik tangan kiriku yang di bebal dengan perban.
“untung saja tangan kiri.” Desahku lega. Ku buka penutup makanan itu. Aku menyendoknya dan mulai memasukkannya kedalam mulutku.
Tok.. Tok.. Tok..
Ku katupkan kembali mulutku yang sempat terbuka. Sendokku yang berhenti di udara ku turunkan kembali. Ku tolehkan kepalaku untuk melihat siapa yang benar-benar berani mengganggu waktu sarapanku.
“fuhh..” aku mendengus ketika melihat siapa yang datang. Eunhyuk. Wajah monyetnya itu menyembul di balik kaca transparan pada pintu.
“bu-ka pin-tu-nya!!” eunhyuk menggerak-gerakkaan bibirnya tanpa suara.
“Shir-heo!” balasku juga tanpa suara.
“YA! Bal-li-wa!!”
“aish~  monyet ini benar-benar mengganggu.” Gerutu sambil berjalan membuka pintu. “MWOYA!!”
“aku lapar.” Ia memasang puppy eyes miliknya. Cih, takkan mempan lee hyuk jae!!
“lalu kenapa?? Kau menyuruhku menyuapimu??” tanyaku sangsi.
“oh..” jawabnya sambil mengangguk.
“shirheo!! Makan saja sendiri.” Elakku.
“YA!” teriaknya saat aku akan berbalik. Ku tatap kembali wajah monyetnya. Ia kemudian mengacungkan kedua tangannya yang di bebat kain perban. “aku tidak bisa makan.”
“aish~ ara!! Ara!! Menyusahkan!!” putusku akhirnya.
Ia kembali ke kamarnya dengan cengiran puas tersungging di wajahnya. Kemudian, ia duduk manis di atas ranjangnya. Memandangku dan menunjuk bagian ranjang di depannya dengan dagunya.
Ku ambil makanannya dan duduk sesuai tempat yang di tunjuknya tadi.
“kenapa kau memanggilku?? Tanganku kan juga sakit!” gerutuku.
“setidaknya hanya satu tangan yang sakit. Lagipula.... BFT” ku sumpal mulutnya yang terlalu banyak bicara itu dengan kain pel, eh?, makanan maksudnya.
“tidak usah banyak bicara!!” kataku. Ku masukkan juga sesuap ke dalam mulutku sendiri, membuat monyet itu mendelik.
“YA!! Sebenarnya yang pasien itu siapa!!” bentaknya setelah menelan makanannya dengan susah payah.
“aku juga pasien!!” belaku.
“aih, iya juga.” Gumam eunhyuk lirih. Ia berpikir sejenak, lalu membuka mulutnya lagi. ku sumpal lagi mulutnya dengan makanan. Hah! Rasakan itu monyet hutan!
“kubilang jangan banyak bicara!” ku suapkan makanannya itu ke dalam mulutku lagi.
“tapi itu kan makananku!!” bentaknya setelah ia menelannya dengan susah payah.
Ku sumpal lagi mulutnya dengan makanan dengan volume yang lebih besar. Membuat pipinya menggembung aneh. Jelek!!
Dengan cepat, ku ambil ponselnya dan memotretnya. Kemudian mengirimnya ke ponselku untuk senjata. Atau mau di jual saja? wah, ini menguntungkan. Aku benar-benar cerdas. Hahahahaha.. *evillaugh
“AA!! AWA WANG WAO WAHUHANG!!” bentaknya dengan mulut penuh makanan. Bahkan beberapa dari makanan-makanan itu muncrat keluar. [trans: YA!! apa yang kau lakukan!!]

“ya!! Aku tahu kau itu monyet. Tapi aku manusia. Bicaralah yang sedikit manusiawi!! Aku tidak mengerti!!” kataku sambul memungut makanan yang jatuh dan membuangnya. “menjijikkan sekali!”
Monyet itu mengerucutkan bibirnya sambil mengunyah makanannya lagi. Sepertinya ia sudah menyerah. Hahaha. Sekali lagi, ku ambil ponselnya dan memotretnya lagi. Monyet itu mendelik. Ini kesempatan emas!!
“wah!! Aku akan benar-benar kaya!!” kataku kagum pada diriku sendiri.
“MWO!! Kau mau menjual itu??” tanyanya tak percaya.
“keureom!! Untuk apa lagi??” kataku tersenyum penuh kemenangan.
“Untuk apa!!??”
“tentu saja untuk mencari uang.” PLETAKK!! Monyet itu menjitakku. “MWOYA!! Kau tidak menghidupiku selama 2 minggu! Kau pikir dari mana aku bisa makan?? Mungkin juga karena itu aku masuk rumah sakit.”
***
Eunhyuk POV
. “MWOYA!! Kau tidak menghidupiku selama 2 minggu! Kau pikir dari mana aku bisa makan?? Mungkin juga karena itu aku masuk rumah sakit.”
Eunhyuk bodoh!!
Apa benar dengan apa yang di katakannya?? Apa kyorin juga menderita selama ini?? apa karena itu ia ingin bercerai??
“Ehm, apa kau benar-benar ingin bercerai dariku??” tanyaku hati-hati.
“HUK!!” kyorin terdiam. Sepertinya ia hampir tersedak.
“jadi kau ingin bercerai dariku??”
“Keureom!!” katanya sambil mengaduk-aduk makanan yang masih tersisa. Pandangan matanya hanya tertuju pada makanan-makanan yang di aduknya seolah-olah aku sedang konser di sana.
“apa kau menderita bersamaku??” tanyaku lagi. Namun tak ada jawaban. “kau mencintai inho?”
“...” tetap tak ada jawaban. Apa itu berarti iya, tapi dia takut menyakitiku kalau mengatakannya??
“kurigu, gwaenchana. Aku akan mengabulkan permintaanmu. Kalau kau mencintai inho, aku juga masih mencintai.. hyoyeon.” Putusku.
Semalaman aku berpikir akan hal ini. aku juga berpikir, bagaimana rasanya saat aku berada di posisi kyorin. Pasti dia menderita. Aku tidak ingin membuatnya menangis atau sedih karena diriku. Juga, kalaupun dia mencintaiku, pasti juga akan lebih cepat hilang karena rasa cintanya itu belum lama tumbuh. Mungkin itu juga akan memudahkanku.
Ya. Kurasa itu keputusan yang tepat.
“bagaimana? Kau tetap ingin bercerai?? Kau tidak ingin berpikir lagi??”
***
Kyorin POV
“kurigu, gwaenchana. Aku akan mengabulkan permintaanmu. Kalau kau mencintai inho, aku juga masih mencintai.. hyoyeon.”
JLEGERRR!!
Seperti sebuah petir bagiku, kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulutnya. Bibirku bergetar menahan tangis.
Kenapa aku menangis?? Bukankah ini yang ku inginkan??
Wajar saja kalau ia mengabulkan permintaanku. Dari awal, akulah yang mengganggu hubungannya dengan yeojachingunya itu.
“bagaimana? Kau tetap ingin bercerai?? Kau tidak ingin berpikir lagi??” tanyanya.
“tidak. Kita harus bercerai.” Jawabku dengan bibir bergetar. Ku tundukkan  kepalaku dalam-dalam.
***
Eunhyuk POV
“baiklah, kalau begitu aku akan mengirimkan surat-suratnya satu bulan lagi.” Aku sendiri sedikit tak yakin dengan perkataanku. “rumah itu, ambillah. Apartemenmu yang lama sudah terjual kan?? Tinggallah di rumah itu. Jemput kembali kyojin.”
“akan ku tunggu.” Gadis itu beranjak dan meninggalkan tempat ini.
BLAM..
Pintu tertutup.
Air mataku tiba-tiba menetes. Mengalir deras, meninggalkan jejak-jejak aliran air di pipiku.
Ku tekuk lututku dan ku telungkupkan tanganku. ku tumpahkan segalanya saat itu juga. Berharap rasa sakit ini menghilang seiring dengan mengalirnya air mata ini.
***
Kyorin POV
Lututku terasa lemas. Aku terduduk di balik pintu setelah menutupnya agar tak ada seorangpun yang tahu.
“huwaaa.. huaaaahaa..” ku keluarkan semua isi hatiku lewat air mata yang terus mendesak keluar. Sungguh, ini tak bisa di hentikan.
Kenapa aku menangis?? Ini adalah hal yang ku inginkan!!
“kau yang menginginkannya kyorin ah~!! Kau yang menginginkannya.” Ku tanamkan itu baik-baik dalam hatiku. Namun semakin ku camkan kata-kata itu, semakin terkoyak hatiku. Menyakitkan.
***
Author POV
Langkah kaki bersemangat terdengar mendekati kamar eunhyuk dan kyorin. Leeteuk dan sora. Mereka baru saja keluar dari ruang dokter. Sora di nyatakan hamil.
“hah!! Aku ingin segera pamer pada eunhyuk kalau aku akan menjadi seorang appa. Dia pasti iri.” Kata leeteuk bersemangat.
“hahaha, kau bisa saja oppa. Kyorin pasti juga akan senang mendengar kabar ini. ya kan?” balas sora dengan senyum gembira terlukis di wajahnya.
“tentu saja. mereka berdua harus menyusul kita. Mereka harus segera punya anak juga.” Kata-kata leeteuk terus memelan seiring dengan terbukanya pintu kamar eunhyuk. Eunhyuk menangis. “astaga? apa yang terjadi??”
Leeteuk segera menghampiri eunhyuk.
“hyung..” bisik eunhyuk serak.
“apa yang terjadi??” tanya leeteuk.
“hyung.. dongsaengmu ini akan bercerai hyung!” kata eunhyuk dengan senyum di paksakan. “bukankah ini yang pertama kali di Super Junior?? Aku orang pertama kan hyung??”
 “YA!! Apa yang kau katakan!!” bentak leeteuk.
***
Sora POV
Mendengar eunhyuk mengatakan kata cerai, refleks, aku keluar dari kamar eunhyuk.
Ku buka pintu kamar kyorin perlahan. Gadis itu terduduk di depan pintu. Punggungnya bergetar hebat. Segera ku peluk tubuhnya.
“kyorin ah~” bisikku.
“eonni..” gumam kyorin serak.
“apa yang sebenarnya terjadi??” tanyaku.
“eonni.. hiks.. hiks..” tangisnya semakin hebat. Ku eratkan pelukanku. Ku tepuk-tepuk punggungnya, berusaha memberinya kekuatan.  “aku memintanya untuk bercerai.”
Dua orang ini benar-benar aneh. Sudah tahu menyakitkan, tapi kenapa selalu mengambil pilihan yang sulit?? Kapan kalian berdua sadar kalau kalian itu saling mencintai??
“sstt.. kita bisa bicarakan ini nanti. Tenangkan dirimu.” Bisikku.
***
Eunhyuk POV
3 minggu telah berlalu.
Hampir semua surat-surat perceraian telah ku urus. Tinggal sedikit lagi, maka aku dan kyorin akan resmi bercerai. Manager hyung membantuku menyelesaikan urusannya agar tidak tercium oleh wartawan.
Aku sudah bicara pada orang tuaku, kyorin juga sudah bicara dengan orang tuanya. Bahkan eomma sempat jatuh sakit karena hal ini. namun manager hyung dan yang lainnya membantu menjelaskan pada eomma hingga akhirnya ia mengijinkannya.
Semua member juga sudah tahu. Karena hal itu, mereka jadi berbuat baik padaku. Ini menguntungkan. Hahaha..
Seluruh SM tau akan hal ini. mereka juga sudah bersiap-siap jika hal ini akan terendus oleh wartawan.
Bahkan aku sekarang juga sering berjalan bersama lagi dengan hyoyeon.
Bukankah persiapan ini hampir sempurna??
“aigoo~ kau melamun lagi. Kau yakin dengan keputusan ini??” tanya leeteuk hyung.
Aku tersenyum miris. “siap tak siap, yakin tak yakin, aku harus bisa menerimanya hyung.”
“tapi ini semua membuatmu sakit bukan??”
“aku namja, hyung. Sesakit apapun aku harus kuat. Aku akan lebih tidak sanggup kalau melihat kyorin sakit.” Kataku tak yakin.
“uri hyung sudah dewasa!” teriak siwon dari belakang.
“bukankah dari dulu sudah dewasa?? Bahkan tontonannya saja film dewasa.” Celetuk kyuhyun.
“YA!! Kau merusak suasana!!” teriak heechul. Kangin juga ikut bertintak, ia segera memiting kyuhyun.
***
Kyorin POV
Semua ini serba membuatku tak yakin. Namun, aku tetap berusaha untuk meyakinkan diriku bahwa ini keputusan yang tepat.
2 hari lalu, eunhyuk sudah mengirim surat-surat itu padaku. Sekarang hanya membutuhkan tanda tanganku agar semuanya menjadi sah. Aku juga telah mengembalikan cincin pernikahan kami padanya.
“nuna, kenapa kau melamun lagi??” panggil kyojin. Ya, dia sudah kembali bersamaku sesuai dengan perkataan eunhyuk.
“aniya!!” elakku.
“jelas-jelas sedang melamun. Jangan terlalu sering melamun nuna, nanti ayam tetangga kita mati.” Kata kyojin lagi.
“tetangga kita tidak punya ayam kyojin ah~. Berhentilah berkata yang tidak tidak.”
“kalau begitu celengan ayam.”
“itu sudah benda mati. Apa kau tidak di ajari di sekolah?”
“celengan itu akan pecah.”
PRANGG..
Terdengar suara pecah dari arah luar.
“tuh kan, nuna? apa kataku?”  bela kyojin.
Seketika, tubuhku bergidik.
Ku ambil bolpoin yang terletak di depanku dan menandatanganinya.
“pastikan kau tidak menyesal nuna.” Teriak kyojin. Ia sudah beranjak menuju kamarnya.
“aku tidak akan menyesal.” Kataku mantap. Namun hatiku sendiri tak yakin.
Mungkin semua ini akan menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Aku yakin itu.
Ya, sudah di tanda tangani. Aku dan eunhyuk sudah resmi bercerai. Tinggal mengirimnya ke pengadilan.
***
Author POV
1 minggu kemudian,
Perceraian itu telah terjadi.
Keduanya kini telah di sibukkan dengan kegiatan mereka masing-masing.
Eunhyuk akan tour keliling dunia bersama super junior. Mereka mengadakan Super Show di 15 negara di dunia. Dan itu akan di lakukan selama 1 tahun penuh. Secara, umur mereka kini tak lagi muda. Kekekeke^^ [tapi author tetap cinta kamu KYU!! Kekeke..] #lemparsandalpancikulkasrumahhotelbumi
Begitu juga dengan kyorin. Tugas akhirnya yang seharusnya di kerjakan selama 6 bulan, kini harus molor menjadi 8 bulan karena dosen yang menjadi pembinanya harus pergi ke luar negeri. Bahkan tugas pembuatan film itu mengharuskan ia dan ketiga temannya itu untuk pergi keliling korea.
Keduanya juga sudah mulai berusaha untuk melupakan rasa cinta yang telah tumbuh di hati mereka masing-masing. Ya, melupakannya.
***
 END?

Otte??
hehehe.. *ketawa gaje lagi*
sekali lagi, yang pengen baca link sebelumnya, ada di note author di fb : Kyutu choi
annyeong!! *tebar bulu ketek*

0 komentar:

Posting Komentar

RCL-juseyo~ :D