beberapa hari terakhir, pagi datang seperti biasanya, lengkap dengan mentari yang tersenyum sumringah bak artis jagad raya.
udara malang sudah tak dingin lagi, panas. walaupun tak sepanas surabaya.
hari ini seharusnya terlihat indah juga. daun-daun bergoyang tertiup angin. suara tetesan air dari kran air yang tak bisa mati, suara bola yang digiring kesana kemari, suara canda tawa siswa-siswi, suara guru, dan semuanya.
seharusnya ini semua menyenangkan. hanya seharusnya. tak lebih.
sungguh hati ini tetap tak bisa berbohong. bercanda, tertawa-tawa, menjadi topeng penutup. hati ini tetap sakit. pedih. kabar-kabar tak enak kembali terdengar, beterbangan.
bukan, bukan siapapun. hanya Bu Asri seorang.
beliau sakit lebih dari 5 bulan lalu. sembuh dan bertambah parah, sembuh, kumat kembali, sembuh..
dulu saat aku sekolah, beliau sering 'kecetit'. namun ternyata semua itu hanyalah gejala. penyakit itu menggerogoti tubuhnya. sekarang ia hanya tergeletak tak berdaya. tubuh gempalnya sudah tak seperti dulu lagi. kini menyusut, kurus. tak ada tawa ceria seperti biasanya.
tergeletak, hanya tergeletak. kakinya tak kuat untuk sekedar berjalan.
matanya cekung, menghitam. tidur pun sulit baginya.
siapa yang tak tersayat melihat ibunya menderita seperti ini? siapa yang tega?
sungguh ia adalah wanita kuat dan ceria.
aku merindukannya. aku merindukan tubuh gempalnya yang memelukku erat. aku merindukan tawa cerianya ketika ia bercanda bersamaku. aku merindukan suara besarnya ketika menasehatiku. aku merindukan pekikannya saat kaget, aku merindukan saat ia melepasku dengan senyuman dan linangan air mata yang membasahi pipinya, mencium pipiku dengan segenap perasaannya.
aku merindukannya.
aku rindu Bu Asri.
sungguh dia ibuku juga. salah satu ibu terbaikku sepanjang masa.
Ya Allah, ku mohon sembuhkan ia dari penyakitnya. lepaskanlah ia dari penderitaannya. dan gantilah dengan segala kenikmatan yang telah Engkau janjikan, Ya Allah..
Aamiin.
I Miss You, Bu Asri.
(kiri)
udara malang sudah tak dingin lagi, panas. walaupun tak sepanas surabaya.
hari ini seharusnya terlihat indah juga. daun-daun bergoyang tertiup angin. suara tetesan air dari kran air yang tak bisa mati, suara bola yang digiring kesana kemari, suara canda tawa siswa-siswi, suara guru, dan semuanya.
seharusnya ini semua menyenangkan. hanya seharusnya. tak lebih.
sungguh hati ini tetap tak bisa berbohong. bercanda, tertawa-tawa, menjadi topeng penutup. hati ini tetap sakit. pedih. kabar-kabar tak enak kembali terdengar, beterbangan.
bukan, bukan siapapun. hanya Bu Asri seorang.
beliau sakit lebih dari 5 bulan lalu. sembuh dan bertambah parah, sembuh, kumat kembali, sembuh..
dulu saat aku sekolah, beliau sering 'kecetit'. namun ternyata semua itu hanyalah gejala. penyakit itu menggerogoti tubuhnya. sekarang ia hanya tergeletak tak berdaya. tubuh gempalnya sudah tak seperti dulu lagi. kini menyusut, kurus. tak ada tawa ceria seperti biasanya.
tergeletak, hanya tergeletak. kakinya tak kuat untuk sekedar berjalan.
matanya cekung, menghitam. tidur pun sulit baginya.
siapa yang tak tersayat melihat ibunya menderita seperti ini? siapa yang tega?
sungguh ia adalah wanita kuat dan ceria.
aku merindukannya. aku merindukan tubuh gempalnya yang memelukku erat. aku merindukan tawa cerianya ketika ia bercanda bersamaku. aku merindukan suara besarnya ketika menasehatiku. aku merindukan pekikannya saat kaget, aku merindukan saat ia melepasku dengan senyuman dan linangan air mata yang membasahi pipinya, mencium pipiku dengan segenap perasaannya.
aku merindukannya.
aku rindu Bu Asri.
sungguh dia ibuku juga. salah satu ibu terbaikku sepanjang masa.
Ya Allah, ku mohon sembuhkan ia dari penyakitnya. lepaskanlah ia dari penderitaannya. dan gantilah dengan segala kenikmatan yang telah Engkau janjikan, Ya Allah..
Aamiin.
I Miss You, Bu Asri.
(kiri)

0 komentar:
Posting Komentar
RCL-juseyo~ :D