Tittle: Andante
Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: married, seadanya.. *saya hanya berhasil menemukan 1 genre yang pas*
PG: 16 ya!!
Length : 9/?
WARNING:
1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
2. FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje
3. typo bertebaran di mana-mana.
4. yakin banget gak ada feelnya, jadi, hati-hati..
annyeonghaseyo!!
bukankah saya datang lebih cepat?? keke^^
yah,, happy reading aja lah..
cekidot..
***
**
*
Prev>>
Otte??
hehehe.. *ketawa gaje lagi*
sekali lagi, yang pengen baca link sebelumnya, ada di note author di fb : Kyutu choi
annyeong!! *tebar bulu ketek*
Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: married, seadanya.. *saya hanya berhasil menemukan 1 genre yang pas*
PG: 16 ya!!
Length : 9/?
WARNING:
1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
2. FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje
3. typo bertebaran di mana-mana.
4. yakin banget gak ada feelnya, jadi, hati-hati..
annyeonghaseyo!!
bukankah saya datang lebih cepat?? keke^^
yah,, happy reading aja lah..
cekidot..
***
**
*
Prev>>
“baiklah.
Lanjutkan.”
“apa
kau kini sudah bahagia? Apa kau bahagia bersama yeoja chingumu?” tanyaku dengan
bibir bergetar.
“jangan
bertele-tele!” balasnya.
“aku
ingin kita bercerai.”
***
Eunhyuk
POV
Oh
tuhan, akhirnya kau mempertemukan aku dengannya. aku bahagia sekali melihatnya.
Aku sungguh bahagia. Rasanya seperti menemukan harta karun yang selama ini ku
cari-cari.
Sebenarnya
saat dia memelukku, aku sudah tersadar. Aku terlalu senang hingga ingin
mempertahankan posisi saat itu. Namun yang terjadi, aku malah tak bisa
bernafas. Menyebalkan.
“aku
ingin kita bercerai.”
JLLEDAR!!
Rasanya
seperti di sambar petir.
Awal
yang manis ini aku suka, tapi kalau berakhir seperti ini, aku lebih memilih
kemanisan itu tak pernah terjadi.
Jangan-jangan,
ini hanya mimpi?? Atau aku sebenarnya masih belum sadar?? Ayo hyukjae!! Cepat
pingsan lagi!! Ini pasti mimpi!!
Aku
berusaha memejam-mejamkan mataku. Kenapa tidak bisa pingsan lagi!!! >.<
Ini
nyata.
Sekarang,
Bagaimana bisa aku melepasnya?? Bagaimana bisa?? Aku sudah melepas hyoyeon.
Bagaimana bisa aku melepasnya? Bagaimana bisa dia meninggalkanku?? Aish!
Jinjja!!
“MWO??
Shirheo!!” bentakku. Terlihat sekali ia berusaha menahan tangisnya agar tak
pecah.
“wae
oppa?”
“oppa??
Ani!! Jangan panggil oppa!! Lebih baik
kau tak memanggilku oppa daripada kita bercerai.” Bentakku. Air matanya kini
mulai mengalir.
“tapi..”
“apa
kau pikir seperti itu mudah? Kau lupa pekerjaanku sebagai public figur?
Pernikahan kita belum ada 2 bulan kyorin ah!! Apa kata orang nanti jika kita
bercerai, padahal kita menikah baru sebentar?” kilahku. Sungguh, aku akan
melakukan apapun agar hal mengerikan itu tak terjadi.
“tapi
kita harus bercerai lee hyukjae!!” teriaknya miris.
“shirheo.
Untuk apa? Kau tak bahagia bersamaku?” aku menyesal berkata seperti ini. aku
benar-benar tak yakin akan jawaban yang kyorin berikan.
“ne.
Aku tak bahagia.” Jawabnya. Namun matanya tak bisa menatapku. Sungguh, aku
menyesal bertanya seperti itu. Apa dia benar-benar tidak bahagia?? Hatiku
seperti teriris-iris jika melihatnya sedih dan menangis.
“tunggu.
Tunggu saja 1 tahun kalau kau memang benar-benar ingin bercerai dariku.”
Putusku. Sungguh, ku pikir tak ada jalan lain selain ini. “kau ingin bercerai
karena ingin berhubungan dengan inho? Apa kau ingin aku membuatkanmu surat
kontrak?”
“....”
ia terdiam. Menangis.
“lebih
baik kita bicarakan ini lagi besok.” Kataku akhirnya. Aku ingin mengulur waktu.
“istirahatlah.
***
Kyorin
POV
“apa
kau pikir seperti itu mudah? Kau lupa pekerjaanku sebagai public figur?
Pernikahan kita belum ada 2 bulan kyorin ah!! Apa kata orang nanti jika kita
bercerai, padahal kita menikah baru sebentar?”
Kata-kata
itu terus saja terngiang di telingaku.
“jadi,
pernikahan ini adalah pernikahan public figur ya??” gumamku. Aku kecewa
mendengarnya. Benar-benar kecewa. tak bisakah pernikahan ini menjadi pernikahan
lee hyukjae dan shin kyorin?? Dan bukan eunhyuk dan kyorin??
“aigoo~
apa yang kau harapkan kyorin-ah~!! Tak mungkin hal itu terjadi!!!”kataku gemas
sambil memukul kepalaku sendiri.
Ku
baringkan tubuhku di atas ranjang. Menatap langit-langit kamar hingga tak tahu
berapa lama. Yang jelas, tanpa sadar mataku tertutup rapat dan masuk menuju
alam bawah sadar dengan cepat.
***
Gluduk..
gluduk.. gluduk..
suara
kereta dorong perawat-perawat itu membuatku terjaga dari tidur. Sedetik
kemudian seorang yeoja muda berbaju biru muda masuk dengan senampan makanan.
“anda
sudah bangun nona Lee??” kata perawat itu riang. “makanlah yang banyak agar
kesehatanmu segera pulih ne?”
“ah,
ye. Aragessumnida.” Jawab kyorin.
“selamat
makan.” Kata perawat itu sambil keluar dari kamar kyorin. Tak lama kemudian,
suara kereta itu kembali menggema.
Ku
ambil makanan-makanan itu. Tanpa sengaja, aku melirik tangan kiriku yang di
bebal dengan perban.
“untung
saja tangan kiri.” Desahku lega. Ku buka penutup makanan itu. Aku menyendoknya
dan mulai memasukkannya kedalam mulutku.
Tok..
Tok.. Tok..
Ku
katupkan kembali mulutku yang sempat terbuka. Sendokku yang berhenti di udara
ku turunkan kembali. Ku tolehkan kepalaku untuk melihat siapa yang benar-benar
berani mengganggu waktu sarapanku.
“fuhh..”
aku mendengus ketika melihat siapa yang datang. Eunhyuk. Wajah monyetnya itu
menyembul di balik kaca transparan pada pintu.
“bu-ka
pin-tu-nya!!” eunhyuk menggerak-gerakkaan bibirnya tanpa suara.
“Shir-heo!”
balasku juga tanpa suara.
“YA!
Bal-li-wa!!”
“aish~ monyet ini benar-benar mengganggu.” Gerutu
sambil berjalan membuka pintu. “MWOYA!!”
“aku
lapar.” Ia memasang puppy eyes miliknya. Cih, takkan mempan lee hyuk jae!!
“lalu
kenapa?? Kau menyuruhku menyuapimu??” tanyaku sangsi.
“oh..”
jawabnya sambil mengangguk.
“shirheo!!
Makan saja sendiri.” Elakku.
“YA!”
teriaknya saat aku akan berbalik. Ku tatap kembali wajah monyetnya. Ia kemudian
mengacungkan kedua tangannya yang di bebat kain perban. “aku tidak bisa makan.”
“aish~
ara!! Ara!! Menyusahkan!!” putusku akhirnya.
Ia
kembali ke kamarnya dengan cengiran puas tersungging di wajahnya. Kemudian, ia
duduk manis di atas ranjangnya. Memandangku dan menunjuk bagian ranjang di
depannya dengan dagunya.
Ku
ambil makanannya dan duduk sesuai tempat yang di tunjuknya tadi.
“kenapa
kau memanggilku?? Tanganku kan juga sakit!” gerutuku.
“setidaknya
hanya satu tangan yang sakit. Lagipula.... BFT” ku sumpal mulutnya yang terlalu
banyak bicara itu dengan kain pel, eh?, makanan maksudnya.
“tidak
usah banyak bicara!!” kataku. Ku masukkan juga sesuap ke dalam mulutku sendiri,
membuat monyet itu mendelik.
“YA!!
Sebenarnya yang pasien itu siapa!!” bentaknya setelah menelan makanannya dengan
susah payah.
“aku
juga pasien!!” belaku.
“aih,
iya juga.” Gumam eunhyuk lirih. Ia berpikir sejenak, lalu membuka mulutnya
lagi. ku sumpal lagi mulutnya dengan makanan. Hah! Rasakan itu monyet hutan!
“kubilang
jangan banyak bicara!” ku suapkan makanannya itu ke dalam mulutku lagi.
“tapi
itu kan makananku!!” bentaknya setelah ia menelannya dengan susah payah.
Ku
sumpal lagi mulutnya dengan makanan dengan volume yang lebih besar. Membuat
pipinya menggembung aneh. Jelek!!
Dengan
cepat, ku ambil ponselnya dan memotretnya. Kemudian mengirimnya ke ponselku
untuk senjata. Atau mau di jual saja? wah, ini menguntungkan. Aku benar-benar
cerdas. Hahahahaha.. *evillaugh
“AA!!
AWA WANG WAO WAHUHANG!!” bentaknya dengan mulut penuh makanan. Bahkan beberapa
dari makanan-makanan itu muncrat keluar. [trans: YA!! apa yang kau lakukan!!]
“ya!!
Aku tahu kau itu monyet. Tapi aku manusia. Bicaralah yang sedikit manusiawi!!
Aku tidak mengerti!!” kataku sambul memungut makanan yang jatuh dan
membuangnya. “menjijikkan sekali!”
Monyet
itu mengerucutkan bibirnya sambil mengunyah makanannya lagi. Sepertinya ia
sudah menyerah. Hahaha. Sekali lagi, ku ambil ponselnya dan memotretnya lagi.
Monyet itu mendelik. Ini kesempatan emas!!
“wah!!
Aku akan benar-benar kaya!!” kataku kagum pada diriku sendiri.
“MWO!!
Kau mau menjual itu??” tanyanya tak percaya.
“keureom!!
Untuk apa lagi??” kataku tersenyum penuh kemenangan.
“Untuk
apa!!??”
“tentu
saja untuk mencari uang.” PLETAKK!! Monyet itu menjitakku. “MWOYA!! Kau tidak
menghidupiku selama 2 minggu! Kau pikir dari mana aku bisa makan?? Mungkin juga
karena itu aku masuk rumah sakit.”
***
Eunhyuk
POV
.
“MWOYA!! Kau tidak menghidupiku selama 2 minggu! Kau pikir dari mana aku bisa
makan?? Mungkin juga karena itu aku masuk rumah sakit.”
Eunhyuk
bodoh!!
Apa
benar dengan apa yang di katakannya?? Apa kyorin juga menderita selama ini??
apa karena itu ia ingin bercerai??
“Ehm,
apa kau benar-benar ingin bercerai dariku??” tanyaku hati-hati.
“HUK!!”
kyorin terdiam. Sepertinya ia hampir tersedak.
“jadi
kau ingin bercerai dariku??”
“Keureom!!”
katanya sambil mengaduk-aduk makanan yang masih tersisa. Pandangan matanya
hanya tertuju pada makanan-makanan yang di aduknya seolah-olah aku sedang
konser di sana.
“apa
kau menderita bersamaku??” tanyaku lagi. Namun tak ada jawaban. “kau mencintai
inho?”
“...”
tetap tak ada jawaban. Apa itu berarti iya, tapi dia takut menyakitiku kalau
mengatakannya??
“kurigu,
gwaenchana. Aku akan mengabulkan permintaanmu. Kalau kau mencintai inho, aku
juga masih mencintai.. hyoyeon.” Putusku.
Semalaman
aku berpikir akan hal ini. aku juga berpikir, bagaimana rasanya saat aku berada
di posisi kyorin. Pasti dia menderita. Aku tidak ingin membuatnya menangis atau
sedih karena diriku. Juga, kalaupun dia mencintaiku, pasti juga akan lebih
cepat hilang karena rasa cintanya itu belum lama tumbuh. Mungkin itu juga akan
memudahkanku.
Ya.
Kurasa itu keputusan yang tepat.
“bagaimana?
Kau tetap ingin bercerai?? Kau tidak ingin berpikir lagi??”
***
Kyorin
POV
“kurigu,
gwaenchana. Aku akan mengabulkan permintaanmu. Kalau kau mencintai inho, aku
juga masih mencintai.. hyoyeon.”
JLEGERRR!!
Seperti
sebuah petir bagiku, kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulutnya. Bibirku
bergetar menahan tangis.
Kenapa
aku menangis?? Bukankah ini yang ku inginkan??
Wajar
saja kalau ia mengabulkan permintaanku. Dari awal, akulah yang mengganggu
hubungannya dengan yeojachingunya itu.
“bagaimana?
Kau tetap ingin bercerai?? Kau tidak ingin berpikir lagi??” tanyanya.
“tidak.
Kita harus bercerai.” Jawabku dengan bibir bergetar. Ku tundukkan kepalaku dalam-dalam.
***
Eunhyuk
POV
“baiklah,
kalau begitu aku akan mengirimkan surat-suratnya satu bulan lagi.” Aku sendiri
sedikit tak yakin dengan perkataanku. “rumah itu, ambillah. Apartemenmu yang
lama sudah terjual kan?? Tinggallah di rumah itu. Jemput kembali kyojin.”
“akan
ku tunggu.” Gadis itu beranjak dan meninggalkan tempat ini.
BLAM..
Pintu
tertutup.
Air
mataku tiba-tiba menetes. Mengalir deras, meninggalkan jejak-jejak aliran air
di pipiku.
Ku
tekuk lututku dan ku telungkupkan tanganku. ku tumpahkan segalanya saat itu
juga. Berharap rasa sakit ini menghilang seiring dengan mengalirnya air mata
ini.
***
Kyorin
POV
Lututku
terasa lemas. Aku terduduk di balik pintu setelah menutupnya agar tak ada
seorangpun yang tahu.
“huwaaa..
huaaaahaa..” ku keluarkan semua isi hatiku lewat air mata yang terus mendesak
keluar. Sungguh, ini tak bisa di hentikan.
Kenapa
aku menangis?? Ini adalah hal yang ku inginkan!!
“kau
yang menginginkannya kyorin ah~!! Kau yang menginginkannya.” Ku tanamkan itu
baik-baik dalam hatiku. Namun semakin ku camkan kata-kata itu, semakin terkoyak
hatiku. Menyakitkan.
***
Author
POV
Langkah
kaki bersemangat terdengar mendekati kamar eunhyuk dan kyorin. Leeteuk dan
sora. Mereka baru saja keluar dari ruang dokter. Sora di nyatakan hamil.
“hah!!
Aku ingin segera pamer pada eunhyuk kalau aku akan menjadi seorang appa. Dia
pasti iri.” Kata leeteuk bersemangat.
“hahaha,
kau bisa saja oppa. Kyorin pasti juga akan senang mendengar kabar ini. ya kan?”
balas sora dengan senyum gembira terlukis di wajahnya.
“tentu
saja. mereka berdua harus menyusul kita. Mereka harus segera punya anak juga.”
Kata-kata leeteuk terus memelan seiring dengan terbukanya pintu kamar eunhyuk.
Eunhyuk menangis. “astaga? apa yang terjadi??”
Leeteuk
segera menghampiri eunhyuk.
“hyung..”
bisik eunhyuk serak.
“apa
yang terjadi??” tanya leeteuk.
“hyung..
dongsaengmu ini akan bercerai hyung!” kata eunhyuk dengan senyum di paksakan.
“bukankah ini yang pertama kali di Super Junior?? Aku orang pertama kan
hyung??”
“YA!! Apa yang kau katakan!!” bentak leeteuk.
***
Sora
POV
Mendengar
eunhyuk mengatakan kata cerai, refleks, aku keluar dari kamar eunhyuk.
Ku
buka pintu kamar kyorin perlahan. Gadis itu terduduk di depan pintu.
Punggungnya bergetar hebat. Segera ku peluk tubuhnya.
“kyorin
ah~” bisikku.
“eonni..”
gumam kyorin serak.
“apa
yang sebenarnya terjadi??” tanyaku.
“eonni..
hiks.. hiks..” tangisnya semakin hebat. Ku eratkan pelukanku. Ku tepuk-tepuk
punggungnya, berusaha memberinya kekuatan. “aku memintanya untuk bercerai.”
Dua
orang ini benar-benar aneh. Sudah tahu menyakitkan, tapi kenapa selalu mengambil
pilihan yang sulit?? Kapan kalian berdua sadar kalau kalian itu saling
mencintai??
“sstt..
kita bisa bicarakan ini nanti. Tenangkan dirimu.” Bisikku.
***
Eunhyuk
POV
3
minggu telah berlalu.
Hampir
semua surat-surat perceraian telah ku urus. Tinggal sedikit lagi, maka aku dan
kyorin akan resmi bercerai. Manager hyung membantuku menyelesaikan urusannya
agar tidak tercium oleh wartawan.
Aku
sudah bicara pada orang tuaku, kyorin juga sudah bicara dengan orang tuanya.
Bahkan eomma sempat jatuh sakit karena hal ini. namun manager hyung dan yang
lainnya membantu menjelaskan pada eomma hingga akhirnya ia mengijinkannya.
Semua
member juga sudah tahu. Karena hal itu, mereka jadi berbuat baik padaku. Ini
menguntungkan. Hahaha..
Seluruh
SM tau akan hal ini. mereka juga sudah bersiap-siap jika hal ini akan terendus
oleh wartawan.
Bahkan
aku sekarang juga sering berjalan bersama lagi dengan hyoyeon.
Bukankah
persiapan ini hampir sempurna??
“aigoo~
kau melamun lagi. Kau yakin dengan keputusan ini??” tanya leeteuk hyung.
Aku
tersenyum miris. “siap tak siap, yakin tak yakin, aku harus bisa menerimanya
hyung.”
“tapi
ini semua membuatmu sakit bukan??”
“aku
namja, hyung. Sesakit apapun aku harus kuat. Aku akan lebih tidak sanggup kalau
melihat kyorin sakit.” Kataku tak yakin.
“uri
hyung sudah dewasa!” teriak siwon dari belakang.
“bukankah
dari dulu sudah dewasa?? Bahkan tontonannya saja film dewasa.” Celetuk kyuhyun.
“YA!!
Kau merusak suasana!!” teriak heechul. Kangin juga ikut bertintak, ia segera
memiting kyuhyun.
***
Kyorin
POV
Semua
ini serba membuatku tak yakin. Namun, aku tetap berusaha untuk meyakinkan
diriku bahwa ini keputusan yang tepat.
2
hari lalu, eunhyuk sudah mengirim surat-surat itu padaku. Sekarang hanya
membutuhkan tanda tanganku agar semuanya menjadi sah. Aku juga telah
mengembalikan cincin pernikahan kami padanya.
“nuna,
kenapa kau melamun lagi??” panggil kyojin. Ya, dia sudah kembali bersamaku
sesuai dengan perkataan eunhyuk.
“aniya!!”
elakku.
“jelas-jelas
sedang melamun. Jangan terlalu sering melamun nuna, nanti ayam tetangga kita
mati.” Kata kyojin lagi.
“tetangga
kita tidak punya ayam kyojin ah~. Berhentilah berkata yang tidak tidak.”
“kalau
begitu celengan ayam.”
“itu
sudah benda mati. Apa kau tidak di ajari di sekolah?”
“celengan
itu akan pecah.”
PRANGG..
Terdengar
suara pecah dari arah luar.
“tuh
kan, nuna? apa kataku?” bela kyojin.
Seketika,
tubuhku bergidik.
Ku
ambil bolpoin yang terletak di depanku dan menandatanganinya.
“pastikan
kau tidak menyesal nuna.” Teriak kyojin. Ia sudah beranjak menuju kamarnya.
“aku
tidak akan menyesal.” Kataku mantap. Namun hatiku sendiri tak yakin.
Mungkin
semua ini akan menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Aku yakin itu.
Ya,
sudah di tanda tangani. Aku dan eunhyuk sudah resmi bercerai. Tinggal mengirimnya
ke pengadilan.
***
Author
POV
1
minggu kemudian,
Perceraian
itu telah terjadi.
Keduanya
kini telah di sibukkan dengan kegiatan mereka masing-masing.
Eunhyuk
akan tour keliling dunia bersama super junior. Mereka mengadakan Super Show di
15 negara di dunia. Dan itu akan di lakukan selama 1 tahun penuh. Secara, umur
mereka kini tak lagi muda. Kekekeke^^ [tapi author tetap cinta kamu KYU!!
Kekeke..] #lemparsandalpancikulkasrumahhotelbumi
Begitu
juga dengan kyorin. Tugas akhirnya yang seharusnya di kerjakan selama 6 bulan,
kini harus molor menjadi 8 bulan karena dosen yang menjadi pembinanya harus
pergi ke luar negeri. Bahkan tugas pembuatan film itu mengharuskan ia dan
ketiga temannya itu untuk pergi keliling korea.
Keduanya
juga sudah mulai berusaha untuk melupakan rasa cinta yang telah tumbuh di hati
mereka masing-masing. Ya, melupakannya.
***
END?Otte??
hehehe.. *ketawa gaje lagi*
sekali lagi, yang pengen baca link sebelumnya, ada di note author di fb : Kyutu choi
annyeong!! *tebar bulu ketek*