Minggu, 01 April 2012

Andante part.5

Tittle: Andante
Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: seadanya
PG: yakin, 16!
Length : 5/?
chajaaaangg~
saya datang lagi?? *tebar bau ketek*
 episode ini pake gambar loh.. otte?? bagus pake ato enggak??
 saya mau klarifikasi nih:
-buat yang nanya kenapa lama?? 
   #alasannya karena idenya lagi ngadat dan kalau pun ada, g punya waktu luang buat nulis.. trus, alasan paling utama, authornya galau SS4.. [bagi reader ato siapapun yang mau nraktir authornya buat nonton SS4, boleh banget..]
-fb??
   #Kyutu choi

WARNING:
 1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
 2.  FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje 
 3. typo bertebaran di mana-mana.
 4. di part ini harap siapkan kantung untuk muntah, karena part ini, gimana ya??
baca langsung aja deh..


*****
prev>>>
Ku langkahkan kakiku pergi dari tempat itu. Mencari tempat yang benar-benar bertuliskan ‘TOILET’.
Tak lama kemudian, akhirnya ku temukan itu. Aku memasuki salah satu bilik dan duduk di sana.
Ku pikir aku akan memulai membuka hatiku untuk menerima seorang namja. Ini pertama kalinya. Dan di pengalaman pertama ini, aku mendapat pengalaman yang benar-benar menyakitkan. Kenapa ini terjadi setelah kami menikah?? Kenapa ini tidak terjadi kemarin saja??
***
Eunhyuk POV
“jangan mencintaiku yeon ah~ kumohon. Kalau kau mencintaiku, kau sendiri yang akan tersakiti. Aku melakukan ini sebagai tanda perpisahan kita.” Kataku tegas. Ku lepaskan genggaman tangannya dan pergi dari tempat itu.
“apa kau benar-benar mencintai yeoja itu oppa??” teriaknya saat aku mulai pergi menjauh. Ku balikkan badanku.
“aku tidak tahu. Biar waktu yang akan menjawabnya.” *autor: ceile, sok puitis lo hyuk!!*
“akan ku buat kau mencintaiku lagi sepenuhnya oppa!! Aku yakin kau masih mencintaiku!!” teriaknya lagi. Air matanya terus saja bercucuran hingga pipinya basah.
“aku memang mencintaimu, tapi itu dulu. Dan sekarang, aku sadar bahwa aku mencintaimu hanya sebagai saudara. Kau adalah adikku dan aku adalah oppamu. Kau masih bisa mengandalkanku, namun bukan sebagai namja chingu, tapi sebagi oppa.”
Ku langkahkan kakiku meninggalkan tempat itu. Walaupun aku masih mempunyai rasa untuknya, entah kenapa aku benar-benar tidak ingin mempertahankannya.
***
Kyorin POV
Sakit.. aku merasa sakit..
Air mataku terus saja berjatuhan.
Tidak boleh, aku tidak boleh menangis hanya karena namja playboy sepertinya. Aku tidak boleh menyukainya. Titik.
Ku hapus airmata yang tengah bergulir di pipiku. Ku hapus juga rasa suka yang pernah muncul untuk monyet hutan itu. Aku tidak akan pernah berharap.
Semua namja sama saja.
Setelah memastikan tak ada seorangpun yang berada dalam toilet itu, aku pun keluar dari bilik toilet. Cermin besar di depan bilik itu langsung memperlihatkan bayangan seorang yeoja jelek yang memakai baju pengantin.
siapa yeoja jelek yang menikah dengan riasan amburadul seperti itu?? Cih,, memalukan!!
Kenapa ia bergerak mengikutiku??
ASTAGA!!!
Shin kyorin!! Apa yang kau lakukan dengan dirimu sendiri??
Eyeliner dan bedak yang luntur, rambut juga mulai mencuat kesana kemari. Ujung belakang gaunku juga sedikit basah. Astaga!! ASTAGA!!!
“KYORIN AH~!!” pintu toilet tiba-tiba terbuka. Sesosok wanita anggun masuk dengan tergesa-gesa.
“waeyo kang sora eonni??” tanyaku sambil mengernyit heran.
“huft~ ternyata kau masih di sini. Aku hampir jantungan karena mencarimu. Kau membuatku khawatir. Kenapa kau lama sekali??” sora eonni memperhatikanku, dari atas hingga ke bawah. “OMO~ kenapa kau jadi seperti ini?? gwaenchana??”
“ne, nan gwaenchana.” Ku tatap wajahnya untuk meyakinkannya.
“tapi kau tidak kelihatan tidak apa-apa.” Katanya lirih.
“gwaenchana. Nan jeogmal gwaenchana. Jinja!!” kataku.
“arasseo, kalau kau tidak ingin bercerita kepadaku saat ini. tapi nanti kau harus bercerita padaku.” Kata sora eonni lagi.
Astaga, dia baik sekali. Aku menyesal dulu pernah sebal padanya karena menikah dengan teukkie oppa. Aku menyesal dulu pernah cemburu padanya. Leeteuk oppa memilih wanita yang tepat. Kini aku benar-benar rela teukkie oppa menikah dengannya.
“ne.” Anggukku.
“biar ku rapikan riasan wajahmu sedikit. Setelah ini, beristirahatlah di kamar kalian. Bukankan malam ini kalian menginap di hotel ini??”
“ne.”
Sora eonni mulai menata kembali riasan wajahku dengan makeup yang dibawanya di sebuah tas kecil.
“biar aku yang mengatakan pada eunhyuk kalau kau sudah berada di kamar. Gaja!! Aku akan mengantarmu. Di luar banyak sekali wartawan, jangan sampai ketahuan. Mereka bisa membuat gosip yang tidak-tidak. Aku akan memegangi ekormu. Berjalanlah agak cepat. Arasseo??” jelas sora eonni saat kami akan keluar dari toilet.
Ku hirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. pintu toilet sudah ku buka. Ku langkahkan kakiku sedikit lebih cepat menuju lift. Untung saja ada lift yang terbuka dan kosong.
“gomawo eonni.” Bisikku saat kami memasuki lift dan mulai beranjak naik.. Sora eonni hanya tersenyum dan mengangguk.
“anieyo!! kau dongsaengku. Kita berdua mempunyai nasib yang sama. Kita sama-sama istri dari member super junior. Sudah selayaknya aku membantumu.” Elaknya.
Lift berdenting dan pintu lift mulai terbuka.
“eonni..”
“tidak apa-apa. Jangan sungkan.”
“tapi eonni..”
“sudah kubilang, kau ini dongsaengku, jadi jangan berterima kasih.”
“EONNI!! Aku tidak punya kunci kamar itu. Bagaimana aku bisa masuk??”
“ah?? Maaf.. hehe..” kata sora eonni lagi. Tak lama kemuadian ia mulai mengubek-ubek isi tasnya dan mengambil sesuatu.
Kartu??
“ini, aku punya!! Lee sora eonni menitipkannya padaku karena ia tak kunjung menemukanmu.” Sora eonni mulai mengesekkan kartu itu pada gagang pintu dan hualla!! Pintu pun terbuka. “istirahatlah. Kau terlihat lelah.”
“ne.”
Sora eonni mulai berjalan pergi meninggalakanku. Ku putuskan untuk segara masuk dan mandi.
“mungkin berendam air hangat akan membuatku lebih baik.” Gumamku pada diri sendiri. “bukankah di sini tidak ada orang??”
Ku lepas wedding dress itu dan menaruhnya di atas tempat tidur. Ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi. Memutar musik di ponselku. Memenuhi bath tub dengan air hangat dan mencampurnya dengan sabun. Selagi menunggu, ku bersihkan semua make up di wajahku dan membersihkan rambutku.
“ah~ hangat.” Gumamku saat badanku telah memasuki bath tub.
***
Eunhyuk POV
Tamu sudah mulai berkurang. Sekarang hanya segelintir orang dan para member super junior yang masih ada.
Aku lelah. Aku ingin tidur!!
“ya!! Namja nomor 2!!” teriak sora eonni. Ku tolehkan kepalaku kepadanya.
“wae nuna?? Di mana kyorin?? Kenapa aku tidak melihatnya?” tanyaku. Ya, sejak keluar dari tempat tangga darurat tadi, aku tidak bisa menemukan kyorin. Seharusnya, dalam balutan wedding dress, aku bisa dengan mudah menemukannya.
“dia sudah berada di kamar. Tadi saat di toilet, dia terlihat kacau sekali. Sepertinya dia habis menangis. Tapi aku tidak tahu kenapa.”
“kapan??”
“tadi saat kau meninggalkannya, dia pergi ke toilet. Karena lama sekali, aku khawatir dan akhirnya aku menyusulnya.” Sora eonni menyodorkan sebuah kartu padaku. “ini kunci kamar kalian. Lee sora eonni menitipkannya padaku.”
“gamsahamnida hyungsoo-nim!!”
Kyorin?? Menangis?? Tapi kenapa??
Ah~ tidak mungkin. Pasti sora eonni hanya salah sangka.
Tapi kenapa perasaanku tidak enak?? Apa terjadi sesuatu pada kyorin??
“hyung, aku pergi dulu. Aku lelah.”
“aigoo~ eunhyuk kita sudah tak sabar rupanya!! Ne, pergilah, kami juga akan pulang.”
“jangan bicara yang tidak-tidak hyung!!” bentakku.
“ara!! Ara!! Pergilah.”
Tanpa ba-bi-bu lagi, ku tinggalkan mereka semua. Ku percepat langkahku menuju kamar hotel yang sudah kami pesan. Bahkan derap langkahku menggema di koridor yang ku lewati.
Tiba di depan kamar,  segera ku gesekkan kartu di gagang pintu dan masuk ke dalamnya. Tempat tidur masih rapi. Hanya saja gaun pengantin kyorin teronggok tak berdaya di atasnya. Ada beberapa noda di sana. Jika gaun pengantin kyorin di sini, lalu kyorin di mana??
GLUUKK..
Ku telan air liurku. Rasa khawatir mulai menyergapku. Jangan-jangan, kyorin depresi menikah denganku dan akhirnya bunuh diri!! OMO~
“KYORIN AH~ EODIYA!!!” teriakku tiba-tiba.
Samar-samar, ku dengar alunan musik mellow dari kamar mandi. Kurasakan bulu kudukku berdiri. Tengkukku serasa berdesir. Dengan cepat ku buka pintu kamar mandi yang ternyata tidak di kunci.
“WAAAAAAA!!!” segera ku tutup pintu kamar mandi dan berlari terbirit-birit menuju tempat tidur.
Apa itu?? Jangan-jangan di hotel ini memang ada hantu. Di bath tub ada seorang yeoja dengan rambut hitam basah yang berantakan.
Kyorin?? KYORIN!!
Dengan cepat, ku buka kembali pintu kamar mandi dan melihat kembali siapa yang ada di dalam bath tub.
Itu benar kyorin. Ku langkahkan kakiku mendekatinya, tapi ku urungkan. Kalau kyorin berada di dalam bath tub, berarti dia sedang mandi. Nah, kalau dia sedang mandi, bararti...
“AAHHH~” ku tutup kembali pintu kamar mandi. Ku acak-acak rambutku sambil berlari memutari kamar frustasi. Apa yang harus ku lakukan???
Tapi kenapa dia tak bergerak sama sekali?? Padahal aku sudah berkali-kali berteriak. Jangan-jangan... KYORIN BUNUH DIRI??
“KYORIN AH~” aku berlari kembali menuju kamar mandi. Aish~ kenapa busa di atasnya sudah mulai hilang?? Sejak kapan dia seperti itu??
“Kyorin ah~” ku tepuk-tepuk pipinya. Apa dia benar-benar sudah mati?? Apa sebaiknya ku bawa ke tempat tidur saja?? Baiklah, kalau dia tak kunjung sadar, akan ku bawa saja ke tempat tidur.
“Kyorin ah~ ireona!!” ku tepuk pipinya berkali-kali. Berkali-kali pula aku menelan ludah dan mengalihkan pandanganku.
matanya mulai bergerak. Sedikit rasa lega terbersit di dalam hatiku. Matanya mengerjap-ngerjap dan akhirnya terbuka sempurna.
“eunhyuk??” ia mulai melihat sekelilingnya, berusaha mengumpulkan kembali nyawanya. Dan sedetik kemudian, matanya membelalak. “WAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”
“WAAAAAA!!!” saking kagetnya aku ikut berteriak dan terjengkang ke belakang. “kenapa kau berteriak!!”
Ia mulai mengumpulkan sisa-sisa busa sabun yang ada di permukaan bath tubnya untuk menutupi tubuhnya.
“seharusnya aku yang bertanya begitu!!” bentaknya.
“untunglah kau masih hidup. Ku kira kau tadi bunuh diri. Kau tahu?? Aku tadi sangat khawatir terjadi apa-apa padamu. Fuh~” kataku sambil mengelus dada.
“KENAPA KAU MALAH CURHAT DI SINI!!! Tak ada yang perlu di syukuri dan CEPATLAH KELUAR!!!!” teriaknya. Bahkan lampu-lampu di sekitar kamar mulai bergetar. Mungkin jika aku mendengarnya lebih lama, telingaku pasti tuli.
Ku putuskan untuk segera keluar dari kamar mandi dan menunggunya di atas kasur.
10 menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Ia berdiri dengan balutan baju handuk warna putih khas hotel. Wajahnya cemberut. Aura murka terpancar darinya. Menakutkan!! *OST: dendam nyi pelet*
“kenapa kau melihatku seperti itu?? Menakutkan sekali!!” gumamku. Tapi kurasa, cukup keras untuk terdengar olehnya.
“apa saja yang kau lihat??” tanyanya dingin.
“aku tak melihat apa pun!! Sungguh!!” ku acungkan jari telunjuk dan telunjuk dan tengahku.
“kata ‘sungguh’mu itu tidak meyakinkan!!! Katakan!! Apa yang kau lihat!!”
“aku tidak melihat apa-apa!! Hanya..” aish~ apa yang ku katakan.
“hanya apa???”
“hanya..”
“HANYA APA!!”
“aish~ MOLLA!! Kenapa kau mempermasalahkan itu?? Kau bukan tipeku!! Jadi aku tak akan tergoda olehmu!! Lagi pula, kita sudah menjadi suami istri. Jadi sah-sah saja kan kalau aku memang melihat sesuatu.” Belaku. Dengan secepat kilat, aku pun memasuki kamar mandi dan menguncinya dari dalam agar ia tak mengomeliku lebih lanjut. Aish~ suaranya sungguh membuat telinga sakit.
***
Kyorin POV
Astaga!!
Ini membuatku frustasi!!
Apa saja yang sudah di lihatnya??
Eomma~ ada yang mengintip tubuh anakmu!! Air mataku mulai bergulir. “huwee... ada yang melihat tubuhku..”
Segera ku kenakan baju tidur yang panjang dan rapat. Ku baringkan tubuhku dan membenamkan tubuhku di dalam selimut tebal. Ku tutup mataku rapat-rapat dan berusaha untuk tidur. Aku benar-benar tak ingin melihat wajahnya lagi.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Derap langkah juga terdengar keras dan menggema. Tak lama kemudian, suara langkah kaki tersebut terdengar semakin mendekat. tempat tidur mulai bergerak. Ku buka mataku.
“YAA!! Kenapa kau tidur di sini??” bentakku saat menyadari bahwa dirinya berada di sampingku.
“kenapa kau bertanya?? Hanya ini satu-satunya tempat tidur!!”
“cepat tidur di sofa!!”
“shirheo!! Mana sofa?? Di sini hanya ada kursi duduk yang kecil.”
“kalau begitu tidur saja di lantai!!”
“MWO?? Enak saja!! Shirheo! Aku yang membayar kamar ini, kenapa aku yang tidur di lantai??”
“ara!! Ara!!” ku putuskan untuk mengalah dan tidur di lantai. Aku bangkit dari tidurku dan menyeret selimut tebal itu untuk ku pakai tidur di lantai.
5 menit..
10 menit..
Kenapa dia tak memanggilku?? Benar-benar namja yang tak peka.
***
Eunhyuk POV
Aish~ yeoja keras kepala!
Ini sudah 1 jam tapi ia masih tidur di lantai dengan selimut tebal. Apa dia merasa nyaman??
“ya... kyorin ah~” bisikku. Ku toel-toel tubuhnya yang tertutup selimut tebal. “kau sudah tidur??”
“mwoya!!” erangnya sambil mengusir[?] tanganku.
“naiklah!!”
“shirheo!!”
“memang kau nyaman seperti itu?? Bukankah di lantai keras dan dingin??”
“ini tidak dingin.”
“tapi keras kan?? Sudahlah!! Cepat naik!! Aku kedinginan!!”
“shirheo!!”
“aish~ yeoja keras kepala!! Apa kau mau aku menggendongmu untuk naik ke sini??”
“MWO!! Shirheo!!”
Aish~ yeoja ini menyebalkan. Tubuhku bahkan mulai menggigil. Ku gelindingkan tubuhku menuju ke arahnya dan menjatuhkan tubuhku agar berada di sebelahnya. Ku masukkan tubuhku ke dalam selimut itu. Hangat~
“YAA!!” ia bangkit dari tidurnya. “kenapa kau jadi ikut ke sini??”
“aku kedinginan!!”
“ARGH!! Ambil saja semuanya!!” bentaknya sambil berdiri dan beranjak pergi.
“kau mau kemana??” aku pun ikut bangkit dari lantai dan berdiri.
“beli kopi.”
Ku tahan tangannya dan menariknya ke atas tempat tidur. “ini sudah malam, apa kata dunia jika istri eunhyuk super junior pergi keluar malam-malam seperti ini?? kau akan mencemarkan nama baikku dan nama baik super junior. Kau hanya perlu berbaring dan tidur. Apa susahnya??”
***
Kyorin POV
Kenapa nada suaranya jadi lebih lembut seperti itu? Entah kenapa aku jadi tak bisa berkutik.
“tenang saja, aku tak akan menyentuhmu. Jangan mempersulit hal yang seharusnya mudah!!” ia melepaskan tanganku dan mulai berbaring di atas tempat tidur.
Dengan terpaksa, aku mengikutinya. Entah kenapa, hatiku menyuruhku seperti itu. Padahal aku baru saja sakit hati karena ia mencium wanita lain di hari pernikahanku.
Aish~ sudahlah. Lihat saja semuanya besok..
***
Eunhyuk POV
Aish~ yeoja pemalas!!
Ini sudah jam 10, kenapa ia tak kunjung bangun.
“Yaa!! Timun mas!! Ireona!! Kita harus check out sekarang.” teriakku. Tapi kenapa ia tak kunjung bangun??
“YAAA!! Ireona!!” ku goncang-goncangkan tubuhnya agar ia segera bangun.
“hmm.. arasseo.. tapi eunhyuk-ssi..”
“kenapa kau memanggilku dengan embel-embel ssi?? Hilangkan kebiasaan buruk itu!!” bentakku lagi. “balli ireona!!”
“ara!! Ara!!” balasnya. Tak lama kemudian, ia bangun dan berganti baju di kamar mandi.
“kau tidak mandi??”
“ini terlalu dingin.” Rintihnya.
“ayo pulang!!”
“kita pulang ke mana??”
“ke rumah yang sudah ku beli.”
“kau beli rumah?? Di mana?? Bagaimana dengan semua barang-barangku??” tanyanya sambil membereskan bajunya.
“ne. Tetap di seoul. Barang-barangmu semuanya telah di pindahkan, eomma-mu, eomma-ku dan nuna yang mengurus semuanya. Adikmu juga memutuskan untuk tinggal di asrama saja.” Setelah semua barang kami masuk ke dalam tas, ku ambil alih tas itu dan beranjak keluar dari kamar. “tunggulah di depan. Biar ku ambil dulu mobilnya.”
Setelah memastikan bahwa ia mendengarku, aku pun berlalu.
***
TING..
Lift berdentang dan pintunya mulai terbuka. Aku pun mulai berjalan. Tas tanganku berayun-ayun seiring dengan langkah kaki ku. Entah kenapa, sejak bangun tadi, kepalaku terus saja berdenyut dan semuanya terasa berputar. Bahkan, tengah malam aku tiba-tiba terbangun karena ingin bersin.
Di luar hotel terlihat ramai. Beberapa orang sepertinya berteriak-teriak. Namun, tetap saja ku langkahkan kakiku keluar hotel dan menunggu monyet itu datang dengan mobilnya.
“ITU DIA!! DIA SUDAH KELUAR!!” seru seorang yeoja bertubuh gemuk. Beberapa saat kemudian, yeoja-yeoja lain mulai berkerumun dan menatapku tajam.
Ada apa ini???
PLETAKK.. PRAKK.. PRAKK..
Bau amis mulai menyeruak memenuhi rongga hidungku. Yak, tepat sekali!! Mereka semua telah melempariku dengan telur.
Tubuhku menegang. Jujur, aku terkejut dengan perlakuan seperti ini. 
“DASAR YEOJA MURAHAN!! BERANINYA KAU MEREBUT EUNHYUK KAMI!!” teriak para yeoja itu memekakkan telingaku.
Beberapa petugas keamanan hotel datang dan berusaha untuk membubarkan yeoja-yeoja yang terus saja melempariku dengan telur. Namun penjaga itu tetap gagal menghentikan mereka.
“aku bukan yeoja murahan!!!” teriakku frustasi. Air mata kini telah menetes di pipiku. Kenapa mereka memperlakukan aku sekeji ini?? sedangkan sora eonni tidak??
“KAMI TELAH MERELAKAN LEETEUK OPPA DENGAN SORA EONNI KARENA KAMI TELAH TERBIASA SEJAK MEREKA IKUT WGM!! SEKARANG, KAMI TAK AKAN MELEPASKAN EUNHYUK OPPA!!” teriak yeoja-yeoja itu.
PRAKK.. PRAKK..
Telur-telur sepertinya sudah di lempar lagi. Ku rasakan kepalaku mulai sakit. Dan dunia seakan-akan berputar dengan hebat. Tubuhku melemas. Tanganku berusaha mencari tumpuan namun tak ada. Ku rasakan seseorang menopang tubuhku, lalu entah kenapa, semuanya menjadi gelap.
***
Eunhyuk POV
Astaga!! kenapa di sana ramai sekali?? Banyak wartawan dan sepertinya fans berkerumun di sana.
“Kyorin!! Kyorin ada di sana!!” teriakku panik.
Dengan segera aku berlari, merangsek ke dalam kerumunan itu. Samar, kulihat tubuh kyorin yang sudah berlumuran telur. Badannya terlihat terhuyung-huyung, seperti orang mabuk.
Hap.. lalu ku tangkap.. *nada: cicak2 di dinding*
Sepertinya ia tak sadarkan diri. Astaga!! kenapa jadi seperti ini??
Ku lindungi tubuhnya dari serangan telur para yeoja-yeoja gila itu. Perlahan, lempatan telur mulai berhenti.
“KALIAN PUAS???” Ku tatap yeoja-yeoja itu dengan tatapan emosi dan mulai menggendong kyorin memasuki mobil. Ku pacu mobilku dengan kecepatan tinggi. Tak ku hiraukan bau amis yang sedari tadi menusuk-nusuk hidungku. Yang jelas, aku ingin segera sampai ke rumah.
Terdengar nada dering ponselku berbunyi. Segera ku ambil ponsel itu dan melihat siapa yang tengah meneleponku.
“hyung?? Neon gwaenchana??” sahut donghae ketika penggilannya ku jawab.
“ne. Hanya berlumuran telur saja.” Jawabku datar.
“bagaimana dengan kyorin??”
“dialah yang keadaannya mengkhawatirkan. Ia pingsan. Aku bingung harus bagaimana.”
“kau di mana sekarang hyung??”
“aku dalam perjalanan ke rumahku. Apa leeteuk hyung ada di sana??”
“ani. Tapi, mendengar kabar ini, kami semua langsung berkumpul hyung. Kami akan ke sana. Aku sudah menculik dokter SM untuk di bawa ke rumahmu.”
“baiklah.”
Telepon terputus. Namun sedetik kemudian, ponselku berdering kembali.
Leeteuk hyung calling..
“neon gwaenchana!!!” teriak leeteuk hyung panik. Aish~ orang ini lebay sekali. “kau di mana?? Aku dan sora sudah berada di rumahmu yang baru bersama shindong dan nari.”
“aku sedang dalam perjalanan ke sana, hyung.”
“baiklah. Kami menunggumu di sini.”
“ne..”
Panggilan kembali terputus. Ku pacu kembali mobilku lebih cepat.
5 menit kemudian, akhirnya aku tiba di rumah.
Ku lempar kunci pintu pada shindong hyung yang masih menungguku. Ku gendong kyorin yang hingga saat ini tak kunjung sadar dan meletakkannya di tempat tidur.
“biar aku dan sora yang mengurus kyorin. Kau cepatlah mandi dan ganti bajumu!” perintah nari nuna yang langsung ku turuti. Pintu kamar di tutup dan di kunci dari dalam.
Ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi dan membersihkan diriku. Tak lama kemudian, semua member super junior dan seorang dokter dari SM datang dan memeriksa keadaan kyorin.
***
Kyorin POV
Pusing..
Di mana ini?? sepertinya aku tidak mengenal tempat ini. kenapa sepi sekali??
Ku gerakkan tanganku. tapi tidak bisa. Seperti ada beban berat yang menindihku. Ku longokkan kepalaku untuk melihatnya. Aish~ pantas saja berat, ternyata monyet blonde itu tidur di atas lenganku. Dan apa itu lengket-lengket?? Monyet ini mengiler[?] di tanganku?? OMO!! Anieyo!!
“ya!! Hyukjae ssi??” panggilku dengan susah payah. Tenggorokanku terasa kering sehingga membuatku susah untuk berbicara. “ya!! Ireona!!”
Kepalanya mulai bergerak dan terangkat. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, mengumpulkan kembali kesadarannya.
“kau sudah bangun??” tanyanya sambil mengucek-ucek matanya. Neomu gyeobtda!!
“hm..”
“kau haus?? Sudah berjam-jam kau tidak membuka matamu. Membuat orang cemas saja!!” katanya sambil mengambil air putih di dekat meja.
Ku teguk sedikit air putih itu dan kembali berbaring.
“kau terkena flu!! Semua karena kecerobohanmu tidur di kamar mandi!!” bentaknya lirih. “ini, makanlah. Heechul hyung membelikanmu bubur abalone. Lalu setelah ini kau harus munim obatnya!!”
“aku tidak bisa bangun.. kepalaku pusing..” rintihku. Ia kemudian menambah bantalku agar kepalaku bisa terangkat.
“seperti ini saja tidak apa-apa kan?? Biar ku suapi..”
“ani!! Aku bisa makan sendiri.”
“jangan keras kepala!!!” bentaknya sedikit lebih keras.
Akhirnya ku turuti kemauannya. Setelah selesai memakan beberapa sendok bubur, Ku minum beberapa obat yang di berikannya.
Tiba-tiba aku teringat insiden telur itu. Bajuku!! Kenapa sudah berubah??
“kau mengganti bajuku??”
“ani. Sora dan nari nuna yang menggantinya. Kau tak perku khawatir.” Jawabnya.
Ku hembuskan nafasku lega.
“cepatlah sembuh.” Bisiknya lirih. Ku kerutkan keningku. Apa aku tak salah dengar?? “maksudku, cepatlah sembuh!! Tak ada yang mengurusku!!”
“aigoo~ kau sudah tua!! Seharusnya kau bisa mengurus dirimu sendiri.” Kataku. Aku kecewa mendengar alasannya.
“tapi, kau ingin cepat sembuh bukan??” tanyannya lagi. Tentu saja, apa dia bodoh?? Ku anggukkan kepalaku. “aku tahu metode ampuh untuk menyembuhkannya. Diamlah!!”
Firasatku sedikit aneh. Wajahnya terus mendekat. ku pejamkan mataku erat-erat. Juga ku katupkan bibirku rapat. Hembusan nafasnya mulai menerpa wajahku. Tak lama kemudian, bibirnya menepel di bibirku.
“ya!! Buka sedikit bibirmu!!” bisiknya. Entah kenapa, ku turuti permintaannya.
Ia kembali menempelkan bibirnya di bibirku, dan mulai melumatnya perlahan. Aku hanya diam, tak tahu harus bagaimana. Ini pertama kalinya untukku.
“kenapa kau tak membalas ciumanku?? Kau tak suka??” bisiknya lagi.
“aku tak bisa.” Jawabku.
“hahahaha..” ia tertawa kecil. Tak lama kemudian, ia kembali melumat bibirku. Ku coba untuk membalas ciumannya, walaupun aku tak tahu caranya.
“joha~” bisiknya di sela-sela ciumannya.
Kenapa kau melakukan ini lee hyukjae?? Aku jadi mencintaimu lagi. Bolehkah?? Apa boleh aku menarik janjiku kembali untuk tidak menyukaimu??
  

TBC~



otte?
kayanya ni FF nggak ada yang menanti ya?? ada nggak sih??
kalo nggak ada, di stop aja gimana??
sekedar pemberitahuan,,
next part, bukan part 6, tapi Andante special Piku.. 
gamsahamnida... *deep bowing*

Senin, 26 Maret 2012

Andante part.4



Tittle: Andante
Author: kyutukyupret
Main cast : shin kyorin (OC) – lee hyukjae, sisanya cari sendiri
Genre: seadanya
PG: 15 apa 16 yak??
Length : 4/?

dararattara~ naneun wasseo!! kekeke
FF saya ternyata banyak yang nyari,, [padahal cuma 5 orang],, tapi g papa.. jadi terharu..
alhasil,, saya ngebut ngerjakan ini untuk reader yang udah mau baca sampah dari otak saya.. ^^




WARNING:
 1. judul dan cerita tidak mempunyai keterkaitan satu sama lain, lalu kenapa author milih judul ini?? author sndiri jg g tw.
 2.  FF ini di buat oleh author geje, jadi harap maklum kalau FFnya juga geje 
 3. typo bertebaran di mana-mana.
 4. part ini udah mulai nggak lucu lagi ya?? soalnya udah masuk konflik[?]. eh, tapi g tau ding, ini udah termasuk konflik ato belum.. jadi yah,, langsung baca aja ya??
happi reading..^^
****
***
**
*


Kyorin POV
Drrtt.. Drrtt..
Hai, timun mas!! Temui aku di pintu belakang seperti tadi. Sekarang juga.
Aish~ monyet ini!! apa dia tidak tahu?? Hatiku ini benar-benar sedang sakit. Kenapa dia selalu seenaknya?? Bukankah sebentar lagi resepsi pernikahan leeteuk oppa akan di mulai??
Ku langkahkan kakiku menyusuri lorong-lorong yang sedikit lengang menuju pintu belakang yang tadi. Namja itu terlihat sedang bersandar di dinding dengan muka cemberut. Seperti anak kecil.. lucunya~
“yak!! Kenapa kau malah mengajakku keluar?? Acara puncak resepsi akan di mulai sebentar lagi!!” bentakku saat aku sudah berhasil berada di hadapannya.
“salah sendiri kau menangis sepanjang acara!! Itu memalukan!! Lihatlah wajahmu, sudah bengkak seperti bulan purnama!!” balasnya.
“aigoo~ berlebihan sekali. Kalau begitu hibur aku!!”
“mwo!! Kenapa aku harus menghiburmu?? Aku bukan pria penghibur.” Elaknya.
“kalau begitu, akan kujadikan kau pria penghibur hari ini.”
“mwo!! Shirheo!!”
“lalu kenapa kau mengajakku ke sini??
“aku bosan. Ayo kita pergi. Leeteuk hyung hanya memberikan waktu 1 jam untuk pergi jalan-jalan.” Eunhyuk menarik tanganku.
Kyuhyun menyembul dari balik pintu belakang. Ia menatapku dan eunhyuk.
“aigoo~ kenapa kalian bermesraan di sini??” katanya. Ia menggidikkan bahunya kemudian melempar sebuah kunci mobil pada eunhyuk. “aish~ panas sekali!!”
“gomawo kyu!!” teriak eunhyuk yang hanya di sambut lambaian tangan oleh raja setan itu. Aish~ benar-benar tidak sopan. “gaja!!”
Eunhyuk menarik tanganku keluar dari gedung itu dan memasuki mobil yang ternyata sudah di depan pintu.
“kita mau ke mana dalam waktu 1 jam??” tanyaku saat telah berhasil menaruh pantat di atas jok mobil.
“molla..” jawab monyet gunung itu sambil cengengesan. “ada tempat yang ingin kau kunjungi??”
“anieyo!! Kalaupun ada, itu jauh dari sini.” Kataku.
Eunhyuk mulai menjalankan mobilnya keluar dari area gedung pernikahan leeteuk oppa.
“kau benar-benar menyukai leeteuk hyung??” tiba-tiba eunhyuk membuka mulut.
Tiba-tiba air mataku menetes lagi. Mendengar kata leeteuk, hatiku jadi sakit lagi.
***
Eunhyuk POV
Mwo?? Yeoja itu menangis. Apakah ia begitu mencintai leeteuk hyung?? Kanapa ia menyukai leeteuk hyung?? Dan kenapa aku tidak rela melihatnya menangis karena namja lain??
“aish~ kenapa kau menangis lagi??”
Aku benar-benar tidak suka melihat yeoja menangis. Ingin ku peluk tubuhnya yang bergetar. Ku ulurkan tanganku dan mulai memeluknya.
“jangan menangis lagi!! Jangan menangis karena namja lain!! Aku tidak suka.” Apa yang ku katakan???
***
Kyorin POV
Eunhyuk memelukku. Hangat. Nyaman. Bisakah tetap seperti ini??
“hajiman, Dia namja pertama yang ku sukai.” Eunhyuk sontak melepaskan pelukannya. Ternyata tidak bisa ya??
“Mwo?? Namja pertama?? Lalu siapa yang jadi namja ke dua??”
“molla. Seumur hidupku, itu pertama kalinya aku menyukai seorang namja. Dari dulu, aku hanya mengurus appa dan kyojin saja. Aku juga tidak pernah berpacaran.”
“MWO!! Jangan-jangan, malam itu, itu adalah ciuman pertamamu juga?? Astaga!! Wahahahahahah.. aku baru pertama kali bertemu dengan tipe yeoja sepertimu.”
Ku tatap eunhyuk tajam. Ku pukul kepalanya dengan tas tangan yang ku bawa.
“aish~ appo!!” rengeknya.
“biar saja!! Aku malah ingin berbuat lebih kepadamu karena perbuatanmu itu.”
“kau ingin menghukumku??”
“ne.”
“baiklah. Kuberi kau satu jam. Ku turuti semua permintaanmu.”
“mwo?? Hanya satu jam??”
“ne. Kita harus kembali ke tempat leeteuk hyung segera.”
“hm.. ara.. kalau begitu, traktir aku di restoran mahal!!”
“mwo?? Aish~ uangku!! *matrehyuk—tabok!!*”
Tiba-tiba sebuah ide terlintas di kepalaku. Ku pasang puppy eyes-ku dan memohon-mohon kepadanya.
“aish~ ara!! Ara!! Jangan pasang puppy eyes itu padaku!! Tidak akan mempan!!”
Aku tersenyum puas. Eunhyuk pun memacu mobilnya lebih kencang. Dan berbelok ke sebuah restoran kecil di ujung jalan kecil dan sedikit sepi.
“di sini restoran langgananku. Tidak akan ada wartawan di sini.” Kata eunhyuk. Ia keluar dari mobil dan membukakan pintu untukku.
“kenapa kau selalu semaumu sendiri?? Padahal kau yang bilang sendiri akan menuruti permintaanku?? Selalu saja berakhir seperti ini.” rengekku. Eunhyuk tetap menarik tanganku untuk keluar dan masuk ke dalam restoran kecil itu.
Kami pun duduk di pojok ruangan yang nyempil seperti upil agar tidak banyak di lihat orang. Tak lama kemudian, seorang pelayan datang membawa buku menu dan menyerahkannya padaku dan eunhyuk.
Ku buka buku menu itu. Hanya 1 kata yang selalu menari perhatianku. Strawberry!!
“strawberry sundae!!” pekikku dan eunhyuk bersamaan.
Aku langsung menoleh ke tempat eunhyuk. Ia juga menoleh ke arahku.
“maaf!! Stok strawberry tinggal satu porsi. Pengirimannya sedikit terlambat hari ini.”
“kalau begitu aku saja yang strawberry. Yang Satu lagi chocolate sundae.” Putus eunhyuk seenak udel.
Pelayan itu pun pergi dengan pesanan kami di tangannya.
***
Eunhyuk POV
Wajahnya lucu sekali. Kini ia tengah cemberut sambil menatapku garang.
“aigoo~ aigoo~ menyeramkan sekali. Jangan marah timun mas!!”
“monyet itu seharusnya makan pisang!! Bukan makan strawberry!!” bentaknya. Lalu memanyunkan[?] bibirnya lagi.
Aigoo~ kalau dia terus-terusan seperti itu, aku benar-benar akan bencium bibirnya.
Tak lama kemudian, Pelayan itu datang membawa pesanan kami.
***
Kyorin POV
Aku benar-benar ingin strawberry itu. Kenapa dia tidak pernah mengalah sedikit pun??
Pelayan itu meletakkan pesanan kami di meja.
“kau benar-benar ingin ini??” katanya sambil menunjuk strawberry sundae itu. Ku sambut pertanyaannya dengan anggukan bersemangat.
“baiklah,”
“kau akan memberikannya padaku??”
“tapi dengan satu syarat. Suapi aku buah strawberry itu dengan mulutmu.”
“MWO!! Yak!! Shirheo!!” ku rasakan wajahku memanas sekarang. ia mengambil buah strawberry dan menjejalkannya di ujung mulutku, mamaksaku untuk menggigit ujungnya.
“pejamkan matamu atau bibirku akan menyentuh bibirmu!!” bisiknya. Kuturuti perintahnya itu.
Jantungku serasa melompat-lompat mendengar suaranya. Tak lama kemudian, ku rasakan strawberry itu bergerak sedikit dan bibir bawahku seperti menyentuh sesuatu yang empuk[?].
“ambillah.” Ku buka mataku. Ia tertawa lebar sekali. Mungkin kalau lebih lebar, akan ada lalat yang terhisap ke mulutnya.
Ku kunyah sisa strawberry yang tadi di gigitnya. Jantungku masih berdebar kencang. Ku ambil mangkuk strawberry sundae dan memakannya perlahan. Eunhyuk juga memakan sundaenya. Sedikit rasa bersalah terbersit di hatiku. Ku sendokkan sundae strawberryku dan menyuapinya.
“enak!!!” katanya setelah melahap suapan yang ku berikan.
Waktu satu jam hampir habis. Sundae kami juga sudah habis. Kami pun kembali ke tempat leeteuk oppa.
Kurasa setelah ini, hatiku tidak akan sakit lagi melihat leeteuk oppa.
***
Eunhyuk POV
3 hari berlalu, leeteuk hyung sudah kembali dari bulan madunya bersama sora nuna. Setelah 2 hari  bekerja full time, kini super junior harus cuti lagi sehari.
Yak, kalian pintar sekali.
Hari ini giliran pernikakanku dengan kyorin. Dengar!! Pernikahanku!! Dengar dengan jelas!! PERNIKAHANKU..
Astaga!! Kini aku tahu rasanya jadi leeteuk hyung!! Tanganku terus saja berkeringat di balik satung tangan putih yang ku kenakan dan jantungku terus berdebar dengan keras. Dan lagi-lagi, yang jadi pertanyaan besar adalah, KENAPA AKU BERDEBAR?? Padahal aku tahu kalau aku tidak mencintai kyorin dan ini semua hanya keterpaksaan belaka. Aku hanya mencintai hyeoyon.
Oh?? Bagaimana aku bisa lupa?? Bagaimana kabar hyeoyon sekarang?? Apa dia baik-baik saja??
Apa dia tahu kalau aku menikah hari ini??
Apa aku harus mengundangnya juga di acara pemberkatan??
Ku ambil ponselku di saku jas untuk mencari-cari nomor hyeoyon.
“HYUNG!!! HYUNG!!! HYUNG!!”  
DEGG.. jantungku serasa hampir copot..
raja setan itu datang dan menepuk pundakku dengan tiba-tiba dari belakangku. Ada apa?? Apa yang terjadi?? Aish~ benar-benar membuatku bertambah deg-degan!!
“ada apa lagi??”
“kyorin hyung!! Kyorin!!”
“YAK!! Kenapa kau tidak sopan sekali?? Nuna!! Panggil dia nuna!!” kataku tidak terima.
“aish~ ini gawat sekali hyung!!”
“ada apa??”
“KAU PASTI BBHHPPFF.. BBFFTT.. MMMHH.. HHHNNNGG!! HHNNGG!! HHHHNNN MAL YEP BBFFTT DA!!!!”
Kangin hyung menyeretnya dari belakang dan membekap mulutnya. Aku hanya bengong melihat mereka. Kangin hyung juga memarahinya dan menyuruhnya untuk diam. aku hanya mendengar kyuhyun mengatakan “ye” dan “da”. Yeorihada?? Memasak?? Siapa yang mau demo masak di acara pemberkatanku?? Lagipula aku sama sekali tidak mengundang sales kompor dan wajan di sini. Yang ku undang tamu penting dan keluarga saja. Awas saja kalau sampai mereka berdua yang membuat kacau acara pernikahanku!!
Seorang event organizer memberiku kode untuk segera maju ke ujung altar untuk menanti kyorin. Ku urungkan niatku untuk menelepon hyeoyon dan memasukkan ponselku ke saku jas.
SLEPP..
Hah?? Kenapa aku jadi memegang udara?? Mana ponselku??
“kau seharusnya meninggalkan ponselmu di saat seperti ini!! ponselmu ku sita!!” leeteuk hyung menghampiriku dan penepuk-nepuk pundakku. “cepat masuk!!”
Ku pandang leeteuk hyung dalam. Ia meremas pundakku. Ku sunggingkan gummy smile-ku dan memeluknya. Entah kenapa, rasanya aneh. Ada sesuatu yang menggelitik hati ku dan seakan tak ingin ku lepas. Aish~ aku ingin menangis!!! Ku lepaskan pelukannya dan menghembuskan nafasku keras. Ku langkahkan kakiku menuju ujung altar.
“hwaiting!!” kata leeteuk hyung menyemangatiku. Saat aku berbalik, ku  lihat semua member berada di samping dan di belakangnya memberiku semangat.
Aish~ aku benar-benar menangis sekarang. Aku berjalan kembali ke arah mereka. Kami semua berpelukan.
“walaupun status lajangku sudah berubah, aku tidak akan berubah!! Kalianlah yang terbaik dan selalu ada di hatiku!!” bisikku. Leeteuk hyung dan donghae mulai menangis.
“kita couple selamanya!!” kata donghae sambil menitikkan air mata.
“sudahlah hyung!! Kau harus percaya diri!! Beruntung jas dan celanamu hari ini putih dan sedikit hitam, bayangkan saja kalau jas dan celanamu semua hitam hyung, kau pasti akan mirip tai cicak. Jadi bersemangatlah hyung!!!” kalian pasti sudah bisa menebak siapa yang berbicara seperti itu di tengah suasana yang seperti ini[?].
Ku berikan deathglare-ku padanya dan sedetik kemudian...
PLETAKK.. PLETAKK... PLETAKK..
Semua member menjitaknya berjamaah.
***
Sekarang ini aku sudah berdiri di ujung altar, menunggu kyorin memasuki ruangan ini dengan appanya. Para tamu penting dan keluargaku, juga member super junior sudah duduk di tempat duduk mereka. Banyak orang yang memandangku membuatku semakin deg-degan.
Tiba-tiba pintu altar terbuka. Silau!!
Terdapat siluet seorang laki-laki agak gemuk yang tak lain adalah appa kyorin.
Masuklah dua malaikat kecil yang membawa keranjang bunga. Mereka adalah keponakanku. Di belakangnya ada appa kyorin yang berjalan dengan menggandeng...
Siapa itu??
Beberapa detik kemudian, pandanganku mulai terlihat jelas. Yeoja itu berjalan menuju ke arahku. Ia memakai short wedding dress yang belakangnya menjuntai ke belakang. Kelopak-kelopak mawar serasa bertaburan di sekelilingnya. Kyorin,benarkan itu kyorin?? Mataku tidak salah kan??
Yeoja itu semakin mendekat. Appa kyorin menyerahkan tangan kyorin padaku. Cantik. Sungguh dia cantik sekali.
***
Kyorin POV
Oh tuhan!! Aku gugup sekali. Semua orang memandangku yang sedang mengandeng appa. Di ujung sana, hyukjae berdiri. Ia berkali-kali mengerjapkan matanya. Aku memandangnya. Ia memakai jas putih yang membuatnya jadi ganteng[?].
Appa menyerahkan tanganku padanya. Aku memandangnya. Ia juga memandangku. Kamipun saling pandang-pandangan *halah apaseh*.
“jangan terpesona begitu melihatku. Nanti kau jatuh cinta!!” bisiknya. Ia menyunggingkan senyum evilnya.
“jangan berharap.” Ku layangkan deathglare ku untuknya.
*upacara pemberkatan-skip[authornya nggak tahu nikahannya orang yang di gereja kaya apa. Jadi  terpaksa author skip. Yang tahu boleh kirim messege ke my name#halah, ke inbox author maksudnya. Fb: kyutu Choi]*-- *jangan curhat thor!!*
“ne.. saya bersedia.” Cicitku akhirnya. Jantungku terus saja berdebar. Apakah ini sudah berakhir??
“silahkan memasangkan cincin sebagai tanda bahwa kalian telah sah menjadi pasangan suami dan istri.” Kata pastor itu lagi.
Seorang yeoja cilik yang bertugas sebagai pengiringku tadi berjalan ke arah eunhyuk dan menyerahkan cincin pernikahan itu pada eunhyuk.
Eunhyuk mengambil salah satu cincin yang lebih kecil dan menyematkannya di jari manisku. Ku lakukan hal yang sama juga untuknya.
“saudara lee hyukjae, silahkan cium istri anda sebagai perwujudan cinta kasih kalian.”
DEGG..
Ini dia saat yang paling ku takutkan. ku tundukkan kepalaku sedikit. Terlihat tangan eunhyuk bergerak, membuka wedding veil yang ku kenakan. Ku angkat kepalaku agar aku bisa menatapnya tajam.
Eunhyuk tersenyum. Tapi, hanya senyum evil yang di sunggingnya. Benar-benar, raja setan itu sudah meracuni eunhyuk sampai ke akar-akarnya[?] *emang Fungi***m??*
OMO!!
Kini wajahnya mulai mendekat. Semua orang di ruangan ini mulai menatap ke arah ku dan monyet hutan itu dengan antusias. Beberapa wartawan yang di perbolehkan masuk juga mulai menyalakan lampu blitznya. Ku rasakan wajahku memanas.
Monyet itu terus mendekat. ku tutup mataku rapat-rapat. OMOOO~ Sungguh!! Ini menakutkan!!!
CUP..
Suatu telah menyentuh dahiku. Mataku refleks terbuka, seiring dengan dengusan kecewa para penonton[?]. aku menatap eunhyuk dengan pandangan kaget.
“kau kecewa aku tidak mencium bibirmu??” bisiknya. Tak lupa sebuah gummy smile ia tunjukkan padaku. Ku belalakkan mataku. Bagaimana bisa dia bilang begitu??
“neo michyeosso??” balasku.
Kami berbalik menghadap paara hadirin. Eunhyuk menyodorkan lengannya untuk ku gandeng. Sesuai dengan acara yang di atur, kami harus segera menghadiri konferensi pers bersama leeteuk oppa dan sora eonni. Setelah itu ada resepsi pernikahan yang akan di hadiri oleh teman artis eunhyuk dan teman orangtua kami. Temanku?? Aku hanya punya dua teman di kampus, jadi hanya mereka berdua yang ku undang.
Sebuah limosine hitam menunggu di depan gereja. Aku dan eunhyuk berjalan menyusuri altar. Pintu gereja yang besar di buka. Terlihat banyak sekali ELF dan wartawan. Mereka semua menangis meraung-raung. Membawa beberapa poster yang berisi hujatan mereka terhadapku. Ada juga yang menangis sambil membawa poster yang isinya mendukungku.
Bodyguard yang telah bersiap kini harus bekerja ekstra keras untuk melindungiku dan dan memberikan jalan untukku dan eunhyuk. Ku genggam lengan eunhyuk sedikit lebih erat. Dan berjalan menuju limosine hitam itu.
Tak lama, kami pun akhirnya bisa memasuki limosine itu dengan selamat. Dengan cepat, pintu di tutup dan limosine itu mulai berjalan. Beberapa orang juga mengetuk-ngetuk kaca jendela.
“fuh~~” ku hembuskan nafasku keras. Eunhyuk memandangku. Tak lama kemudian, ia menyodorkan sebotol air mineral kepadaku. “gomawo.”
“setelah ini konferensi pers pertamamu. Yang kau perlukan hanya diam. bicaralah hanya saat mereka bertanya kepadamu. Selebihnya, serahkan padaku saja. Ara??” kata eunhyuk.
“lalu apa yang akan kau lakukan setelah pernikahan ini?? apa juga yang harus ku lakukan??” tanyaku.
“jalani kehidupan seperti biasa saja, hanya bedanya, kita harus tinggal di rumah baru.”  Jawabnya.   “lebih detilnya, kita bicarakan besok saja. Persiapkan saja dirimu untuk konferensi pers dan resepsi nanti.”
“hm..” hanya itu yang bisa ku katakan. Hampir saja aku lupa kalau pernikahan ini adalah pernikahan palsu. Entah kenapa, ada perasaan aneh yang munyusup saat menyadarinya.
Ku alihkan pandanganku ke arah luar. Eunhyuk juga masih sibuk sendiri dengan pikirannya. Entah apa yang dipikirkan, namun yang jelas sekarang raut wajahnya menyiratkan rasa sesal dan serius.
Apa yang kau pikirkan kyorin ah??
Apa yang kau harapkan kyorin ah??
***
Eunhyuk POV
Hyeoyon!!
Benar, aku tidak salah!!
Itu pasti hyeoyon!!
Aku melihatnya duduk di sebuah cafe depan gereja sambil menangis. Ya, dia menangis. Tapi kenapa dia menangis?? Seharusnya dia senang kami sudah putus karena dia bisa bebas berpacaran dengan selingkuhannya itu.
Hatiku sakit melihatnya menangis seperti itu. Ingin aku berjalan ke arahnya dan memeluknya. Tapi itu mustahil dan justru akan membahayakannya.
Apa dia juga akan datang ke acara resepsi bersama member SNSD lainnya?? Apa boleh aku menemuinya??
***
Author POV
Hall party di hotel song kini tengah ramai oleh para tamu undangan yang menghadiri pesta pernikahan seorang eunhyuk super junior. Banyak artis tengah berlalu lalang di dalam hotel itu.
Shin kyorin, yeoja yang seharusnya menjadi ratu sehari itu kini tengah duduk di sudut ruangan. Kang sora yang berdiri tak jauh darinya mulai menghampirinya.
“kau lelah??” sapa kang sora saat ia berhasil menghadap kyorin. Ia menyerahkan segelas minuman untuk kyorin. Kyorin pun menerima dan menenggaknya sedikit.
“ne, eonni. Ini melelahkan. Semua badanku terasa pegal. Hampir seribu orang yang ku beri salam.” Rintih kyorin. Kang sora hanya tertawa.
“ah~ aku mengerti. Aku juga merasakannya.”
“ne~ lalu, bagaimana bulanmadumu kemarin eonni?? Menyenangkan??” tanya kyorin sedikit basa-basi. Wajah sora sedikit bersemu.
“hehe.. yah, begitulah. Nanti kau juga akan merasakannya. Ngomong-ngomong, kau akan pergi bulan madu ke mana??”
“ku rasa aku tidak akan pergi bulan madu kali ini.”
“waeyo??”
“molla. Yang jelas aku harus segera menyelesaikan tugas akhirku sebagai mahasiswa jurusan perfilman.”
“ah! Itu nari eonni!! Kenapa dia baru datang??” sora menunjuk seorang yeoja di samping shindong dan melambai-lambaikan tangannya. Nari pun segera menghampiri sora dan kyorin.
“anyyeonghaseyo!! Aigoo~ aku sengaja datang telat agar tidak terlalu ramai. Tapi ternyata tetap ramai. Bukankah acara inti sudah di mulai?? Mana eunhyuk??” tanya nari begitu ia sampai di hadapan kyorin dan sora.
“molla. Tadi dia di sini dan pergi. Bukannya dia sedang berkumpul dengan anggota suju lainnya??” tanya kyorin.
“ani. Dia tidak ada di sana.” Jawab nari.
“mungkin ia sedang menemui tamu yang lain.” Balas kyorin.
“tapi, kenapa di sini masih ramai sekali?? Bukankah acara seharusnya sudah selesai??” tanya nari lagi.
“ne. Memang sudah selesai dari tadi. Tapi entah kenapa tamu tak kunjung pergi.”
“mm,, eonni, aku ingin permisi ke toilet sebentar. Kalian berbincang-bincanglah.” Pamit kyorin.
***
Eunhyuk POV
Hyeoyon!!
Dia datang!!
Ku langkahkan kakiku meninggalkan kyorin dan menghampiri hyeoyon. Jarakku dengannya hanya beberapa meter. Ia menoleh. Ia melihatku. Ia memandangku.
Ku tarik lengannya untuk menepi, mencari tempat sepi untuk berbicara. Setelah berjalan sedikit, ku temukan tangga darurat yang lumayan sepi. Ku balikkan badanku agar aku bisa menatapnya.
Dia menangis.
“kenapa kau menyeretku ke sini oppa?? Aku sudah berusaha melupakanmu. Tapi kenapa kau malah membuatku berharap?? Aku masih mencintaimu oppa!! Aku masih mencintaimu!!” bisik hyeoyon. Air mata mengalir dengan deras membasahi pipinya. Sungguh, aku tak tega melihatnya seperti ini.
“kalau kau mencintaiku, kenapa kau berhubungan dengan pria lain di belakangku??” bentakku.
“aku menyesal oppa!! Setelah kau pergi, aku baru menyadari kalau aku mencintaimu oppa.” Hyeoyon terus menangis.
Ku pegang tengkuknya. Mendekatkannya padaku dan melumat bibirnya. Entah kenapa, aku ingin melakukan ini untuknya.
Ku lepaskan bibirku. Tangisnya berhenti. Kini ia menatapku penuh tanya.
“kenapa kau melakukan itu oppa?? Apakah kau juga masih mencintaiku??”
***
Kyorin POV
“dimana letak kamar mandinya?? Aku benar-benar ingin pipis..” gumamku pada diriku sendiri.
Ku buka pintu-pintu kecil yang terselip di pojok hotel.
“gudang..” ku buka pintu pertama.
“tempat alat kebersihan..”
“yang ini pasti benar..” ku buka pintu kecil selanjutnya. “ah~ tangga..”
JLEGERR.. *anggep suara petir yak??”
Entah kenapa, rasanya seperti tersengat listrik beribu-ribu volt.
Ku pastikan kembali apa yang ku lihat. Ku cubit lenganku. Sakit. Ini nyata. Eunhyuk...
Entah kenapa, hatiku rasanya hancur melihat eunhyuk berciuman dengan seorang yeoja. Aku tahu ini hanya pernikahan karena terpaksa, tapi dia berciuman dengan yeoja lain di hari pernikahan. Ku rasa itu sedikit keterlaluan.
Ku rasakan air mata mulai merembes dan berkumpul menjadi bulir-bulir yang mulai berjatuhan di pipiku. Ku tutup pintu kembali.
“kenapa kau melakukan itu oppa?? Apakah kau juga masih mencintaiku??” samar-samar, ku dengar yeoja itu berbicara.
Ku langkahkan kakiku pergi dari tempat itu. Mencari tempat yang benar-benar bertuliskan ‘TOILET’.
Tak lama kemudian, akhirnya ku temukan itu. Aku memasuki salah satu bilik dan duduk di sana.
Ku pikir aku akan memulai membuka hatiku untuk menerima seorang namja. Ini pertama kalinya. Dan di pengalaman pertama ini, aku mendapat pengalaman yang benar-benar menyakitkan. Kenapa ini terjadi setelah kami menikah?? Kenapa ini tidak terjadi kemarin saja??
***

otte?? otte??
kritiknya juga yang banyak ya?? RCL!!
author tunggu jejaknya!!^^

kemarin ada yang tanya FB,, udah author sempilin di atas.. ^^